Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Monster Tumbuhan


__ADS_3

Sesudah memperkenalkan semua budaknya, Zero mengembalikan mereka kembali ke tempatnya. Charla dan Sherria meminta ikut karena masih ingin meluapkan perasaan rindunya dengan teman-teman di desanya itu.


Zero mempersilahkannya kemudian mengajak yang lainnya untuk kembali ke penginapan mengingat hari sudah hampir malam.


Sebelumnya Zero dan yang lainnya telah berhasil menyelesaikan semua quest kategori senior, dan sekarang tinggal tersisa empat kategori profesional dan dua kategori pahlawan lagi. Sebisa mungkin Zero ingin menyelesaikan semua quest itu secepatnya.


Setibanya di rumah dan setelah selesai berkemas diri, Zero mengeluarkan kembali Charla dan Sherria karena ingin menunjukkan sesuatu pada mereka.


Saat ini semua orang yang selalu mengikutinya berkumpul di ruangannya seperti biasa.


Zero mengeluarkan satu karung berisi inti monster lalu menunjukkannya pada mereka semua. Selain Gladius, semua orang disitu takjub melihat sekarung inti monster itu.


"Zero-sama dari mana mendapatkan semua ini?" tanya Charla sambil melebarkan mata dan mulutnya.


"Dari toko yang semalam aku dan Gladius kunjungi. Aku membeli semua ini di situ," jawab Zero.


"Mengagumkan…"


"Banyak sekali…"


Charla dan yang lainnya terkagum-kagum melihat isi dalam karung itu. Dari inti monster yang ukurannya kecil sampai yang terbesar semuanya ada di sana.


"Mulai sekarang kalian harus bertambah kuat lagi, karena jalan yang akan kita hadapi selanjutnya akan sangat berat," ujar Zero


Kemudian Zero membagikan inti monster itu pada Charla dan Sherria lalu menyuruh mereka untuk menyerap semua inti monster itu secara teratur setiap harinya.


Zero juga akan membantu Rimuru menyerap inti monster itu mengingat dia memiliki potensi yang sangat bagus dengan tubuh barunya itu.


Sedangkan Fluffy dan Gladius tidak diberi, alasannya karena mereka sudah cukup kuat. Terkhusus Gladius, Zero masih belum bisa mempercayainya dan menurutnya akan berbahaya jika dirinya dibuat bertambah kuat.


Untuk sekarang Zero ingin Charla, Sherria dan Rimuru untuk menyerap semua inti monster itu terlebih dahulu, sementara sumber daya lainnya akan dia berikan nanti.


Alasan utamanya karena untuk menyerap sumber daya itu memerlukan suatu keahlian yang khusus, sedangkan mereka kini belum bisa menguasainya.


Zero berpikir mungkin setelah menyerap semua inti monster itu dia bisa membantu Charla dan Sherria untuk melangkah ke tingkat selanjutnya.


Yakni tingkat Magic Warrior.


*~*

__ADS_1


Hari-hari Zero bersama yang lainnya lalui di kota itu seperti biasa, menyelesaikan quest lalu pulang kembali ke rumah dan memperkuat diri dengan menyerap inti monster yang Zero berikan.


Setiap harinya reputasi mereka di guild petualang terus meningkat dan keberadaan mereka mulai dikenal luas oleh khalayak orang di kota itu bahkan sampai ke kota sebelah.


Empat hari kemudian semua quest berkategori profesional sukses mereka selesaikan. Setiap questnya mereka membutuhkan satu hari untuk menyelesaikannya mengingat setiap permintaannya cukup sulit.


Reputasi mereka semakin meningkat setelah berhasil menyelesaikan semua quest itu dan pujian kali ini banyak dilontarkan pada party mereka.


Sekarang yang tersisa hanya dua quest berkategori pahlawan lagi yang tingkatannya sangat sulit. Untuk itu Zero memberi jeda dua hari untuk mereka berlatih sebelum menyelesaikan dua kategori quest pahlawan tersebut.


Hingga dua hari kemudian mereka sudah siap menjalankan dua quest terakhir itu.


"Hmm… quest yang mana dulu, ya…" Zero mengamati dua lembar quest kategori pahlawan yang tersisa.


"Yang ini disuruh untuk mengurus monster tumbuhan dan tumbuhan parasit yang bermunculan di sebuah kota… Sedangkan yang ini disuruh untuk mengurus perampok terkenal yang selama ini sering meresahkan masyarakat..." Zero bimbang harus memilih yang mana.


"Menurut kalian quest yang mana dulu yang lebih baik kita selesaikan?" Zero meminta pendapat mereka.


"Yang ini saja dulu, Zero-sama…" Charla menunjuk quest pilihannya.


Yang lainnya ikut setuju dengan pilihannya itu karena menurut mereka itu memang yang termudah diantara dua quest tersebut.


Zero setuju memilih untuk menyelesaikan quest yang menyuruhnya untuk mengurus monster tumbuhan serta tumbuhan parasit yang bermunculan di sebuah kota.


Selain pernah berhadapan dengan monster seperti ini, Zero memilih menjalankan quest tersebut karena tertarik dengan sumber daya yang dihasilkan dari tumbuhan parasit tersebut.


Zero bersama semua anggotanya pun segera berangkat ke tempat tujuan.


*~*


"Tidak salah lagi, ini pasti tempatnya…" Zero dan yang lainnya akhirnya sampai di tempat tujuan.


Kota kecil yang mereka datangi terasa sangat sepi dari luar. Gerbang masuk ke kota itu tertutup rapat dan terdapat tulisan 'bahaya jangan masuk!' yang menandakan ada suatu bahaya yang besar di dalam kota itu.


"Apa benar di dalam kota ini diisi oleh ratusan monster tumbuhan…" gumam Zero memandangi gerbang masuk kota.


Menurut cerita Clarise, kota itu hancur dalam satu malam oleh ulah sekelompok orang yang sengaja menanamkan benih tumbuhan parasit di kota itu. Penduduk yang tinggal di sana sebagian dikatakan tewas, dan sebagian yang berhasil selamat memutuskan untuk pindah ke kota lain.


"Aku penasaran, dari mana mereka mendapatkan benih tumbuhan parasit seperti itu. Apa kau mengetahuinya, Gladius?" tanya Zero.

__ADS_1


"Tidak, Tuan." Gladius menggeleng pelan. Zero ber oh pelan, tidak ingin memikirkannya lagi.


Zero menghela nafas panjang lalu mengalihkan pandangannya pada Charla dan yang lainnya.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Zero memastikan. Mereka semua mengangguk pertanda siap.


"Yosh, ayo kita masuk…" Zero melangkah duluan mendekati gerbang masuk kota kecil itu dengan membawa kunci di tangannya.


Zero menerima kunci itu dari Clarise untuk membuka gerbang kota yang dipenuhi bahaya di dalamnya.


Saat berhasil membukanya dan mulai melangkah memasuki kota kecil itu, mereka langsung disapa oleh lima monster tumbuhan yang bermunculan dari tanah.


Charla dan yang lainnya segera memposisikan diri bersiap menghadapi kelima monster tumbuhan.


"Luar biasa…" Fokus Zero tidak pada kelima monster tumbuhan itu melainkan pada belasan tumbuhan parasit yang tersebar di segala tempat di kota kecil itu. Dia merasa takjub melihatnya.


Diantara semua itu, Zero lebih tertarik pada satu tumbuhan parasit terbesar yang berdiri kokoh di tengah-tengah kota. Zero berpikir di sana pastinya terdapat sesuatu yang amat bernilai.


"Hahahah, ini yang namanya keberuntungan!" Zero tertawa pelan, berpikir bisa mendapatkan sesuatu lain yang menguntungkan dari quest ini.


Perkataan Zero membuat mereka berkerut dahi. Dari mananya keberuntungan? Itu mungkin yang mereka pertanyakan saat melihat ada lebih dari sepuluh tumbuhan parasit dengan ratusan monster tumbuhan di kota ini.


"Kalian urus kelima monster tumbuhan itu." Zero memberi perintah.


Charla dan yang lainnya segera melaksanakan perintanya. Dengan bekerja sama mereka dapat mengalahkan kelima monster tumbuhan itu dengan cepat.


"Baik sekarang kita bagi tugas. Kalian semua urus yang di sana biar aku yang urus sisanya sendiri." Zero menunjuk ke arah tumbuhan parasit yang jumlahnya ada tiga.


Tanpa banyak protes mereka menuruti arahan Zero. Mereka percaya Zero dapat mengatasi semua ini sendiri meskipun tanpa dibantu oleh mereka.


Semuanya menaiki atap perumahan untuk mengambil posisi yang bagus untuk melawan semua monster tumbuhan yang muncul dan menghalangi jalan mereka menuju ke tempat tumbuhan parasit yang menjadi kunci untuk mengalahkan mereka.


Zero meloncati atap satu ke atap lain sembari menghindari terkaman monster tumbuhan hingga sampai di tempat tertinggi di kota itu.


Zero kini berdiri gagah di tengah-tengah kepungan puluhan monster tumbuhan yang mengelilinginya dan berniat menghabisinya.


"Baik, baik, kalian pasti tidak sabar ingin bermain denganku, kan…" kata Zero mengejek mereka. Zero memanggil kedua pedangnya lalu merubah wujudnya ke salah satu modenya: Dark Phoenix.


"Kalau begitu mari kita mulai permainannya sekarang…"

__ADS_1


__ADS_2