Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Teman


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


Akira benar-benar tidak habis pikir dengan misinya kali ini. Dia tidak tahu harus merasa senang atau tidak melihat misi yang seharusnya belum tuntas kini selesai begitu saja.


"Sistem Call: Apa benar misiku sudah selesai?" Akira bertanya memastikan.


[Benar. Naga Langit sudah tidak memiliki semangat bertarung lagi. Dia sudah menyerah. Anda berhasil mengalahkannya]


"Ohh...jadi itu alasannya. Maksud dari mengalahkannya bukan berarti aku harus membunuhnya, ya." Sekarang semuanya terdengar masuk akal bagi Akira.


[Benar]


"Hmm...Padahal baru saja semangatku membara. Tapi yasudahlah, mau bagaimana lagi. Setidaknya di misi kali ini aku tidak perlu membuang banyak tenaga." Karena misinya sudah selesai, Akira mengembalikan senjatanya kembali.


Akira yang masih melayang di atas memandangi Naga Langit yang kini berada di dasar cekungan besar itu. Dia tampak sedang mencoba membangkitkan dirinya kembali.


Tombak yang Akira lepaskan tadi terlihat tergeletak tak jauh di sisi Naga Langit. Ternyata tombak itu tidak berhasil menembus maupun menggores tubuhnya sedikitpun.


"Dia masih belum menghilang juga meski misinya sudah selesai." Akira tidak melihat tanda-tanda Naga Langit akan berubah menjadi partikel cahaya. Dia melihat keadaan sekitarnya sejenak sebelum memutuskan turun dari langit menuju ke tempat Naga Langit berada.


Kembali ke mode asalnya, Akira berjalan menghampiri Naga Langit yang kini terlihat jinak sambil menundukkan kepala tidak lagi berani melawan Akira.


Akira mengambil tombak yang tergeletak tak jauh di sisi Naga Langit lalu memasukannya ke dalam inventory.


"Squekk…"


Pandangan Akira kembali lagi pada Naga Langit yang masih menundukkan wajahnya seperti takut melihat kedatangannya.


"Kau terlihat lebih menggemaskan jika diam seperti ini…" Akira tersenyum tipis memandangi Naga Langit. Matanya yang lentik terlihat sangat cantik, serasi dengan warna tubuhnya yang indah. Ukuran tubuh Naga Langit ternyata jauh lebih besar ketika berada di bawah. Tidak terbayangkan seberapa kecil Akira kini di hadapannya.


Akira berjalan lebih dekat lagi lalu menempelkan wajahnya ke bulu-bulu putih nan halus yang menempel di kaki Naga Langit.


"Ah...lembut sekali..." Akira mengelus-elus kaki Naga Langit sambil memejamkan mata, menikmati sensasi nyaman yang dihasilkan disana, "Maaf karena tadi aku sudah menyakitimu…sudah jangan takut, aku tidak akan menyakitimu lagi..."


"Squekk…" Naga Langit menggerakan lehernya secara perlahan, balik mengelus Akira menggunakan kepalanya.


"Kau ternyata naga yang baik... Apa serangan barusan masih terasa sakit?" Akira beralih mengelus kepala Naga Langit yang tidak kalah lembut, menempelkan pipinya disana dan memberikan sentuhan yang menenangkan.


"Squekk…" Naga Langit merasa nyaman saat dielus-elus oleh Akira seperti itu. Dia tidak lagi takut pada Akira.


"Sekali lagi aku minta maaf. Kalau bukan karena misi ini aku tidak akan menyakitimu..."


Beberapa saat kemudian, Akira melepaskan elusannya dan membuka matanya kembali.


"Squekk…" Naga Langit ikut menegakkan kepalanya ke posisi semula. Dia tidak lagi menundukkan kepalanya setelah Akira memperlakukannya dengan baik.


Saat membuka mata, Akira menemukan panel hadiah sudah melayang di sampingnya.


{Reward misi:


-1 Super Magical Chest


-1 Jt BP


-12000 EXP


-115 SP


-Fly (skill)


-Ocean Rings (item)


-Pet (Special) }


"Sungguh mengagumkan…" Sinar mata Akira terlihat bercahaya oleh rasa takjub saat memandangi hadiah yang dia dapatkan dalam misinya kali ini.


Akira membaca satu demi satu hadiah tersebut sampai pandangannya kemudian terhenti pada satu hadiah paling akhir.


"Apa ini? Pet? Hadiah spesial lagi?" Akira mengerutkan dahinya sambil tersenyum, ekspresinya tampak sulit diartikan meliputi rasa tidak percaya dan senang mendapatkan hadiah spesial untuk yang kedua kali.


Dia lantas bertanya, "Sistem Call: Apa maksudnya hadiah pet yang aku dapatkan disini?"


[Itu hadiah spesial untuk Anda. Naga Langit yang telah Anda kalahkan akan menjadi peliharaan Anda sekarang. Anda bisa membawa Naga Langit bersama keluar dari tempat ini]


"Tunggu-tunggu, bagaimana caranya mengeluarkannya dari tempat ini bersamaku?" Akira bertanya menggebu-gebu. Dalam hatinya dia sangat senang sekali mendengar pernyataan sistem.


[Anda bisa menggunakan Ocean Rings yang Anda dapatkan. Di dalam cincin itu terdapat sebuah dunia buatan seluas samudera. Anda bisa memasukkan Naga Langit ke dalamnya. Dengan begitu cincin ini akan menjadi tempat tinggal Naga Langit sekarang]

__ADS_1


"Benarkah?" Akira tidak bisa menutupi rasa senangnya lagi. Wajahnya semakin bercahaya oleh rasa bahagia bisa mendapatkan seekor Naga. Ini hadiah yang paling mengagumkan yang pernah dia dapatkan.


[Benar]


"Jadi aku bisa membawanya bersamaku!" Akira memandangi Naga Langit dengan raut wajah bahagia sebelum memeluknya lagi.


"Yahoo! Sekarang aku bisa merasakan sensasi ini sepuasnya... ah… lembutnya…"


"Squekk!" Naga Langit ikut bersorak seolah mengerti dengan apa yang diucapkan Akira.


Akira berhenti memeluk Naga Langit saat panel lain muncul di depannya.


{Beri nama pet Anda}


"Hm... nama, ya…" Akira bertopang dagu memikirkan nama yang bagus untuk Naga Langit.


"Baiklah, karena kau mempunyai bulu yang halus maka namamu sekarang adalah Fluffy. Dan aku akan memanggilmu dengan sebutan Flo."


"Squekk!" Naga Langit membentangkan sayapnya seperti menyukai nama yang Akira berikan.


"Kau menyukainya?" Akira melihat Fluffy sangat senang dengan nama itu.


"Baguslah kalau kau menyukainya…"


{Nama sudah diberikan}


{Mulai sekarang Naga Langit akan menjadi peliharaan Anda}


Begitu panel itu hilang dari pandangan Akira tiba-tiba tubuh Naga Langit mengeluarkan cahaya sebelum akhirnya meredup dan secara mengejutkan Naga Langit yang diberi nama Fluffy ini berubah bentuk menjadi seorang gadis mungil yang sepantaran dengan Akira.


"Hah…?" Mulut Akira menganga tidak percaya melihat naga sebesar itu kini berubah menjadi seorang gadis mungil?


Dari apa yang Akira lihat, gadis mungil itu memiliki tanduk kecil seukuran ujung jari di masing-masing sisi dahinya dan sisik kecil berwarna putih halus di kedua pipinya yang agak tembem. Pakaian yang dia gunakan seluruhnya berwarna putih dengan bulu-bulu halus menempel di setiap bahunya, senada dengan rambutnya juga yang berwarna putih dan terurai panjang sampai melangkahi bahu.


Penampilan gadis mungil itu hampir mirip dengan bidadari kecil dari kayangan. Wajahnya yang masih polos dengan pipi agak tembam terlihat sangat menggemaskan.


"Uppa!"


Sebelum Akira bisa mencerna kenyataan yang terjadi di depannya, gadis mungil itu tiba-tiba meloncat dan langsung memeluk Akira hingga membuatnya terjatuh.


"Eh? Tunggu, apa benar ini kau, Flo?" Akira mendorong kedua bahu Fluffy. Dia masih belum percaya jika naga yang dia hadapi tadi ternyata memiliki wujud seperti ini.


Menanggapi pertanyaan Akira, Fluffy hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi susunya yang putih.


"Hah?" Akira tersenyum hambar sambil merajut alisnya tidak mengerti dengan bahasa yang keluar dari mulut Fluffy.


'Apa yang dia bicarakan?' Akira menegakkan tubuhnya kembali ke posisi duduk, memandangi Fluffy yang masih tersenyum menatapnya.


'Sistem Call: Coba jelaskan bahasa apa yang dia gunakan? Aku sama sekali tidak mengerti. Dan bisa tolong sekalian terjemahkan."


[Itu bahasa anak kecil. Umur Naga Langit yang menjadi peliharaan Anda saat ini masih terbilang sangat muda. Artinya dia saat ini masih belum terlalu mahir berbicara. Berdasarkan perkataannya barusan, dia berkata pada Anda: Tuan ada yang bisa aku lakukan?]


Menanggapi penjelasan Sistem, Akira membuka mulut dan matanya lebar-lebar, "Hahhh!! Yang benar saja! Naga sebesar ini ternyata masih sangat muda?!" Akira berteriak memandangi Fluffy yang sampai mengernyit mendengar teriakannya.


[Benar. Usia naga dengan manusia berbeda jauh, begitupun dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Perbandingan kasarnya kira-kira satu berbanding dua puluh tahun. Jika diakumulasikan dengan umur manusia, umur Naga Langit yang menjadi peliharaan Anda saat ini masih genap dua tahun setengah. Anda perlu melatihnya jika ingin dia lancar bicara]


"Oh...Begitu, ya…"


[Ya]


'Dua tahun setengah tapi penampilannya seperti gadis berusia delapan tahun…' Akira mengamati Fluffy yang tengah menatapnya heran sambil memiringkan sedikit wajahnya ke samping.


"Kalau begitu apa dia mengerti dengan apa yang aku ucapkan?" Akira bertanya kembali.


[Untuk sekarang dia hanya mengerti kalimat perintah dari tuannya saja]


Akira menghela nafas lalu bangkit berdiri, "Baik, aku mengerti. Terimaksih penjelasannya."


[Sama-sama]


"Flo, berdirilah…" titah Akira mengangkat satu tangannya. Fluffy mengangguk, menuruti perintah Akira sekarang dan selanjutnya.


"Berputar..."


"Mundur tiga langkah ke belakang..."


"Menyanyi..."


"Uppa~ Lala ara taka laya kara~" Suara Fluffy terdengar tidak jelas di telinga Akira. Dia sampai menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menahan tawa, tidak memahami dari mana Fluffy mendengar lagu itu.


"Berhenti...sekarang coba menari." Akira memberikan titah yang lain. Fluffy mulai menggerakkan tubuhnya menari.

__ADS_1


Akira terkekeh pelan melihat gerakan Fluffy yang terlihat sangat kaku dan terkesan lucu, kakinya berbelit-belit sampai akhirnya dia pun terjatuh.


"Aduh..." Fluffy mencoba bangkit dan berniat menari kembali.


"Sudah cukup." Namun Akira mengangkat satu tangannya menyuruh dia berhenti, kemudian beralih mengelus dagunya berpikir.


'Hm…bagaimana kalau…'


"Sekarang lakukan Push up."


Fluffy tampak tidak memahami titah Akira kali ini. Dia memiringkan wajah polosnya menatap Akira heran sambil menggumamkan kata push up yang sangat sulit diucapkan oleh lidahnya.


"Sit up."


"Back up."


Fluffy merajut alisnya masih tidak memahami perintah Akira. Sedangkan Akira manggut-manggut seperti memahami sesuatu.


"Mmm...coba buka pakaianmu..."


Fluffy sejenak terdiam sebelum mulai melepaskan pakaiannya.


'Hm...jadi begitu…dia hanya akan menerima perintah yang hanya dimengerti olehnya saja, sekalipun perintah itu sangat sulit.' Akira memahami konsep kata perintah yang dimaksud.


"Baik, pakai lagi pakaianmu."


Fluffy menurut dan memakai pakaiannya kembali.


Setelah itu Akira bertanya hal lain pada Sistem, "Apa dia memerlukan makanan atau kebutuhan yang lain?"


[Tentu saja. Anda harus memenuhi kebutuhan makannya sebanyak lima kali sehari]


"Makanan seperti apa yang dia makan?"


[Naga Langit sangat menyukai sayur-sayuran]


Akira mengangguk memahami kemudian membuka menu inventory dan mengambil sesuatu berupa cincin disana. Dia lalu bertanya.


"Bagaimana cara kerja cincin ini?"


[Anda bisa membacanya di deskripsi yang tersedia]


Akira mengikuti arahan Sistem, membaca deskripsi dari item tersebut. Berdasarkan deskripsi, Ocean Ring (cincin samudera) yang Akira dapatkan dari hadiah misi kali ini ternyata merupakan item class S+ Item yang sangat luar biasa menurut Akira.


Sedangkan mengenai cara kerja dari cincin ini sendiri cukup mudah dipahami olehnya. Dia hanya tinggal memberi perintah pada seseorang yang akan masuk ke dalamnya, dan hanya mereka yang mau menuruti perintah itu saja yang bisa masuk.


"Aku akan mencobanya nanti…" Akira menutup panel deskripsi lalu memasangkan cincin itu pada jari tengahnya.


"Flo, mendekatlah…"


Fluffy tersenyum lalu maju mendekati Akira.


"Mulai sekarang kau akan selalu bersamaku..." Akira memegangi kepala Fluffy. Ukuran tubuhnya sendiri jauh lebih tinggi darinya sehingga dia bisa menggapai kepala Fluffy dengan mudah.


"Toling ingat, kau bukanlah peliharaanku. Mulai detik ini juga kau adalah temanku..." Akira mengusap kepala Fluffy penuh kasih.


"Ceman?" Fluffy bereaksi pada istilah itu.


"Ya, teman." Akira tersenyum hangat.


"Ceman…" Fluffy menggumamkan istilah tersebut sebelum ikut tersenyum seolah mengerti arti dari makna istilah tersebut.


"Teman. Bukan ceman." Akira terkekeh pelan mencoba membenarkan.


"Ceman?"


"Te…" Akira memainkan bibirnya mencoba membuat Fluffy melafalkan kata itu dengan benar.


"Te…"


"Man…"


"Man…"


"Teman."


"Ceman."


Akira menggeleng pelan, berhenti mengusap kepala Fluffy dan beralih memegangi tangannya. Dia kemudian mengangkat satu jari kelingking Fluffy dan mengaitkannya dengan satu jari kelingking miliknya hingga menjadi satu.


"Untuk sekarang dan kedepannya mohon kerjasamanya, " kata Akira yang segera dibalas anggukan mantap Fluffy sebelum dia memeluknya lagi.

__ADS_1


"Uppa!"


__ADS_2