
Charla dan Sherria kali ini tidak menutupi matanya saat menyaksikan bagaimana Zero membunuh mereka semua. Kedua kakak beradik itu terpana melihat gerakan Zero yang begitu terampil dan cepat hingga mampu membunuh mereka semua hanya dalam hitungan detik saja.
"Tuan memang hebat…" Fluffy sendiri terkesan menyaksikannya.
Selesai membunuh semua anggota party itu, Zero melesat pergi mengejar ketuanya yang kini kabur meninggal anggotanya setelah menjadikan mereka semua umpan.
Di saat Zero pergi mengurus Rogue, Charla dan yang lainnya hanya bisa menunggu di tempatnya.
"Nee-san, apa Zero-sama baik-baik saja?" tanya Sherria yang cemas.
"Tenang saja. Zero-sama kuat, dia pasti baik-baik saja…" jawab Charla menenangkan adiknya.
"Benar. Tuan pasti bisa melawannya," timpal Fluffy.
"Cuit, cuit…"
Ketika mereka bertiga sedang membicarakan kondisi Zero, Rimuru yang selalu bersembunyi dari balik kerah baju Fluffy keluar. Dia melompat ke bawah dan menghampiri mereka yang telah tewas.
"Rimuru-chan, mau kemana kau!" Fluffy dan yang lainnya mengikuti kemana Rimuru pergi.
Rimuru melompat-lompat sampai berhenti tepat di depan mayat anggota Rogue tergeletak.
"Rimuru-chan apa yang ingin kau lakukan pada mereka?" tanya Fluffy.
"Cuit, cuit…" Rimuru tersenyum ke arah mereka lalu mengubah dirinya ke ukuran yang begitu besar dan baru pertama kali ini mereka lihat.
"Mengagumkan…" Mereka terkagum melihat Rimuru bisa mengubah bentuknya hingga ke ukuran seperti ini.
Rimuru mengalihkan pandangannya pada semua mayat itu sebelum mencairkan tubuhnya dan memasukkan mereka semua ke dalam tubuhnya.
"Rimuru-chan kenapa kau memakan mereka? Cepat muntahkan!" Baik Fluffy mau Charla dan Sherria terkejut melihat tindakan Rimuru.
Rimuru hanya tersenyum menanggapi reaksi mereka sebelum sesaat kemudian dia membuat bentuk tubuhnya menjadi seorang anak laki-laki tampan yang sepantaran dengan Fluffy.
"Eh~!" Charla dan yang lainnya lagi-lagi terkejut dengan apa yang Rimuru lakukan.
Sementara Rimuru cengengesan sambil mengusap belakang kepalanya. Dia selama ini sudah menunggu jasad seseorang yang bisa dia makan untuk membuat tubuh manusia agar bisa berinteraksi dengan mereka.
"Rimuru-chan apa benar ini dirimu?" Fluffy memukul-mukul pelan pipi Rimuru untuk memastikan kalau itu adalah slime yang selama ini selalu bersembunyi di balik kerah bajunya.
"Emm! Ini aku!" jawab Rimuru sambil tersenyum berseri.
"Benarkah?"
"Emm!" Rimuru mengangguk mantap.
"Huahh~ Uppa!" Fluffy yang senang langsung memeluk erat Rimuru sambil melompat-lompat.
"Hebat...kau ternyata bisa berubah menjadi manusia seperti ini…" Charla terkesan melihat bentuk manusia Rimuru.
"Rimuru-chan lucu sekali…" Sherria mencubit pipi Rimuru yang agak tembem.
"Charla, Sherria, Flo…" Rimuru memanggil nama mereka.
"Huahhh~ kau mengenal nama kami." Charla mengelus-elus rambut putih Rimuru.
"Salam kenal." Rimuru menunjukkan senyuman berseri.
__ADS_1
"Salam kenal juga." Charla dan Sherria membalas senyumannya.
Di tengah keasyikan mereka bercakap-cakap membicarakan tentang tubuh baru Rimuru jeritan yang sangat keras memecah perhatian mereka.
"Itu pasti Zero-sama," terka Charla.
"Tuan sekarang pasti sedang menghukum orang itu," kata Fluffy sambil melepas pelukannya.
"Apa perlu kita menyusulnya?" tanya Sherria.
"Tidak, lebih baik kita tunggu saja disini seperti perintah Tuan," saran Fluffy.
"Benar."
Tidak ingin terlalu memikirkan Zero, Charla dan yang lainnya kembali memusatkan pandangannya pada Rimuru dan melanjutkan percakapannya.
"Rimuru-chan, Zero-sama pasti terkejut melihatmu," kata Sherria tersenyum.
"Aku tidak sabar ingin melihat ekspresinya nanti..."
*~*
Setelah beberapa waktu menunggu sambil berbincang-bincang dengan Rimuru, Zero akhirnya muncul dari hadapan mereka dalam bentuk anak-anak.
"Zero-sama…" Charla dan yang lainnya melambaikan tangannya pada Zero.
"Apa Zero-sama baik-baik saja?" tanya Charla saat Zero berdiri di depannya.
"Seperti yang kau lihat." Zero merentangkan kedua tangannya memperlihatkan kalau dirinya dalam keadaan baik.
"Oh, iya, Zero-sama, kita sekarang mempunyai anggota baru." Charla tersenyum penuh makna sambil menutupi sosok yang kini bersembunyi di belakangnya
"Anggota baru? Siapa?" Zero mengerutkan dahinya.
"Ini dia! Tara…" Charla menunjukkan anggota baru itu pada Zero.
"Siapa anak ini?" Zero menyatukan alisnya memandangi bocah di depannya yang tidak dia kenali.
"Coba tebak siapa?" Charla dan yang lainnya tersenyum, menunggu Zero sampai menyadarinya.
"Hmm..." Zero mengelus dagunya mengamati anak laki-laki berambut putih yang jauh lebih pendek darinya itu dari atas sampai bawah.
"Dia Rimuru-chan, Zero-sama…" Charla menjelaskan.
"Hah? Yang benar?" Zero terkejut sekali mendengarnya. Dia tidak yakin jika sosok yang ada di depannya ini ternyata adalah slime yang selalu bersembunyi di balik kerah baju Fluffy.
"Benar, Zero-sama." Mereka membenarkan.
"Sungguh?"
"Emm!" Mereka mengangguk bersama.
Zero mengamati Rimuru lebih dekat lalu mencubit kedua pipinya, "Huuaah~ Hebat...kau bisa berubah menjadi manusia seperti ini rupanya. Kalau begini sekarang kau pasti bisa lebih diandalkan," ujar Zero melepaskan cubitannya
"Aku akan melaksanakan semua perintahmu, Tuan," kata Rimuru penuh kesetiaan. Zero membalas dengan anggukkan kepala.
"Bagaimana caranya kau bisa berubah seperti ini?" tanya Zero penasaran.
__ADS_1
"Aku memakannya..." Rimuru menunjuk ke arah jasad anggota party itu tadi tewas.
"Memakannya…?" Zero melihat ke arah telunjuk Rimuru dan baru menyadari kalau jasad mereka yang tadi tergeletak disana kini menghilang.
"Kau sungguh memakan mereka?" Zero memastikan.
"Emm!" Rimuru mengangguk mantap. Yang lainnya ikut membenarkan pernyataan Rimuru karena mereka tadi melihatnya secara langsung.
"Hmm…" Zero mengamati kembali tubuh Rimuru.
"Kalau kau memakan mereka itu berarti... kau pasti mempunyai kekuatan mereka juga, benar begitu?" tebak Zero penuh harap, berharap kalau itu benar.
"Et-to...Tidak, Tuan. Aku hanya bisa merubah bentukku saja." Rimuru tersenyum kaku sambil mengusap belakang kepalanya.
"Oh, begitu, ya…" Zero menghela nafas kecewa.
Zero kali ini mencoba mengamati tubuh Rimuru menggunakan skill Deep Eyes-nya, berharap ada sesuatu yang bagus dalam dirinya.
'Meski dia belum bisa menggunakan sihir yang lebih bagus tapi energi sihir dalam dirinya lumayan besar juga... Biarpun dia hanya seekor slime sepertinya suatu saat dia bisa menjadi orang yang hebat,' ujar Zero dalam hatinya mengamati fondasi sihir dalam diri Rimuru.
"Tidak apa-apa. Nanti kau akan berlatih denganku sampai kau bisa menjadi orang yang bisa diandalkan." Zero memegangi pundak Rimuru.
"Baik, Tuan!" Rimuru mengangguk semangat.
"Baiklah, karena semuanya sudah selesai sekarang mari kita pulang."
Zero bersama yang lainnya melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Tapi sebelum itu…" Zero menghentikan langkahnya dan menoleh sedikit ke ke samping.
"Oi, kau yang ada disana… aku tidak tahu apa tujanmu selama ini mengikutiku, tapi jika dalam hitungan tiga kau masih tidak mau keluar, aku akan membunuhmu," ancam Zero pada orang yang sejak tadi mengamatinya.
Orang itu keluar setelah mendengar ancaman Zero. Dia muncul dari balik pohon dan tersenyum ramah menghampiri mereka.
"Mengesankan...ini untuk kelima kalinya ada orang yang bisa merasakan kehadiranku." Sosok yang mengikutinya itu tak lain adalah pria berambut putih dengan mata merah dan sebelah gigi taringnya sedikit panjang.
Charla dan yang lainnya baru pertama kali ini melihat pria berambut putih itu sedangkan Zero pernah melihatnya sekali saat pertama masuk di penginapan.
"Siapa kau? Untuk apa kau mengikutiku selama ini?" Zero bertanya dengan nada tidak suka.
"Sebelumnya aku ingin minta maaf kalau kehadiranku sudah membuatmu tidak nyaman. Aku bukan siapa-siapa. Aku juga disini tidak mempunyai maksud tertentu atau bahkan berniat mencelakaimu. Selama ini aku mengikutimu karena aku tertarik padamu," ujar pria berambut putih tersenyum ramah.
Zero mencoba membaca sosok pria berambut putih itu menggunakan mata bijaknya. Setelah diteliti dia sama sekali tidak menemukan apapun, atau lebih tepatnya sifatnya tidak bisa ditebak.
Dia tidak bisa menebak apakah pria berambut putih yang selalu tersenyum ramah ini adalah orang baik atau bukan, tapi yang pasti apa yang diucapkannya barusan tidaklah bohong, memperlihatkan kalau dirinya tidak berani bermacam-macam dengannya apalagi setelah melihat wujudnya saat ini.
"Tertarik padaku maksudmu?" tanya Zero.
"Mungkin Anda akan terkejut mendengar hal ini…" Pria berambut putih mengusap belakang kepalanya seiring mendekati Zero lebih dekat lagi, "Aku tertarik menjadi bawahanmu seperti mereka," lanjutnya sambil menunjuk keempat orang di samping Zero.
Zero mengerutkan dahinya belum mengerti. Begitu dengan yang lainnya.
"Ah, maaf... aku akan ulangi semuanya lebih jelas lagi…" Pria berambut putih itu menekukkan lututnya, bersikap hormat di depan Zero.
Dia kemudian berkata,
"Perkenalkan namaku Gladius, tolong izinkan aku untuk menjadi bawahanmu…"
__ADS_1