Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Memilih job


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


"Hahahah, Wuuu~ Senjata ini benar-benar menarik…!" Akira tertawa lepas saat bergelantungan seperti tarzan menggunakan senjata barunya yang ditancap pada satu pilar ke pilar lainnya sambil melayang-layang bermanuver di udara.


Setelah merasa puas, Akira berhenti bermain-main. Dia mendarat dengan nafas terengah-engah namun seulas senyuman masih terlukis di belahan bibirnya. Dia tampak senang sekali dengan senjata barunya ini.


Akira menyilangkan kedua pedang kembarnya itu di punggungnya yang sudah tersedia tempat penyimpanannya lalu duduk. Dia mengambil sebotol air dari kantong ajaibnya dan segera meneguknya untuk mengembalikan cairan tubuhnya yang hilang.


Ahh~


Satu-dua jam sebelumnya, Akira sudah berhasil menyerap teknik penggunaan senjata sejenis pedang rantai ini. Cara kerjanya bisa dikatakan agak sedikit sulit dikarenakan senjata seperti ini sangat jarang ditemui dan bentuknya tidak biasa.


Meskipun begitu, Akira mampu menguasai senjata sejenis ini walaupun hanya baru setengahnya. Mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja sampai Akira benar-benar mahir menggunakannya.


"Sistem Call: Buka menu equipment," titah Akira setelah meneguk sebotol air itu hingga habis. Begitu panel equipment ditampilkan, Akira lalu mengalihkannya ke opsi senjata.


{Weapons—Blade of Chaos


Skill: Dual Sword Control (P), Charging Slash (A), Olympic Furry (A), Olympic Ascension (A), Plum of Prometheus (A), Cyclone of Chaos (A), Hyperion Fury (A), }


"Masih banyak skill yang belum aku coba. Tapi untuk sekarang aku tidak mempunyai banyak waktu mencoba semua itu. Daripada menghabiskan waktu untuk mencobanya disini lebih baik aku mencobanya sekalian nanti." Pandangan Akira kemudian beralih ke satu senjata di pinggangnya. Dia lantas mengambilnya.


"Senjata ini…" Akira memikirkan apa yang harus dilakukan pada senjata daggernya sekarang, "Apa aku jual saja, ya…" Akira menimbang-nimbang memikirkan yang terbaik.


"Tidak. Sayang kalau harus dijual. Lebih baik aku simpan saja. Senjata ini akan sangat berguna sebagai serangan mematikan atau digunakan dalam keadaan-keadaan tertentu." Akira memutuskan menyimpan senjatanya kembali. Dia bisa menggunakan senjata tersebut untuk serangan lemparan yang mematikan seperti waktu itu.


"Sekarang aku tidak perlu takut lagi melawan dia. " Akira bangkit dari posisinya sambil melakukan senam kecil sejenak.


{Apa Anda sudah siap memulai misi di lantai ini sekarang? (Yes/No) }


Akira melihat panel kecil di sampingnya yang sudah sejak tadi melayang. Merasa sudah siap, Akira memilih pilihan yes.


{Job Change—Dengan menyelesaikan misi kali ini Anda bisa memilih Job/Class}


"Ternyata aku masih bisa memilih job meskipun sebelumnya aku sudah gagal…" gumam Akira.


"Apa alasan kenapa misi kali ini sangat sulit ada kaitannya dengan job ini, "pikir Akira menduga-duga.


"Entahlah, apapun itu aku harus menyelesaikannya."


Akira tidak mau terlalu memikirkannya sebab patung prajurit yang semula terdiam kini bergerak, dan bahkan ada patung prajurit baru yang bermunculan di segala tempat. Masing-masing dari mereka mulai mendekati Akira sambil membawa pedang.


{Quest lantai dua puluh lima— Sub misi: bunuh 200 Dead Knight dan 1 Boss Rainbow Knight dalam waktu sepuluh jam}


"Tambah 100, ya…" Akira tersenyum lebar seolah tidak takut melihat monster Dead Knight yang dia lawan bertambah jumlahnya, malahan dia merasa beruntung karena dengan begitu dia bisa menaikan status levelnya yang berkurang.


{09:59:45}


{Dead Knight (0/200)}


{Boss Rainbow Knight (0/1)}


"Tidak peduli seberapa banyak pun kalian, aku tidak takut! Maju kalian semua!" seru Akira sambil mengeluarkan pedang kembar dari punggungnya dan melangkah santai mendekati lautan Dead Knight yang bergerombolan mendekatinya.


Dengan senjata Blade of Chaos di kedua tangannya, Akira mulai membantai mereka semua satu persatu.


{Anda mendapatkan 30 Exp}

__ADS_1


{Anda mendapatkan 50 BP}


{Anda mendapatkan 10 Orb}


{Anda mendapatkan 30 Exp}


{Anda mendapatkan 50 BP}


{Anda mendapatkan 10 Orb}


{Dead Knight (12/200)}


Satu demi satu Dead Knight mati di tangan Akira.


Senjata Blade of Chaos memang efektif untuk menghadapi musuh dalam jumlah yang banyak karena rantai yang melilit pedang ini membuat serangannya bisa mencakup area yang luas. Apalagi efek dari senjata ini yang mampu meningkatkan damage sebanyak 35% pada musuh bertipe Heavy Armor atau memiliki ketebalan yang tinggi, membuat musuh seperti Dead Knight yang berada di tingkat middle-grade dapat mudah dihabisi.


Hanya dalam hitungan menit saja, puluhan Dead Kngiht lenyap menjadi debu menghilang dari pandangan Akira. Sumber daya yang didapat dari membunuh mereka semua juga sedikit-sedikit mulai mengisi statusnya yang telah hilang.


"Hahahha!! Wuu~ Matilah…dengan begitu kalian bisa membayar level statusku yang hilang..." Akira melayang dari satu pilar ke pilar lainnya selagi membunuh para Dead Knight yang bergerombolan. Yang paling Akira sukai dari senjata ini yaitu dia bisa menggunakannya seperti ayunan.


Akira terlalu senang menggunakan senjata barunya membasmi mereka semua sampai lupa dengan senjata pistol dan senapan yang menempel di pinggangnya. Dia juga belum sama sekali menggunakan skill untuk membunuh salah satu dari mereka.


Akira terus membantai para Dead Knight menggunakan senjata Blade of Chaos-nya, sampai tidak kurang dari setengah jam, mereka semua lenyap tanpa sisa.


{Dead Knight (200/200) }


{Level Up}


Akira mengatur nafasnya yang sedikit memburu selepas mengahabisi Dead Knigth yang terakhir.


"Sekarang giliranmu..."


Ketika semua Dead Knight itu tiada barulah sosok berzirah dengan warna putih di dekat singgasana yang sejak tadi Akira tunggu-tunggu bereaksi. Seperti biasa dia berjalan dengan santainya seolah tidak peduli dengan rekannya yang sudah tiada sambil membawa pedang yang diseret mendekati Akira. Matanya tampak merah menyala.


Akira melemparkan dagger-nya sekuat tenaga hingga melesat dengan sangat cepat dan menancap tepat di kepala Rainbow Knight yang baru separuh jalan mendekatinya. Dengan satu hentakan kaki, Akira ikut melesat mendekati Rainbow Knight dengan kedua pedang di tangannya sambil menyeringai sinis.


"Waktunya pembalasan."


*~*


Tiga jam kemudian...


"Huhh...Hahh...Aku menang...Aku menang..."Akira terjatuh lemas, duduk bersila dengan luka di sekujur tubuh dan nafas tidak beraturan, "Sesuai dugaanku...Kekuatannya berada di tingkat Ancient...Dia terlalu kuat..."


{HP: 845/5000}


Pertarungan yang sangat sengit telah usai.


Rainbow Knight akhirnya berhasil Akira kalahkan.


{Selamat Anda telah menyelesaikan misi di lantai kedua puluh lima ini}


{Reward misi:


-1 Crown Chest


-10000 BP


-1200 Exp


-20 SP }

__ADS_1


{Message— buka pesan untuk memilih job/class yang Anda inginkan}


Akira memilih tuk memulihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menanggapi panel-panel yang bermunculan di depannya.


Setelah pulih, pertama-tama Akira mencoba membuka panel pesan karena ingin segera mengisi jobnya yang masih kosong.


{Daftar job yang bisa Anda pilih}


-Warrior


-Swordman


-Magician


-Archer


-Assasins


-Necromancer


-Profesional (Special)


"Hm...Job seperti apa yang bagus untukku..." Akira bertopang dagu mencoba mengingat-ngingat job yang menurutnya bagus di game RPG yang dulu pernah dia mainkan sebelum memutuskan memilih.


Sejurus kemudian, Akira menyuruh sistem untuk membuka panel statusnya.


"Berdasarkan statusku sekarang akan lebih cocok kalau aku memilih job Warrior atau Magician...tapi..." Akira terlihat ragu untuk memilih.


"Tapi job Swordman, Assaasins dan Archer juga cukup bagus..."


"Sedangkan Necromancer...setahuku job yang satu ini berhubungan dengan sihir-sihir gelap...namun sihirnya mengandung kekuatan yang sangat kuat..."


"Ahh!! Jadi job seperti apa yang harus aku pilih!!" Akira menggaruk kepalanya geram. Bimbang memilih job yang sesuai dengannya.


Akira kemudian melihat-lihat kembali job-job yang tersedia sebelum pandangannya terpaku pada salah satu job di urutan paling bawah, "Tunggu-tunggu...profesional? Job jenis apa ini? " Akira berkerut dahi saat melihatnya.


"Sistem Call: Apa maksud job profesional disini?" Tanya Akira yang kemudian segera dijawab


[Job Profesional adalah job special. Dengan memilih job yang satu ini Anda berkemungkinan untuk bisa memiliki tiga job sekaligus]


"Benarkah?!" Akira terperanjat mendengarnya. Bukankah job yang satu ini terlalu bagus? begitu pikirnya.


[Ya]


"Kalau begitu aku ingin memilih job yang ini saja..." Menggunakan jarinya, Akira memilih job tersebut.


{Pilih tiga job yang Anda inginkan}


"Hmm....apa saja, ya...." Akira kembali menimbang pilihannya.


"Yosh! Aku sudah menentukan pilihanku..." Akira lalu memilih tiga job yang sudah dia putuskan.


"Warrior...."


"Magicians...."


"Dan yang terakhir Nec...ah tidak, Archer saja...."


{Job selesai dipilih}


"Sekarang aku sudah mendapatkan job. Aku sudah mendapatkan semua yang dibutuhkan untuk menjadi kuat. Sekarang aku hanya tinggal berusaha lebih keras lagi untuk bisa mencapainya." Akira merasa perjuangannya selama ini masih baru pada tahap awal.

__ADS_1


Karena setelah ini pertualangan sesungguhnya baru akan dimulai...


 


__ADS_2