
Zero bersama yang lainnya kembali ke guild untuk melaporkan hasil quest yang berhasil mereka selesaikan.
Saat membuka pintu masuk guild semua petualang yang ada di dalam segera menghentikan aktivitasnya dan terkejut saat menemukan party Zero telah kembali dengan selamat, padahal mereka baru saja sedang membicarakan nasibnya.
Semua petualang lalu mengerutkan dahinya saat melihat ada dua orang tambahan yang kini mengikuti Zero.
Mereka mengenali salah satunya dan bertanya-tanya, kenapa dia ikut bersama party itu? Sebab mereka mengenal, pria yang selalu memasang wajah ramah itu merupakan seorang petualang solo yang selalu menyendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan rumor yang beredar terlepas dari wajahnya yang ramah dia merupakan orang yang berbahaya.
Kedatangan Zero bersama party-nya disambut heboh oleh para petualang pemula dan juga senior yang segera mengerumuninya karena penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
"Apa yang terjadi dengan mereka? Kenapa hanya kalian saja yang kembali?" tanya petualang pemula mewakili rasa penasaran yang lainnya.
"Oh, mereka sudah tewas," jawab Zero datar, malas menanggapi pertanyaan mereka.
"Hah?! Yang benar saja?!" Seru mereka terkejut.
"Tewas katamu?"
"Mustahil."
"Bagaimana bisa mereka tewas sedangkan kalian tidak?" Para petualang pemula meragukan pernyataan Zero.
Di samping lain anggota party yang kemarin pernah berurusan dengan Zero sudah menduga kalau para penghancur pemula itu akan bernasib sial setelah berhadapan dengannya. Mereka mengelus dadanya, merasa beruntung karena masih bisa menyelamatkan nyawanya saat itu.
Gladius yang melihat tuannya seperti pusing menanggapi mereka semua segera berinisiatif mengambil tindakan.
"Benar semuanya, mereka semua sudah tewas. Aku melihatnya secara langsung saat kebetulan sedang berada disitu," jawab Gladius menengahi keraguan mereka.
"Sungguh?"
"Tentu. Saat itu mereka tewas dihabisi oleh segerombolan monster sedangkan mereka berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan padaku." Gladius meyakinkan mereka.
"Sulit dipercaya…" Meski wajah mereka dipenuhi oleh rasa tidak percaya namun seulas senyuman yang terlukis di belahan bibir mereka menandakan kalau mereka bahagia.
"Hahahah! Akhirnya mereka mati juga!"
"Rasakan itu sialan!"
"Dengan begini tidak ada lagi yang akan mengganggu kita!"
Para petualang pemula senang sekali mengetahui para pengganggu itu kini telah tiada.
Sementara itu di lantai atas para petualang profesional cukup dikejutkan dengan kabar kematian Rogue dan anggotanya.
__ADS_1
"Apa kau yakin orang seperti mereka tewas begitu saja hanya karena melawan monster?" tanya petualang profesional pada rekan di sampingnya yang tidak percaya akan informasi tersebut.
"Tidak. Mereka tidak mungkin tewas semudah itu. Jikapun mereka tewas saat melawan monster seharusnya mereka yang masih pemula juga ikut tewas. Tapi anehnya mereka masih bisa selamat dan bahkan mereka terlihat baik-baik saja tanpa luka sedikitpun. Ditambah lagi aku kenal orang seperti mereka tidak akan pernah berani bertindak nekat seperti itu hanya untuk melawan monster dan lebih mementingkan nyawanya sendiri, " ujar rekannya berdasarkan apa yang dia ketahui.
"Hmm...Pasti ada sesuatu dengan mereka…" Petualang profesional mengamati Zero dan anggota party-nya.
"Ya. Aku juga berpikiran sama. Apalagi dengan ketua party itu. Melihat orang seperti Gladius seperti berusaha mendekatinya kelihatannya dia bukan orang biasa..." ujar rekannya mengamati Zero dan Gladius secara bergilir.
Zero bersama anggota party-nya yang masih dikerumuni para petualang menerobos masuk, mengabaikan mereka yang terus melontarkan pertanyaan dan menuju ke tempat administrasi.
Belum sempat Zero berkata, Clarise yang menjadi admin disitu sudah lebih dulu memotong.
"Lebih baik kita membicarakan ini di dalam," ajaknya terdengar serius.
Zero bersama yang lainnya dibawa ke suatu ruangan kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Apa kalian berhasil menjalankan questnya?" Clarise membuka percakapan.
"Ya. Kami berhasil menyelesaikannya." Zero mengeluarkan bukti kalau dirinya sudah menyelesaikan quest tersebut.
"Dan ini semua inti monster yang kami dapatkan setelah membunuh monster itu," jelas Zero sambil tersenyum.
'Membunuh?' Clarise bereaksi saat mendengar istilah itu keluar dari mulut Zero, sebab sebelumnya dia mendengar Zero berkata dirinya dan anggotanya kabur saat berhadapan dengan monster itu.
'Dia tidak sedang berbohong…' Clarise tidak melihat kebohongan dari pernyataan Zero.
'Ini benar-benar asli...' batin Clarise berdasarkan pengamatannya.
"Lalu apa yang terjadi dengan yang lain?" tanya Clarise memperlihatkan wajah serius.
"Oh, mereka sudah tewas," jawab Zero datar dan Clarise tidak menemukan kebohongan dalam perkataannya.
"Coba jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana mereka bisa tewas sedangkan kalian tidak. Dan bagaimana caranya kalian bisa membunuh monster itu." Clarise meminta penjelasan, menatap Zero dengan tatapan curiga.
Zero menjawab secara mengada-ada jika dia bersama anggota party-nya berhasil melarikan diri saat monster itu sedang berhadapan dengan party Rogue.
Mengenai bagaimana caranya dia bisa mendapatkan inti monster itu yaitu ketika melarikan diri dia bertemu dengan Gladius, dan Gladius mengajak mereka untuk kembali menghadapi monster itu. Karena kebetulan saat kembali monster itu sudah sangat kelelahan, Gladius bersama party Zero akhirnya dapat menghabisi monster itu dengan mudah.
"Anda pasti berbohong, kan?" Clarise terkekeh mendengar cerita Zero yang terdengar jelas merupakan kebohongan.
'Dia…' Zero tersenyum kecut, terkesan mengetahui Clarise mampu membaca kebohongannya.
"Dia sebagai buktinya…" Zero menunjuk Gladius yang berdiri di sampingnya mencoba meyakinkan Clarise kalau itu bukan kebohongan.
__ADS_1
Namun Clarise masih menganggap kalau itu adalah kebohongan.
"Tidak. Anda pasti berbohong. Aku bisa mendengarnya dengan jelas." Clarise lalu menunjuk kedua telinganya yang panjang, "Asal kalian tahu saja, aku memiliki kemampuan pendengaran yang bagus. Dari bagaimana cara tempo jantungmu berdetak aku bisa mengetahui kalau anda sedang berbohong." Clarise tersenyum sambil mengalihkan telunjuknya pada dada Zero.
Charla dan yang lainnya yang sejak tadi diam terkesan mengetahui Clarise memiliki kemampuan seperti itu.
Sementara Zero yang mendengar pernyataan itu mendenguskan nafas geli seolah ada yang lucu, "Mengesankan…kau mempunyai kemampuan yang seperti itu...sungguh mengesankan..." kata Zero memuji.
"Ya. Aku memang berbohong..." Zero tersenyum mengakui.
Zero menghela nafas singkat lalu menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Clarise tanpa ada satupun yang ditutup-tutupi, terkecuali ketika saat mengencingi Rogue.
"Aku sengaja menutupi semua kejadian itu karena tidak ingin ada masalah yang terjadi." Zero mengakhiri penjelasannya.
"Jadi hukuman seperti apa yang harus aku terima setelah membunuh mereka?" tanya Zero tanpa menghilangkan senyumannya. Dia berharap sanksi yang didapat karena membunuh mereka tidak terlalu berat.
Clarise terdiam selama beberapa saat sambil menatap Zero datar sebelum berdiri dan mengulurkan tangannya pada Zero.
"Selamat anda sudah berhasil menyelesaikan sebuah quest rahasia," katanya sambil tersenyum.
"Eh?" Zero tidak menyambut uluran tangan Clarise karena tidak mengerti.
"Quest rahasia? Apa maksudnya itu?" Zero mengerutkan dahinya begitupun dengan yang lain. Mereka tidak mengerti dengan istilah quest rahasia yang dimaksud.
Clarise menarik tangannya kembali seiring duduk di kursinya lagi. Dia lalu menjelaskan pada mereka apa maksud quest rahasia itu.
"Anda sudah berhasil menyelesaikan quest rahasia karena sudah membantu kami mengatasi biang masalah di guild ini, yaitu party yang telah anda bunuh," jelas Clarise.
"Oh, jadi itu quest rahasianya." Zero tersenyum hambar, tidak menyangka jika ternyata ada quest seperti ini. Padahal dia sudah siap menerima hukuman atau sanksi setelah membunuh mereka.
Ini mungkin yang biasa disebut keberuntungan tak terduga!
"Benar. Selama ini mereka sering sekali membuat masalah dengan para petualang pemula. Setiap petualang pemula yang berurusan dengan mereka pasti keesokan harinya tidak akan kembali lagi kesini. Oleh karena itu kami membuat sebuah quest rahasia bagi siapa saja yang berhasil mengatasi mereka," jelas Clarise.
"Kalau memang begitu kenapa kalian tidak mengeluarkan mereka saja?" tanya Zero.
"Kami tidak bisa melakukannya, karena kami tidak mempunyai alibi yang kuat untuk membuktikan kalau mereka bersalah," jelas Clarise terlihat muram. Meski dia mampu membaca kebohongan seseorang tapi itu saja belum cukup untuk membuktikan semua itu.
"Begitu, ya…" Zero mengangguk-anggukan kepalanya paham.
"Kami sudah menyiapkan hadiah yang besar untuk anda karena anda sudah berhasil menyelesaikan quest rahasia ini." Clarise tersenyum lebar membuat Zero dan yang lainnya ikut tersenyum, penasaran akan hadiah yang dimaksud.
"Tunggu sebentar..." Clarise segera bangkit dari kursinya dan pergi dari ruangan itu untuk mengambil hadiah tersebut.
__ADS_1
Clarise kembali dengan membawa sekantong uang berisikan ratusan koin emas lalu menyerahkannya pada Zero.
"Huuahh~ Lucky…"Mata Zero berbinar saat melihat isi kantong itu.