
"Jangan bercanda! Tidak mungkin monster seperti itu hilang! Kau pasti hanya tidak berani memancingnya keluar, kan?" Rogue yang geram menarik kerah baju Zero, membuat ketiga gadis di sampingnya emosi namun Zero seperti biasa menyuruh mereka tenang melalui kode lirikan mata.
"Kalau kau tidak percaya kau boleh mengeceknya langsung." Zero menanggapi aksi Rogue dengan santai tanpa rasa takut sama sekali.
'Dia…!' Rogue mulai dibuat emosi dengan sikap santai Zero.
Rogue memutar pandangannya ke dalam gua lalu kembali lagi pada Zero. Dia kemudian melepas tangan yang memegang kerah baju Zero dan melangkah masuk ke dalam gua kecil itu untuk memastikan apa yang diucapkannya itu benar atau tidak.
Anggotanya yang penasaran ikut mengikutinya dari belakang. Sejenak mereka menatap Zero dan anggotanya dengan tatapan tidak suka dan seolah ingin mengisyaratkan pada mereka agar tidak bermacam-macam dengan party-nya.
"Wow...menakutkan…" ejek Zero setelah mereka pergi.
"Zero-sama, mereka sepertinya tidak suka kita menghabisi monster itu." Charla melihat party Rogue yang sudah menghilang dalam gua.
"Kau salah, Charla." Zero terkekeh pelan sambil berjalan menuju titik rune itu terpasang.
"Kau bisa lihat ini…" Saat Zero menyentuh rune itu dia seolah seperti sedang menyentuh tembok yang sangat keras.
"Aku tidak bisa menembusnya padahal mereka tadi bisa melewatinya dengan mudah." ujar Zero berdasarkan yang dia lihat.
Charla dan yang lainnya menghampiri Zero lalu ikut menyentuh rune yang mengelilingi setiap segi tempat itu.
"Untuk apa mereka memasang sihir seperti ini?" tanya Charla.
"Tentu saja karena mereka berniat menjebak kita bersama monster itu di dalam penghalang ini..." Zero memukul-mukul rune itu untuk memastikan kalau rune itu tidak mudah untuk ditembus.
"Jahat sekali…" gumam Sherria sambil menyentuh rune yang tidak bisa ditembus itu.
"Mereka bukannya tidak suka kita menghabisi monster itu, melainkan kesal karena rencana yang mereka buat gagal total." Zero terkekeh pelan.
"Mereka jahat sekali, Tuan." Fluffy mendengus kesal. Dari awal dia sudah tidak suka dengan orang-orang seperti mereka.
"Aku sempat mendengar dari petualang lain kalau mereka dikenal sebagai penghancur pemula. Kemungkinan mereka pasti sudah sering melakukan hal seperti ini pada pemula-pemula yang lain," ujar Zero berdasarkan yang dia dengar.
"Apa yang akan Zero-sama lakukan pada mereka?" tanya Charla.
"Sudah jelas bukan. Orang seperti mereka tidak pantas tinggal di dunia ini…" Zero tersenyum lebar ke arah gua lalu melanjutkan,
"Aku akan mengantar mereka ke neraka…"
*~*
Rogue dan anggota party-nya melebarkan kedua matanya terkejut. Saat tiba di ujung gua mereka tidak menemukan apapun selain jaring laba-laba dan telur yang sudah pecah serta satu ekor rusa yang tergeletak di tanah dan dalam kondisi tinggal setengah.
"Mustahil…bukankah kau bilang monster itu masih ada disini?" Rogue memandangi anggota party-nya untuk meminta penjelasan.
"Aku bersumpah sudah memastikannya sebelum kita kesini, dan monster itu benar masih ada," ujar anggotanya.
__ADS_1
"Lalu dimana mereka sekarang?" tanya anggotanya yang lain.
"Aku juga tidak tahu," jawabnya.
"Tidak mungkin kan monster tingkat Ancient seperti ini tewas di tangan mereka." Rogue menggeleng pelan dengan senyuman tidak percaya.
"Kemungkinan ada orang lain yang sampai lebih dulu selain kita dan menghabisi monster itu." Salah satu anggotanya memberikan pendapat yang masuk akal.
"Lebih bagus kita tanya detailnya lagi pada mereka," usul anggotanya yang disetujui oleh yang lainnya.
Rogue bersama anggotanya kembali lagi ke tempat party Zero berada. Dia berani meninggalkan mereka begitu saja tanpa penjagaan karena yakin Zero dan yang lainnya tidak akan bisa kabur dari tempat itu.
Setibanya di luar gua mereka menemukan Zero dan anggota party-nya tengah menunggu di titik rune itu terpasang.
"Coba jelaskan pada kami, apa yang sebenarnya kalian lakukan tadi di dalam? Kenapa monster itu tidak ada?" Rogue langsung bertanya pada intinya.
"Sebelum itu aku ingin bertanya, untuk apa kalian memasang penghalang seperti ini?" Zero menunjuk rune di belakangnya.
"Jawab dulu pertanyaanku baru aku akan menjawabnya..." Rogue menatap Zero tajam, mencoba mengintimidasinya.
Zero memalingkan wajahnya ke samping sambil menghela nafas pelan kemudian menjawab, "Saat kita masuk monster itu sudah tidak ada," jawabnya berbohong.
"Lalu kenapa kalian lama sekali? Apa yang kalian lakukan tadi di dalam." Rogue mengulangi pertanyaannya.
"Oh, itu…" Zero mengambil kantong ajaibnya lalu mengeluarkan benda berbentuk bulat dengan warna merah di dalamnya dan menunjukkannya pada mereka.
"Itu karena kami sibuk mengumpulkan ini…" Zero tersenyum lebar.
"Ya. Tadi banyak sekali benda seperti ini di dalam jadi kami memutuskan memungutnya…" Zero terkekeh santai menanggapi reaksi terkejut mereka.
"Serahkan benda itu padaku jika kau masih ingin hidup," ancam Rogue sambil mengulurkan tangannya pada Zero. Semua anggotanya menunjukkan ekspresi garang seperti ingin menakut-nakutinya.
"Hohoho...takut…" ejek Zero.
"Kenapa kalian tiba-tiba jadi seperti ini?" Zero terkekeh pelan, tidak takut sama sekali dengan ancaman Rogue maupun tampang sangar anggotanya.
"Ho~ Kau masih bisa tenang juga meski dalam situasi seperti ini, pemula." Rogue mulai mendekati Zero dengan tatapan tajam. "Cepat serahkan benda itu padaku." Suaranya terdengar mengancam.
Charla dan yang lainnya yang sejak tadi mengamati percakapan mereka berlindung di belakang Zero.
"Tidak mau. Aku yang menemukannya lebih dulu jadi ini punyaku." Zero memainkan kantong di tangannya, mencoba memancing emosi Rogue dan anggotanya.
"Jangan membuatku marah pemula!"
Rogue langsung melompat mengambil kantong di tangan Zero, namun Zero segera menghindar dengan melompat ke samping, disusul Charla dan lainnya yang segera ikut berpindah tempat ke arahnya.
"Oh, benarkah? Kalau begitu aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu marah..." Zero tersenyum mengejek.
__ADS_1
Rogue yang terpancing emosinya kini menatap Zero dengan penuh amarah. Anggotanya segera memposisikan diri mendekati mereka.
"Bedebah! Serahkan kantong itu padaku sekarang!" Rogue melesat cepat ke arah Zero namun sekali lagi Zero berhasil menghindarinya.
"Sudah kubilang tidak mau...kenapa kau maksa sekali..." Zero tersenyum mengejek.
"Kau…" tatapan Rogue yang semula dipenuhi amarah kini berubah menjadi seperti ingin membunuh diliputi aura yang mencekam keluar menyelimuti tubuhnya.
"Aku akan membunuhmu!" Rogue melesat dengan sangat cepat mendekati Zero dengan kepalan tangan bersiap menyerang.
"Ups." Zero berpindah tempat tepat sebelum pukulan itu berhasil mendarat di pipinya.
Pukulan yang tidak berhasil mengenainya itu menghasilkan angin yang sangat kencang, menunjukkan seberapa kuatnya pukulan tersebut.
'Cepat sekali.' Rogue terkejut melihat aksi Zero. Begitupun dengan anggotanya.
'Oh, dia penyihir class monk rupanya. Pasti sakit jika pukulan tadi berhasil mendarat di tubuhku,' batin Zero.
'Sial, sepertinya dia menyembunyikan kekuatan aslinya…' Rogue tersenyum kecut memandangi Zero.
Dia merasakan firasat buruk saat melihat Zero masih tenang-tenang saja seolah ingin menunjukkan kalau dirinya lebih kuat dibanding dengannya. Dia mulai berpikir jika monster di dalam gua tadi pasti sudah dihabisi olehnya.
Merasa bertarung dengan Zero tidak menguntungkan, Rogue mulai mengatur siasat untuk menghadapinya. Saat pandangannya terarah pada ketiga gadis itu, Rogue langsung menemukan siasat yang bagus.
Rogue segera mengalihkan pandangannya pada anggotanya dan memberi kode pada mereka yang kemudian dibalas anggukan kepala.
Ketiga anggotanya yang merupakan seorang assassins dengan cepat berdiri di belakang Charla, Flo dan Sherria lalu mengunci pergerakan mereka.
"Serahkan inti monster itu jika kau ingin mereka hidup." Rogue menunjuk ketiga gadis itu sambil tersenyum kemenangan.
Zero hanya menanggapi aksi mereka dengan helaan nafas lalu memberi kode pada Charla dan yang lainnya.
Charla dan yang lainnya mengangguk kemudian menggunakan pola gerakan yang telah Zero ajarkan untuk melepaskan diri dari kuncian mereka dan langsung pergi menghampiri Zero.
"Apa yang kalian lakukan?!" seru Rogue pada anggotanya yang kini tengah memegangi selankangannya sambil mengerang kesakitan.
"Bagus. Kalian berhasil melakukannya." Zero tersenyum pada mereka.
"Kami tidak ingin jadi penghalang untuk, Zero-sama." Mereka membalas senyumannya.
"Tuan, apa perlu aku yang menghabisi mereka?" tanya Fluffy yang sejak tadi terlihat sudah geram.
"Tidak perlu. Kalian diam saja. Serahkan semua ini padaku…" Zero tersenyum sekali lagi kemudian melangkahkan kakinya menghampiri mereka.
"Boss, apa yang harus kita lakukan?" Semua anggotanya menghampiri ketuanya.
Rogue dan anggota party-nya sama-sama merasakan firasat buruk saat melihat Zero melangkah mendekati mereka, padahal mereka tahu Zero hanya berada di tingkat penyihir kelas dua saja.
__ADS_1
"Aku akan memberitahukan pada kalian tentang hukuman yang harus kalian terima karena telah berani menyentuh mereka..." Zero melepas cincinnya dan seketika energi sihir bersamaan dengan auranya keluar mengintimidasi mereka semua, membuat firasat buruk mereka seketika membuncah.
"Yaitu kematian…" Zero tersenyum lebar.