
Tak sampai lima menit semua monster yang telah menghabisi hampir semua warga di desa itu ditaklukkan oleh seorang bocah misterius yang mempunyai kekuatan tidak biasa.
Thomas dan rekan-rekannya yang masih hidup sulit percaya dengan fakta yang terjadi di depannya saat ini.
Bagaimana tidak, bocah misterius yang tiba-tiba datang dari langit itu dapat dengan mudahnya menghabisi puluhan monster yang sebelumnya tidak bisa mereka taklukan sebagaimana menghabisi puluhan ekor semut hanya dalam sekali injak.
"Cepat kumpulkan semua inti monster yang berserakan di sekeliling kalian." Suara bocah misterius yang tidak lain adalah Zero menyadarkan lamunan Thomas dan rekannya. Tanpa banyak tanya, mereka segera melaksanakan perintahnya.
Meskipun mereka tidak tahu siapa sebenarnya bocah itu, setidaknya mereka mengetahui kalau bocah misterius itu datang ke desa itu untuk menyelamatkan mereka.
Setelah menyuruh mereka mengumpulkan inti monster, Zero menyuruh mereka untuk mengumpulkan semua mayat yang tadi gugur dalam pertempuran.
Sebelum Thomas sempat bertanya alasan mengapa Zero memintanya untuk melakukan demikian, Zero segera menekankan mereka agar segera melaksanakan perintahnya.
Baik Thomas maupun rekannya tidak mengerti dengan apa yang ingin bocah itu lakukan. Namun dengan kondisi mereka saat ini, mereka hanya bisa patuh menuruti perintahnya. Sosok Zero menurut mereka jauh lebih menakutkan dari monster-monster sebelumnya yang mereka lawan.
Setelah semua mayat itu dijajarkan di depannya, Zero melafalkan sebuah mantra sihir kemudian menyatukan kedua telapak tangannya ke tanah. Yang terjadi berikutnya membuat Thomas dan rekannya terkejut hingga kesulitan bernapas.
"Mustahil…"
Thomas dan rekannya terjatuh lemas dengan deraian air mata. Air mata yang mereka tunjukkan bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan karena menyaksikan semua warga desanya yang sebelumnya telah gugur kini hidup kembali dengan ajaibnya.
Tanpa disuruh oleh Zero, mereka segera bersujud di depannya, memuji atau mungkin bisa dibilang menyembah sosok bocah yang sudah membangkitkan semua orang di desanya itu.
Thomas dan rekannya tidak tahu siapa sosok bocah ini sebenarnya, tetapi mereka yakin sosoknya pasti berada di tingkatan yang setara dengan dewa mengingat apa yang dilakukannya barusan bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh makhluk biasa.
Thomas dan rekannya sangat bersyukur karena bocah luar biasa ini datang ke desanya. Bukan hanya menolong mereka, bocah ini juga menolong semua orang di desanya.
__ADS_1
Singkat cerita, Thomas dan rekannya menjelaskan semua yang sudah terjadi pada seluruh warga desanya yang sudah bangkit kembali namun belum mengerti dengan situasinya saat ini.
Butuh beberapa kali untuk meyakinkan mereka kalau penjelasannya yang sulit dipercaya itu memang benar adanya.
"Terima kasih Tuan Muda karena sudah menolong kami semua," kata kepala desa itu mewakili yang lainnya sambil bersujud di depan Zero. Yang lainnya pun ikut bersujud di depannya, tidak berani bersikap lancang.
"Tidak perlu berterima kasih dan berdirilah. Aku menolong kalian bukan tanpa sebab. Aku menginginkan imbalan yang setimpal," kata Zero sambil melipat kedua tangan di dada.
Semua ras demi-human di desa itu menegakkan tubuhnya lalu saling berpandangan mendiskusikan permintaan Zero barusan. Mereka tidak tahu harus memberikan imbalan apa yang pantas untuk Zero. Yang jelas imbalan itu pastinya harus sangat besar.
"Imbalan apa yang Tuan Muda inginkan dari kita?" Kepala desa itu memutuskan bertanya.
Zero tersenyum tipis dan berkata, "Sederhana. Aku hanya ingin mulai sekarang kalian semua hidup di bawah kuasaku."
Permintaan Zero membuat mereka kesulitan memutuskan karena mereka masih belum tahu apakah sosok di depannya ini adalah orang baik atau bukan.
"Tidak perlu takut, aku akan menjamin kehidupan kalian akan jauh lebih baik bersamaku, asalkan kalian juga bisa memberikan yang terbaik untukku." Zero mencoba meyakinkan mereka.
Setelah berdiskusi sejenak, mereka akhirnya memberikan keputusan. "Baiklah, mulai sekarang kami akan mengabdi pada Tuan Muda. Kami berharap bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik bersama Anda," kata kepala desa itu mewakili keputusan semua warganya yang berharap semoga apa yang dikatakan oleh Zero benar.
Zero mengangguk puas dengan keputusan mereka. Dengan begini dia kembali mendapatkan abdi baru yang akan berguna untuk mengembangkan kerajaannya.
Zero kemudian menunjuk salah satu demi-human yang sebelumnya sempat berjuang mati-matian melawan para monster. Saat itu dia sedikit tersentuh melihat bagaimana demi-human itu berusaha memimpin semua warganya yang biasa-biasa saja untuk bertempur melawan para monster.
"Siapa namamu?" tanya Zero.
"Namaku Thomas, Tuan." Thomas menjawab dengan tegas.
__ADS_1
Zero berjalan mendekatinya sambil berkata, "Thomas, aku sempat mendengarmu ingin membalas perbuatan orang-orang yang telah membuatmu dan semua orang di desa ini menderita. Apa kau sungguh ingin melakukannya?"
"Ya, bukan hanya aku saja. Kita semua yang ada di sini ingin membalas perbuatan mereka." Thomas berkata sambil mengepal erat kedua tangannya, terlihat jelas dia begitu marah pada mereka. Begitu pula dengan yang lainnya.
Zero tertawa pelan mendengar jawaban serta ekspresi Thomas yang seolah mengingatkannya pada sosoknya yang dulu yang haus akan dendam.
"Baik, aku akan mengabulkan permintaan kalian." Zero mengambil inti monster yang sudah dikumpulkan tadi tanpa menyentuhnya lalu menyerahkannya pada Thomas. "Ambilah semua inti monster yang sudah kalian kumpulkan ini dan gunakan ini untuk meningkatkan esensi sihir kalian. Teruslah bertambah kuat sampai kalian bisa membalaskan dendam itu, " kata Zero memberikan mereka kesempatan untuk balas dendam. Sebagian dari mereka tampak bersemangat karenanya.
"Ini sungguh untuk kita, Tuan?" Thomas serta yang lainnya ragu untuk menerimanya.
"Tentu saja. Anggap saja ini sebagai hadiah atas keberanian dan perjuanganmu tadi."
Thomas akhirnya mau menerima sekarung kecil inti monster tersebut. Inti monster ini tentunya akan sangat membantunya untuk mencapai tujuannya itu.
"Terima kasih, Tuan. Terima kasih karena telah memberikan kita kesempatan untuk membalas perbuatan mereka. Aku berjanji mulai sekarang akan menjadi abdi Tuan yang setia." Thomas menunjukkan sikap hormat pada Zero dan mengangganya kini sebagai Tuannya.
Zero merasa bangga karena bisa menemukan bibit unggul seperti Thomas di tempat seperti ini. Menurutnya Thomas merupakan orang yang sangat dapat diandalkan.
"Sudah cukup, aku tidak mempunyai banyak waktu. Masuklah kalian ke dalam cincinku. Untuk sementara kalian akan tinggal di sini." Zero memerintahkan semua orang di desa itu untuk masuk ke dalam cincinnya. Tanpa banyak tanya mereka segera melaksanakan perintahnya.
Setelah semua orang itu masuk, Zero memerintahkan para budaknya yang sebelumnya tinggal di dalam cincinnya itu untuk mengurus mereka.
Begitu semuanya selesai, Gladius yang sejak tadi mengamati dari atas, turun ke bawah menghampirinya.
"Sudah selesai?"
"Ya, ayo kita lanjutkan."
__ADS_1
Tak ingin membuang waktu, Zero memanggil undead wyvern-nya lalu menaikinya. Zero dan Gladius pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat pertempuran yang sudah menanti kehadiran mereka.
o