
"Maaf, Zero-sama. Sherria menjadi seperti ini karena gara-gara diriku."
Charla sangat bersedih dan menganggap dirinya biang penyebab atas terputusnya tangan Sherria. Dirinya tak bisa berhenti menangis, menangisi kondisi adiknya yang kini tak memiliki tangan kanan.
"Nee-san...sudah...jangan salahkan dirimu…" lirih Sherria memegangi pipi Charla dengan tangan satunya, mengusap air mata yang mengalir di sana.
Sherria sendiri merasa lega karena bisa melindungi kakaknya dari terkaman monster tumbuhan tadi. Dia berhasil menyelamatkan nyawa kakaknya seperti yang pernah dilakukan olehnya saat menyelamatkan nyawanya kala itu.
Pada saat yang sama Sherria juga tentunya merasa bersedih karena dengan kondisinya yang seperti itu mulai sekarang dia tidak bisa banyak membantu Zero lagi.
"Tuan, tolong selamatkan, Sherria…" Fluffy dan Rimuru menangis, berharap Zero bisa menolongnya.
"Coba jelasakan, apa yang sebenarnya terjadi?" Zero mengerutkan wajahnya menatap mereka semua secara bergantian.
"Ini salahku, Zero-sama…" Charla kemudian menjelaskan kejadian sebelumnya pada Zero sambil terisak-isak.
"Zero-sama, maaf… mulai sekarang aku tidak bisa banyak membantumu lagi…" Sherria yang terbaring di pangkuan Charla tersenyum lemas menatap Zero sambil meneteskan sebulir air mata.
"Maaf, Tuan. Aku juga bersalah karena sudah lengah dan tidak mengamati situasi terlebih dahulu." Gladius meminta maaf sambil memegangi sebelah dadanya dan menundukkan sedikit wajahnya di depan Zero.
"Aku juga bersalah, Tuan. Jika saja aku bisa secepatnya melindungi Sherria, Sherria tidak akan menjadi seperti ini."
"Benar, aku juga bersalah, Tuan…"
"Tidak, ini semua salahku, Zero-sama. Sherria menjadi seperti ini karena mencoba melindungiku."
Semuanya saling menyalahkan dirinya sendiri atas kondisi Sherria saat ini.
"Sudah cukup, jangan ada yang menyalahkan diri kalian lagi. Tidak ada yang bersalah disini. Semua ini murni kecelakaan," tegas Zero.
Zero juga sebenarnya merasa bersalah karena terlalu percaya pada mereka. Padahal saat itu dia bisa saja memanggil pasukan undead-nya untuk membantu mereka.
Zero kemudian berjongkok melihat tangan Sherria yang terputus dari dekat lalu pandangannya bergeser ke tangannya yang sudah terputus itu. Tangannya yang terputus tergeletak tak jauh di dekat mereka dan tampak masih mengeluarkan darah.
"Jangan khawatir, aku akan membuat tangannya kembali lagi seperti semula." Zero mengambil tangan Sherria yang terputus itu tanpa menyentuhnya.
'Beruntung tangannya tidak tertelan atau hancur…' Zero merasa lega melihat tangan Sherria yang terputus masih dalam keadaan baik.
__ADS_1
Penuturan Zero seketika membangkitkan harapan mereka, berharap semoga yang dikatakan oleh Zero itu benar, semoga tangan Sherria benaran bisa kembali seperti semula.
"Apa Tuan sungguh bisa mengembalikan tangan, Sherria?" tanya Fluffy memastikan.
"Zero-sama…" Charla tampak dipenuhi harap. Sherria yang terbaring di pangkuannya turut mengharapkan itu.
Gladius di belakangnya lebih tertarik dengan aksi Zero selanjutnya ketimbang khawatir dengan kondisi Sherria.
"Ya. Kenapa? Apa kalian tidak mempercayaiku?" Zero tersenyum meyakinkan.
Fluffy dan Rimuru mengangguk mantap,"Aku percaya jika itu, Tuan."
"Benar, aku pun."
"Tolong, Zero-sama. Kumohon kembalikan tangan, Sherria." Charla menatap penuh mohon.
"Selama ada aku disisi kalian, aku akan melindungi kalian dalam keadaan apapun. Jadi sudah berhenti, jangan menangis lagi." Zero tersenyum mencoba menenangkan mereka. Mereka mengangguk menuruti kemauannya.
"Baik, sekarang posisikan tubuhnya dengan baik dan pegang tangannya dengan benar. Aku akan menyatukannya kembali…" Zero memberi instruksi.
Charla mengikuti instruksi Zero dengan menegakkan tubuh Sherria dan memposisikan tangannya dengan benar.
Rimuru menuruti perintah Zero dengan menghilangkan cairan yang digunakan untuk menahan darah yang keluar dari tangan Sherria.
Zero melambaikan tangan kirinya ke samping sampai sebuah benda berbentuk lingkaran muncul di punggung tangannya itu. Di dalamnya terdapat lilitan benang tebal yang dialiri energi sihir dengan beberapa jarum jahit tertancap di atasnya.
Semua orang disitu yang mengenali benda di tangan Zero mengamati secara seksama apa yang akan Zero lakukan selanjutnya.
Zero kemudian menutup matanya sampai ketika membuka matanya kembali, ekspresinya seketika berubah menjadi sangat serius. Fokusnya kini hanya terarah pada tangan Sherria seperti sedang mengamati setiap detil bentuknya.
Selanjutnya Zero memposisikan tangan Sherria yang terputus agar pas lalu menarik satu jarum yang terkait benang itu dan mulai menusukkan jarum itu ke tangan Sherria untuk menghubungkannya kembali seperti semula.
Zero melakukan itu dengan gerakan yang sangat cepat dan terampil. Semua orang yang menyaksikan aksi Zero terkagum-kagum, bahkan mata Gladius yang sipit sampai dibuat sedikit melebar menyaksikannya.
"Benang Kehidupan: Jahitan Penghubung Nyawa." Zero akhirnya selesai membuat rangkaian ikatan penghubung untuk menghubungkan kembali tangan Sherria.
"Pembuluh darah, tulang, saraf dan otot seratus persen sudah terhubung." Zero menarik benang terakhir di tangannya hingga akhirnya tangan Sherria menyatu kembali seperti semula.
__ADS_1
Benang Kehidupan: Jahitan Penghubung Nyawa merupakan salah satu kemampuan khusus class-nya yang lain, yaitu Support.
Seperti yang sudah terlihat, dengan menggunakan kemampuan ini, Zero dapat menghubungkan kembali anggota tubuh seseorang yang terputus menjadi seperti semula, asalkan anggota tubuh yang akan dihubungkan dalam keadaan baik.
Gladius tersenyum sambil menggeleng pelan setelah melihat Zero selesai menjahit kembali tangan Sherria yang terputus. Dia tidak tahu harus sampai kapan dirinya takjub seperti ini dengan Zero. Menurutnya kemampuan Zero sudah jauh melebihi seorang expert sekalipun.
Charla dan yang lainnya sangat senang dan lega melihat tangan Sherria bisa terpasang kembali ke tempatnya. Terutama Sherria, dia merasa sangat berterima kasih pada Zero karena telah memberinya kesempatan untuk berdiri di sampingnya lagi.
"Sekarang minumlah." Zero menyerahkan Potion Health kelas tinggi pada Sherria guna memulihkan wajahnya yang pucat karena kehabisan darah.
"Coba gerakkan tanganmu," pinta Zero setelah Sherria meminum potion itu.
Menuruti kemauan Zero, Sherria perlahan menggerakkan tangan kanannya. dirinya bisa memastikannya sendiri kalau tangannya yang tadi terputus dan kini terpasang kembali bisa digerakkan.
"Sherria! Syukurlah tanganmu kembali lagi! Aku sangat mengkhawatirkanmu!" Charla memeluk erat adiknya diliputi air mata haru karena bahagia, "Maafkan aku... Maafkan aku...Dan terima kasih sudah menyelamatkanku," lanjutnya.
"Sherria!" Fluffy dan Rimuru ikut memeluk Sherria sambil menangis.
"Maaf sudah mengkhawatirkan kalian. Terima kasih, Flo, Rimuru-chan karena sudah menolongku. Nee-san, aku senang bisa menolongmu. Aku senang Nee-san baik-baik saja..." Sherria tersenyum mengungkapkan perasaannya pada mereka.
Zero ikut tersenyum melihatnya sebelum pandangannya terarah pada tangan Sherria yang telah terpasang kembali.
Meski sudah terhubung kembali namun masih ada guratan-guratan kecil di tangan Sherria karena bekas gigitan dari monster tumbuhan tadi membuat sedikit daging dan kulitnya tidak ikut terbawa oleh tangannya.
"Rimuru, gunakan kemampuanmu untuk menghaluskan kulit tangannya kembali." Zero sudah mengetahui dari Rimuru kalau dirinya mempunyai kemampuan seperti itu
"Baik, Tuan." Rimuru melaksanakan perintah Zero dengan meneteskan cairan pada sela-sela kulit tangan Sherria yang bergurat.
Cairan tersebut perlahan berubah menjadi kulit dan menghaluskan tangan Sherria. Kini tangan Sherria benar-benar tampak utuh seperti semula tanpa ada bekas luka sedikitpun. Sherria pun tersenyum, bahagia melihatnya.
"Terima kasih, Rimuru-chan." Sherria memeluk Rimuru kemudian berdiri dan beralih memeluk Zero sebagai sosok yang telah menyelamatkannya.
"Terima kasih, Zero-sama. Terima kasih...Terima kasih…" kata Sherria. Charla dan yang lainnya tersenyum melihatnya.
"Ya…" Zero mengelus-elus telinga rubah milik Sherria lalu beralih ke rambutnya kemudian melepaskan pelukannya.
"Sudah ayo kita pulang."
__ADS_1
"Emm!"
Zero bersama semua anggotanya yang ada di situ pergi dari kota kecil yang tampak sudah porak poranda oleh pertarungannya itu.