Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Item Bernilai


__ADS_3

Gildart meneguk salivanya sendiri disertai keringat dingin membanjiri seluruh tubuh saat mendengar jawaban Zero yang terdengar menantang apa yang baru saja dia ucapkan. Apalagi saat ditekan oleh kombinasi antara energi sihir serta aura sihir milik Zero secara bersamaan, dia tidak berhenti bergetar ketakutan.


'Ahkk! Sial! Apa yang aku bicarakan!' Gildart mengutuk mulutnya sendiri karena masih saja berani mengatakan hal bodoh seperti itu disaat nyawanya kini sedang dipertaruhkan.


Gildart semakin ketakutan apalagi saat melihat Gladius memainkan tangannya seolah ingin memperingatkan jika sekali lagi dia berani bermacam-macam dia akan mencengkram rantai yang melilit jantungnya.


Selain Gildart, kelima pengawal pribadinya yang kini terikat oleh rantai Gladius pun ikut ketakutan dengan energi sihir yang Zero tunjukkan. Meski mereka berlima berada di tingkat Magic Warrior tapi mereka bukanlah tandingan Zero yang merupakan seorang Magic Emperor.


Bukan hanya Zero saja, mereka juga takut dengan kemampuan Gladius. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena rantai yang melilit tubuh mereka sangat kuat dan membuat energi sihir mereka tersegel sehingga tidak ada yang bisa mereka lakukan selain pasrah.


Suasana dalam ruangan itu terasa mencekam selama satu menit sebelum Zero menarik aura sihirnya dan menyematkan cincin yang menekan kekuatannya kembali pada jarinya, suasana mencekam itu pun hilang dan mereka bisa kembali bernafas lega.


Zero menghela nafas pelan dan berkata, "Baiklah, aku akan berbaik hati padamu. Dua ribu koin emas, aku akan memberikanmu dua ribu koin emas. Sekali lagi kau berani meminta lebih dari itu bukan hanya kau saja yang akan kubuat bersimbah darah, seluruh orang yang ada di tempat ini dan keluargamu akan merasakan hal yang serupa."


Zero tidak ingin membuat Gildart mati ketakutan karena dia masih membutuhkannya untuk beberapa alasan. Dua ribu koin emas menurutnya hanya uang receh jika dia bisa mendapatkan jutaan koin emas dari menjual obat yang terbuat dari daun emas tersebut.


"Ja-Jangan! Kumohon jangan! B-Baik aku akan mengatakannya! Aku akan mengatakannya!" Gildart mengangkat kedua tangannya sambil berdiri, "Tunggu sebentar! Aku akan mengambil peta kota ini! Aku akan menunjukkan lokasinya pada kalian!"


Gildart segera bergegas menuju meja kerjanya untuk mengambil peta kota ini lalu kembali lagi ke tempat Zero dan Gladius.


"Ini tempatnya…" Gildart menunjuk lokasi tempat bangsawan kaya itu berada.


"Disana rupanya sumber uangku... " Zero tersenyum melihat lokasi bangsawan itu tidak terlalu jauh dari tempatnya sekarang, hanya butuh beberapa menit untuk sampai ke sana.


"Apa Tuan ingin ke sana sekarang?" Gladius bertanya.


"Nanti saja setelah ini selesai," jawab Zero. Gladius hanya bisa menuruti kemauannya.


"Baik, lupakan soal ini. Aku ingin membicarakan hal lain denganmu." Zero mengibaskan tangannya, mengalihkan pembahasan.


"Tenanglah, tidak perlu tegang seperti itu. Jika kau bisa bersikap baik, aku juga akan melakukan hal yang sama." Zero menegakkan tubuhnya ke belakang dan duduk santai seperti biasa.

__ADS_1


"Hal lain seperti apa itu, Tuan?" Gildart kini berusaha bersikap sebaik mungkin demi nyawanya.


Zero tidak menjawab melainkan berdiri lalu mengeluarkan satu karung besar dalam inventory-nya yang di dalamnya berisikan emas murni yang telah dibentuk menjadi batangan.


Semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut dengan apa yang Zero lakukan. Terlebih saat mendengar dari Zero apa yang ada di dalam karung itu.


Semuanya masih belum berhenti terkejut saat Zero mengeluarkan satu karung lain berisikan permata berwarna hijau yang tampak


mempunyai harga nilai yang sangat tinggi.


Gildart dan Gladius yang penasaran mendekati karung itu untuk memastikan.


"Dari mana Tuan mendapatkan semua ini?" Gildart bertanya dengan raut terkejut sambil mengambil satu batang emas murni yang beratnya satu kilo.


Gladius di dekatnya hanya mendengus pelan sambil tersenyum memandang Zero. Tuannya ini benar-benar melebihi perkiraannya. Dia baru pertama kali ini bertemu dengan makhluk istimewa dan menakjubkan seperti Zero. Dia memang tidak salah memilihnya.


"Oh, ini semua dari kejaraanku." Zero menjawab dengan nada biasa.


"Kerajaan?" Semuanya beraksi saat mendengar istilah tersebut.


"Tidak, aku memiliki kerajaanku sendiri. Dan yang pasti bukan dari tiga kerajaan yang kau kenal namun lokasinya masih termasuk di benua ini." Zero menjawab santai.


"Lalu, kerajaan mana itu, Tuan?" Gildart tambah penasaran karena setahunya hanya ada tiga kerajaan di benua ini.


"Aku akan memberitahukannya nanti, soalnya kerajaanku ini masih belum selesai dan aku masih belum ingin memberitahukannya pada orang luar. Untuk sekarang aku ingin menjual semua ini. Bagaimana? Apa kau bisa menentukan harga semuanya?" Zero menunjuk kedua karung besar itu.


"Maaf, Tuan. Di toko ini tidak menerima barang seperti ini, tapi aku mempunyai satu kenalan di ibukota kerajaan dan kebetulan dia adalah kakakku. Aku bisa menghubungkan Tuan dengannya jika Tuan ingin menjual semua ini," ujarnya dengan nasa bersalah.


"Begitu, ya…" Zero menghela nafas pelan," Ya sudah, nanti kau hubungkan aku dengannya." Zero memasukkan kedua karung itu kembali ke dalam inventory-nya lalu mengambil item lain dan duduk di kursinya seperti semula.


Gladius dan Gildart kembali duduk seperti semula.

__ADS_1


"Kalau begitu bagaimana dengan yang ini?" Zero meletakkan sebuah kristal berwarna hijau gelap ke meja di depannya. Kristal hijau itu didapatkan dari monster tumbuhan yang saat itu dia habisi. Menurutnya item itu pasti mempunyai harga nilai yang tinggi, terlebih saat merasakan ada esensi sihir yang kuat di dalamnya.


"Ini…" Gildart mengambil kristal itu lalu menelitinya.


"Tunggu sebentar." Gildart meletakkan kristal itu ke meja dan bergegas ke tempat meja kerjanya untuk mencari item yang bisa menilai kualitas item untuk membuktikan seberapa bernilai item tersebut.


"Apa itu?" Zero penasaran dengan benda yang mirip kaca pembesar di tangan Gildart.


"Oh, ini namanya Kaca Pembuktian. Ini dibuat khusus oleh seorang alchemist yang memiliki keahlian yang tinggi dan hanya ada beberapa di kerajaan ini. Dengan ini aku bisa mencari tahu informasi tentang suatu item untuk membuktikan seberapa bernilai item tersebut," jelas Gildart.


"Apa kau mempunyai satu lagi item seperti ini?" Zero tertarik memilikinya.


"Maaf, aku hanya mempunyai satu, Tuan." kata Gildart sambil kembali duduk.


"Apa boleh buat." Zero menghela nafas pelan.


"Coba nilai item itu." Zero menunjuk kristal hijau di depannya. Gildart mengangguk kemudian mengambilnya.


"Hm...Aku pernah melihat item seperti ini…" Gildart mulai mencari tahu khasiat atau kegunaan item tersebut.


"Kalau boleh tahu dimana Tuan mendapatkannya?" tanya Gildart tanpa mengalihkan fokusnya ke kristal hijau itu.


"Dari monster tumbuhan yang aku bunuh."


"Begitu…" Gildart selesai menelitinya dan kembali fokus pada Zero. Dia lalu menjelaskan hasil penelitiannya.


"Item ini khasiatnya mirip seperti inti monster, tapi bedanya item ini bukan untuk membuat lingkaran atau sirkuit sihir melainkan meningkatkan kekuatan elemen seseorang atau membantu membuat elemen baru bagi seorang penyihir. Ini item yang cukup langka, aku saja hanya mempunyai beberapa di toko ku," jelasnya penuh kekaguman.


"Oh, kau menjual item seperti itu juga?" Zero lebih tertarik dengan informasi terakhir yang Gildart ucapkan.


"Ya. Aku menjual item-item untuk mengembangkan potensi seorang penyihir seperti contohnya inti monster dan kristal hijau itu. Namun harganya tidaklah murah, Tuan. Apa Tuan tertarik membelinya?" Gildart tersenyum, merasa ini waktunya dia mendapatkan keuntungan yang besar.

__ADS_1


"Tentu saja. Kalau ada aku akan membeli semuanya." Zero tersenyum puas. Dengan semua item itu dia bisa membuat dirinya dan rekan-rekannya bertambah kuat.


"Baik, aku akan menyediakannya, Tuan." Gildart juga merasa puas ada seseorang yang memborong semua item itu secara harga dari satu item itu tidaklah murah. Dia bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari menjual semua itu.


__ADS_2