
Zero kini masuk ke dalam mode Spriggan untuk menghadapi salah satu Wyvern yang melayang di depannya.
"Mereka pasti tiga makhluk penunggu puncak gunung kematian ini yang sebelumnya Clarise katakan." Zero teringat akan perkataan Clarise.
Saat itu Clarise berkata jika tiga makhluk yang masih serumpun dengan naga itu adalah rintangan terakhir yang harus dihadapi oleh seseorang ketika menapaki kakinya di puncak gunung kematian.
"Dengan kata lain mereka adalah boss-nya, ya…" Zero tersenyum memandangi dua Wyvern yang masih dalam posisinya lalu sejenak bergeser pada Fluffy yang sedang sibuk bertarung dengan salah satunya. Dalam hatinya Zero percaya Fluffy pasti bisa mengalahkannya.
"Yosh, aku jadi tambah semangat menjadikan kalian bertiga sebagai koleksiku…" Zero tersenyum lebar seiring memanggil kedua pedang kembarnya.
Dalam sekali hentakkan kaki, Zero pun terbang ke arah Wyvern menggunakan sayap di punggungnya yang dikepakkan.
"Dimulai dari kau." Zero membawa satu Wyvern yang di tengah untuk bertarung bersamanya.
Gladius beserta yang lainnya sejak tadi masih diam dalam posisinya, fokus mengamati Wyvern di bagian kiri untuk mencari cara melawannya.
Tapi sekarang fokus mereka terpecah saat melihat seorang pria berpenampilan serba hitam maju menyerang Wyvern di bagian tengah.
Awalnya mereka berpikir kalau itu adalah orang lain tapi ketika melihat wajah pria tersebut sangat tidak asing mereka langsung mengenali siapa pria tersebut.
Pandangan Gladius serta yang lainnya teralihkan oleh penampilan Zero yang kini berubah dan tampak begitu memukau. Rambutnya yang semula pirang kini berubah menjadi hitam legam. Dua sayap peri hitam kini tumbuh di punggungnya yang membuat Zero dapat melayang di udara dengan bebas.
"Hebat…Tuan sangat menakjubkan…Flo juga hebat sekali...aku ingin bisa terbang seperti mereka..." Rimuru takjub melihat tuannya dan Fluffy bergerak lihai di udara dan tampak sudah mulai mendominasi pertarungan melawan Wyvern.
Biarpun Wyvern mempunyai kemampuan menyemburkan api dan mampu bergerak dengan begitu cepat tapi itu sama sekali tidak berpengaruh pada mereka berdua.
"Mengagumkan...Apa itu sungguh, Zero-sama?"
"Kenapa Zero-sama menjadi tampan sekali…"
Sedangkan kedua gadis demi-human itu lebih terpesona melihat penampilan sosok yang dicintainya itu ketimbang dengan aksinya. Harus dikatakan mode Spriggan memang membuat ketampanan Zero semakin bertambah.
"Tuan memang selalu dipenuhi kejutan." Gladius sendiri mendecakkan lidahnya berulang kali, tidak berhenti-berhentinya takjub oleh segala hal yang tuannya tunjukkan.
"Mau sampai kapan kalian diam saja?" Seruan Zero menyadarkan kekaguman mereka, "Cepat habisi yang satunya!" seru Zero selagi melancarkan serangan demi serangan pada Wyvern yang mulai dibuat kewalahan olehnya.
"Baik!" seru mereka serempak dan segera memusatkan fokusnya kembali pada Wyvern yang tersisa.
"Benar, kita juga tidak boleh hanya diam saja," kata Rogue. Charla dan yang lainnya mengangguk setuju dengan perkataannya.
"Dengarkan aku, aku mempunyai rencana untuk mengalahkannya…" Gladius mulai menerangkan rencana untuk menghadapi Wyvern yang tersisa pada mereka.
"Mengerti?"
Charla dan yang lainnya mengangguk mantap, setuju dengan rencana yang Gladius usulkan. Segera saja mereka membagi posisi untuk melancarkan rencananya tersebut. Ketiga Wyvern itu pun akhirnya mendapatkan lawannya masing-masing.
Di posisi Fluffy kini sudah terlihat jelas dia yang sedari awal sudah unggul sebentar lagi akan mengakhiri pertarungan. Wyvern sama sekali tidak berkutik melawan sosok yang dua kali ukuran tubuhnya itu.
Dan benar saja, dalam sekali gerakkan menggunakan kepalanya, Fluffy memukul Wyvern yang sudah sempoyongan itu dengan keras ke bawah dan seketika membuatnya tumbang tidak bernyawa.
Sementara di posisi Zero juga sama. Dia yang sudah melumpuhkan kedua sayap Wyvern hanya butuh sekali tebasan saja untuk membuatnya tumbang.
"Ah… kupikir kau bisa menghiburku sedikit lebih lama lagi…" gumam Zero diiringi helaan nafas memandangi kedua Wyvern yang sudah jatuh di tanah.
__ADS_1
Zero memasukkan kedua pedangnya kembali lalu memutar pandangannya pada satu Wyvern yang tersisa dan kini tengah dihadapi oleh Gladius serta yang lainnya.
"Tinggal satu lagi. Apa kalian bisa mengalahkannya..." gumam Zero mengamati mereka berempat dari ketinggian.
Fluffy mendekati Zero dan ikut mengarahkan pandangannya mengamati mereka.
"Kerja bagus. Aku percaya kau pasti berhasil mengalahkannya…" Zero tersenyum sambil mengelus-elus kepala Fluffy.
Fluffy memandangi Zero seolah ingin bertanya apakah Zero tidak akan membantu mereka.
"Kita lihat saja dulu dari sini, apa yang akan mereka lakukan untuk mengalahkannya. Jika mereka membutuhkan bantuan, kita akan bergerak." Zero menjawab pertanyaan Fluffy.
Gladius dan yang lainnya kini terlihat sedang bergerak secara acak untuk memecah konsentrasi Wyvern yang melayang di udara. Selagi bergerak Charla dan Sherria melancarkan serangan demi serangan menggunakan senjatanya masing-masing.
Sementara Rimuru tampak seperti sedang mencari momen yang pas untuk melancarkan serangannya juga. Dia mencoba mengikuti rencana yang Gladius katakan tadi dengan baik.
Gladius sendiri selaku yang membuat rencana terus mengamati kaki Wyvern untuk menjeratnya menggunakan rantainya. Sejak tadi dia terus gagal melakukannya dan sampai saat ini dia masih terus berusaha sampai bisa melakukannya.
Wyvern yang dibuat pusing oleh mereka berempat di tambah lagi terus diserang dari kedua sisi akhirnya memutuskan menyerang salah satu dari mereka.
Wyvern melesat ke arah Sherria yang menurutnya terlihat lebih lemah untuk dihabisi namun niatnya terhenti saat cairan asam tiba-tiba mendarat di matanya, membuatnya menjerit kesakitan dan tidak bisa melihat.
"Bagus, Rimuru-chan!"
Mengambil kesempatan, Gladius segera melilit kedua kaki Wyvern menggunakan rantainya. Kedua kakinya pun akhirnya berhasil dia kunci dengan kuat.
Selanjutnya Gladius membuat beberapa cabang di rantai yang melilit kaki Wyvern untuk mengunci sayap Wyvern agar dia tidak bisa terbang lagi. Wyvern yang melayang di udara akhirnya berhasil tumbang ke tanah.
"Berakhir sudah…" Gladius mendekati Wyvern itu lalu menggerakkan satu tangannya. Rantai yang dialiri energi sihir keluar dari tangannya dan melesat ke arah dimana jantung Wyvern berada.
Saat menarik rantainya kembali, Gladius mengeluarkan jantung Wyvern dari tempatnya dan dilempar tinggi ke udara.
Dor! Dor!
Charla menembakkan dua peluru untuk menghancurkan jantung tersebut sampai akhirnya Wyvern itu pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Di tempat yang sama, Zero dan Fluffy terkesan melihat kombinasi mereka untuk mengalahkan Wyvern. Melihat semua Wyvern itu tewas, mereka berdua turun menghampiri yang lainnya.
Zero menepuk pundak Gladius dari belakang dan memujinya sebagai sosok yang telah mengarahkan mereka bertiga untuk mengalahkan Wyvern itu.
"Kerja bagus…"
"Terima kasih atas pujiannya, Tuan."
"Kalian juga kerja bagus…" Zero juga memuji mereka bertiga yang mendekat.
"Semua ini berkat arahan Gladius-san, Zero-sama. Tanpanya kita tidak mungkin bisa mengalahkan monster itu," kata Charla tersenyum pada Gladius. Perkataannya dibenarkan dua orang di sampingnya.
Gladius mengangkat kedua tangannya, "Ah, tidak, tidak, ini semua berkat kalian juga," jawabnya menolak pujian mereka.
"Tidak, semua ini berkat kerjasama kita semua." Zero meluruskan. Semuanya saling melemparkan senyuman, setuju dengan yang Zero ucapkan.
"Omong-omong Zero-sama, bagaimana caranya penampilan Zero-sama jadi seperti ini?" tanya Charla mewakili rasa penasaran yang lainnya.
__ADS_1
"Oh ini…" Zero melihat tubuhnya yang masih dalam mode Spriggan,"Ini salah satu kemampuan khususku," jelasnya singkat.
"Begitu, ya..." Charla mengangguk-angguk sambil mengamati penampilan Zero dari atas sampai bawah.
"Tuan hebat sekali tadi saat melawan monster itu seorang diri."
"Benar, Tuan. Tuan mempunyai kemampuan yang luar biasa."
"Selain itu, Zero-sama terlihat lebih tampan dengan penampilan ini."
"Aku juga sependapat dengan mereka."
"Squekk...!"
Mereka semua mengungkapkan perasaannya sambil tersenyum menatap Zero.
Zero hanya tersenyum tipis menanggapi reaksi mereka terhadap mode Spriggan-nya.
"Sudah lupakan." Zero kembali ke mode asalnya, "Sekarang kalian petik daun yang tumbuh di pucuk pohon itu." Zero menunjuk pohon yang dimaksud yang tak lain obat yang mereka cari. Mereka menuruti perkataan Zero dan segera melaksanakan perintahnya.
Sementara mereka memetik daun di pohon itu, Zero mengubah ketiga Wyvern yang sudah tewas itu menjadi undead.
Ketiga Wyvern yang sudah diubah oleh Zero menjadi undead kini berjajar di depannya.
Meskipun sudah menduga ini akan terjadi, Charla dan yang lainnya masih bisa takjub dengan apa yang Zero lakukan. Ketiga Wyvern yang sempat bertarung dengan mereka kini akan menjadi rekan yang bisa diandalkan.
Setelah memberikan sepatah kata, Zero memasukkan mereka bertiga ke dalam dirinya.
Sebuah panel muncul setelahnya.
——————
Slot Undead:
- Low Tier (14)
- Middle Tier (1)
- High Tier (3)
———————
'Sudah kuduga, mereka pasti berada di tingkat High Tier,' batin Zero memandangi panel di depannya hingga menghilang dengan sendirinya.
"Ini, Tuan…" Gladius menyerahkan tiga lembar daun berwarna emas yang sudah mereka petik.
'Ini pasti item langka. Sisanya mungkin bisa dijual atau dijadikan item yang bernilai…' pikir Zero sambil mengambilnya dan memasukkannya ke dalam kantong ajaibnya.
"Yosh, semuanya sudah selesai. Ayo kita kembali."
"Ya!!"
Singkat kata mereka semua menaiki punggung Fluffy dan kembali ke guild untuk melaporkan hasil quest yang telah mereka selesaikan.
__ADS_1