
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
"Sepertinya kau terlalu percaya diri sampai berani melawanku seorang diri seperti ini. Atau jangan-jangan kau terlalu bodoh." ejek Akira dengan satu sudut alisnya meninggi.
Seakan tidak peduli dengan ejekan Akira, Rainbow Knight terus berjalan mendekatinya sambil menyeret pedang besar di satu tangannya hingga jarak antara keduanya hanya menyisakan beberapa langkah saja.
"Sebenarnya aku ingin bertanya, kenapa namamu disini Rainbow Knight, padahal seharusnya akan lebih cocok kalau namamu itu White Knight, atau jauh lebih bagus Stupid Knight. " Akira mengejek selagi mulai memasang kuda-kuda, bersiap dengan kedua senjatanya. Jarak antara keduanya hanya menyisakan tiga langkah lagi.
"Tapi sayangnya orang bisu sepertimu tidak bisa menjawabnya, ya, " ejek Akira lagi sebelum sesaat berikutnya dia menyerang duluan.
Menggunakan daggernya, Akira menyerang Rainbow Knight. Sekeras apapun zirah yang digunakan oleh Rainbow Knight semuanya tidak akan berpengaruh pada senjata Scarlet Phantom yang Akira gunakan. Dia menyayat zirah putih yang digunakan hingga menorehkan beberapa luka sayatan yang cukup dalam disana.
Empat sayatan sudah Akira toreh tapi Rainbow Knight masih tidak menyerang balik maupun bereaksi, bahkan senjata yang dipegangnya pun sama sekali tidak diangkat.
"Bodoh, apa kau meremehkanku?
Baguslah kalau begitu. Akan lebih cepat misi ini selesai kalau kau berdiam seperti itu."
Akira kembali menyerang, satu serangan berikutnya akan memberikan ekstra damage sebanyak 7%. Dia meloncat, mengarahkan serangan tersebut pada leher zirahnya.
Begitu Akira selesai mendaratkan satu sayatan yang sangat dalam pada leher zirahnya, tiba-tiba sesuatu terjadi.
Zirah yang dipakai Rainbow Knight yang semula berwarna putih tiba-tiba berubah menjadi warna biru. Semua luka sayatan yang Akira toreh pun menghilang seiring berubahnya warna zirah tersebut.
"Ho~ Apa sekarang kau ingin mengganti nama menjadi Blue Knight?" ejek Akira sebelum menyerang kembali.
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Rainbow Knight mengangkat senjatanya. Dia bereaksi pada setiap serangan yang Akira arahkan meski gerakannya terlihat sangat lambat.
"Apa-apaan ini? Dia memang mempunyai HP yang sangat tebal, bahkan jauh lebih tebal dari semua monster yang pernah aku hadapi. Pertanyaannya, kenapa kemampuannya hanya berada di tingkat low-grade saja? Apa ini yang namanya boss?" gumam Akira menyadari Boss lawannya kali ini terlalu lemah.
Berikutnya disaat Akira mendaratkan beberapa serangan beruntun, alih-alih membuat Rainbow Knight itu tumbang malahan sesuatu seperti sebelumnya terjadi kembali. Secara tiba-tiba warna zirahnya kembali berubah, dari yang awalnya berwarna biru menjadi warna hijau meliputi luka sayatannya yang juga menutup.
__ADS_1
"Sekarang apa, Green Knight?" Akira mengerutkan dahinya sambil tersenyum kecut.
Beberapa serangan berikutnya, lagi-lagi warna zirahnya kembali berubah, dari hijau menjadi warna kuning. Dari perubahannya kali ini Akira menyadari reaksi Rainbow Knight pada serangannya meningkat pesat.
"Sekarang dia berada di tingkat High grade?" terka Akira saat melihat reaksi Rainbow Knight pada saat menerima setiap serangannya kali ini berbeda.
"Begitu, ya...jadi seiring berubahnya warna, maka kekuatannya juga akan ikut berubah." Akira manggut-manggut memahami.
"Merepotkan."
Dor! Dor! Dor!
Memperlebar jarak, Akira memanfaatkan serangan jarak jauh. Kali ini dia sedikit berhati-hati melawan Rainbow Knight begitu melihat Rainbow Knight tidak lagi pada posisi bertahan, dia sedikit menyerang balik.
"Fire Ball!" Bola-bola api keluar dari mulut Akira mengarah ke arah Rainbow Knight, namun di levelnya sekarang dengan sedikit usaha Rainbow Knight mampu menghindari serangan tersebut. Sayangnya serangan yang Akira lepaskan barusan tidak ditujukan untuk menyerang melainkan sebagai pengalihan.
Melihat Rainbow Knight kini teralihkan, Akira segera mengambil kesempatan untuk menyerang. Dia melempar dagger miliknya sekuat tenaga, melesat secepat kilat hingga menancap dalam di kepala Rainbow Knight, menembus sampai ke ujungnya.
Rainbow Knight akhirnya tumbang dalam posisi berlutut.
Menggunakan skill Infinity Touch-nya, Akira menarik senjatanya kembali,"Maaf, aku tidak memiliki banyak waktu meladenimu." Akira menyarungkan kedua senjatanya setelah merasa misinya telah selesai.
Ketika dirinya berpikir bahwa misinya telah selesai karena telah berhasil membunuh Rainbow Knight, mata Akira lagi-lagi dikejutkan oleh perubahan warna selanjutnya yang terjadi pada Rainbow Knight. Warnanya berubah menjadi oren ke merah-merahan, bersamaan dengan Rainbow Knight kembali bangkit dari posisinya.
"Masih hidup?" Akira menggaruk kepalanya risih, mau tidak mau dia harus menarik senjatanya lagi.
"Sepertinya aku salah mengira soal namamu tadi. Kurasa kau memang cocok dengan nama itu."
Selesai berkata demikian, Akira melesat ke arah Rainbow Knight dan menyerangnya dari jarak dekat. Menggunakan daggernya, Akira bertukar beberapa serangan melawan Rainbow Knight.
Dengan kedua tangan memegang pedang, Rainbow Knight menahan setiap serangan Akira dan sesekali menyerangnya balik.
Akira terkejut saat menyaksikan kekuatan serangan yang Rainbow Knight lepaskan sekarang.
"Yang benar saja. Dia sekarang berada di tingkat high-grade ke atas?"
Tingkat kekuatan Rainbow Knight kembali meningkat, dia sekarang berada di tingkat pertengahan Highest-grade. Ini baru pertama kalinya Akira merasakan kekuatan monster di tingkat ini.
__ADS_1
Meskipun demikian, dengan status level dan senjatanya sekarang, Akira masih mampu melawan monster seperti ini jika satu lawan satu.
Benar saja, dalam beberapa pertukaran serangan, Akira mulai mendominasi pertarungan, hingga sejurus kemudian dia berhasil menemukan celah untuk mendaratkan serangan yang mematikan.
Sretttt! Akira menyayat dalam zirah Rainbow Knight dari area sisi perut sampai ke sisi ujungnya. Berikutnya Akira menempelkan senjata Ivory-nya pada pusat perut Rainbow knight dan memuntahkan satu tembakan penuh ke area tersebut hingga membuat Rainbow Knight terpukul mundur puluhan meter.
{Fatigue: 48}
"Apakah sudah selesai?" Nafas Akira sedikit memburu. Pandangannya terpaku pada kondisi lawannya yang kini terkapar karena serangan barusan.
"Tidak, kurasa masih belum." Akira bisa melihat, untuk kesekian kalinya warna zirah Rainbow Knight berubah.
Sekarang warnanya berubah dari yang awalnya berwarna oren kemerah-merahan menjadi merah sempurna seperti darah dengan diselimuti aura hitam pekat yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Akira menelan ludah. Dia merasa ini bukanlah kabar baik. Aura yang dikeluarkan oleh Rainbow Knight saat ini terasa sangat berbeda dari yang sebelumnya. Aura yang dikeluarkan berhasil membuat Akira sedikit terintimidasi.
Tidak seperti sebelumnya Akira menyerang, kini Rainbow Knight yang melesat lebih dulu ke arahnya dengan pedang terhunus tajam seperti bersiap membelah tubuh kecil Akira.
Trang! Pedang dan belati berbenturan.
Akira dengan segenap tenaga berusaha menahan serangan pedang yang Rainbow Knight lepaskan namun naas usahanya tidak berhasil, kekuatan yang Rainbow Knight lepaskan pada satu serangan tersebut terlalu mengerikan. Akira terpukul mundur sangat jauh hingga menembus beberapa pilar disana dan berhenti di ujung tembok.
"Ugh! Kenapa kekuatannya harus meningkat sebesar ini!"
{HP: 4214/5500} —> (-1286)
Darah segar keluar dari mulut Akira. Dia tidak menyangka kekuatan Rainbow Knight akan meningkat setinggi itu.
Berdasarkan serangan barusan, Akira memperkirakan kalau tingkat kekuatan Rainbow Knight sekarang setidaknya berada di tingkat Highest-grade ke atas. Dia berpikir ini mungkin tingkat terakhir Rainbow Knight, tingkat sebenarnya dari boss yang harus dia lawan.
Akira merogoh kantong ajaib di pinggangnya lalu mengambil dua potion di sana, satu potion sebagai pemulih stamina dan satu lagi sebagai pemulih HP. Dengan segera Akira mengkonsumsi keduanya.
{HP: 5500/5500} —> (+1286) {Fatigue: 10} —> (-43)
Selesai meminumnya, Akira lantas bangkit dari posisinya. Jarak dirinya dengan Rainbow Knight kini terpisah puluhan meter.
Meskipun jaraknya jauh, dalam beberapa tarikan nafas saja Rainbow Knight sudah berdiri di depannya dan langsung mengangkat pedangnya menyerang Akira.
__ADS_1
Akira tidak lagi mencoba menangkisnya setelah tahu kekuatan serangnya mampu membuatnya terpukul mundur sangat jauh. Dia lebih memilih untuk terus menghindar dan memanfaatkan jarak sebelum menyerang.