
Zero dan Gladius kembali ke penginapan terlebih dahulu untuk menjemput Charla dan yang lainnya.
Terlihat Charla dan Sherria saat itu sedang berfokus menyerap beberapa inti monster yang tersisa sedangkan Fluffy dan Rimuru tampak sedang asik bermain dengan mainan yang mereka beli.
Setelah menunggu Charla dan Sherria selesai, Zero langsung mengajak mereka semua ke tempat guild untuk melaporkan hasil quest yang telah berhasil diselesaikan.
Kini Zero akhirnya berhasil menyelesaikan semua quest yang menjadi ujian sebelum dirinya dipromosikan menjadi petualang kelas atas.
Setibanya di guild, seperti biasa Zero dan yang lainnya menjadi pusat perhatian para petualang yang penasaran ingin mengetahui hasil dari quest tersebut. Seperti biasa juga Zero hanya menjawab singkat dan berjalan ke tempat Clarise yang sudah menunggunya dengan senyuman khas.
"Apa Zero-san dan yang lainnya sudah berhasil menyelesaikan quest itu?" Clarise bertanya meski sudah tahu jawabannya.
"Ya. Mulai sekarang mereka tidak akan lagi meresahkan orang-orang." Zero menunjukkan seperdelapan hasil curian perampok Bulan Merah pada Clarise sebagai bukti.
"Ini… " Clarise membuka mulutnya terpana melihat sekarung besar yang isinya barang bernilai semua.
Selain Gladius, Charla dan yang lainnya pun ikut terpana melihatnya.
"Aku hanya menemukan ini saja di gudang tempat penyimpanan mereka. Sebagiannya lagi sepertinya sudah mereka habiskan untuk berfoya-foya," jelas Zero.
Clarise mendengar detak jantung Zero memainkan melodi kebohongan saat dirinya berkata demikian.
"Heh~ Benarkah begitu?" Clarise tersenyum menilik.
Zero menghela nafas pelan karena teringat dengan kemampuan Clarise.
"Kau mengetahuinya, ya..." Zero tersenyum kaku.
Gladius di sampingnya sudah menduga ini akan terjadi. Charla dan lainnya yang duduk di samping Zero tersenyum hambar menatap Zero dan Clarise bergantian.
"Jadi benar Zero-san berbohong?"
"Ya. Sebagian lagi aku yang mengambilnya." Zero akhirnya jujur.
"Sekarang bagaimana? Apa kau ingin aku menyerahkan hasil curian ini semuanya?" Zero tersenyum dengan satu alis meninggi.
Clarise menggeleng pelan, "Tidak perlu, Zero-san. Ini saja sudah cukup sebagai bukti."
"Benarkah?" Senyuman Zero sedikit melebar.
Clarise mengangguk, "Anggap saja ini sebagai salah satu caraku untuk membalas kebaikan, Zero-san." Clarise memberitahukan satu alasan kenapa dia tidak ingin mempermasalahkannya.
"Baik, aku akan menganggapnya seperti itu. Sebagai tip karena kau mau tutup mulut, aku juga akan memberikan beberapa hasil curian ini padamu."
Clarise segera mengangkat kedua tangannya sambil menggeleng keras, menolak, "Tidak perlu, Zero-san. Zero-san sudah terlalu banyak memberiku uang. Untuk kali ini aku tidak akan menerimanya."
__ADS_1
Zero tersenyum pada Charla dan lainnya yang juga tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya lagi pada Clarise.
"Baiklah kalau itu maumu." Zero menerima keinginan Clarise.
"Lalu apa yang terjadi dengan mereka?" Clarise mengalihkan pembahasan.
"Mereka semua sudah kita habisi bersama dengan sarang tempat tinggalnya,"jelas Zero berbohong.
"Zero-san, katakan saja yang sebenarnya, aku tidak akan membicarakan ini pada siapapun." Clarise mengetahui kebohongan Zero.
Zero menggaruk belakang kepalanya karena tidak bisa berbohong di depan Clarise, "Ah...Kenapa kau bisa membaca kebohonganku semudah itu. Baik, baik, aku akan menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya padamu." Zero kemudian menjelaskan kejadian sewaktu dirinya dan Gladius berada di sarang perampok Bulan Merah.
"Oh, begitu, ya…" Baik Clarise maupun yang lainnya paham dengan penjelasan Zero.
"Ya. Aku tidak membunuh mereka melainkan menawarkan sesuatu yang tidak bisa aku sebutkan padamu. Tapi yang pasti mereka semua mulai sekarang tidak akan lagi meresahkan orang lain," ujar Zero berkata jujur.
"Aku percaya pada, Zero-san." Clarise mengerti Zero pasti mempunyai alasan melakukan itu.
"Terima kasih karena sudah mengatasi perampok itu. Kami akan mengembalikan semua ini ke orang-orang yang bersangkutan." Clarise bangkit dari bangkunya.
"Tunggu sebentar, aku akan membawakan imbalan serta bukti kalau mulai sekarang Zero-san akan kami promosikan menjadi petualang kelas atas." Setelah menjelaskan itu, Clarise segera keluar ruangan.
Charla dan lainnya yang berada di dalam ruangan mengucapkan selamat pada Zero. Mereka turut senang karena akhirnya tujuan pertama Zero tercapai.
Zero dan yang lainnya sudah berdiri tepat setelah mereka masuk.
"Ini imbalan atas keberhasilan Zero-san dan lainnya karena sudah mengatasi perampok Bulan Merah." Clarise menyerahkan kantong sedang berisikan uang dengan jumlah fantastis.
"Seperti biasanya, hadiahnya selalu tidak mengecewakan." Zero puas dengan imbalan tersebut.
"Baiklah, karena Zero-san sudah berhasil menyelesaikan semua quest yang kami ajukan, mulai sekarang kami akan mempromosikan Zero-san menjadi petualang pangkat Diamond." Clarise lalu mengambil sesuatu yang dibawa di atas nampan dan menyerahkannya pada Zero.
"Ini tag dan lisensi sebagai bukti kalau Zero-san sudah resmi menjadi petualang pangkat diamond," jelasnya.
Clarise kemudian lanjut menjelaskan fungsi lisensi itu biarpun sebenarnya Zero sudah mengetahuinya.
Satu hal yang pasti lisensi itu akan sangat dibutuhkan oleh Zero dan juga sebagai bukti kalau dirinya kini adalah seorang petualang Diamond Plate.
"Sementara Charla-san dan Sherria-san, kami akan mempromosikan kalian menjadi petualang pangkat Gold karena kalian juga sudah ikut andil dalam menyelesaikan quest itu. Ini tag sebagai buktinya," jelas Clarise sambil menyerahkan tag berwarna emas pada mereka berdua.
"Zero-sama… " Mereka berdua tersenyum pada Zero karena senang. Zero membalas senyuman mereka dan ikut senang melihatnya.
Rimuru dan Fluffy yang tidak mendapatkan apapun iri tetapi mereka segera menyadari posisinya.
"Gladius-san...sebagai orang yang telah mempromosikan Zero-san, kami ucapkan terima kasih karena selama ini Gladius-san sudah membantu kami mengawasinya. Ini imbalan dari kami." Gladius juga diberi sekantong kecil uang berisikan koin emas atas jasanya tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih, Clarise-chan." Gladius menerima imbalan tersebut.
"Oh, dia juga mendapatkan hadiah sebesar ini hanya dengan mengawasiku? Beruntung sekali." Zero mendecakkan lidahnya berulang kali sambil menggeleng kepala.
"Hari ini lagi-lagi kita mendapatkan keuntungan yang besar..."
*~*
Selesai menerima semua itu, Zero bersama yang lainnya meninggalkan ruangan. Saat Zero dan yang lainnya keluar semua mata segera terpaku pada tag yang menempel di sebelah dada mereka. Terkagum-kagum mereka melihatnya.
Zero mendenguskan sedikit nafasnya sambil tersenyum tipis melihat reaksi mereka. Kemudian dia mengeluarkan sekantong kecil berisikan ribuan keping emas dan melemparkannya pada petugas bar di tempat itu.
"Kalian semua ambilah sebagian uang recehku! Gunakan semua uang itu untuk minum sesuka kalian! " Suara angkuh Zero menggema di tempat itu, membuat semua mata segera teralihkan sejenak ke arah petugas bar yang kini tercengang melihat Zero membuat uang sebanyak itu.
Zero bersama yang lainnya kembali melangkahkan kakinya meninggalkan mereka semua yang masih tertegun melihatnya, sampai ketika dirinya dan yang lainnya keluar, suara gaduh orang-orang berebut memesan minuman terdengar di dalam guild.
"Tuan membuang uang sebanyak itu seperti membuang permen saja." Gladius menyukai sifat Zero yang seperti itu.
"Dari pada dibuang seperti itu lebih baik ditabungkan saja, Zero-sama. Sayang, kan... " Charla dan Sherria sebaliknya tidak menyukainya.
"Untuk apa aku menyayangkan uang sekecil itu. Lagi pula itu hanya uang receh yang tidak ada artinya bagiku." Zero bersikap sombong.
"Dasar... " Charla hanya menggeleng pelan melihat sifat angkuh Zero yang seperti ini.
"Tuan, Tuan, nanti kita minta uang lagi, ya. Kita ingin membeli mainan baru lagi." Fluffy dan Rimuru tersenyum berseri.
"Ya. Kalian tinggal minta saja berapa yang kalian inginkan."
"Uppa!" Fluffy dan Rimuru bersorak senang.
"Zero-sama, setelah ini apa yang akan kita lakukan?" tanya Sherria.
"Hmm... apa, ya..." Zero mengelus dagunya berpikir lalu teringat dengan lembaran kertas yang didapat dari Netero.
"Entahlah… kita lihat saja besok." Zero tersenyum seolah menemukan sesuatu yang menarik.
————
Terima kasih buat kalian semua yang masih setia menunggu cerita ini sampai sini. Maaf kalau author upnya gak nentu karena sedang disibukkan dengan banyak hal. Tapi author akan usahakan up tiap hari.
Sebelum menuju ibukota kerajaan, beberapa chapter selanjutnya kali ini akan bertemakan latihan. Selanjutnya author akan melanjutkan pembahasan tentang sihir, dari mulai prosesnya sampai terbentuknya.
Btw, ini berbeda dengan proses kultivasi di novel-novel cina yang kalian kenal. Ini murni author buat sendiri. Author sudah memperhitungkan semuanya dengan detail agar terlihat masuk akal. Jadi buat kalian yang tidak mengerti tanya saja, ok. Selain itu juga masih banyak kemampuan khusus dari semua class Zero yang belum dibahas.
Intinya tetap enjoy baca cerita ini. Terima kasih
__ADS_1