Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Latihan Tanding Lagi


__ADS_3

Tempat yang akan menjadi latih tanding antara Zero dan Charla tampak sangat cocok karena sesuai dengan kemampuan Charla sebagai seorang Archer. Tempatnya yang luas dan sedikit mirip seperti labirin banyak dibatasi oleh tembok sebagai penghalang dan terdapat rumah-rumah kecil untuk bersembunyi. 


"Aku akan memulainya, Zero-sama!" teriak Charla yang sudah menempatkan posisinya di salah satu tempat. 


"Kau tidak perlu memberitahukannya padaku! Aku sudah siap kapan pun!" Zero juga sudah menempatkan posisinya. 


Sementara Gladius, Sherria dan lainnya mengamati pertandingan mereka dari atas sehingga mereka bisa melihat aksi mereka dengan jelas. 


"Serang aku sebisamu! Keluarkan semua kemampuanmu!" teriak Zero yang kini berdiri santai di tengah-tengah tempat itu. 


"Nee-san, semangat!"


"Charla pasti bisa!"


Sherria dan lainnya mencoba menyemangati Charla. 


"Aku harus bisa menunjukkan yang terbaik." Charla yang tersemangati memulai aksinya. Dia juga tidak ingin kalah seperti mereka dan ingin menunjukkan hasil yang terbaik juga. 


Yang pertama kali Charla lakukan yaitu membuat Circle Zone. Meski jangkauannya masih terlalu kecil tapi setidaknya itu sedikit membantunya untuk mencari tahu dan mengatasi serangan tiba-tiba dari aZero. Charla juga bergerak dengan menaiki atas tembok dan menggunakan teknik Sharpen untuk lebih meningkatkan kemudahan mencarinya. 


Zero sendiri masih berdiri santai di posisinya tapi sama sekali tidak mengurangi kewaspadaannya. Dia hanya menggunakan Circle Zone sampai jarak dua puluh meter saja karena ingin bertanding dengan Charla lebih lama sekalian ingin mengetahui perkembangannya. 


Setelah beberapa saat menunggu, Charla akhirnya masuk ke dalam Circle Zone-nya dan sepertinya sedang merancang rencana untuk menyerangnya. 


Satu anak panah melesat kencang ke arah Zero tapi dia berhasil menghindarinya. Selanjutnya beberapa anak panah lain melesat sekaligus ke arahnya, membuatnya harus bergerak dari posisinya dan mulai serius menanggapi pertandingan melawan Charla. 


"Serangannya tidak buruk." Zero tersenyum saat menemukan anak panah yang berakhir mendarat di tembok menciptakan daya serang yang cukup besar. 


"Selain itu dia ternyata sudah bisa menggunakan teknik itu dengan baik."


Meski tadi Zero merasakan Charla sudah masuk ke dalam Circle Zone-nya tapi dia hanya sedikit merasakan hawa keberadaannya. Zero tahu, Charla kini pasti menggunakan teknik Suppres untuk menekan hawa keberadaannya sehingga cukup sulit membuat Zero mengetahui dimana dia berada. 


Charla yang mengetahui dimana Zero bersembunyi terus melemparkan satu demi satu anak panah ke arahnya tetapi tidak ada satupun dari anak panahnya yang berhasil melukai Zero. 


"Dia juga sekarang sudah bisa membuat anak panah yang sempurna dengan cepat. Kau juga berkembang seperti yang lain ya, Charla." Zero puas dengan hasil tersebut. 

__ADS_1


Charla terus berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya pada Zero. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari menyerang dan membuntuti Zero secara diam-diam. 


Yang Zero lakukan sejak tadi hanya bersembunyi dan menghindari anak panah yang melesat ke arahnya. Dia tidak berniat menyerang dan lebih senang bermain-main selagi mencari tahu bagaimana Charla menghadapinya. 


Gladius yang menyaksikan pertandingan mereka dari atas lebih fokus mengamati Charla yang tampak sudah bertambah kuat dari yang sebelumnya. Selain Charla, Sherria dan Rimuru juga sudah berkembang sesuai dugaannya. 


Zero juga berpikiran sama seperti Gladius, "Mereka semua sudah berkembang dengan baik selama beberapa minggu ini. Kurasa sudah waktunya aku membawa mereka ke ibukota kerajaan. Aku tidak ingin berlama-lama di kota ini," kata Zero saat merasa demikian. 


Zero yang kini bersembunyi dalam rumah kecil menghela nafas pelan lalu keluar. Dia merasa sudah waktunya mengakhiri pertandingan ini. 


"Tapi sebelum itu aku ingin mengetahui sesuatu." Zero menampakkan diri hingga terlihat dengan jelas oleh Charla. 


"Charla, coba lepaskan serangan terbaikmu padaku!" teriak Zero sambil membuat pelindung di sekitaran tubuhnya. 


Charla yang kini tengah mengintai Zero terdiam untuk sesaat sebelum mengangguk kemudian menarik kuat-kuat tali busurnya untuk menciptakan anak panah yang sempurna dan menghasilkan daya serang yang besar. 


"Rainbow Attack…" Charla melepaskan anak panah terbaiknya yang penuh dengan warna ke arah Zero. Dia tidak ragu-ragu menyerangnya karena pelindung itu menurutnya pasti bisa melindungi Zero. 


Sampai ketika anak panah itu mendarat di dinding pelindung yang Zero buat, seketika dinding yang mampu menahan serangan dengan daya yang kuat itu hancur oleh anak panah yang Charla lepaskan. Bahkan anak panahnya itu sampai melukai lengan Zero yang sengaja dia kenakan karena ingin mengetahui seberapa besar daya serangan tersebut. 


Sherria dan lainnya pun terkejut dan cemas melihatnya. Mereka hendak turun namun segera dihentikan oleh Gladius. 


"Tidak usah khawatir. Tuan baik-baik saja. Kita diam saja disini." Gladius tersenyum meyakinkan. Mereka menuruti perkataannya dengan mengamati Zero dari atas. 


"Zero-sama tidak apa-apa?" tanya Charla saat berada di hadapannya. Dia melihat lengan Zero yang terkena serangannya tersebut berlubang cukup besar. 


"Ah, maaf, aku terlalu berlebihan, ya. Kupikir pelindung itu bisa melindungi, Zero-sama. Maafkan aku karena telah melukai Zero-sama. Maafkan aku." Charla menjadi serba salah. 


Menanggapi reaksi Charla, Zero terkekeh seiring mengobati lukanya dengan menyiramkan potion yang dia ambil dari inventory-nya. Tak butuh satu menit lengannya yang berlubang menutup kembali seperti semula. Sherria dan lainnya menjadi lega melihatnya. 


"Apa yang kau khawatirkan, Charla. Aku baik-baik saja. Justru aku senang kau bisa menciptakan serangan yang luar biasa seperti itu. Kau pasti sudah berusaha keras menciptakan serangan andalanmu ini sendiri, kan. Aku salut padamu, Charla." Zero tersenyum mencoba memenangkan Charla. 


Meskipun serangan barusan harus dia akui sangat sakit tapi dia puas karena serangan tersebut bisa menjadi serangan terbaik yang akan membantu Charla ketika dia terpojokan. 


"Zero-sama kenapa melakukan ini? Kenapa Zero-sama tidak menghindar dan malah sengaja mengenai seranganku."  Charla terlihat tidak suka dengan cara Zero melakukan itu. 

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengetahui seberapa besar seranganmu barusan." Zero bersikap santai. 


"Seharusnya jangan dengan cara seperti itu. Tadi itu berbahaya, Zero-sama," Charla mendekat dan memeluk Zero, membenamkan wajahnya di dada bidangnya, "Bagaimana kalau yang kena bukan lenganmu. Jika itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri. Oleh karena itu kumohon, jangan lakukan itu lagi, Zero-sama. Aku tidak ingin Zero-sama kenapa-kenapa," ungkap Charla. 


Zero mengelus-elus rambut Charla, mencoba memberikan ketenangan dalam sentuhannya, "Maaf kalau sudah membuatmu khawatir. Tenanglah, aku baik-baik saja. Aku berjanji tidak akan melakukanya lagi," kata Zero di telinga Charla. 


Singkat kata, setelah itu mereka kembali pulang ke penginapan. 


"Aku senang kalian sudah berkembang dengan baik. Besok kita akan pergi ke ibukota kerajaan. Sekarang kalian beristirahat lah," kata Zero saat berdiri di depan pintu penginapan. 


"Baik, Zero-sama/Tuan," jawab mereka serempak.


"Ah, iya. Sebelum itu Charla, aku ingin kau pergi ke ruanganku. Flo dan Rimuru bermainlah di ruangan, Sherria. Aku ingin berdua saja dengan, Charla. Jangan ada yang mengganggu," pinta Zero. 


"Emm!" Fluffy dan Rimuru dengan patuh mengangguk. 


'Berdua saja? Jangan ada yang mengganggu?' Sherria mulai memikirkan sesuatu yang bersifat pribadi. Dia memandangi kakaknya dengan ekspresi yang sulit diartikan seolah ingin memberi kode tertentu padanya. 


"Tuan kalau diperkenankan aku akan menjaga ruangan Tuan supaya tidak ada yang mengganggu selama proses berlangsung." Gladius yang berpikiran sama seperti Sherria menawarkan diri. 


"Tidak perlu. Kau kembali saja ke ruanganmu," kata Zero pada Gladius. 


"Apa yang ingin Zero-sama lakukan denganku?" Charla juga mulai berpikiran yang aneh-aneh. 


"Aku ingin melakukan sesuatu denganmu." Zero tersenyum. Senyuman dan perkataannya semakin memperkuat dugaan mereka. 


"Melakukan sesuatu?" Charla dan Sherria menanyakan hal yang sama. 


"Ya." Zero mengangguk. 


"Melakukan apa, Zero-sama?" tanya Charla. 


"Aku ingin membuat sesuatu dalam dirimu." Senyuman Zero sedikit melebar. 


"Membuat sesuatu?"

__ADS_1


Dugaan mereka semakin kuat. Dari permintaan Zero yang ingin berdua saja dan tidak ingin ada yang mengganggu, sampai ingin membuat sesuatu dalam diri Charla membuat mereka sama-sama berpikiran Zero pasti ingin melakukan itu. 


__ADS_2