Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Bukan Lagi Sosok Yang Dikenal


__ADS_3

Jawaban Charla yang sangat menusuk hati itu memang sepenuhnya benar. Viona tidak bisa menyangkalnya biarpun sebelumnya dia berharap melalui pertanyaan itu Charla bisa sedikit memahami apa yang dialaminya dahulu dan memahami kalau dirinya sebenarnya masih mempunyai harapan untuk bisa bersama lagi dengan Akira. 


Namun sekarang menurutnya harapan itu tidak bisa lagi dia gapai. Meski berat dia harus bisa menerima kenyataan tersebut dan belajar merelakan sosok yang pernah menjadi kekasihnya itu. Lagipula dia sekarang jauh lebih bahagia bersama mereka. 


"Viona-san tahu tidak? Selain dengan adikku, ini pertama kalinya aku berbincang seperti ini dengan orang luar, apalagi dengan sesama jenis," kata Charla memecah lamunan Viona. 


"Benarkah?" Viona menanggapi. 


Charla mengangguk,"Benar. Soalnya selama ini aku selalu tinggal di desa dan jarang keluar. Sekalinya Aku keluar seperti sekarang, aku tidak mempunyai kesempatan untuk mencari kenalan orang luar karena sibuk membantu Zero-sama," jelas Charla. 


"Oh, begitu...kamu pasti sibuk sekali ya sampai tidak bisa melakukannya." 


"Begitulah. Satu bulan yang lalu aku sangat sibuk. Dimulai dari membantu Zero-sama menjadi petualang kelas atas, sampai berlatih bersama Zero-sama agar menjadi kuat."


"Kuat…" Satu kata itu mengingatkan Viona pada sosok Zero yang dulu yang mempunyai fisik yang sangat lemah. Zero yang dulu yang selalu berlagak kuat di depannya hanya untuk membuatnya tidak cemas dengan keadaannya yang sebenarnya. 


"Apa pria yang kamu sebutkan ini benar kuat?" tanya Viona. 


"Ya! Dia kuat sekali. Aku tidak berbohong. Saking kuatnya, dia bisa melawan puluhan monster berukuran besar dan orang-orang jahat seorang diri. Dia juga yang sudah membantu aku yang dulunya lemah menjadi kuat seperti sekarang," jelas Charla penuh kebanggaan dengan kekuatan Zero. 


Viona senang mendengar Akira yang dulu dikenal lemah kini menjadi kuat. 


"Kalau dia sekuat itu, pasti dia bisa menjadi orang yang populer di kota ini..."


"Bukan hanya di kota ini saja, aku yakin semua orang yang ada di dunia ini suatu saat akan mengenalnya," kata Charla penuh keyakinan. 


'Syukurlah kalau memang begitu. Aku tidak tahu bagaimana cara kamu bisa menjadi kuat seperti itu. Tapi aku tahu, kamu pasti sudah melalui situasi yang sangat sulit… Sepertinya sekarang kamu sudah bisa melindungi orang-orang yang kamu sayangi, Akira. Aku turut senang mengetahuinya…' batin Viona. 


Kemudian selama beberapa menit berikutnya tidak ada lagi percakapan diantara mereka. Keduanya kembali fokus menghabiskan hidangan yang mereka pesan sampai habis. 


"Akhirnya…" Charla selesai lebih dulu. Viona menyusul. 


"Sekali lagi terima kasih karena sudah mau mentraktirku, Viona-san." Charla tersenyum. 


"Iya. Sama-sama." Viona balas tersenyum. 

__ADS_1


"Jujur, aku senang sekali bisa berkenalan dengan, Viona-san."


"Aku juga, Charla…"


Charla kemudian mengalihkan pandangannya pada lembaran kertas di samping Viona dan berkata, "Viona-san pandai sekali menggambar. Omong-omong dari mana Viona-san belajar menggambar?" lanjut Charla bertanya. 


Viona terdiam selama beberapa detik mendengar Charla membahas itu lagi. Dia pun menjawab, "Dari guruku."


Charla hanya ber oh pelan menanggapinya lalu meminta Viona untuk memperlihatkan gambar yang mirip seperti Zero itu lagi padanya. 


Viona kembali terdiam sambil memandangi lembaran kertas di sampingnya. Diam-diam Viona menghela nafas kemudian menyerahkan gambar yang dimaksud pada Charla. 


"Mmm...Aku masih tidak habis pikir, bagaimana caranya gambar ini mirip sekali seperti Zero-sama..." Charla menyipitkan matanya memandangi gambar pria yang dimaksud. 


Viona tersenyum hambar. Menurutnya gambar itu pasti akan diberitahu oleh Charla pada Zero, dan mungkin Zero akan mencari tahu tentangnya. Viona tidak tahu bagaimana dia harus bersikap jika dia nanti bertemu dengan Zero secara langsung. 


"Apalagi gambar ini dibuat berdasarkan imajinasinya, Viona-san… aku benar-benar tidak menyangka Viona-san mempunyai gambaran pria seperti ini. Kecuali Viona-san pernah bertemu dengan orang yang mirip seperti Zero-sama. Atau Viona-san memang mengenal, Zero-sama." Di ujung kalimatnya, Charla menatap dalam Viona seolah ingin mencari tahu sesuatu darinya. 


Kalimat terakhir dan tatapan Charla membuat Viona tanpa sadar menelan ludah. Viona menjadi sulit mencari alasan yang masuk akal untuk menjawab pernyataan Charla. 


"Tapi aku yakin ini pasti bukan, Zero-sama. Wajahnya saja berbeda. Pria disini terlihat ramah dan penyabar. Tatapannya sangat lembut, senyumannya seolah menunjukkan kalau dirinya tidak menyukai kekerasan. Berbeda dengan Zero-sama yang tatapannya selalu tajam dan tegas, apalagi pembawaannya yang terkadang angkuh, sangat berbeda dengan pria di gambar ini," ujar Charla berdasarkan pengamatannya. 


"Itu pasti cuma kebetulan. Aku sungguh tidak mengenal pria bernama Zero yang kamu maksud..." ucap Viona terpaksa berbohong. 


'Aku tidak mengenal Akira yang sekarang...' batin Viona.


Viona sendiri awalnya terkejut saat melihat penampilan Zero yang sekarang benar-benar jauh dengan yang dulu. Disaat yang sama Viona mengerti, pasti pengalamannya sewaktu di bumi yang sudah membuatnya menjadi sosok yang seperti itu. 


"Jika ada kesempatan nanti aku akan mengenalkan Zero-sama pada, Viona-san."


"T-tidak perlu," tolak Viona segera. 


"Eh, memangnya kenapa?" Charla mengangkat kedua alisnya sedikit. 


"Ah, itu…" Viona memutar bola matanya ke berbagai arah sambil meremas jarinya, kesulitan mencari alasan yang pas. 

__ADS_1


"Viona-san…" Charla menatap Viona lebih dalam dari yang tadi. Dia merasa Viona seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya, "Jangan-jangan Viona-san memang mengenal, Zero-sama..." Suara Charla terdengar menilik.


Jantung Viona seketika berpacu kencang mendengarnya.


"Ti-tidak." Viona menggeleng keras. 


"Lalu, kenapa Viona-san tidak mau bertemu dengannya?" Charla menaikkan satu alisnya. 


"Aku…" Kata-kata Viona terhenti untuk sesaat, "Aku hanya tidak terbiasa bertatap muka dengan pria..." jawab Viona berbohong dengan pandangan sedikit ke bawah. 


"Oh...Begitu rupanya…" Charla tersenyum ringan, merasa lucu mengetahui alasannya ternyata seperti itu,"Aku mengerti, kalau Viona-san memang tidak bisa aku tidak akan memaksa," kata Charla. 


"B-bisa! Aku ingin bertemu dengannya!" kata Viona dengan nada sedikit tinggi sebelum dengan cepat dia merapatkan mulutnya kembali. 


'Eh, apa yang baru saja aku katakan…' Viona tidak mengerti. Kata-kata barusan tiba-tiba keluar dengan sendirinya. 


"Ingin…" Charla menggumamkan satu istilah itu yang seolah mengartikan maksud yang dalam apalagi jika dilihat dari reaksi Viona barusan. 


"Ah, maksudku aku hanya ingin tahu seperti apa dia." Viona mengoreksi. 


Charla terdiam mengamati Viona sebelum menerima koreksinya dan tidak ingin berpikiran macam-macam tentang sikap Viona barusan. 


"Kalau begitu nanti aku akan memberitahukannya pada Zero-sama," kata Charla kembali antusias ingin mengenalkan Viona pada Zero. 


'Apa yang sebenarnya aku inginkan…kenapa aku menjadi plin-plan seperti ini...' Viona sungguh tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. 


Sesudah tidak ada lagi yang diperbincangkan, Charla berterima kasih kembali pada Viona, berpamitan dan pergi dari hadapannya. 


Viona menatap punggung gadis kelinci berambut biru itu hingga akhirnya menghilang. Tepat setelah Charla menghilang, Viona teringat kembali penjelasan tentang Zero yang sebelumnya Charla jelaskan. 


"Dia bukan lagi Akira yang dulu ku kenal…"


——


Sorry jarang up. Tugas numpuk segunung + Author lagi persiapan buat utbk. Ini juga author sempetin up biarpun cuma sedikit. Mohon pengertiannya ok.

__ADS_1


__ADS_2