
Rogue bersama anggota party-nya tiba-tiba menjadi sulit bernafas begitu merasakan energi sihir yang terpancar dalam diri Zero.
Selama hidupnya mereka belum pernah melihat ada orang yang memiliki energi sihir sebesar itu, seolah energi sihir yang Zero perlihatkan saat ini tidak memiliki batas.
Mereka kini mengerti alasan mengapa monster di dalam gua itu hilang pasti bukan karena dihabisi oleh orang lain melainkan oleh sosok di depannya.
"Magic Warrior...Magic General…Tidak, dia pasti seorang Magic Emperor…" Rogue mengukur tingkatan sihir milik Zero.
Kekuatan Zero yang semula hanya berada di tingkat penyihir kelas dua kini melonjak tinggi ke tingkat Magic Emperor ke atas.
"Siapa dia sebenarnya…"
"Bagaimana caranya seorang Magic Emperor sepertinya ada di kota ini…"
"Apa benar dia seorang pemula…"
Mereka sulit percaya jika orang seperti Zero ternyata hanya seorang petualang pemula.
Dengan kekuatan sebesar ini seharusnya sosoknya dikenal oleh banyak orang. Apalagi dengan fakta dia ternyata seorang Magic Emperor yang keberadaannya sangat langka di dunia ini.
"Hahaha, aku tidak pernah bosan melihat ekspresi terkejut orang-orang seperti kalian…" Zero tertawa pelan seiring mendekati mereka yang kini gemetar ketakutan.
"K-Kenapa kau menyembunyikan kekuatan aslimu?" tanya Rogue terbata-bata.
"Karena merepotkan aku tidak ingin menjawabnya." Zero menggaruk belakang kepalanya malas.
"Boss, apa yang harus kita lakukan?" tanya anggotanya yang ketakutan.
Rogue melihat anggotanya yang bertanya sekali sebelum kembali lagi pada Zero.
"Tunggu! Apa kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini secara baik-baik?" Rogue mencoba pilihan bijak. Dia sadar kalau dirinya tidak akan bisa menang melawan orang seperti Zero sekalipun dibantu dengan anggotanya.
"Secara baik-baik katamu? Jangan membuatku tertawa." Zero menahan tawanya tanpa sedikitpun menghentikan langkahnya mendekati mereka.
"Boss, lebih baik kita pergi saja dari sini! Aku masih tidak ingin mati!" Salah satu anggotanya yang semakin ketakutan segera keluar dari rune yang masih terpasang di tempat itu.
Jleb!
Namun sayang sebelum dia berhasil memijakkan kakinya keluar, langkahnya terhenti tepat setelah Zero dengan cepat muncul di belakangnya dan langsung menghujamkan tangannya tepat di area jantung orang itu hingga tewas.
Semua rekannya begitu terkejut melihat Zero mampu bergerak secepat itu menghabisi orang itu, padahal orang itu memiliki kecepatan yang paling tinggi diantara mereka semua.
Sedangkan di sisi lain, Charla dan Sherria yang melihat aksi Zero segera menutupi matanya karena belum terbiasa melihat aksi pembunuhan seperti ini.
"Bodoh...kau pikir bisa lari dariku." Zero menatap dingin orang itu yang kini tergeletak di bawah kakinya. Secara bertahap rune yang terpasang menghilang setelah orang itu menghembuskan nafas terakhirnya.
"Apa ada lagi yang berani lari dariku?" Zero tersenyum remeh pada mereka yang kini tidak berani bergerak selangkah pun setelah melihat aksinya barusan.
'Sial! Kenapa dia bisa bergerak secepat itu…' Rogue mulai terlihat frustasi.
'Jika aku melawannya sudah pasti aku tidak akan bisa menang. Jika lari pun sepertinya bukan pilihan yang tepat. Apa yang harus aku lakukan sekarang...' Rogue bimbang memilih keputusan yang tepat.
Zero kembali melangkah mendekati mereka, membuat mereka serempak meneguk salivanya sendiri dan mengucurkan keringat dingin menandakan takut.
'Lawan atau pergi…lawan atau pergi...lawan...pergi...lawan…pergi…' Rogue mengepal tangannya erat selagi memikirkan kedua pilihan tersebut.
"Kita akan melawannya." Rogue akhirnya mengambil pilihan tersebut.
"Boss, apa kau yakin?" tanya anggotanya ragu.
"Ya. Tidak ada pilihan lain lagi. Kita harus melawannya," tegas Rogue. Namun rekannya tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu.
__ADS_1
"Dengarkan aku. Kita melawannya bukan untuk mengalahkannya melainkan untuk mencari celah agar kita bisa kabur," jelas Rogue pelan. Anggotanya yang tersisa berpikir itu pilihan yang terbaik untuk saat ini.
Setelah semuanya sepakat, Rogue berbisik pelan pada rekannya dan menjelaskan rencana untuk melawan Zero.
"Mengerti?"
Mereka mengangguk mantap, mengerti dengan rencana tersebut dan mulai berpencar membagi posisi.
"Baiklah kalau kalian ingin bersenang-senang dulu. Aku akan dengan senang hati melayaninya. " Zero membunyikan jari-jarinya sambil melemaskan otot lehernya bersiap memulai aksinya.
"Kalian keluarkan semua kemampuan terbaik kalian!" Rogue memberi arahan pada anggotanya yang segera dibalas anggukan kepala.
"Sekarang!" seru Rogue.
Semua anggotanya serempak melesat ke arah Zero dengan membawa senjatanya masing-masing seperti belati dan pedang.
"Bagus, dengan begini aku bisa pergi dari sini."
Disaat perhatian Zero teralihkan oleh anggotanya, Rogue berbalik ke belakang lalu cepat-cepat pergi meninggalkan mereka.
Zero terkekeh pelan melihat aksi Rogue sebelum berfokus sejenak untuk menghabisi semua rekannya.
"Lihatlah ke belakang."
Kretek!
Kretek!
Kretek!
Hanya dalam hitungan detik semuanya tewas dalam kondisi kepala terpelintir ke belakang dan mengarah pada boss mereka yang sedang berusaha pergi meninggalkan mereka.
"Hahaha. Lihatlah apa yang boss kalian lakukan." Zero tertawa santai sembari berjalan meninggalkan mereka yang nasibnya hanya sebatas pengalihan sementara.
Beralih ke posisi Rogue yang saat ini sedang pergi secepat mungkin menjauhi Zero yang dia pikir masih berhadapan dengan rekannya.
"Hahaha! Dasar kalian semua bodoh! Mau saja ditipu seperti itu! Aku tidak butuh bawahan seperti kalian! Sekarang aku hanya perlu pergi menjauhi orang itu dan mencari anggota baru yang lebih bodoh dari kalian!" ujar Rogue selagi berlari dengan kecepatan penuhnya.
"Oh...jadi begitu…" Zero tiba-tiba muncul di samping Rogue dan berlari mengimbanginya.
Saat menoleh ke samping, Rogue segera berhenti berlari dan menjauh dari Zero.
"Bagaimana caranya kau bisa mengejarku secepat ini?" Rogue membelalakan matanya terkejut melihat kehadiran Zero.
"Bodoh, tentu saja aku hanya perlu menggerakkan kakiku, kenapa kau malah bertanya hal sepele ini? Sepertinya kau dengan rekanmu sama-sama bodohnya—ah tidak menurutku kau lebih bodoh dibanding mereka." Zero terkekeh mengejek Rogue.
'Sial! Sial! Sial! Kenapa kalian tidak bisa menahannya sedikit lebih lama lagi!' umpat Rogue menyalahkan rekannya.
"Baiklah...neraka seperti apa yang harus aku tunjukkan untuk orang sepertimu…" Zero mulai melangkahkan kakinya mendekati Rogue sambil tersenyum sinis mencoba menakut-nakutinya.
"Jangan meremehkanku kepparat...!" Seiring Rogue berkata demikian, tubuhnya yang semula besar perlahan bertambah tiga kali lebih besar meliputi aura sihir keluar menyelimuti tubuhnya.
"Aku akan membunuhmu!" Selanjutnya Kedua kepalan tangannya memunculkan sarung tangan besi berwarna hitam legam dengan di punggung jarinya terdapat duri-duri yang tajam.
"Ho~ Apa kau yakin tidak ingin kabur?" Zero tersenyum meremehkan, tidak takut meski penampilan Rogue kini berubah.
"Sudah kubilang jangan meremehkanku! Aku akan membunuhmu!" Rogue yang sudah terbawa emosi melesat ke arah Zero berniat menghabisinya menggunakan kedua kepala tangannya.
"Matilah!" Rogue melancarkan satu pukulan menggunakan tangan kanan.
Zero tersenyum santai kemudian menyambut tangan kanan Rogue lalu memelintirnya.
__ADS_1
Kretek!
Selanjutnya dengan cepat Zero beralih mematahkan tangan kirinya juga.
Kretek!
Berikutnya Zero mematahkan kedua kakinya.
Kretek!
Dan terakhir Zero mendaratkan satu pukulan pada perutnya.
Bam!
Semua kerangka gerak milik Rogue, Zero lumpuhkan hanya dalam hitungan detik saja. Bahkan Rogue sendiri baru merasakan sakitnya setelah dirinya menyadari semua tubuhnya kini tidak bisa lagi digerakkan.
"Arghh!!!" Rogue menjerit kesakitan hingga suaranya membuat burung-burung yang berterbangan tidak berani melewatinya.
Zero mendekati Rogue yang terkapar tidak berdaya di tanah. Tubuhnya yang besar kembali menyusut seperti semula.
"Kau bilang ingin membunuhku?" Zero berdiri di depan Rogue lalu berbaring tepat di depan wajahnya dengan posisi kepala bersandar di satu tangan dan kaki satu melipat kaki yang lain.
"Baiklah, sekarang coba bunuhlah aku…aku tidak akan bergerak sedikitpun..." Zero tersenyum ringan, mengejek Rogue yang sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan hanya bisa menatapnya penuh amarah.
"Jangan menatapku seperti itu. Itu hanya akan memperlama kematianmu…" Zero meludahi wajah Rogue dan membuat matanya tertutup namun hal itu tidak membuat ekspresi marahnya hilang.
"Kalau kau ingin membunuhku sudah cepat lakukan!!" Rogue berteriak keras sekali sampai membuat Zero mengernyit karena tak tahan mendengar teriakannya.
"Ahk...Kenapa kau berteriak seperti itu! Telingaku jadi sakit sialan!" kata Zero sambil mengucek-ngucek telinganya.
"Sudah kubilang itu hanya akan memperlama kematianmu…" Zero menghela nafas pelan di ujung kalimatnya.
"Sudah cepat bunuh aku! Aku tidak ingin berlama-lama seperti ini!" teriak Rogue yang kesal.
Zero mengamati keadaan sekitarnya sejenak lalu beralih ke langit yang tampak mulai sore kemudian kembali lagi pada Rogue yang terkapar dalam posisi telungkup.
"Ah… aku sedang malas membunuhmu…"
Zero menyunggingkan senyuman jahil lalu membuka sedikit celananya.
"Kepparat! Apa yang ingin kau lakukan!" Rogue seketika menjadi murka melihat apa yang akan Zero lakukan.
Slur…
Zero dengan santainya mengencingii wajah Rogue.
"Ah...nikmatnya…sepertinya ini hukuman yang pantas untukmu…" ejek Zero menikmati sensasi buang air di depan Rogue.
"Kepparatt! Hentikan! Hentikan sialan!" Rogue sungguh merasa terhina dengan tindakan Zero yang seperti ini. Jika saja dia bisa bergerak, ingin sekali dia mencabut belalai yang menggantung di selankangannya itu.
Zero tidak mendengarkan kekesalan Rogue dan menyelesaikan buang airnya hingga selesai.
Sementara itu di tempat yang sama, di suatu tempat yang tidak mereka berdua ketahui, pria berambut putih yang selalu mengamati Zero kini tengah menahan tawanya saat menyaksikan apa yang sedang Zero lakukan.
"Sudah selesai." Zero memasukkan barangnya kembali ke celananya lalu berbalik meninggalkan Rogue.
"Kepparat...! Kenapa kau tidak membunuhku!" teriak Rogue.
"Sudah kubilang aku sedang malas melakukannya…lagi pula kau bisa melakukannya sendiri..." Zero berjalan santai meninggalkan Rogue sambil melipat kedua tangan di belakang kepalanya.
"Kepparat! Lihat saja nanti! Akan kutunggu kau di neraka dan akan kubalas semua penghinaan yang kau lakukan padaku!" jerit Rogue sebelum menjulurkan lidahnya ke depan lalu menggigitnya hingga terputus.
__ADS_1
Rogue akhirnya mengakhiri nyawanya sendiri dengan cara menyedihkan seperti itu.