Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Strategi dan Rencana


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


Pada dasarnya para ras duyung yang sepantaran dengan Akira sudah berumur ratusan tahun, atau dengan kata lain mereka tidak mungkin lagi disebut sebagai anak kecil. Oleh karena fisik mereka tidak bisa tumbuh maupun menua jadi mereka selama ini terjebak dalam tubuh seperti itu.


Terlepas dari fisik mereka yang kecil, Akira mengetahui mereka pasti mempunyai pemikiran yang dewasa. Sayangnya Akira sejak tadi melihat mereka tidak berani bersaing pemikiran atau beradu argumentasi dengan para ras duyung dewasa lainnya dikarenakan menganggap dirinya hanyalah anak kecil, tidak sepantasnya untuk ikut campur.


Kini Akira menyuruh mereka untuk mendekat. Dia mempunyai sebuah rencana cemerlang untuk membuat mereka terlihat lebih berguna di depan semua orang. Di sisi lain rencana ini juga memang akan menjadi salah satu rencana inti yang mungkin akan menjamin keberhasilannya dalam mengalahkan Binatang Jahanam.


Akira memandangi kedelapan belas ras duyung—baik laki-laki maupun perempuan— yang sepantaran dengannya itu dengan senyuman penuh makna. Ekspresi mereka yang sebelumnya tampak dipenuhi kebencian kini menatap Akira penuh hormat.


"Aku mempunyai tugas buat kalian."


"Tugas apa itu, Tuan?" Salah seorang yang memiliki postur paling tinggi bertanya. Semua orang yang hadir disitu memandang Akira penuh tanya meliputi rasa penasaran.


"Kalian akan bertarung bersamaku di garis depan."


Pernyataan Akira serentak membuat semua orang yang mendengarkan terkejut, diantaranya ada yang tersedak nafasnya sendiri, sebagian mulai mempertanyakan apakah barusan mereka tidak salah dengar? Dan sebagian lagi mulai menganggap perkataan Akira hanyalah sebuah lelucon.


Mereka sendiri selaku yang diberi tugas dibuat bingung, pasalnya mereka semua sadar bahwa mereka bukanlah anak kecil ajaib seperti Akira yang mampu membuat para orang dewasa tunduk di hadapannya, tidak sepantasnya mereka menerima tugas yang terlalu beresiko seperti ini.


"Maaf Tuan, apa Tuan tidak salah memberi tugas?"


"Ini terlalu riskan, Tuan."


"Benar."


Semuanya sepakat tidak setuju dengan keputusan Akira yang menurut mereka terlalu nekat dan beresiko.


Akira tertawa lantang melihat reaksi mereka,"Hahaha! Tentu saja tidak. Kenapa? Apa kalian tidak mau?" Akira bertanya balik.


Mereka yang mendengarkan tidak bisa menerima keputusan Akira terutama Faltra yang tampak sudah seperti ingin menolak keputusannya itu mentah-mentah namun sempat ditahan oleh Zaltra.


"Bukannya kami tidak mau Tuan, tapi…kami semua tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana caranya kami bisa bertarung bersama Tuan di garis depan? Yang ada kami hanya akan menghambat, Tuan."


Akira mengelus dagunya, mengerti dengan alasan mereka. Dia kemudian melirik Zaltra serta orang-orang di dekatnya dan bertanya, "Apakah selama ini mereka belum pernah kalian ajak ke garis depan dalam menghadapi Binatang Jahanam?"

__ADS_1


"Belum, Tuan." Zaltra menggeleng pelan, "Seperti yang Ludius katakan, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan untuk mengangkat senjata saja mereka tidak bisa. Jadi kami tidak bisa membawa mereka. Kami tidak ingin mereka mati konyol," jelas Zaltra yang segera dibenarkan oleh yang lainnya.


"Hm… begitu, ya…." Akira mengelus dagunya kembali, tampak sedang berpikir. Pandangan semua orang terpaku rapi pada Akira menunggu keputusan selanjutnya. Sampai ketika Akira memukul meja di depannya PAKK!! semuanya serentak terperanjat.


"Baik! Sudah kuputuskan! kalian yang laki-laki akan bertarung bersamaku di garis depan!" Akira tersenyum lebar menunjuk para ras duyung laki-laki yang sepantaran dengannya.


"Hah?!!" Keputusan Akira membuat semua yang hadir serempak berteriak dengan mulut dan mata terbuka lebar.


"Kenapa? Keberatan? Apa kalian meragukan keputusanku, hah?" Akira menatap mereka dingin dan seketika membuat mereka semua bungkam tidak ada yang berani membantah.


"B-bukan begitu Tuan, tapi…" Mengambil tindakan, Zaltra yang mewakili perasaan mereka kesulitan menjelaskan soal keputusan Akira.


Akira tertawa pelan mencoba mencairkan suasana, "Tenang saja, aku tidak mungkin menyuruh mereka bertarung langsung denganku seperti yang kalian pikirkan."


"Bisa tolong jelaskan lebih jelas lagi, Tuan?" Zaltra memilih pilihan bijak dengan bertanya.


Akira kemudian menjelaskan rincian tentang maksud dari bertarung di garis depan bersamanya. Mereka yang awalnya keberatan akhirnya bisa menerima keputusan Akira setelah Akira menjelaskan secara rinci, rincian serta rencana yang terdengar bagus dan mampu dilakukan oleh mereka yang sepantaran dengannya.


"Oh, begitu…"


"Maaf Tuan, karena kami telah salah kira."


"Ya. Kami semua juga setuju."


Semuanya sepakat dengan rencana yang Akira usulkan. Akira mengangguk menerima kesepakatan mereka semua.


"Jadi bagaimana dengan kalian? Apa kalian keberatan?" tanya Akira memastikan mereka yang masih setia berdiri di sampingnya.


"Tidak Tuan. Kami sangat senang bisa menerima tugas ini," jawab Ludius mewakili mereka yang terlihat begitu antusias karena akhirnya bisa terlihat berguna bagi yang lain.


"Bagus. Sekarang apa kalian bisa berenang?" Akira memberikan pertanyaan yang terdengar konyol bagi para ras duyung.


"Kami para ras duyung tentu saja bisa, Tuan," jawab Ludius.


"Ah, benar juga, ya." Akira terkekeh pelan.


"Kalau begitu... tunggu sebentar..." Akira mengangkat satu tangannya. Mereka mempersilahkan.


Akira menyuruh mereka menunggu selagi dia membuka menu store-nya dan mencari sesuatu yang akan sangat berguna bagi para ras duyung ketika di dalam air.

__ADS_1


Berdasarkan penjelasan Sistem di lantai-lantai sebelumnya, item yang Akira dapatkan di dalam sebuah Chest bisa dia beli lagi asalkan item itu masih termasuk item di bawah class B. Jadi sekarang dia sedang mencari sepatu yang kini sedang dia gunakan yang beruntungnya masih termasuk item class C, yakni sepatu yang bisa meningkatkan kecepatan penggunanya ketika berada di dalam air.


Selesai membelinya, Akira mengeluarkan sepatu itu dari ruang kosong dan memperlihatkannya pada mereka. Kemudian Akira menjelaskan ke mereka semua tentang kegunaan sepatu itu yang sukses membuat mereka yang mendengarkan lagi-lagi merasa takjub akan kegunaan item yang Akira tunjukkan. Dengan sepatu ini keberhasilan mereka dalam melawan Binatang Jahanam akan meningkat beberapa kali lipat.


"Aku akan membagikannya ke kalian nanti..." Akira memasukan sepatu itu kembali ke dalam menu inventory-nya.


"Kalian..." Akira kembali melirik Ludius dan sekawanannya, "Setelah selesai ekspedisi kalian akan berlatih denganku."


"Baik!" Mereka dengan patuh menurut.


Akira mempersilahkan mereka kembali ke tempatnya.


"Baik. Sekarang aku juga akan membagikan tugas buat yang lain." Akira menutup penjelasannya dan mulai membagikan tugas bagi yang lain, terutama para perempuan dan lansia yang juga terlihat ingin berguna.


Selesai semuanya menerima tugas, Akira bersama yang lainnya yang akan mengikuti ekspedisi beranjak dari tempat itu. Semuanya yang tidak ikut hanya bisa mendoakan semoga Akira dan yang lainnya baik-baik saja.


*~*


Lima hari kemudian...


Selama lima hari ini Akira lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menyusun strategi yang didapat dari beberapa ekspedisi, sebagian dia habiskan dengan aktivitas seperti biasa serta sebagian lagi dia habiskan dengan melatih mereka yang sepantaran dengannya.


Mereka berlatih di area sekitaran pelindung dan sesekali dibawa langsung ke garis depan untuk menguji seberapa baik rencana yang akan mereka gunakan sebagai salah satu rencana inti dalam menaklukkan Binatang Jahanam.


Bukan hanya mereka yang sepantaran dengan Akira saja yang berlatih, para ras duyung dewasa lainnya juga tidak mau kalah dan ikut melatih diri untuk persiapan nanti ketika menghadapi Binatang Jahanam.


Setiap harinya Akira akan menghidangkan berbagai makanan seperti biasa demi memberikan semangat tambahan bagi para ras duyung.


Dikala senggang Akira juga kadang menghibur diri dengan bermain bersama para ras duyung demi menghilangkan stres dari masalah Binatang Jahanam yang menyebalkan. Berkat itu semua Akira menjadi lebih dihormati oleh para ras duyung.


Dalam sehari, Akira akan melakukan ekspedisi sebanyak tiga sampai empat kali. Dalam setiap ekspedisinya itu Akira selalu mendapatkan pengetahuan baru tentang seluk beluk kelemahan Binatang Jahanam atau cara mengalahkannya.


Dari berbagai ekspedisi yang melelahkan itu, Akira akhirnya berhasil mendapatkan semua yang dia butuhkan, salah satunya yaitu titik lemah Binatang Jahanam yang harus dia akui itu sungguh sulit untuk dicapai.


Dan hari ini, Akira bersama para ras duyung sudah siap bertempur menaklukkan Binatang Jahanam.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Akira.


"Ya! Kami sudah siap!" seru mereka kompak penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2