Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Pesta sebelum perang


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


"Jadi, apa ada yang ingin kau bicarakan? " Akira buka suara setelah Zaltra sudah menjauh. Dia bertanya seperti ini pada Faltra karena sejak tadi dia melihat Faltra seperti ingin membicarakan sesuatu tapi kelihatannya dia tidak bisa karena ada kakaknya.


Faltra menegakkan tubuhnya sambil melepas tangan yang menyilang di dadanya. Dia lalu bertanya, "Sebelum itu, apa benar kau ingin membantu kita semua?"


Akira memainkan alisnya ke atas, "Hm...tergantung."


"Maksudmu?"


"Jika kalian bisa memberikan bayaran yang setimpal mungkin iya." Akira tersenyum tipis.


"Bayaran ya..." Faltra balas tersenyum dengan sudut bibir meninggi.


"Ya. Kau tahu kan kalau di dunia ini tidak ada yang gratis." Akira menyilangkan tangan di dadanya.


"Baiklah, soal bayaran urusan nanti." Faltra mengibas satu tangannya, "Sekarang apa aku bisa memegang kata-katamu?" tanya Faltra memastikan.


"Tentu."


"Baik, aku pegang kata-katamu."


Akira mengubah posisinya duduk di tepian ranjang seiring berkata, "Sekarang coba jelaskan apa yang ingin kau katakan."


Faltra menghela nafas, menatap serius Akira dan berkata, "Sebenarnya aku tahu titik lemah dari Binatang Jahanam ini."


Akira mengangkat kedua alisnya,"Hah? Benarkah?"


"Ya. Tapi untuk mencapainya akan sangat sulit." Faltra menyandarkan tubuhnya kembali.


"Coba jelaskan." Akira mulai memasang telinganya tuk bersiap menangkap informasi dari Faltra yang sudah sejak tadi dia cari-cari dan butuhkan.


Faltra mengangguk kemudian menjelaskan soal titik lemah yang berhasil dia temukan dari setiap pengalamannya ketika melawan Binatang Jahanam.


Raut wajah Akira terus berubah seiring mendengar setiap penuturan Faltra yang seperti perkataannya untuk bisa menemukan titik lemah Binatang Jahanam ini ternyata sangat sulit. Faltra menambahkan kalau analisanya ini masih belum akurat dan perlu dibuktikan oleh sosok seperti Akira. Inilah alasan mengapa Faltra hanya memberitahukan informasi ini pada Akira seorang, karena menurutnya hanya Akira yang mampu melakukannya.


"Tenang saja. Aku yakin kalau kita bekerja sama, kita bisa mencapainya." Akira bangkit dari posisinya setelah selesai mendengar semua informasi dari Faltra.

__ADS_1


"Ya. Kuharap kau bisa diandalkan."


Akira terkekeh menanggapinya, "Sudah ayo kita kesana. Mereka pasti sudah menunggu."


Akira berjalan keluar ruangan diikuti Faltra di belakangnya.


Pandangan Faltra pada Akira kini sedikit berubah. Dia kini memandang Akira sebagai sosok yang bisa diandalkan. Dia mulai menaruh harapan besar padanya, berharap dia bisa mengeluarkan semua yang ada disini.


'Sepertinya aku berhasil menjinakan mereka berdua,' batin Akira menoleh sejenak pada Faltra yang terlihat mulai mengakuinya.


"Sekarang tinggal yang lainnya..."


*~*


Kedatangan Akira disambut hormat oleh semua ras duyung yang berkumpul. Mereka tidak ada lagi yang berani menyinggungnya. Semuanya membungkuk memberikan salam pada Akira.


Melihat Faltra muncul di belakang Akira, mereka bertanya-tanya tentang apa yang baru saja mereka lakukan, termasuk Zaltra yang penasaran setelah melihat sikap Faltra pada Akira tampak sedikit berubah. Meskipun dia tidak tahu apa yang mereka lakukan tapi setidaknya Zaltra merasa lega karena adiknya tidak berbuat sesuatu yang merugikan saat bersama Akira.


Zaltra berinisiatif mendekati Akira, melihat adiknya sebentar kemudian bertanya pada Akira, "Tuan, semua orang sudah berkumpul. Sekarang apa yang ingin Tuan lakukan?"


Akira mengamati semua orang yang berkumpul itu lalu menjawab, "Aku membutuhkan beberapa orang lagi untuk mendekat," pinta Akira yang segera dituruti oleh beberapa orang yang berinisiatif maju ke depan.


Semua orang yang menyaksikan terpana saat melihat bagaimana Akira bisa memunculkan barang yang begitu besar dari sebuah kapsul meski sebelumnya mereka sudah pernah melihat hal yang serupa.


"Zaltra, bagikan semua kapsul ini ke mereka dan lakukan hal yang seperti aku lakukan barusan. Usahakan cari tempat yang cukup luas." Akira memperlihatkan semua kapsul di kedua genggamannya itu pada Zaltra.


"Kalau boleh tahu untuk apa ini?" tanya Zaltra penasaran. Sama halnya dengan yang lainnya mereka juga tidak mengerti apa yang ingin Akira lakukan.


"Bagikan saja dulu, kau akan mengetahuinya nanti."


"Baik." Zaltra menekukkan tubuhnya, menyatukan kedua tangannya lalu menerima semua kapsul tersebut dan membagikannya satu persatu ke mereka yang mendekat.


"Kalian semua satu persatu berjajar, " titah Akira pada beberapa orang lainnya yang mengamati dari belakang.


Semuanya saling berpandangan tampak tidak mengerti dengan apa yang ingin Akira lakukan. Meski begitu satu persatu mulai menurut dan membentuk barisan sesuai arahan Akira.


Akira kemudian membuka menu store-nya. Di sana dia membeli sekotak makanan lalu mengeluarkannya dari ruang kosong yang serentak mengejutkan semua orang yang menyaksikan. Mereka semua mempertanyakan persoalan yang sama tentang bagaimana caranya Akira bisa mengeluarkan sesuatu seperti itu dari ruang kosong? Dan apa yang sebenarnya Akira keluarkan?


Menanggapi keterkejutan mereka, Akira menyuruh Zaltra untuk mencoba makanan yang dia keluarkan itu untuk memastikan ke semua orang kalau makanan itu aman.


"Apa benar ini makanan?" tanya Zaltra ragu.

__ADS_1


"Benar."


Mendengar jawaban Akira, semua orang bertanya-tanya tentang makanan apa yang Akira tunjukkan itu karena setahu mereka, mereka baru pertama kali ini melihat ada makanan dengan bentuk seperti itu.


"Apa ini bisa dimakan?" Zaltra mengambil sepotong makanan itu.


"Tentu saja. Tenang, aku tidak akan meracunimu. Kau bisa memastikannya sendiri."


Zaltra sesaat ragu namun ketika mencium aroma dari makanan yang menusuk hidungnya itu begitu menggugah selera dia pun akhirnya menurut dan mulai mencicipi sedikit makanan itu.


Seketika wajah Zaltra menegang, tidak berkedip saat merasakan sepotong pizza pemberian Akira itu ternyata sangat mengagumkan, membuat semua orang bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi padanya.


"Tuan, ini enak sekali! Sudah lama aku tidak merasakan yang namanya makanan, apalagi makanan seenak ini! " Sampai ketika kata-kata itu keluar dari mulut Zaltra wajah orang-orang yang menyaksikan berbinar oleh keterkejutan. Apa benar itu makanan?!


Faltra yang ada di belakang Akira pun sampai maju ke depan karena penasaran ingin mencicipi makanan tersebut.


"Benar! Ini enak sekali!"


Wajah semua orang semakin berbinar mendengar Faltra sendiri memuji makanan yang Akira tunjukkan. Mereka semua mulai menjilat bibirnya sendiri, ikut penasaran ingin mencoba mencicipi makanan itu.


"Karena kau sudah memastikan makanan ini aman, sekarang kalian juga bisa memastikannya. Kita akan berpesta!" seru Akira sambil mengangkat makanannya tinggi-tinggi.


Seruan Akira dibalas sorakan para ras duyung yang tampak bahagia karena setelah sekian lama tidak merasakan yang namanya makanan akhirnya mereka bisa merasakannya lagi. Rasa hormat mereka pada Akira kini semakin bertambah saat mengetahui manusia di depannya ini tidak seperti manusia yang mereka kenal.


'Makanan sepertinya memang senjata terbaik untuk menaklukan perasaan mereka.' Akira terkekeh dalam hatinya.


Akira merasa puas mengetahui rencana untuk menarik rasa hormat mereka tanpa perlu kekerasan berhasil. Dia sekarang bisa melihat tidak ada lagi wajah-wajah kebencian terlihat dari mereka menandakan mereka kini sudah mengakui Akira.


Akira menyuruh mereka yang sudah mendapatkan kapsul darinya untuk segera mengeluarkan barang yang ada di dalamnya. Semuanya melaksanakan perintah Akira. Satu demi satu bangku dan meja yang ukurannya panjang keluar setelah kapsul itu mendarat di permukaan. Mereka saling bekerja sama, mulai menata meja dan bangku itu untuk dijadikan sebagai tempat makan. Zaltra dan Faltra mengomandai mereka penuh antusias bersama beberapa orang lainnya.


Air liur yang sudah lama terpendam di mulut mereka mulai naik ke permukaan begitu Akira mulai mengeluarkan berbagai makanan yang lain dari ruang kosong.


Akira menugaskan para anak seumurannya dan para perempuan untuk menata makanan-makanan itu sementara para lansia ditugaskan untuk membantu membagikannya.


Mengingat harga makanan yang dijual di menu store-nya terbilang sangat murah, Akira membeli seribu lebih makanan di menu store-nya itu untuk seratus dua puluh lima orang ras duyung tanpa peduli seberapa banyak uang yang dia keluarkan.Bukan hanya makanan saja, Akira juga membeli minuman seperti arak, jus dan yang lainnya.


"Anggap saja ini pesta sebelum perang!" seru Akira berdiri di atas meja terdepan setelah semua meja makan tertata rapi beserta makanan dan minumannya.


Mereka semua yang sudah menduduki tempat duduknya serempak bersorak.


"Ya!!"

__ADS_1


__ADS_2