Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Gelombang Monster XVI


__ADS_3

Di tempat Charla dan lainnya kini berada sedang terjadi pertempuran besar sekaligus pertempuran final yang akan menentukan kemenangan mereka dalam gelombang monster. 


Semua petarung di tempat itu berjuang keras meski monster yang menjadi lawannya kali ini sulit untuk ditaklukan. Terutama mereka yang memiliki tanggung jawab besar sebagai tokoh penting dalam pertempuran gelombang monster yang terjadi di tempat tersebut. 


"Kalau kalian sudah tidak kuat lagi lebih baik mundur saja!" teriak Rob meminta pasukannya yang sudah kelelahan untuk mundur selagi dirinya menghadapi beberapa monster di sekelilingnya. 


"Lalu kalian yang terluka, jangan memaksakan diri kalian! Obati dulu luka kalian baru kembali ke sini! Kalian hanya akan menghambat yang lain jika terus memaksa ikut bertempur seperti ini, mengerti!" Rob peduli dengan kondisi dan keselamatan pasukannya yang tengah berjuang bersamanya. 


Mengikuti arahan dari Rob, beberapa dari mereka yang merasa sudah tidak kuat dan terluka segera mundur untuk memulihkan diri di tempat medis yang ada di belakang. Para staf medis yang bertugas di sana terlihat sedang berjuang memulihkan rekan-rekannya yang terluka agar mereka bisa kembali lagi ke tempat pertempuran.


Di sisi lain, Charla dan Sherria saat ini sedang membantu yang lain menghadapi monster tingkat tinggi yang sulit untuk ditaklukan.


"Mereka tidak ada habisnya, ya," kata Charla dengan nafas terengah-engah sambil mengamati monster yang terus bermunculan di hadapannya. Tangannya terasa pegal setelah terus-menerus melemparkan anak panah untuk menghabisi lawannya. 


"Apa Nee-san masih kuat? Jika sudah tidak kuat beristirahatlah sebentar, biar aku yang mengurus mereka." Sherria yang tak jauh di samping Charla mengkhawatirkan kondisi kakaknya yang tampak mulai kelelahan. 


Sherria juga sebenarnya sudah merasa lelah namun dia memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja. Dia masih ingin berdiri di tempat itu, membantu yang lainnya melawan para monster agar tempat tinggalnya tidak ditembus oleh mereka. 


"Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja. Hanya saja tanganku sedikit pegal, tapi ini bukan masalah besar. Aku masih sanggup menghabisi beberapa monster lagi." Charla tersenyum, berusaha terlihat baik dan menunjukkan kalau dirinya masih bisa bertahan sedikit lebih lama lagi. 


Sherria mengangguk, mencoba percaya dengan perkataan Charla. 


"Apapun yang terjadi aku harus melindungi tempat ini..." Charla dan Sherria sama-sama ingin melindungi tempat itu sekalipun harus mempertaruhkan nyawa mereka. 


Yang lainnya pun tampak demikian, mereka tidak ingin melihat tempat tinggal yang telah membuat kehidupan mereka nyaman dan damai itu dihancurkan. Semuanya berjuang mati-matian untuk melindunginya. 


Beruntungnya selain kehadiran Charla dan Sherria, di tempat itu juga ada Fluffy dan Rimuru yang terlihat masih dalam kondisi yang prima. Kehadiran kedua bocah itu di dalam pertempuran ini sangat membantu yang lainnya, apalagi di saat-saat seperti ini.


Pertempuran besar masih terus berlanjut. Semua orang di tempat itu saling bekerja sama untuk meraih kemenangan. Hingga satu jam berlalu, monster-monster di tempat itu akhirnya tidak ada lagi yang bermunculan. 


Mereka hanya tinggal menghabisi monster-monster yang masih tersisa sampai akhirnya kemenangan yang mereka perjuangkan selama tiga hari ini berhasil mereka raih. 

__ADS_1


"Yosha!!" Semua orang di tempat pertempuran itu bersorak gembira menyorakkan kemenangannya. 


"Nee-san, akhirnya kita berhasil."


"Em! Kita berhasil, Sherria."


"Yey! Semua monsternya kalah! Kita menang!"


"Kita menang!"


Charla dan lainnya tampak senang karena akhirnya mereka berhasil memenangkan pertempuran terakhir ini. 


Semua orang di tempat itu saling mengekspresikan kemenangan itu dengan caranya masing-masing. Ada yang berpelukan, ada yang lompat-lompat kegirangan, ada juga yang menangis karena terharu melihat perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil. 


"Baik, sudah cukup. Aku mengerti kalian saat ini sedang senang. Tapi jangan lupakan kalau tugas kita di sini belum selesai." Netero menyadarkan mereka akan tugasnya dengan memperlihatkan inti monster yang bergeletakan di tempat itu. 


Mengerti apa yang dimaksud oleh Netero, semuanya segera mengumpulkan inti monster itu bersama-sama. Mereka ingin segera menyelesaikan semua ini agar bisa mengistirahatkan tubuhnya yang terasa letih.


Namun hal itu kelihatannya belum bisa mereka dapatkan ketika tiba-tiba mereka merasakan ada sebuah gempa kecil yang terjadi di tempat itu seperti menandakan akan terjadi sesuatu.


"Apa yang terjadi? Bukannya pertempurannya sudah selesai? Lalu apa yang muncul kali ini?" 


Semua orang di tempat itu semakin terkejut saat menyaksikan apa yang kini keluar dari portal besar itu. 


*~*


#Kota Buldovia


Pertempuran terakhir di masa penghabisan ini berlangsung sengit di tempat Zero kini berdiri. Para monster tingkat tinggi yang terus bermunculan di tempat itu satu persatu musnah saat berdatangan ke arahnya seolah sedang mengantarkan nyawanya sendiri.


Michael duduk santai di tempat beristirahat sambil menyaksikan bagaimana Zero dan lainnya beraksi.

__ADS_1


"Orang itu memang tidak main-main. Bukan hanya kuat, semangat bertempurnya juga sangat luar biasa." Michael menilai sosok Zero yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang.


Sementara Zero yang sedang bertempur di tengah lapang balas mengamati Michael yang sejak tadi hanya duduk di tempat itu.


"Ksatria suci pemalas itu sejak tadi hanya diam menonton di tempat itu tanpa ada kontribusinya sama sekali. Benar-benar tidak berguna. Untuk apa dia datang ke tempat ini," kata Zero menilai sosok Michael sejenak sebelum tidak ingin mempedulikannnya dan kembali fokus pada pertempurannya.


Selama satu jam lebih, Zero dan lainnya bertempur melawan para monster tingkat tinggi hingga akhirnya pertempuran terakhir di masa penghabisan itu pun selesai dengan kemenangan telak.


"Sudah selesai, ya. Kukira akan ada sesuatu yang besar yang terjadi hari ini. Tapi nyatanya pertempuran kali ini sama saja seperti yang kemarin. Tidak terlalu menarik." Zero melihat sekitarnya dan tidak menemukan ada monster lagi yang tersisa. Dia sedikit kecewa karena tidak ada yang bisa menghiburnya lebih lama di pertempuran kali ini.


Zero kemudian memerintahkan Gladius yang sejak tadi berdiri di sekitarnya untuk mengumpulkan inti monster dari monster yang dia kalahkan.


"Apa saya boleh meminta bantuan mereka seperti yang dikatakan oleh Ksatria suci itu tadi?" Gladius menunjuk pasukan yang dipimpin oleh Michael.


"Ya, terserah." Tidak mempermasalahkan hal itu, Zero berbalik dan berjalan ke tempat beristirahat yang disediakan di tempat itu.


Namun di saat Zero baru beberapa langkah jalan ke tempat itu tiba-tiba tanah yang dia pijaki bergetar kemudian disusul angin yang berhembus kencang.


Yang merasakan getaran itu ternyata bukan hanya Zero, melainkan semua orang di tempat itu. Bahkan Michael yang sejak tadi duduk kini berdiri saat melihat sesuatu yang mengejutkan muncul.


"Hei, lihat itu!" Suara orang yang berteriak itu menuntun pandangan semua orang yang mendengarnya. Saat Zero mengikuti arah telunjuk orang itu tertuju, dirinya membelalakan matanya saat mendapati sebuah portal besar kini muncul di sana.


"Bukannya ini sudah selesai, tapi kenapa masih ada portal yang muncul?" Semua orang menanyakan hal yang sama ketika melihat kemunculan portal tersebut.


"Hei, bukankah monster yang keluar dari portal itu terlihat tidak wajar. Coba lihat, ukurannya saja sampai sebesar itu. Apa benar yang muncul ini monster?" Orang-orang di tempat itu membelalakan matanya terkejut sekaligus tidak percaya jika makhluk yang ada di depan matanya ini adalah monster.


Zero yang menyaksikan sosok makhluk yang keluar dari portal itu sama-sama tidak bisa tidak terkejut karena dia tahu makhluk apa sebenarnya yang muncul itu.


"Binatang Jahanam..." Zero menyebutkan sosok makhluk tersebut.


Di saat wajah sebagian orang di tempat itu mulai panik karena mengetahui makhluk yang muncul kali ini tampak mengerikan, ekspresi Zero berbinar seolah baru saja menemukan harta karun yang bernilai ketika menyaksikan kemunculan makhluk tersebut.

__ADS_1


Apalagi saat mengetahui makhluk yang muncul dari portal tersebut bukan hanya satu.


"Aku mengira pertempuran terakhir ini telah selesai, tetapi kelihatannya pertempuran yang sebenarnya baru saja akan dimulai."


__ADS_2