Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Gelombang Monster V


__ADS_3

Semua orang yang bertempur di tempat itu berada di luar batas pintu masuk yang sebagian di dalamnya masih dipenuhi oleh pepohonan. Lebih tepatnya kini mereka berada di tepian lapangan terbuka dan sedang menjaga pintu masuk yang sudah dilindungi oleh rune agar tidak dimasuki oleh monster-monster yang bermunculan di sana. Sementara di dalam rune sudah terdapat beberapa anggota medis yang siap sedia mengobati orang-orang yang terluka.


Fluffy mendarat di tempat orang-orang yang sebelumnya sedang bertempur namun kini berhenti karena terkejut menyaksikan kehadirannya bersama Charla dan yang lainnya. 


"Jadi itu naga yang dibicarakan oleh orang-orang di tempat ini."


"Mengagumkan sekali. Aku tidak pernah mengira akan melihat sosok sepertinya di sini."


"Benar. Bahkan sebelumnya aku tidak percaya kalau sosok naga itu benar-benar ada. Namun yang ada di depanku sekarang benar-benar mematahkan ketidakpercayaanku itu."


Semua orang di situ yang belum pernah melihat Fluffy menyuarakan kekagumannya saat melihat sosok naga putih nan indah yang kini muncul di depannya. 


Charla, Sherria, dan Rimuru turun dari atas punggung Fluffy kemudian menyapa orang-orang di sana yang masih terpana menyaksikan kedatangannya. 


Selanjutnya Fluffy yang semula dalam wujud naganya berubah menjadi gadis kecil yang cantik dan membuat mereka yang belum pernah melihatnya sekali lagi terpukau karenanya. 


Tidak pernah mereka sangka kalau ternyata gadis kecil di depannya ini merupakan jelmaan dari naga besar yang dilihatnya barusan. 


"Ada apa dengan kalian? Kenapa menatap kita seperti itu?" Charla tersenyum kaku melihat sebagian orang di depannya menatapnya nanar seperti orang bingung.


"Jujur saja kita sungguh terkejut melihat kalian tiba-tiba datang kesini, " kata Droy yang tak lain merupakan sosok yang kenal dekat dengan Charla dan Sherria. Dia juga merupakan salah satu orang yang memimpin pertempuran di tempat itu. 


"Zero-sama yang meminta kita datang ke sini untuk membantu kalian menghadapi gelombang monster ini bersama," kata Sherria menjelaskan. 


"Begitu, ya." 


Orang-orang yang bertempur di situ merasa kedatangan Charla dan yang lainnya akan sangat membantu mereka. Hal itu dibuktikan setelah mengetahui perkembangan yang dialami oleh Charla dan lainnya yang jelas memperlihatkan kalau mereka jauh lebih kuat dibandingkan sebagian orang-orang yang ada di sana. 


"Simpan dulu pembicaraannya nanti. Ini bukan waktu yang tepat untuk mengobrol." Charla melihat monster-monster kembali bermunculan ke permukaan. 

__ADS_1


"Benar juga. Kita harus selesaikan dulu monster-monster yang ada di sini." Semuanya sepakat untuk menunda pembicaraan itu dan kembali bersiap untuk bertempur. 


Charla dan yang lainnya memposisikan diri tuk membantu semua orang di situ melawan para monster yang bermunculan di sekelilingnya. 


"Lebih baik kalian berpencar, jangan hanya membantu orang-orang yang ada di sini." Droy memberikan saran. 


Charla dan yang lainnya mengangguk paham dan mengikuti saran Droy. Mereka berpencar dan mencari tempat pertempurannya masing-masing. 


"Yo, Charla. Bagaimana kabarmu?" Rob teman Charla menyapa,"Setelah keluar dari tempat ini kelihatannya kau semakin kuat, ya. Padahal dulu kau hanyalah gadis cengeng yang bisanya hanya bersembunyi di balik ketiak ayahmu," lanjutnya dengan tawaan mengejek selagi bertarung dengan monster. 


"Aku bukan Charla yang dulu lagi, Rob. Kali ini aku sudah bisa menyaingimu. Jika kita bertarung satu lawan satu, aku mempunyai sedikit keyakinan bisa mengalahkanmu."  Charla membalas pujian sekaligus ejekan Rob dengan percaya diri. Tangannya bergerak dengan cepat memanahi satu demi satu monster yang berada di jangkauannya. 


Rob percaya dengan perkataan Charla karena dia sudah bisa melihatnya secara langsung. Charla mampu menghabisi monster-monster yang berada di jangkauannya tanpa perlu banyak usaha. Menurutnya Charla sudah sedikit lebih kuat dibandingkan dirinya. 


Sosok yang telah membuat gadis lemah seperti Charla ini benar-benar luar biasa menurut Rob. Hanya butuh hitungan bulan saja Charla sudah bisa sampai seperti ini. 


"Ya, aku bersedia. Aku akan menantinya setelah ini." Charla menerima tantangannya. 


Setelah itu mereka kembali memusatkan perhatiannya untuk menghabisi monster-monster yang bertebaran di sekelilingnya. Dengan semangat mereka berusaha memperlihatkan penampilan terbaiknya. 


Di sisi lain, Sherria yang tidak mau ketinggalan ikut memperlihatkan hasil latihannya selama ini. Dia ikut bertempur di garis depan dengan menggunakan pedangnya bersama sosok pria tangguh yang terlihat mampu menumbangkan lawannya hanya dalam beberapa kali gerakan. 


Saat pria tangguh itu menghabisi semua monster di hadapannya, dia lalu menghampiri Sherria yang juga telah menghabisi monster bagiannya. 


"Nona, saya terkesan melihat anda bisa bertempur di garis depan seperti ini denganku. Saya tidak menyangka sosok yang muncul bersama naga itu ternyata begitu luar biasa." Pria tangguh itu memuji Sherria. 


Dia terpukau oleh kemampuan Sherria ketika menggunakan pedangnya untuk menghabisi semua monster bagiannya. Meskipun harus dikatakan Sherria masih belum mahir menggunakannya. 


"Anda terlalu berlebihan memujiku. Aku hanya berusaha menampilkan yang terbaik agar tidak mengecewakan yang lain," kata Sherria mencoba tetap rendah diri. 

__ADS_1


"Anda memang pantas mendapatkan pujian itu dari saya." Pria itu lalu mengulurkan tangannya, mengajak Sherria berkenalan, "Perkenalkan nama saya Netero. Saya baru beberapa minggu ini bergabung di kerajaan ini," kata Pria tangguh itu memperkenalkan dirinya. 


Sherria menyambut uluran tangan Netero. "Namaku, Sherria. Senang berkenalan dengan Anda."


"Saya juga senang berkenalan dengan Anda," jawab Netero.


Seperti yang diketahui, Netero merupakan ketua dari anggota perampok Bulan Merah. Dia bersama anggotanya memutuskan untuk bergabung dengan kerajaan itu setelah Zero meyakinkan mereka. 


Ternyata keputusan mereka untuk bergabung tidak salah. Mereka kini bisa merasakan kehidupan yang tenang dan nyaman di tempat itu bersama orang-orang yang bersahabat. Selain mereka, semua orang yang sebelumnya Zero ajak untuk bergabung pun merasakan hal yang sama.


Saat ini semua orang sedang berusaha melindungi tempat yang sudah mereka anggap sebagai rumah itu dari serangan para monster, tidak ingin tempat itu dihancurkan oleh mereka.


Pertempuran masih terus terjadi


Tak hanya Charla dan Sherria yang unjuk gigi pada orang-orang yang bertempur di situ. Kedua bocah yang ikut bersamanya pun ikut menampilkan penampilan terbaiknya.


"Hebat sekali mereka..."


"Ya, kurasa kita tidak ada apa-apa nya dengan mereka."


Semua orang di tempat itu sesaat terpana oleh aksi Rimuru dan Fluffy yang dapat dengan begitu mudahnya menghabisi monster-monster yang sebelumnya sulit untuk mereka taklukan.


Rimuru dengan lihainya menggunakan kedua dagger pemberian Zero, melesat ke sana kemari dan menghabisi setiap monster yang dilaluinya, membuat orang-orang yang menyaksikan terpana dengan aksinya.


Sementara Fluffy tidak butuh banyak usaha untuk menghabisi monster-monster yang berani muncul di hadapannya. Cukup dengan sekali ayunan tangan, monster-monster itu tersapu dan tewas tercabik-cabik oleh sihir anginnya.


Melihat aksi mereka tidak membuat orang-orang yang bertempur di sana merasa lemah karena kalah oleh seseorang yang jauh lebih muda dari mereka. Orang-orang di tempat itu justru merasa tersemangati untuk bisa menampilkan penampilan yang terbaik juga.


Api pertempuran berkobar di tempat itu, membakar semua monster yang bermunculan dan mengubah mereka menjadi abu.

__ADS_1


__ADS_2