
Zero masuk ke dalam mode Dark Phoenix-nya untuk menghadapi puluhan monster tumbuhan yang mengepungnya dari segala sisi, baik yang ukurannya sedang sampai yang terbesar.
Kedua sayap hitam di punggungnya yang diselimuti oleh kobaran api hitam, Zero bentangkan, bersiap memulai permainan.
Para monster tumbuhan yang mengepung Zero menatapnya bengis sembari menampilkan deretan gigi-giginya yang runcing yang mampu memotong tubuh orang biasa dalam sekali gigitan. Air liur yang menetes di mulut mereka memperlihatkan kalau mereka sangat lapar dan membuat mereka terkesan liar.
Sebelum Zero hendak memulai aksinya sebuah panel muncul di depannya, membuatnya sedikit terkejut.
—Quest for Hero—
Kategori: Utama
Misi: Musnahkan semua tumbuhan parasit di kota itu.
Tingkat kesulitan: S
Reward : Magical Chest + 500000 BP
Kegagalan: 800000 BP + 50000 Orb
—————————
"Wah...Mengesankan…Besar sekali hadiahnya…" Mata Zero berbinar oleh kekaguman saat melihat hadiah dari quest dengan tingkat kesulitan S yang baru pertama dia temui.
"Yosha, dengan begini aku menjadi semakin bersemangat…" Zero mengalihkan pandangannya ke semua monster tumbuhan itu sambil tersenyum sebelum mengepakkan kedua sayap hitamnya dan melesat ke salah satu monster tumbuhan.
Srat!
Ketika Zero melewatinya, monster tumbuhan itu terbelah menjadi beberapa bagian dan tumbang ke tanah.
Permainan dimulai...
Tidak memperdulikan rekannya yang tumbang, beberapa monster tumbuhan di dekatnya segera melancarkan serangan secara bersamaan menerkam Zero.
Namun, meskipun dikepung dari segala sisi, Zero dapat dengan lihainya menghindari setiap serangan mereka sembari menghabisi satu persatu monster tumbuhan menggunakan pedangnya. Semuanya dia lakukan dengan penuh aksi yang bisa membuat orang lain terkagum-kagum menyaksikannya.
Dalam mode Dark Phoenix-nya kecepatan terbang serta kekuatan Zero meningkat pesat sehingga dia percaya diri mampu menghadapi puluhan atau bahkan ratusan monster tumbuhan yang bermunculan dari tanah seorang diri.
Di tempat yang sama, Charla dan lainnya yang saat itu tengah disibukkan oleh beberapa monster tumbuhan, sejenak teralihkan oleh suara pekikan monster tumbuhan di tempat Zero.
Saat sejenak mereka mengalihkan fokusnya ke arah itu, mereka menemukan seorang pria bersayap hitam sedang terbang menghadapi kepungan puluhan monster tumbuhan.
__ADS_1
Begitu semua monster tumbuhan di depannya tumbang serempak mereka mengalihkan fokusnya pada sosok pria bersayap hitam itu. Penasaran tentunya.
Mereka langsung mengenali siapa sosok tersebut karena di kota ini tidak ada orang lain lagi selain mereka berenam.
"Zero-sama mengagumkan sekali…" Charla yang mempunyai penglihatan yang tajam terkesima memandangi penampilan Zero dengan jelas.
Meskipun penampilannya sama dengan mode Spriggan, namun di mode Dark Phoenix ini Zero terlihat lebih gagah dikarenakan aura serta kobaran api hitam yang terpancar dalam dirinya.
"Penampilannya tidak seperti yang sebelumnya." Sherria menyadari itu.
"Benar… Tuan sekarang terlihat lebih gagah…" Rimuru ikut berpendapat.
"Tuan memang selalu mengagumkan seperti biasannya…" Gladius tidak pernah berhenti takjub oleh semua yang Zero tunjukan.
"Tuan pernah menggunakan itu saat melawanku." Fluffy yang pernah berhadapan dengan Zero berkomentar.
"Eh? Benarkah?" Charla dan yang lainnya terkejut.
"Emm! Saat itu aku kalah melawan, Tuan. Soalnya Tuan terlalu hebat…" ujar Fluffy sambil tersenyum memandangi Zero.
"Jadi Flo-chan pernah bertanding dengan Tuan?" Gladius tertarik mendengarnya. Fluffy hanya mengangguk menjawabnya.
Keberadaan Zero juga menurutnya sangat misterius. Jika kedua makhluk itu mempunyai sesuatu yang begitu menakjubkan seharusnya mereka sudah banyak dikenali orang-orang, itu yang Gladius pikirkan.
"Sudah, kita jangan terlalu lama terkesan seperti ini. Sekarang kita lanjut hancurkan tumbuhan parasit di sana sebelum monster tumbuhan yang lain bermunculan kembali," kata Gladius memberi arahan.
"Benar, kita tidak boleh kalah sama, Zero-sama. Ini waktunya kita tunjukkan hasil latihan kita selama ini," kata Charla yang ditujukan pada Sherria dan Rimuru.
Charla dan yang lainnya pun kembali mengalihkan fokusnya pada tiga tumbuhan parasit yang berdiri tak jauh di depannya dan sedang dijaga oleh puluhan monster tumbuhan.
Sementara mereka mulai bergerak kembali menghadapi monster tumbuhan yang menjaga tumbuhan parasit, Zero terbang ke titik yang tidak bisa dijangkau oleh monster tumbuhan di depannya.
Zero sejenak menoleh ke arah Charla dan yang lainnya lalu berseru,
"Kalian jangan lupa ambil kristal di dalam tumbuhan parasit itu!" Zero mengingatkan.
"Baik!" Mereka menjawab tanpa mengalihkan fokusnya.
Zero mengalihkan pandangannya lagi pada delapan puluh monster tumbuhan yang tersisa di bawahnya.
"Sudah cukup bersenang-senangnya. Sekarang saatnya aku mengakhiri semua ini..." Zero memasukkan kembali kedua pedangnya lalu memanggil busur panah hitam yang diselimuti oleh api hitam yang berkobaran.
__ADS_1
Busur panah ini merupakan senjata alami yang hanya bisa dipanggil ketika dalam mode Dark Phoenix atau Spriggan.
Bersamaan dengan panah hitam itu muncul di tangan Zero, belasan pedang pendek berwarna hitam bermunculan di sampingnya dan mengelilinginya.
Zero mengarahkan busur panahnya itu ke langit sembari menarik talinya kuat-kuat. Sampai sebuah anak panah terbentuk, Zero langsung melesatkannya ke langit, segaris lurus dengan segerombolan monster tumbuhan di bawahnya.
"Rain Arrow!"
Sejurus kemudian ratusan anak panah berjatuhan dari langit menuju ke tempat puluhan monster tumbuhan di bawah Zero.
Satu dari lima anak panah itu berhasil mendarat di tubuh monster tumbuhan dan banyak diantara mereka yang tumbang karenanya.
Selain anak panah itu, belasan pisau yang mengelilingi Zero ikut melesat menyerang monster tumbuhan sebelum kembali lagi ke tempat asalnya. Berkat belasan pisau itu puluhan monster tumbuhan ikut berhasil dihancurkan.
Aksi Zero yang mampu memanggil ratusan anak panah itu dari langit membuat Charla dan yang lainnya kembali teralihkan untuk sesaat.
Jika saja saat ini mereka tidak sedang dihadapkan oleh puluhan monster tumbuhan di depannya mereka ingin sekali menyaksikan aksi Zero lebih lama. Terutama Gladius. Dia sesekali mencuri-curi kesempatan untuk bisa melihat aksinya.
"Ternyata masih belum cukup, ya…" Zero melihat ada seperempat lagi monster tumbuhan berukuran besar yang masih bertahan dari hujan panah barusan.
"Baiklah, bagaimana dengan ini…" Zero kembali menarik tali busurnya hingga sebuah anak panah hitam berukuran besar terbentuk. Kali ini Zero mengarahkan busurnya langsung ke arah monster tumbuhan di bawahnya.
"Shooting Star Attack!" Zero melesatkan anak panah itu ke arah monster tumbuhan yang tersisa.
Bum!
Semua monster tumbuhan yang tersisa seketika lenyap beserta bangunan-bangunan di sekitarnya. Dampak lain dari serangan itu menghasilkan sebuah cekungan yang cukup besar di titik dimana anak panah itu mendarat.
Charla dan yang lainnya terkejut mendengar suara yang menggelegar itu. Sejenak mereka ingin melihat ke arah tersebut kemudian kembali fokus ke monster tumbuhan di hadapannya.
Kini tidak ada lagi monster tumbuhan di bawah Zero, semuanya telah musnah. Sekarang Zero bisa tenang menghancurkan semua tumbuhan parasit di bawahnya sekalian mengambil kristal yang tertanam di dalamnya.
Zero melihat Charla dan yang lainnya sekali untuk memastikan keadaan mereka. Melihat mereka mampu mengatasi beberapa tumbuhan parasit disana dan merasa tidak perlu membantunya, Zero turun untuk menghancurkan semua tumbuhan parasit di bawahnya.
"Hahaha, hari ini aku beruntung sekali…" Zero tertawa puas melihat semua kristal berwarna hijau yang sudah dikumpulkan di dalam kantong biasa kemudian dimasukkan ke dalam inventory-nya.
"Yosh, sekarang hanya tinggal yang itu…" Zero tersenyum memandangi satu tumbuhan parasit paling besar yang berdiri kokoh di tengah-tengah kota sebelum melesat ke tempatnya berada.
Setibanya di sana, Zero langsung disambut oleh belasan monster tumbuhan berukuran sangat besar dengan tinggi mencapai dua puluh meteran.
"Kurasa kalian bisa sedikit menghiburku…"
__ADS_1