
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
"Ini benar-benar sungguhan…"
Naga bagi Akira hanyalah makhluk mitologi yang seharusnya tidak pernah ada, makhluk khayalan yang hanya ada pada dongeng atau cerita. Kemunculannya saat ini jelas membuatnya terkejut. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan makhluk sehebat ini terlebih makhluk tersebut kini menjadi lawannya.
Naga putih itu bergerak lihai mengitari Akira di ketinggian seperti elang yang sedang mengintai mangsanya. Sementara Akira yang berada di bawahnya masih terpukau oleh keindahannya yang begitu memukau. Matanya tampak berbinar.
Ketika melihat Naga Langit bergerak ke arahnya, Akira dengan segera menyadarkan diri. Dia tidak punya banyak waktu untuk terus-terusan terpukau maupun tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan mulai fokus pada musuh yang harus dia hadapi.
Saat Naga Langit hendak menabraknya, Akira dengan cepat menghindar. Hembusan angin yang sangat kencang dihasilkan saat Naga Langit melesat kembali ke udara.
"Sangat sulit mengalahkannya jika dia terus bergerak seperti itu. Kecuali aku ikut terbang sepertinya." Akira mengamati Naga Langit yang melayang di atas kepalanya itu dan mulai mengeluarkan senjatanya.
"Tapi sebelum itu aku harus mengamati kemampuan serta kelemahannya terlebih dahulu…" Akira memposisikan senjatanya bersiap siaga.
Naga itu masih bergerak mengelilingi Akira yang berada di tengah-tengahnya sebelum menukik kembali ke bawah berniat menabraknya lagi.
Setelah berhasil menghindari tubrukannya, Akira mengaitkan satu senjatanya pada tubuh Naga Langit dan ikut terbang melesat bersamanya ke langit.
Pada saat di udara, Akira berusaha menstabilkan tubuhnya yang hanya berpegangan pada satu pedang yang ditancapkan pada pinggang Naga Langit. Akira menggerakkan satu pedangnya lagi kemudian menancapkannya pada bagian atas Naga Langit lalu bergelayut terbang ke atas dan mendarat di atas punggungnya.
"Otto.."Akira memegangi bulu tebal yang menempel di punggung Naga Langit agar tidak terjatuh.
"Ini...ini lembut sekali…" Akira merasakan sentuhan yang nyaman dari bulu-bulu halus di pundak Naga Langit." Sangat disayangkan jika naga secantik ini harus menjadi lawanku..." Dia menyayangkan karena harus membunuh naga seperti ini.
Namun apa boleh buat, memang ini misi yang harus dia hadapi. Tidak ada pilihan lain.
Di atas punggung Naga Langit, Akira tidak bisa berdiri dengan stabil karena naga itu menyadari keberadaannya dan seperti mencoba menjatuhkannya dari pundaknya dengan terus bergerak kesana kesini mengganggu keseimbangannya.
Tidak ingin melepaskan kesempatan, Akira berusaha berdiri dengan stabil, meskipun sulit. Dia menggerakan kakinya diantara terjangan arus angin yang mempersulit langkahnya untuk melangkah menuju ke bagian leher Naga Langit.
Sesulit apapun itu, dengan segenap usaha, Akira berhasil sampai di sana dan berhasil mendaratkan satu tebasan pada belakang lehernya sebelum akhirnya dia dipaksa jatuh ke bawah.
__ADS_1
"Squekkk!!" Naga Langit menjerit kesakitan.
Akira jatuh dari ketinggian dan menghantam tanah, menghasilkan kepulan debu yang tebal. Disaat itu terjadi, Akira tidak terluka sama sekali.
Akira mengibaskan satu tangannya, menghilangkan debu itu kemudian melihat ke atas untuk mencari tahu apakah serangannya berbekas atau tidak.
{HP: 149300/150000}
Disana Akira menemukan bar HP muncul di atas kepala Naga Langit. Bentuknya terlihat jelas, berwarna hijau dan memanjang diantara dua sisi.
"Status HP? Dan lagi statusnya besar sekali."
Akira terkejut oleh kedua hal itu karena ini untuk pertama kalinya dia melawan musuh yang mempunyai status HP seperti ini.
Tak ingin ambil pusing, Akira kembali fokus pada musuh di atasnya. Dia mengganti kedua pedangnya dengan kedua pistolnya, kali ini dia mencoba menggunakan serangan jarak jauh.
Akira melontarkan peluru demi peluru ketika Naga Langit hendak menukik ke bawah tetapi kelihatannya serangan dari peluru-peluru yang berhasil mendarat pada tubuh Naga Langit kurang efektif untuk sekedar memberikan luka. Damage yang diberikan hanya mencapai puluhan, terlalu rendah.
Di percobaan selanjutnya Akira mencoba menyerang dengan menggunakan skill.
"Lightning Dragon!" Naga petir turun dari langit menyambar Naga putih itu.
"Squekkk!!"
"Serangannya cukup berbekas tapi hal itu masih belum cukup untuk membuat Naga itu tumbang."
Akira beralih menggunakan skill yang dia dapatkan sebelumnya.
"Hellfire!" Akira melemparkan api berwarna merah kelam pada Naga Langit.
"Gwoarr!!" Tetapi sebelum api itu sampai, Naga Langit dengan cepat membalas serangan api itu dengan angin yang sangat kuat yang berasal dari mulutnya.
Angin yang dikeluarkan bahkan sampai membuat tubuh kecil Akira terbang jauh ke belakang dan membuat status HP-nya berkurang.
"Apiku kalah dengan angin seperti ini? Bukannya api ini mampu membakar segalanya?" Akira jelas dibuat terkejut dengan kenyataan itu.
Sementara Naga Langit yang sudah melepaskan angin yang sangat kuat itu melayang kembali ke udara.
__ADS_1
"Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengalahkannya selain ikut terbang ke udara…" Akira memandangi Naga Langit yang seperti sedang mengambil ancang-ancang sebelum menyerangnya kembali.
"Baiklah kurasa sudah cukup. Sudah saatnya aku menggunakannya…" Akira menyarungkan kedua senjatanya lalu memejamkan mata.
Perlahan-lahan pusaran angin yang diikuti aura hitam muncul mengelilingi tubuh Akira. Pusaran angin itu semakin besar begitupun dengan aura hitam itu sampai akhirnya menutupi setiap celah tubuhnya. Dan pada saat kedua hal itu menghilang, seketika penampilan Akira berubah.
Rambut Akira kini tidak lagi berwarna pirang melainkan hitam legam diliputi rambut poninya kini mengacung ke atas dengan satu tangkai rambutnya menyongsong ke depan seperti sehelai daun padi.
Seluruh pakaiannya juga ikut berubah menjadi warna hitam tidak terkecuali tubuhnya yang masih tampak normal seperti biasa.
Penampilan Akira saat ini yang serba hitam membuatnya terlihat begitu elegan, apalagi dengan sayap hitam sedikit transparan yang muncul di balik punggungnya.
"Spriggan…"
Penampilan Akira saat ini menunjukkan bahwa dirinya sudah masuk ke dalam mode Spriggan.
Mode Spriggan sendiri bukan termasuk kemampuan khusus dari class warrior, tetapi class yang berpusat pada serangan jarak jauh, Archer. Tidak seperti mode Berserker, mode Spriggan tidak terlalu beresiko dan aman digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Seperti namanya Spriggan yang berarti peri hitam. Ketika Akira berada di dalam mode ini dia akan memiliki sayap yang berguna untuk menghadapi musuh yang bergerak di udara.
Selepas penampilan Akira berubah, sesuatu seperti pisau dengan ukuran panjang dan berwarna hitam bermunculan melingkari Akira, melayang di udara. Jumlahnya sebanyak dua belas.
"Justice Bow…" Akira melambaikan satu tangannya ke samping dan secara perlahan sebuah busur berwarna hitam muncul. Akira menggenggam erat busur itu lalu melesat ke udara tuk menghadapi Naga Langit itu secara adil.
"Waktunya berburu Naga..."
Di lantai-lantai sebelumnya Akira kadang dihadapkan dengan monster-monster udara jadi bisa dibilang Akira saat ini sudah cukup mahir bergerak di udara menggunakan mode ini.
Melihat Akira bisa terbang sepertinya, Naga Langit tidak lagi menyerang Akira seperti tadi. Dia kini memusatkan serangannya langsung di udara, melesat menyerang Akira.
Pertarungan udara antara peri hitam melawan naga putih dimulai.
Akira menarik tali busurnya dan secara perlahan partikel cahaya berkumpul membentuk sebuah anak panah dengan cahaya terang terpusat di ujung mata panahnya.
"Shooting Star Attack!"
Anak panah dilesatkan ke arah Naga Langit yang bergerak ke arahnya dan sukses menghujam area dadanya hingga membuat Naga Langit berhenti bergerak ke arah Akira dan menjerit kesakitan.
__ADS_1
"Squekk!!"