
Tidak ingin banyak tanya, Pria dewasa langsung segera menyuruh beberapa orang untuk membawa gadis yang dimaksud.
Setelahnya pria dewasa kemudian membawa Fluffy masuk ke dalam ruangan sesuai dengan perintah Zero.
"Uppa!" Fluffy langsung berlari ke arah Zero dan seperti biasa memeluknya. Pria dewasa yang menyusul di belakang tersenyum melihat kedua bocah itu saling berpelukan.
"Flo, apa kau bisa menyembuhkan mereka." Zero mengarahkan pandangan Fluffy ke arah mereka yang sedang sakit.
"Emm!" Fluffy mengangguk mengerti apa yang harus dia lakukan.
"Baik, coba lakukan." Zero mengusap-usap kepala Fluffy lalu melepas pelukannya.
"Emm!" Fluffy mengangguk sekali lagi kemudian melaksanakan perintah Zero.
Fluffy mendekati kepala desa lalu menempelkan kedua tangannya di dada kepala desa sampai seberkas cahaya hijau terkumpul di tangannya.
Zero dan pria dewasa yang menyaksikan itu hanya bisa terpana mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sampai ketika Fluffy melepas tangannya kembali, kepala desa tiba-tiba terbatuk dan memuntahkan cairan berwarna hitam ke samping.
"Kepala...apa anda baik-baik saja?" Pria dewasa segera membantu kepala desa untuk memposisikan tubuhnya. Dia sulit menutupi rasa senangnya melihat kepala desa yang sudah tidak sadarkan diri selama berminggu-minggu kini sadar kembali.
Rona wajah kepala desa yang semula pucat kini kembali berwarna setelah mengeluarkan cairan berwarna hitam itu menandakan racun yang menjangkiti tubuhnya telah keluar. Dalam artian dia sudah sembuh.
Fluffy melanjutkan perintah tuannya dengan menyembuhkan mereka semua satu demi satu. Zero yang menyaksikan hal itu hanya bisa berdecak kagum. Ternyata Fluffy bukan hanya bisa diandalkan sebagai menyerang tetapi juga bisa diandalkan dalam hal seperti ini, itu yang dia pikirkan.
Beberapa waktu berlalu akhirnya Fluffy berhasil menyembuhkan mereka semua. Mereka semua yang sudah sembuh tidak bisa langsung bangkit. Mereka masih perlu berbaring selama beberapa waktu.
Zero bersama yang lainnya keluar ruangan membiarkan mereka beristirahat sampai pulih seperti semula
"Yosh, kerja bagus…" Zero menepuk-nepuk kepala Fluffy yang tengah tersenyum berseri menatapnya. Sherria di sampingnya ikut memberikan senyuman.
"Terimakasih karena telah menyembuhkan kepala desa dan yang lainnya."
Pria dewasa mewakili semua orang tidak berhenti berterima kasih pada Zero dan kedua gadis lainnya yang telah menyelamatkan desanya. Dia baru menyadari selain Zero pasti kedua orang yang mengikutinya juga bukanlah orang biasa. Mereka bertiga pasti jelmaan lain dari makhluk yang disebut sebagai dewa.
Setelah mereka semua sembuh dan bisa berdiri kembali, pria dewasa dan beberapa orang lainnya menjelaskan secara rinci dari mula saat kejadian yang menimpa desanya sampai Zero dan kedua gadis lainnya datang menyelamatkannya
Awalnya mereka tidak percaya akan cerita itu, apalagi saat mendengar Zero mampu menghidupkan kembali mereka yang sudah mati. Tapi setelah mendengar beberapa orang di desanya menyaksikannya sendiri mereka hanya bisa percaya. Buktinya mereka bisa sembuh seperti ini berkat sihir dari gadis itu.
__ADS_1
"Tuan, saya August selaku kepala desa di sini mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas bantuan yang telah tuan berikan." Kepala desa memberi hormat pada Zero dan dua gadis di sampingnya . Semua orang di belakangnya mengikuti.
"Sudah tidak terlalu berlebihan." Zero mengangkat satu tangannya, bosan mendengar mereka terus mengucapkan terima kasih.
"Kau sudah mendengarnya dari mereka bukan tentang desa ini?" Zero tersenyum. Kata-katanya mengandung arti di dalamnya.
"Ya. Saya sudah mendengarnya. Desa ini sekarang adalah milik Tuan dan kami semua disini adalah abdi Tuan," kata August selaku kepala desa.
"Sebagai pemilik desa ini, aku titip desa ini padamu." Zero tersenyum pada sosok yang mirip kakeknya itu. Mempercayakan desa ini padanya
"Saya terima tugas ini dengan senang hati..."
Zero membalas dengan anggukan singkat.
Zero menghela nafas dalam, melepas semua hal yang telah terjadi dalam beberapa waktu di desa ini. Dia menatap langit yang tampak sudah mulai gelap lalu pandangannya terarah lagi pada mereka semua.
"Baiklah, karena desa ini sekarang adalah milikku, sekarang kita akan mengadakan pesta!" seru Zero.
Mereka terdiam sejenak sebelum ikut berseru
"Ho!!"
"Kalian tidak perlu khawatir soal bahannya…"
Semua orang yang menyaksikan apa yang Zero lakukan hanya bisa terpana. Bocah di depannya ini benar-benar mengagumkan, itu yang mungkin mereka gumamkan.
Zero menyerahkan semua bahan yang dia beli untuk diolah menjadi makanan ke para kaum perempuan. Kali ini dia ingin mencoba mencicipi masakan buatan seseorang, bosan terus-terusan makan makanan yang ada di toko sistemnya.
Sedangkan para kaum laki-lakinya Zero beri tugas untuk menata semua bangku dan meja yang dikeluarkan dari kapsulnya. Ternyata mereka mengetahui tentang kapsul itu jadi Zero tidak perlu membahasnya lebih jauh.
Setelah semuanya siap mereka pun mulai berpesta.
Suasana pesta berjalan dnetgan begitu meriah. Ada yang bernyanyi, menari, bercanda, bermain, semua orang menikmati pesta dengan caranya tersendiri. Kejadian buruk di waktu siang yang sempat membuat mereka ketakutan seketika terlupakan oleh pesta itu. Mereka terlihat gembira sekali bisa merasakan pesta sebesar ini. Ini semua terjadi berkat Zero, sosok yang mereka anggap sebagai pahlawan yang menyelamatkan desanya.
"Zero-sama…" Sherria menyerahkan segelas air jeruk pada Zero yang tengah duduk sendirian menatap rembulan.
"Terimakasih…" Zero mengambil gelas di tangan Sherria lalu meneguknya sekali.
"Dimana, Flo?" tanya Zero sambil meletakkan gelas di sampingnya.
__ADS_1
"Dia sedang bermain dengan yang lain." Sherria duduk di samping Zero.
Tidak ada percakapan selama beberapa saat. Mereka sibuk memandangi rembulan yang tampak bersinar terang sebelum Sherria menoleh ke arah Zero dan memecah keheningan.
"Zero-sama, apa ada yang sedang anda pikirkan?"tanya Sherria melihat raut wajah Zero tampak sulit diartikan.
"Tidak ada... Aku hanya masih tidak menyangka saja dengan apa yang terjadi pada kehidupanku saat ini. Seolah semua yang terjadi selama ini terasa seperti mimpi..." Mata Zero yang menatap memancarkan sinar kebahagiaan.
Sherria tersenyum melihatnya.
"Aku juga sama, Zero-sama. Semenjak bertemu denganmu, hidupku menjadi berubah. Aku bisa merasakan kembali sesuatu yang sudah lama tidak aku rasakan. Aku juga merasakan hal baru yang belum pernah aku rasakan." Sherria ikut memandangi rembulan sambil tersenyum seolah ingin mengatakan padanya kalau dirinya sangat bahagia bisa bertemu dengan Zero. Bahagia sekali bisa terus berjalan di sampingnya.
Namun beberapa saat berikutnya senyuman Sherria memudar saat menyadari tentang keadaan dirinya sekarang. Dia berpikir mungkin tidak sepantasnya dia berharap lebih pada Zero. Dan lagi pula hanya kakaknya yang selama ini Zero pikirkan.
Bisa terus mengikutinya dari belakang hal itu sudah cukup membuatnya senang.
Zero menoleh ke arah Sherria, tersenyum sekali lalu membawa kepalanya ke pundaknya.
"Aku sudah mendapatkan petanya. Besok kita akan pergi ke kampung halamanmu. Kita akan menjemput kakakmu…"
"Baik…"
Pesta yang sangat meriah itu berlangsung sampai tengah malam. Hiruk pikuk mereka yang berpesta masih terdengar sampai akhirnya rasa kantuk datang memaksa mereka untuk berhenti dan beristirahat.
Keesokan paginya Zero berkemas untuk pergi meninggalkan desa sebentar bersama Fluffy dan Sherria. Para penduduk desa mengantarnya di pintu gerbang.
"Aku akan pergi sebentar! Selama aku pergi jaga desa ini baik-baik!" Zero melambaikan tangan ke arah penduduk desa. Sherria dan Fluffy mengikuti.
"Baik, hati-hati!" Para penduduk desa ikut melambaikan tangan.
"Flo berubahlah."
Menerima perintah Zero, Fluffy berubah menjadi sesosok naga putih yang indah, membuat para penduduk desa tercengang menyaksikannya.
"Naga…" Mereka menggumamkan kata yang sama. Sama-sama meragukan apa yang kini mereka lihat
"Itu dia ibu naganya! Gadis yang mempunyai nama Fluffy itu berubah menjadi naga!" Levy menunjuk-nunjuk Fluffy. Orang tua Levy kehabisan kata-kata, tidak menduga kalau apa yang Levy ucapkan sebelumnya ternyata adalah benar.
Zero dan Sherri menaiki punggung Fluffy lalu melambaikan tangan ke arah para penduduk desa.
__ADS_1
"Kita berangkat!"
Fluffy mengepakkan sayapnya membawa Zero dan Sherria melesat pergi meninggalkan desa itu, meninggalkan wajah mereka yang tampak dipenuhi keterkejutan menuju kampung halaman Sherria.