Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Serpent Awakened


__ADS_3

Sudah beberapa menit berlalu mereka bertarung dengan serius. 


Zero yang tak bisa mendekati Gladius terlalu dekat sejak tadi memilih menyerangnya dengan jarak menengah menggunakan pedang yang diayunkan melalui rantainya. 


Gladius yang tampak sudah serius mulai merespon serangan Zero. Baik menangkis, menyerang dan menghindar, Gladius melakukan semua itu untuk menyamai ketukan serangan yang Zero tunjukkan. 


Saat terus ditekan oleh Zero hingga membuat posisinya tidak menguntungkan, Gladius bergerak mundur menjauhi jangkauan pedang milik Zero. 


Gladius lalu menggerakan satu tangannya, membuat pola gerakkan jari. Rantai tiba-tiba bermunculan di sekitaran Zero, menyerangnya dengan begitu cepat. 


Zero spontan bergerak mundur dan menghindari setiap rantai yang berniat menangkapnya itu. 


'Aku tidak boleh membiarkan rantai ini menangkapku,' batin Zero selagi menghindari setiap rantai yang terus bermunculan di dekatnya. 


Zero mengetahui jika rantai milik Gladius mempunyai kemampuan yang bisa membuat seseorang tidak bisa berbuat apa-apa saat ditangkap oleh rantai itu. 


'Rantai miliknya pasti mempunyai kelemahan,' pikir Zero yang terus dipaksa mundur oleh rantai Gladius. 


Zero memutar otaknya untuk mengatasi rantai itu selagi mencoba mulai mempersingkat jarak mendekati Gladius. Dia bergerak mengitarinya sembari sesekali menyerangnya dari jarak jauh menggunakan skill miliknya. 


Saat api, air dan ledakkan mengarah ke arahnya, Gladius berhenti mengeluarkan rantainya dan bergerak menjauhi Zero yang kini mulai mendekat. 


Gladius sadar posisinya tidak terlalu menguntungkan jika melawan Zero dalam jarak dekat oleh karena itu dia memutuskan mencari posisi yang bagus untuk menyerangnya dari jarak jauh. 


Zero terus berusaha mendekati Gladius yang terus bergerak mundur sembari menghadangnya dengan rantai miliknya. 


"Aku tidak bisa mendekatinya jika terus bergerak seperti ini…" Zero menyadari hal itu. 


Zero kemudian menggunakan skill teleport-nya, bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat cepat, menghindari rantai Gladius sembari berusaha mendekatinya. 


"Jika seperti ini, aku tidak bisa mengandalkan rantai jarak jauh ku." Gladius yang sadar akan hal itu bersiap diri memposisikan dirinya untuk menghadapi Zero dari jarak dekat. 


Zero terus berpindah tempat mendekati Gladius, sampai ketika dirinya berhasil berada di jangkauannya, Zero melesat menyerangnya. 


Tring! 


Pedang Zero berbenturan sangat keras dengan lengan Gladius yang terlindungi oleh rantai. Meski tidak berhasil melukai tubuhnya namun serangan yang Zero arahkan barusan berhasil membuat Gladius terpental hingga menghantam tembok. 


"Rantainya keras sekali…" Zero mengakui rantai yang tersembunyi di balik pergelangan baju Gladius itu keras sekali sampai tidak bisa ditembus oleh pedang kembarnya yang mempunyai kemampuan menghancurkan benda yang sangat keras. 


"Serangan barusan terlalu kuat. Jika tidak tertahan oleh rantai ini tanganku sekarang pasti sudah hancur," gumam Galdius tersenyum kecut seiring memposisikan dirinya kembali. 


Zero memutar otak untuk mencari cara mengatasi rantai Gladius yang cukup merepotkan baginya. Dia kembali mendekati Gladius menggunakan skill teleport-nya. 


Gladius yang masih berdiri di dekat tembok segera mencari posisi yang lebih bagus untuk menghadapi Zero. Dia tidak bisa menebak dimana selanjutnya Zero akan muncul. Gerakannya masih sulit untuk dilihat oleh matanya meski dia sudah mengalirkan sedikit energi sihir pada matanya agar bisa melihat gerakan Zero. 


Gladius terkejut melihat Zero berhenti berteleportasi di atasnya, sejajar dengan lampu di tempat itu, membuat matanya sedikit tersilaukan dan tidak bisa melihat Zero dengan baik. 

__ADS_1


Selanjutnya Gladius melihat Zero mengeluarkan bola-bola api dan air dengan jumlah besar ke arahnya. 


"Protective Chain…" Gladius segera menyatukan kedua telapak tangannya hingga sebuah pelindung yang terbuat dari ratusan rantai yang membentuk setengah lingkaran melindunginya dari benturan bola-bola api dan air yang Zero lepaskan. 


Saat pelindung rantai itu Gladius hilangkan, kepulan uap yang dihasilkan dari kombinasi air dan api itu menyelimuti pandangan sekitar Gladius membuatnya tidak bisa melihat keberadaan Zero. Dia juga tidak bisa merasakan hawa keberadaannya seolah Zero tidak ada di tempat tersebut. 


'Begitu, ya. Dia menggunakan uap ini untuk menghalau pandanganku dan juga dia bisa menghilangkan hawa keberadaannya. Ini benar-benar merepotkan...' Gladius mengamati kepulan uap di sekitarnya. 


"Tapi…" Gladius mengangkat tangannya, mengayunkan rantainya seperti baling-baling hingga pusaran angin kencang terbentuk menghilangkan kepulan uap itu. 


Ketika uap itu lenyap, Gladius terkejut saat mendapati dirinya kini sudah terpenjara dalam sebuah kurungan proyeksi. Di sekelilingnya terdapat benda seperti pisau hitam melayang di setiap sudut penjara tersebut. 


"Gawat aku dijebak." Gladius tersenyum dengan menggigit bibirnya, merasa situasinya tidak menguntungkan. 


Sebuah anak panah tiba-tiba melesat ke arahnya namun Gladius berhasil menghindarinya dan segera mengalihkan pandangannya ke sumber arah panah itu terlempar. 


Gladius melihat Zero berubah ke dalam mode Spriggan, melayang di atas dengan busur panah hitam terarah padanya.


Gladius mencoba menghancurkan penjara proyeksi itu dengan rantainya tapi hasilnya nihil. Dia tidak bisa menghancurkan penjara neraka yang sudah Zero pasang sejak dirinya berada di lingkungan uap tadi. 


"Kau tidak akan bisa keluar dari penjara itu. Kau sudah kalah, Gladius… " Zero menarik tali busurnya, bersiap melontarkan anak panah pada Gladius 


"Benarkah?" Gladius tersenyum percaya diri dan membuat Zero mengerutkan dahinya, tidak tahu kenapa Gladius masih bisa percaya diri seperti itu. 


Zero mulai memanahi Gladius namun Gladius dengan cepat membuat rantainya membentuk pelindung kembali untuk melindunginya sedangkan dirinya bersembunyi di dalamnya. 


Zero terus menghujani anak panah pada Gladius sampai ketika rantai itu menghilang, Zero terkejut saat menemukan Gladius juga hilang di dalamnya. 


"Bagaiamana dia bisa keluar dari penjara itu?" Zero keheranan. 


Sebelum Zero bisa menemukannya, Gladius tiba-tiba saja muncul di bawah bayangannya dan langsung melesatkan rantainya untuk menangkap kakinya. 


"Celaka… "


Begitu kaki Zero tertangkap, Gladius mengerahkan tenaganya untuk membanting Zero ke bawah dengan sangat keras. 


Zero yang tidak bisa apa-apa ditambah lagi dalam kondisi tidak siap hanya bisa menerima rasa sakit ketika tubuhnya menghantam lantai selama beberapa kali sebelum Gladius melemparnya jauh ke arah tembok. 


"Agh…" Zero mengeluarkan darah di tepi bibirnya. Dirinya tidak menyangka Gladius akan memiliki fisik yang begitu kuat sampai bisa membanting-bantingnya seperti itu. Lantai dan tembok itu pun sedikit hancur meskipun dilindungi oleh rune. 


Zero tersenyum seolah ada sesuatu yang menarik. Kemudian dia membangkitkan dirinya dan berjalan mendekati Gladius seiring menghilangkan mode Spriggan-nya. 


"Bagaimana kau bisa keluar dari penjara itu?" seru Zero bertanya sambil menyeka darah di bibirnya. 


"Aku hanya mengkombinasikan trik dan kemampuan milikku saja, Tuan." Gladius tersenyum ramah memandangi Zero yang masih jauh dari jangkauan serangnya. 


"Aku tidak mengerti bagaimana kau melakukannya tapi harus aku akui, kau cukup sulit untuk dihadapi. Oleh karena itu aku akan menunjukkan sebagian kekuatanku yang sebenarnya padamu." Zero berhenti sepuluh meter di depan Gladius kemudian merubah wujudnya ke dalam mode berserker, dilanjut dengan memanggil kedua pedangnya yang tadi dia masukan. 

__ADS_1


'Wujud itu kenapa terasa akrab sekali… ' Gladius terkejut sekaligus takjub dengan wujud Zero yang terasa akrab di matanya padahal setahunya ini kali pertamanya dia melihat wujud tersebut. 


"Ada apa? Apa kau takut melihatku dalam wujud ini?" tanya Zero dengan senyuman mengejek. 


"Tidak, Tuan. Wujud Tuan terlihat menakjubkan. Aku senang lagi-lagi bisa melihat sesuatu yang menakjubkan dari, Tuan. " Gladius memuji meski perasaannya sedikit tergoyahkan saat melihat wujud berserker milik Zero. Dia tidak tahu kenapa dan apa alasannya. Mungkin hanya firasat ku saja, itu yang Gladius pikirkan.  


Melihat Zero sudah masuk jangkauan serangnya, Gladius mulai menyerangnya kembali. 


Berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini Zero tidak menghindari rantai yang bergerak menyerangnya melainkan langsung menghancurkan rantai itu satu persatu menggunakan pedang kembarnya yang kekuatannya kini meningkat. 


'Sulit dipercaya rantai milikku ternyata bisa dihancurkan…' Gladius terkejut menyaksikan rantai-rantai miliknya dihancurkan oleh Zero sebelum dirinya menyadari jika kekuatan Zero kini pasti meningkat beberapa kali lipat. 


Ketika tidak ada lagi yang mengganggunya, Zero melesat dengan mode berserkernya menyerang Gladius. Dia bergerak dengan sangat cepat di sekitaran tempat Gladius berdiri membuat Gladius kewalahan mengimbangi kecepatannya.


'Ini bahaya… aku perlu lebih serius lagi…' Gladius segera meningkatkan kewaspadaannya. Dirinya melilit semua tubuhnya sebagai pertahanan jika terjadi sesuatu. Dia juga sudah menyiapkan beberapa lapis rantai di kedua tangannya untuk menahan serangan Zero. 


Zero masih bergerak ke segala arah dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Gladius saja hanya bisa melihat bayangannya. 


"Sekarang."


Setelah menemukan ruang dan momen yang pas, Zero menghentakkan kakinya, melesat ke arah Gladius dan mendaratkan satu tebasan ke bagian punggungnya. 


Gladius dengan cepat berbalik dan menahan serangan tebasan yang Zero arahkan dengan lapisan rantai yang sudah dia buat. 


Tring! 


Rantai yang Gladius buat beberapa lapis hancur. 


'Gawat…' 


Gladius terkejut saat mendapati Zero hanya menggunakan satu pedangnya saja untuk menyerang sebelum dengan cepat pedangnya yang lain diayunkan pada bagian perutnya. 


Tring! 


Rantai yang melilit perutnya hancur hingga goresan yang cukup dalam tercipta melalui serangan yang Zero lepaskan barusan. Pada saat yang sama ketika pedang itu berada, Gladius terpukul mundur ke belakang. 


"Agh…" 


Gladius mengerang kesakitan memegangi luka di bagian perutnya yang mulai mengeluarkan darah. Dirinya segera mengobati luka tersebut menggunakan kemampuannya. 


Zero yang melihat itu cukup terkejut mengetahui Gladius ternyata mempunyai kemampuan seorang support. 


Zero berjalan santai mendekati Gladius yang masih dalam posisi berlutut mengobati lukanya. Dirinya tampak masih mencoba tetap tersenyum di hadapan Zero. 


"Kau pasti belum menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya, kan? Sekarang keluarkan semua kekuatanmu, tunjukkan semuanya padaku, atau aku benar-benar akan membunuhmu," titah Zero memaksa Gladius untuk bertarung lebih serius. 


Gladius berdiri setelah lukanya terobati dan berkata sambil tersenyum, "Tuan yang memintanya… "

__ADS_1


Perlahan-lahan wujud Gladius berubah. Mata sipitnya kini sepenuhnya lebar dan sepenuhnya memancarkan cahaya merah kelam. Aura berwarna hitam mulai menyelimuti tubuhnya diiringi dengan rambut putihnya teracung ke atas. 


"Serpent Awakened." 


__ADS_2