Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Misi Terakhir III


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


Setibanya di tempat Demios berada, Akira melesat turun lebih dulu ke bawah diikuti Fluffy di belakangnya. Begitu jaraknya dekat, Akira mengayunkan tombaknya menyerang dan segera ditahan oleh Demios.


Namun serangan yang Akira arahkan barusan nyatanya hanya sebatas pengalihan saja sebelum ketika dia bergerak mundur Fluffy yang tiba menyusulnya dari belakang langsung mengayunkan kepalanya menerbangkan Demios ke langit.


Akira bersama Fluffy ikut melesat menyusul Demios dan bekerja sama menyerangnya. Kombinasi serangan phoenix hitam dan naga putih berhasil menyudutkan Demios meski masih tetap belum memberinya luka.


"Benar, pedang itu...aku harus mencabutnya." Akira mencari-cari pedang yang tertancap di bawah sampai kedua bola matanya menangkap sesuatu yang berkilauan.


"Flo, kuserahkan padamu!" Akira langsung melesat menuju ke sesuatu yang berkilauan itu meninggalkan Fluffy yang sibuk bertarung melawan Demios.


Akan tetapi di tengah langkahnya, Akira tiba-tiba dihadang oleh Demios yang entah bagaimana caranya bisa secepat itu muncul di hadapannya, padahal barusan dia melihat Demios sedang disudutkan oleh Fluffy.


"Yang benar saja…" Kejanggalan itu segera terjawab ketika Akira menoleh ke arah Fluffy, dia menemukan ada Demios lain yang masih sibuk bertarung disana. Dengan kata lain ada dua Demios di tempat ini.


"Cih, jadi dia bisa membelah diri." Akira melihat kembali Demios yang kini menghadangnya.


"Dasar tua bangka merepotkan! Cepat mati sana!" Akira maju menyerang Demios di depannya menggunakan tombak yang dia genggam.


Pertarungan dua sisi yang terjadi di tempat itu berlangsung sengit selama beberapa jam. Akira dan Fluffy melawan sosok yang sama dengan kekuatan yang sama juga. Kedua sisi benar-benar imbang, belum ada satupun dari mereka yang memperlihatkan tanda siapa diantara mereka yang akan menang, meskipun di satu sisi Demios saat ini lebih diuntungkan karena sama sekali tidak bisa terluka.


Pertarungan sengit terus terjadi.


Demios bergerak menyerang—Akira memposisikan diri menghadang— Demios melontarkan dua serangan—Akira membalas empat serangan—Demios menghancurkan satu bukit—Akira menghancurkan tiga bukit secara beruntun—Darah dibalas keringat—Kekuatan, kecepatan dan ketahanan diuji—Bumi bergetar—Langit bergemuruh—Angin berhembus kencang.


Ini bukan lagi pertarungan yang biasa!


Sedangkan di samping lain, Fluffy yang masih stay di atas awan terus berusaha menekan Demios, tetapi Demios juga ternyata tidak mau kalah dan ikut menekannya balik. Keduanya saling bertukar serangan dengan kemampuannya masing-masing.


Beberapa jam berlalu pertarungan masih belum usai. Matahari kini sudah berada di atas kepala menyinari tempat itu dengan jelas.


"Aku harus mencari cara lain. Ayolah berpikir. Aku hanya membutuhkan trik untuk mengalihkan perhatiannya selama beberapa saat saja."


Sampai saat ini pun Akira sama sekali tidak diberi ruang oleh Demios untuk mencabut pedang yang menancap kokoh di bawah. Semua usaha dan trik yang dia lancarkan selalu saja berhasil digagalkan. Baik itu trik flashbang maupun trik menghilang seperti yang sebelumnya semuanya tidak berlaku bagi Demios.


"Sial, aku benar-benar kehabisan cara." Akira bergerak mundur mengatur nafasnya yang memburu. Status HP-nya memang masih lumayan banyak tapi stamina yang dia miliki saat ini sudah banyak yang terkuras. Tingkat kelelahannya kini sudah berada di angka lima puluhan.


"Aku tidak boleh terus membuang-buang staminaku seperti ini." Akira memutuskan turun ke bawah lalu kembali ke mode asalnya. Dia kini beralih menggunakan tangan kosong.


"Flo, kau juga kesulitan ya menghadapinya." Akira sesaat melihat Fluffy yang masih bertarung imbang melawan Demios yang lain sebelum pandangannya kembali lagi pada Demios yang ikut turun menyusulnya ke bawah.


"Meski staminaku sudah banyak yang terkuras tapi MP-ku ternyata masih lumayan banyak." Akira melihat panel status yang melayang sesaat di sampingnya.


Sejak tadi Akira lebih banyak bertarung menggunakan fisik jadi mana poinnya bisa dibilang masih cukup banyak meskipun saat itu dia selalu dalam mode Dark Phoenix-nya. Jelas hal itu didukung karena dia selalu bisa menyempatkan diri meminum potion pemulihnya untuk membuat kondisinya tetap optimal.


"Jika serangan fisik tidak berlaku, apa serangan sihir bisa melukainya?" Akira mengamati Demios yang berdiri tak jauh di depannya dan tampak santai menatapnya dengan tatapan kosong.


"Aku tidak akan tahu jika belum mencobanya."


Akira kembali bergerak. Dia berteleport dengan pola acak mendekati Demios guna mengecohnya sebelum ketika jaraknya cukup dekat, dia menyerang menggunakan salah satu skillnya.


"Hellfire!" Api merah kelam terbang ke arah Demios tetapi Demios terlihat sama sekali tidak mencoba menghindarinya hingga akhirnya api itu mendarat dan langsung membakar seluruh tubuhnya.


"Bodoh, kenapa dia tidak menghindar." Akira tersenyum dengan satu alis terangkat melihat api yang membakar tubuh Demios terus berkobar.


Senyumannya tidak bertahan lama dan seketika hilang begitu menyaksikan api yang membakar tubuh Demios disedot ke dalam mulutnya sendiri dan secara bertahap menghilang.


"Tidak mungkin…" Raut terkejut terukir jelas di wajah Akira. Api neraka yang setahunya mampu mengubah apapun menjadi debu dan mengeringkan lautan hanya dalam sekali sentuhan kini dimakan begitu saja oleh Demios tanpa sedikitpun membuatnya terluka? Sulit dipercaya...


Demios bersendawa setelah memakan seluruh api yang tadi berkobar di tubuhnya. Dia melambaikan satu tangannya ke samping dan seketika pakaiannya yang sempat hangus terbakar kini kembali seperti semula.

__ADS_1


"Dasar monster..." gumam Akira


"Inikah boss terakhir dalam Menara Agung ini…benar-benar mengerikan...apa aku bisa mengalahkannya..." Akira tersenyum dengan cara yang sulit diartikan. Dia mulai terlihat pesimis dan berpikir dia mungkin tidak bisa menang.


"Tidak..." Akira menggelengkan kepalanya keras,"Apapun caranya aku harus menang! Apapun caranya aku harus menang! Aku harus bisa keluar dari tempat terkutuk ini!" Akira mencoba menyemangati dirinya sendiri. Dalam sekali helaan nafas panjang ekspresinya langsung berubah dipenuhi oleh ambisi untuk menang.


"Magic Boost!" Akira menggunakan skill dopingannya setelah tiga jam waktu cooldownnya telah berlalu.


"Dark phoenix."


Begitu masuk ke dalam mode itu lagi, Akira melesat ke langit dengan kecepatan tinggi yang kemudian disusul oleh Demios di belakangnya.


Akira bergerak menuju ke tempat Fluffy yang saat itu sedang bergerak mundur dan ikut bergabung bersamanya. Sedangkan Demios yang lain ikut bergabung juga.


"Flo, apa kau tidak apa-apa?" Akira melihat Fluffy di sampingnya seperti sudah mulai kelelahan.


"Squekk!" Fluffy berteriak seperti ingin mengatakan jika dia masih bersemangat.


"Yosh! Kali ini kita akan bertarung bersama. Persiapkan dirimu, Flo!"


"Squekk!!"


Akira bersama Fluffy maju menyerang. Begitupun dengan kedua Demios di depannya. Mereka melancarkan serangan secara bersamaan, menghasilkan gelombang udara dan suara yang menggelegar.


Bum!


Gelombang udara yang besar menyapu awan-awan sekitar. Atmosfer di langit pun menjadi bergetar oleh pertarungan mereka.


Kali ini pertarungan dua lawan dua. Kedua belah pihak saling bekerja sama menjatuhkan lawan. Menggunakan tangan kosong, Akira memberikan pukulan demi pukulan pada Demios yang juga bertarung tanpa senjata. Sedangkan Fluffy bertarung menggunakan anggota tubuhnya dan sesekali melepaskan angin kuat andalannya.


Kerja sama pertarungan mereka begitu terampil. Akira dan Fluffy mengkombinasikan serangan hasil dari latihannya selama empat hari ini dengan baik.Hingga beberapa pertukaran selanjutnya tim mereka akhirnya mulai mengungguli pertarungan, dan sejurus kemudian mereka mempunyai momentum untuk mendaratkan serangan.


"Sekarang!"


Mereka segera bergerak mundur mengambil ancang-ancang sebelum dalam satu hentakan kaki yang berpusat pada kepala Fluffy, Akira diluncurkan bagaikan roket oleh Fluffy ke arah Demios, dan kecepatannya ditambah lagi oleh aumannya yang menghasilkan angin yang sangat kuat.


Akira melesat dengan kecepatan cahaya dengan posisi kepala bersiap menyerang, sampai ketika kepalanya itu mendarat pada perut salah satu Demios, seketika Demios diluncurkan sangat jauh oleh serangan tersebut hingga menghancurkan beberapa bukit dan tidak lagi terlihat oleh pandangan mereka.


Pada saat itu terjadi, Akira segera turun ke bawah setelah mempunyai kesempatan terbaik untuk mencabut pedang yang menancap itu. Tetapi salah satu Demios yang lain dengan cepat menghadang Akira, tapi di sisi lain Fluffy tidak membiarkan itu terjadi dan dengan cepat pula menghalau balik Demios.


"Squekk!"


"Terimakasih, Flo." Akira menoleh sejenak pada Fluffy sebelum melesat turun ke bawah.


"Akhirnya..."


Akira akhirnya bisa sampai di dekat pedang itu. Tidak ingin membuang waktu, Akira dengan segera mencabutnya.


Akan tetapi ketika dia berhasil menyentuh pedang itu dan berniat mencabutnya, Akira merasa jiwanya seakan disedot ke dalam pedang itu dan spontan Akira saat itu juga langsung melepaskan pegangannya dan bergerak mundur.


"A-Apa yang baru saja terjadi?" Nafas Akira memburu hebat, detak jantungnya berdetak kencang setelah merasakan hal yang baru saja terjadi.


"Energi sihirku..."


Meski hanya terjadi selama beberapa saat, Akira merasa energi sihir dalam tubuhnya terkuras , dan itu benar adanya setelah tiba-tiba panel status muncul di depannya memperlihatkan status MP-nya kini berkurang.


"Pedang apa ini sebenarnya...?" Akira memandangi pedang itu penuh tanya.


"Apa benar aku harus mencabutnya?" Akira sejenak terlihat ragu, sebelum keraguannya seketika menghilang ketika Akira menggelengkan kepalanya keras, "Ya, tidak salah lagi. Pedang ini satu-satunya cara untuk mengalahkannya. Aku harus mencabutnya." Akira yakin pada pilihannya, kemudian dia maju mendekati pedang itu dan mencoba mencabutnya kembali.


"Ahh!!! Kenapa pedang ini susah sekali dicabut! Sial!!" Akira berteriak sampai urat-urat di tubuhnya keluar saat mencoba mengangkat pedang itu. Sensasi yang dia rasakan sama seperti tadi. Energi sihir dan jiwanya tersedot ke dalam pedang itu.


Sebelum Akira berhasil mencabutnya, Demios yang tadi terlempar jauh sudah tiba di dekat Akira. Saat itu juga dia langsung menghentikan aksi Akira dengan mengayunkan satu tendangan dan membuatnya terlempar jauh, menjauh dari pedang itu


"Aggh!!" Akira terkejut bukan main karena tidak sempat bereaksi.

__ADS_1


Tidak hanya sampai disitu saja, Demios ikut melesat menyusul Akira dan menyarangkan beberapa serangan beruntun pada tubuh kecilnya sebelum Akira dilemparkan kembali.


"Agghh!!"


Masih belum. Demios menyusul Akira lagi kemudian menyarangkan serangan seperti tadi dan terus seperti itu hingga akhirnya Akira terpental sangat jauh melebihi dirinya tadi.


Akira berakhir melayang dan mendarat ke bawah, terjatuh ke dalam permukaan air hingga tenggelam ke dasarnya.


"Sial…tubuhku...aku tidak bisa bergerak..." Akira mengumpat keras dengan keadaannya saat ini.


"Kenapa dia kuat sekali...kenapa..." Akira mulai terlihat frustasi. Dia memandangi cahaya yang menelusuk ke dalam permukaan air seiring waktu terus mengecil.


"Apa karena aku masih telalu lemah..." Akira menyalahkan dirinya sendiri. Dia memandangi cahaya yang menelusuk ke dalam permukaan air seiring waktu terus mengecil.


"Ah...sepertinya aku tidak bisa mengalahkannya..." Kata menyerah mulai mengisi perasaan Akira.


"Apa aku harus mengulangi semuanya lagi dari awal..." Akira mulai berpikir itu adalah jalan terbaik.


"Percuma...Waktu yang kumiliki tinggal beberapa hari lagi... kemungkinan aku akan gagal di tengah jalan..." Pikiran Akira melayang ke mana-mana. Dia tidak bisa berpikir jernih lagi seperti biasa. Dia sudah sangat lelah. Sangat lelah...


"Padahal hanya tinggal sekali ini lagi aku bisa keluar...sial...sial...sial..." Akira memandangi cahaya yang terus menjauh hingga kini perlahan dia dibawa ke dalam kegelapan.


"Apa hanya sampai disini saja..." Akira memejamkan matanya, sampai ketika kesadarannya mulai hilang, sebuah suara terdengar di pikirannya membuat Akira membuka matanya lagi.


"Siapa..." Akira mencari tahu pemilik suara itu.


"Akira-san...Akira-san..." Suara itu terdengar tidak asing di telinga Akira. Dia terus memanggil-manggil namanya.


"Charla..." Akira akhirnya mengenali suara yang terdengar lembut itu.


"Berdirilah. Sekarang bukan waktunya untuk tidur..." Suara lain terdengar di pikiran Akira. Suaranya terdengar berat.


"Kakek..." Akira tentu tidak lupa dengan suara itu.


"Akira-kun...jangan menyerah. Bangkitlah..." Suara lembut yang lain menyusul.


"Yui..." Suara seseorang yang tidak ingin lagi dia dengar kini muncul kembali di pikiran Akira.


Suara-suara tersebut terus terdengar menyemangati Akira. Akira tidak tahu bagaimana dia bisa mendengar suara-suara itu. Dia pikir mungkin saat ini dia sedang berhalusinasi.


"Akira, berdirilah! Bukankah kau masih mempunyai tujuan disana!"


"Benar, Akira-san. Berdirilah. Akira-san yang kukenal bukanlah orang lemah."


"Akira-kun, berdirilah. Kejarlah impian barumu disana. Temukan orang-orang yang menurutmu berharga dan bisa membuatmu bahagia."


"Kalian semua..." Suara-suara tersebut perlahan menyadarkan Akira dari keterpurukannya.


"Squekk!" Suara Fluffy ikut terdengar seperti mencoba menyemangati Akira. Suaranya terdengar sangat dekat.


"Flo..."


Blush...


Akira melihat cahaya di atasnya tertutupi oleh sesuatu yang sangat besar. Sesuatu yang besar itu tidak lain ternyata Fluffy. Dia terjun ke dasar air membawa Akira keluar dari dalam kegelapan dan membawanya terbang ke udara. Akira berpegangan erat pada punggungnya.


"Flo, kau menangis..." Setelah berhasil keluar dari permukaan air, Akira sesaat melihat Fluffy seperti meneteskan air matanya.


"Maaf, aku sudah mengkhawatirkanmu, ya..." Akira mengelus-elus pundak Fluffy. Dia bisa merasakan perasaan Fluffy saat ini yang seolah tidak ingin kehilangan dirinya.


"Terimakasih sudah menyelamatkanku..."


"Squekk..." Fluffy terbang dengan kecepatan lamban memberikan Akira waktu untuk berisitirahat. Akira memanfaatkan waktunya untuk segera memulihkan diri.


"Benar, sekarang bukan waktunya untuk menyerah. Aku masih mempunyai tujuan disana." Akira telah memulihkan dirinya kembali dan siap melanjutkan pertarungan.

__ADS_1


Dia berdiri di atas punggung Fluffy dan berkata dengan penuh rasa optimis.


"Apapun yang terjadi aku harus menang..."


__ADS_2