
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
Semua ras duyung berkumpul seperti biasa di satu tempat. Dari roman-romannya terlihat jelas bahwa mereka sudah lama menantikan hari ini tiba.
Selama ratusan tahun mereka terpenjara layaknya ikan di dalam akuarium kini akhirnya mereka mempunyai kesempatan untuk bebas. Semua itu berkat Akira, seorang bocah manusia yang awalnya mereka hina kini menjelma menjadi pahlawan yang telah membukakan jalan bagi mereka.
"Apa kalian sudah siap?"
"Ya! Kami sudah siap!"
"Yosh! Waktunya berburu ikan!"
Semua orang berangkat menuju titik keluar dari tempat itu secara beriringan dengan dipimpin Zaltra bersama Akira di depan.
Para ras duyung yang akan ikut bertempur sudah menyiapkan beberapa hal yang dibutuhkan seperti senjata, tali pengikat serta perlengkapan lainnya yang akan digunakan sebagai rencana menaklukan Binatang Jahanam. Tak lupa mereka juga mengenakan atribut sepatu pemberian Akira yang selama lima hari ini sudah melekat di kaki mereka.
Setibanya di tempat tujuan, Akira keluar lebih dulu dari tempat itu. Setelah itu satu persatu ras duyung mulai menyusul keluar ke permukaan. Ketika berada di dalam air kaki para ras duyung akan berubah bentuk menjadi ekor ikan sampai ke bagian selankangan.
Satu persatu kemudian berenang ke atas dan berhenti tepat di area perbatasan pelindung.
"Apa kalian sudah mengerti dengan tugas yang aku berikan?" Akira memandangi mereka yang tidak akan ikut bertempur, diantaranya para perempuan dan lansia.
"Kami mengerti, Tuan." Mereka menunjukkan sebuah peluit kecil pemberian Akira yang terbuat dari kayu khusus.
"Baguslah kalau kalian sudah mengerti." Akira mengangguk puas. Dia kemudian melihat para ras duyung yang akan ikut bertempur dengannya.
"Sekali lagi apa kalian sudah siap? Jika kalian tidak siap lebih baik kalian diam saja bersama mereka disini." Akira mencoba memprovokasi semangat mereka.
"Kami sudah sangat siap!" seru mereka serempak.
Sekiranya ada tujuh puluh lima orang yang keseluruhannya laki-laki akan ikut andil dalam misi penaklukan Binatang Jahanam bersama Akira. Dari sinar mata mereka Akira bisa melihat bahwa mereka tampak sudah sangat siap mempertaruhkan nyawanya di garis depan.
"Kalau begitu kami berangkat." Akira bersama yang lainnya berpamitan sembari bergerak menuju keluar perbatasan.
"Hati-hati...!" Mereka yang tidak ikut melambaikan tangan sambil tersenyum memberikan semangat dan doa bagi semuanya.
Dengan dipimpin Akira mereka semua berenang menuju medan pertempuran.
*~*
Selama beberapa saat mereka menunggu akhirnya sosok yang ditunggu-tunggu mulai menampakkan diri. Ukuran Binatang Jahanam yang tiga sampai empat kali ukuran hiu biasa membuat bentuknya terlihat jelas meski dari kejauhan. Dari siluetnya terlihat dia tengah berenang mendekati Akira beserta yang lainnya.
"Benar...maju sini ikan kecil. Mari kita mulai pertempuran sebenarnya." Akira tersenyum lebar mengamati Binatang Jahanam yang kini tengah bergerak mendekat mengantarkan nyawanya.
Dengan segera semuanya mulai berpencar membentuk formasi sesuai dengan kelompok yang telah Akira tetapkan, kemudian memposisikan diri bersiap siaga dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Binatang Jahanam seperti biasa bergerak mengitari semua orang seperti sedang mengamati mangsanya sebelum memutuskan memilih mangsa yang ingin dia makan. Pembawaannya yang tenang tidak membuat para ras duyung menjadi lengah.
__ADS_1
"Semuanya, sudah saatnya kita beraksi." Akira tersenyum melihat kelompoknya yang tampak sudah jauh lebih siap dari dirinya.
Kelompok Akira yang terdiri dari sembilan orang yang sepantaran dengannya lebih dulu unjuk gigi memperlihatkan hasil latihannya selama lima hari ini. Mereka bergerak membelah air mendekati Binatang Jahanam dengan kecepatan yang mampu menandingi laju Binatang Jahanam.
Gerakan mereka yang cepat tentu saja dipengaruhi oleh sepatu pemberian Akira. Bukan hanya itu saja, hal lain yang membuat mereka bisa bergerak begitu cepat yaitu karena didukung oleh postur tubuh mereka yang kecil. Inilah alasan mengapa Akira lebih memilih mereka untuk ikut bertempur di garis depan bersamanya dibanding yang lain.
Para ras duyung dewasa lainnya terpana menyaksikan kelompok Akira mampu menandingi laju Binatang Jahanam dan bahkan mereka kini terlihat seperti sedang bermain-main dengannya. Semua yang menyaksikan merasa takjub akan keterampilan gerak mereka yang begitu lihai dan terkesan bernilai, padahal mereka hanya berlatih selama lima hari, itu yang mereka gumamkan.
Para ras duyung dewasa sungguh tidak menyangka jika suatu saat mereka yang lebih muda akan berperan besar bahkan melebihi perannya saat ini.
Akira bersama kelompoknya terus mengikuti laju Binatang Jahanam bergerak. Menggunakan kedua pedangnya, Akira mulai melontarkan serangan demi serangan untuk sebatas mengganggu, sementara Ludius dan sekawanannya bergerak secara acak tepat di depan muka Binatang Jahanam untuk memecah konsentrasinya. Mereka tidak sedikitpun terlihat takut dengan gigi-gigi tajam Binatang Jahanam yang tampak sudah siap mengoyak tubuh kecil mereka dalam sekali gigitan.
"Sudah waktunya pergantian pemain." Akira menoleh sesaat ke kelompok Zaltra yang seperti tidak sabar ingin ikut bermain.
Akira segera beralih berenang ke depan bersama Ludius dan sekawanannya, kemudian menyuruh mereka untuk melakukan rencana selanjutnya dengan cara menggiring Binatang Jahanam agar mengikutinya selagi terus mengganggunya.
"Ayo ikan jelek, coba tangkap kita."
"Hahah, ikan jelek apa hanya segini saja kemampuanmu?"
"Maju sini, kejar kita."
Akira bersama yang lainnya melemparkan ejekan pada Binatang Jahanam, mencoba membuatnya terpancing agar dia terus mengikutinya. Merasa terpancing dan seolah mengerti dengan apa yang mereka katakan, Binatang Jahanam pun akhirnya terbawa arus gerak Akira, mengikuti kelompoknya sesuai dengan ritme yang sudah direncanakan.
Selagi mengejek Binatang Jahanam, Akira bersama kelompoknya memancing Binatang Jahanam itu untuk bergerak ke arah kelompok Zaltra yang tampak sudah siap melakukan tugasnya.
Ketika jarak kelompok Akira sudah lumayan dekat, dalam satu gerakan yang terampil kini Zaltra bersama yang lainnya yang menggantikan tugas mengganggu Binatang Jahanam.
"Kuserahkan pada kalian!"
Binatang Jahanam beralih haluan dari mengejar kelompok Akira kini menjadi mengejar kelompok Zaltra. Kelompok Zaltra bergerak menggunakan kemampuan yang mereka punya dengan kecepatan yang tidak kalah cepat dengan para anak muda tadi.
Semua ras duyung kembali terpana menyaksikan bagaimana kelompok Zaltra beraksi. Mereka menjadi tidak sabar ingin ikut beraksi seperti yang lainnya juga.
Setelah lama berputar-putar, berenang kesana kesini mengganggu Binatang Jahanam, Zaltra bersama kelompoknya kemudian menggiring Binatang Jahanam itu ke kelompok Faltra.
"Kuserahkan pada kalian!"
"Ok, sekarang giliran kami!"
Dalam satu gerakan terampil yang sudah dilatih selama lima hari ini, mereka bergerak bertukar posisi dan membuat Faltra bersama kelompoknya yang kali ini dikejar oleh Binatang Jahanam.
"Hahaha, ikan jelek coba tangkap kita."
"Kami tidak takut lagi denganmu, bodoh."
"Sini makan pantatku."
Kelompok Faltra terlihat begitu puas mengejek Binatang Jahanam. Kepercayaan dirinya mereka dapat karena kini mereka mengenakan sepatu pemberian Akira.
Konsep rencana yang kali ini mereka tunjukkan cukup sederhana. Mereka hanya perlu bergerak mengganggu Binatang Jahanam dengan cara apapun itu, setelah itu mereka akan berganti tugas secara bergilir sesuai rencana yang sudah ditentukan.
__ADS_1
Satu persatu kelompok saling berganti tugas mengganggu Binatang Jahanam dengan tujuan untuk menguras sedikit demi sedikit tenaganya serta memancing Binatang Jahanam agar menggunakan kemampuan menghilangnya yang akan menjadi penghubung ke rencana selanjutnya.
Namun kelihatannya sejak tadi Binatang Jahanam masih belum memberikan tanda kalau dia akan menggunakan kemampuannya. Melihat tidak ada tanda-tanda itu, Zaltra bersama kelompoknya memutuskan mendekati Akira untuk menanyakan keputusan Akira selanjutnya.
"Sepertinya dia malah menikmati permainan yang kita buat." Akira tertawa pelan saat menyaksikan Binatang Jahanam seolah tidak merasa terganggu dan malah merasa senang bisa bermain-main dengan mangsanya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Hm...Tunggu saja beberapa putaran lagi sampai dia menggunakan kemampuannya." Zaltra bersama orang-orang di dekatnya dengan patuh menurut dan kembali ke posisi.
Selama beberapa saat berikutnya, setelah lima kali bergilir tugas mengganggu Binatang Jahanam, tetap masih tidak ada tanda kalau dia akan menghilang. Tak ingin menunggu waktu lama lagi, Akira akhirnya memutuskan untuk melakukan rencana lain.
"Kalian tidak lupa membawanya, kan?" Akira bertanya pada kelompoknya.
"Kami membawanya, Tuan." Ludius bersama yang lainnya menunjukan sesuatu berbentuk tabung seukuran genggaman tangan.
"Bagus." Akira mengangguk puas.
Menarik nafas panjang, Akira berteriak, "Semuanya! Lakukan rencana B!" titahnya.
Semua ras duyung segera menerima titah Akira dan mulai merubah posisi, bergerak dengan pola mengitari Binatang Jahanam yang masih mengikuti kelompok yang dikejarnya. Kelompok yang dikejar segera berpencar ikut bergabung dengan yang lainnya dan membentuk formasi yang membuat Binatang Jahanam kebingungan memilih harus mengejar siapa.
Binatang Jahanam berhenti bergerak tepat di tengah-tengah ras duyung yang kini bergerak mengitarinya sesuai rencana. Terlihat dia semakin kebingungan dengan keadaannya saat ini.
Beberapa putaran berikutnya para ras duyung kemudian bergerak bersamaan secara frontal mendekati Binatang Jahanam dan berpencar tepat setelah berada beberapa jarak di depannya.
Pada saat Binatang Jahanam teralihkan oleh aksi mereka tanpa disadari olehnya Akira dan kelompoknya muncul di paling akhir mengejutkan Binatang Jahanam. Di detik yang sama bersama kelompoknya, Akira kemudian melemparkan sesuatu yang mereka bawa yang tidak lain merupakan sebuah flashbang. Flashbang itu pun meledak tepat di depan muka Binatang Jahanam.
Tching…!
Bersamaan pandangan Binatang terbutakan oleh flashbang suara desingan yang mengganggu telinga ikut membutakan indra Binatang Jahanam yang lain.
"Stealth." Tidak ingin melepaskan kesempatan, Akira segera menghilang dan bergerak ke bawah menuju ke dekat ekor Binatang Jahanam.
"Itu dia." Di satu titik yang sulit untuk di jangkau, Akira menemukan sebuah benjolan seukuran kepalan tangan yang tidak lain merupakan titik lemah dari Binatang Jahanam. Dengan keadaannya sekarang Akira bisa mencapai titik lemah tersebut.
Akira segera bergerak menyerang dengan menggunakan kedua pedangnya.
"Rasakan ini!"
Srat!
Serangan yang Akira lepaskan memang sangat kuat namun hal itu masih belum cukup kuat untuk mengalahkan langsung Binatang Jahanam, tapi setidaknya serangan tersebut mampu memberikan rasa sakit yang sudah tidak pernah dirasakan oleh Binatang Jahanam.
"Semuanya hati-hati!!" seru Zaltra mengingatkan.
Binatang Jahanam bergerak tanpa arah karena merasa kesakitan ditambah pandangannya masih belum bisa melihat dengan jelas. Kecepatannya meningkat dua kali lebih cepat dari biasanya dan membuat mereka yang terlambat bereaksi seketika gugur setelah terkena tubrukan maupun kibasan ekor dari Binatang Jahanam yang sedang mengamuk.
"Menjauh darinya!"
Mengambil tindakan mereka segera bergerak menjauh. Mereka tidak ingin nasibnya sama seperti delapan orang kawanannya tadi yang gugur secara mengenaskan.
__ADS_1
Binatang Jahanam yang mengamuk membuat para ras duyung panik namun Zaltra dan Faltra segera mengambil tindakan untuk menenangkan mereka semua.
Di samping itu, Akira yang telah membuat Binatang Jahanam seperti itu tersenyum puas karena berhasil memberikan rasa sakit yang teramat sangat pada Binatang Jahanam.