
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
"Hahahah! Rasakan itu, bocah! Kau pikir kau bisa mengalahkanku, hah?! Tidak mungkin! Dan anggap itu sebagai balasan karena kau sudah membunuh temanku! " Scorpion tertawa lantang menikmati detik-detik kematian Akira.
'Sial, aku bertindak gegabah. Padahal aku sudah menyadarinya tadi...' Akira menyesali tindakannya. Dari awal dia sudah menyadari kalau api itu berbahaya.
{WARNING!!}—{HP: 2870/30000}
Panel status tiba-tiba muncul memperingatkan tanda bahaya pada status HP-nya yang seiring detik terus berkurang. Api yang perlahan merambat itu membuat HP milik Akira berkurang sebanyak 0,5% per dua detiknya.
"Cih, jadi sekarang aku hanya mempunyai waktu empat ratus detik, atau enam menit empat puluh detik untuk mengalahkannya, " gumam Akira merumuskan waktu yang dia punya.
"Tidak...Aku masih bisa menambah waktu itu... " Akira tersenyum melihat kedua senjata di tangannya yang anehnya tidak terbakar sedikitpun setelah menyentuh api tadi.
Darah segar milik Scorpion masih terlihat mengalir di sana, membuat warna emas yang terukir di bilah pedang itu berubah menjadi warna merah menyala. Darah itu seakan memberikan petunjuk dan harapan bagi Akira keluar dalam masalahnya kali ini.
Akira kemudian menyayat sedikit lengannya lalu mengalirkan darahnya pada pedang tersebut, membuat Scorpion yang menyaksikan hal itu di kejauhan berkerut dahi tidak mengerti dengan apa yang sedang Akira lakukan.
"Apa yang kau lakukan bocah? Apa kau sudah gila? Dan sekarang kau memutuskan untuk bunuh diri dari pada mati di tanganku, begitu? Konyol sekali, " Scorpion menggelengkan kepalanya pelan menganggap Akira bodoh.
Akira tidak menanggapi ejekan Scorpion sedikitpun dan masih fokus mengalirkan darahnya.
'Tunggu dulu...ada yang salah. Bagaimana bisa dia tidak merasakan sakit sedikitpun setelah terkena api itu? ' pikir Scorpion menyadari Akira sampai sekarang ini masih belum meringis kesakitan atau meronta-ronta seperti yang dia pikirkan.
Setelah mengalirkan sedikit darah pada kedua bilah pedangnya, Akira kembali memposisikan senjatanya bersiap menyerang Scorpion.
"Aku akan memanfaatkan empat menit waktu yang tersisa untuk mengalahkannya." Akira memasang kuda-kudanya dan ketika dia berseru, "Magic Boost. " Tubuh Akira seketika diselimuti oleh cahaya kemerahan dan menyatu dengan aura keemasan miliknya.
'Ini hanya akan bertahan tiga menit saja. Tapi setidaknya dengan ini aku bisa meningkatkan persentase mengalahkannya.' batin Akira membicarakan skill doping yang kini dia gunakan.
"Apa kau masih berniat mengalahkanku, hah? " Scorpion mengangkat senjatanya kembali masih dengan senyuman kemenangan, "Kalau itu maumu aku akan dengan senang hati melayanimu sampai akhir.
"Simpan kata-katamu setelah ini."
__ADS_1
Dalam satu hentakan kaki, Akira melesat sangat kencang mendekati Scorpion, menghasilkan gelombang udara yang sangat besar dan membawa terbang bebatuan sekitar.
"Cepat sekali." Scorpion terkejut menyaksikan kecepatan Akira lagi-lagi meningkat. Meski begitu dia masih bisa sedikit mengikuti kecepatan tersebut.
Memanfaatkan waktu yang tersisa, Akira mencoba menekan Scorpion dengan terus menyerangnya tanpa memberikan sedikitpun kesempatan baginya untuk bernafas.
'Sial, kekuatan serangannya juga ikut meningkat.' Scorpion mengumpat dalam hatinya tidak percaya Akira masih mempunyai kekuatan seperti ini.
"Bocah, sudah hentikan. Kau tidak akan bisa mengalahkanku. Terima saja nasibmu itu."
Scorpion kali ini mulai dibuat tidak berkutik melawan Akira. Dia terus dipaksa pada posisi bertahan olehnya.
Meskipun mantel nerakanya bisa membuat Akira terluka seperti tadi hanya dengan menyentuhnya, tetapi Scorpion masih cukup pintar untuk tidak memberikan celah bagi Akira menyerang karena sedikit saja dia membukakan celah, Akira kemungkinan bisa mendaratkan serangan mematikan seperti tadi.
Selagi terus menyerang, Api itu terus membakar tangan Akira hingga kini menjalar ke bahunya dan membakar sedikit demi sedikit baju **********. Api itu pun perlahan mulai ikut menyatu dengan aura keemasan milik Akira.
Scorpion sungguh dibuat tak berkutik oleh setiap serangan yang Akira lepaskan. Akira bahkan kini sudah mendaratkan beberapa serangan di tubuh Scorpion meski bukan di bagian vitalnya, dan luka dari serangan itu kembali tertutup seperti biasa.
"Apa yang kau pikirkan bodoh? Kalau kau terus menyentuh apiku, kau akan mati dengan cepat." Scorpion justru malah terlihat senang ketika Akira memberikan luka goresan pada tubuhnya.
"Hahaha! Kau sepertinya sudah gila, bocah! Sudah lebih baik kau mati saja sana! "
Apa yang dikatakan oleh Scorpion memang sepenuhnya benar, Akira sudah gila. Melihat Akira terus menyentuh apinya itu sama saja dia mempercepat kematiannya sendiri. Scorpion berpikir begitu karena dia tidak tahu alasan sebenarnya mengapa Akira bisa bertindak nekat seperti itu.
Pada kenyataannya Akira tidak sebodoh yang dia pikirkan. Akira berani melakukan hal senekat ini karena didorong oleh dua hal.
Pertama, jangan lupakan efek lifestyle dari kedua pedang milik Akira yang dimana setiap darah yang mengalir di pedangnya akan membuat efek tersebut meningkat hingga batas maksimal, sedangkan batas maksimal dari efek lifestyle yang dia miliki sekarang yaitu 20%. Artinya, meskipun HP yang Akira miliki saat ini terus berkurang tapi berkat efek lifestyle yang berhasil dia dapatkan dari setiap goresan luka pada tubuh Scorpion memberikan tambahan nyawa yang cukup besar baginya sehingga dia kini memiliki tambahan waktu untuk mengalahkan Scorpion.
Dan hal kedua yang mendorong Akira berani bertindak nekat seperti ini tentu saja karena efek dari mode berserkernya yang membuat dia sama sekali tidak merasakan rasa sakit sedikitpun, jadi dia bisa menyerang Scorpion sepuasnya tanpa perlu takut dengan yang namanya rasa sakit.
"Tunggu dulu, kenapa kau masih bisa bergerak seperti ini? Apiku seharusnya mampu memberikan rasa sakit yang teramat sangat pada tubuhmu. Terlebih lagi kau masih bisa bertahan sampai selama ini? Bagaimana bisa?! Bocah, siapa kau sebenarnya!" Scorpion terlihat sangat frustasi menyaksikan kenyataan tersebut. Di satu sisi dia sudah sangat lelah karena sejak tadi tidak diberi kesempatan untuk istirahat dan terus ditekan oleh Akira.
'Sial, bocah sialan ini sama sekali tidak memberiku kesempatan. Kalau terus begini aku bisa kalah...'
Akira terus-menerus menyerang Scorpion. Bahkan saat waktu tiga menit itu sudah usai dan efek dari skill tadi sudah menghilang, Akira masih tidak berhenti melemparkan serangan pada Scorpion yang tampak sudah sangat kelelahan.
"Kau tadi tanya siapa aku?"
__ADS_1
Sampai pada beberapa pertukaran selanjutnya, Akira menemukan sebuah celah yang sangat besar untuk mendaratkan serangan pada Scorpion.
"Aku adalah pemeran utama di panggung ini."
Dalam jarak dekat, Akira melemparkan kedua senjatanya ke atas lalu mengepal erat satu tangannya hingga setitik cahaya terbentuk, sebelum ketika dia berseru, "One Fist God!" Pukulan mematikan didaratkan pada celah tubuh Scorpion, membuatnya terpental jauh hingga menembus tembok pembatas dan berakhir jatuh ke lahar yang sangat panas.
"BOCAH SIALAN!!!"
Akira berjalan mendekati pembatas yang sudah hancur itu untuk melihat keadaan Scorpion. Disana dia menemukan Scorpion sedang meronta-ronta ke atas, berusaha melepaskan diri dari jeratan beberapa makhluk yang menyerupai manusia disana yang berusaha membawanya ke dasar lahar.
"Bocah!! Aku akan membunuhmu!! Aku akan membunuhmu!!" Scorpion menatap Akira penuh kebencian yang dibalas oleh Akira dengan tatapan dingin.
"Lepaskan sialan! Jangan pegang tubuhku! Aku tidak mempunyai urusan dengan kalian! Lepaskan! Aku harus membunuhnya!"
Scorpion terus berusaha melepaskan diri dari jeratan makhluk tersebut namun mereka semua tidak berhenti memaksanya untuk ikut ke dasar lahar, bahkan beberapa makhluk di sana malah bermunculan ikut membantu.
"Membunuhku? Konyol sekali..." Akira tersenyum mengejek melihat keadaan Scorpion yang sungguh menyedihkan.
"Sialan!!" teriak Scorpion sebelum akhirnya dia dibawa ke dasar lahar oleh segerombolan makhluk tersebut.
Akira akhirnya bisa menghela nafas lega melihat tubuhnya kini tidak lagi terbakar, hanya saja terdapat luka bakar yang serius pada tubuhnya dan lagi baju dalaman yang dia pakai tadi telah lenyap terbakar dan dia kini dalam kondisi telanjang dada.
"Selesai sudah..."
Lenyapnya Scorpion dari pandangan Akira menandakan pertarungannya telah selesai. Akira berbalik meninggalkan pembatas itu mencoba mencari tempat yang layak untuk beristirahat. Kembali ke dalam mode asalnya, menyarungkan kedua senjatanya ke tempat semula.
Tepat ketika Akira berada di tengah-tengah tempat itu sesuatu yang mengejutkan terjadi. Tiba-tiba ada getaran hebat mengguncang tempat itu disusul dengan suara gemuruh yang berasal dari bawah tanah, membuat Akira menjadi kebingungan dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi?
"BOCAHH!!"
Sejurus kemudian Akira mendengar kembali suara Scorpion, dan ketika dia berbalik ke belakang, dia menemukan Scorpion tengah melayang di belakangnya kemudian mendarat kembali ke tempatnya kini berada.
Akira terkejut bukan main saat menyaksikan Scorpion masih hidup. Padahal api di tubuhnya tadi sudah padam, hal itu seharusnya membuktikan kalau dirinya seharusnya sudah mati!
"Mustahil..." Mata dan mulut Akira terbuka lebar tidak percaya dengan apa yang kini dia saksikan.
"Hahahah, kau pikir api mainan seperti ini bisa membunuhku, bocah? Apa kau tahu selama ini aku ada dimana? " Scorpion berkata dengan nafas terengah-engah dan seulas senyuman sinis terlukis di bibirnya.
__ADS_1