
Charla dan Sherria terkejut ketika mendengar suara guntur yang sangat keras dari belakangnya. Mereka menahan nafasnya saat menoleh ke belakang dan mendapati tubuh para perampok itu kini tidak lagi terlihat.
Zero melihat ekspresi mereka berdua yang tampak sedang menahan ngeri setelah tidak berani terlalu lama menoleh ke belakang.
"Charla, Sherria, jika kalian masih terus bersikap naif seperti ini akan ada waktunya dimana kalian nanti akan menyesal..." Zero memberikan nasihat pada mereka berdua. Sedangkan yang diberi nasihat hanya bisa diam karena yang Zero katakan tidak sepenuhnya salah.
"Untuk sekarang aku tidak akan memaksa kalian membunuh seseorang, karena suatu saat kalian juga akan dihadapkan dengan pilihan itu, entah itu untuk menyelamatkan nyawamu sendiri maupun orang-orang terdekatmu…"
Mereka berdua meresapi apa yang Zero katakan. Mereka berdua mengerti alasan Zero mengatakan ini semua semata-mata demi kebaikan mereka berdua untuk ke depannya.
*~*
"Hm...Sepertinya tempat ini cocok…" Zero akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat.
Zero mengeluarkan satu kapsul berisi tenda berukuran besar lalu mengeluarkannya di salah satu tempat. Dia juga mengeluarkan dua bangku kecil dan api unggun untuk menerangi tempat itu.
Setelah mereka semua duduk di bangkunya masing-masing, Zero mengeluarkan beraneka makanan untuk dimakan.
"Yey...Waktunya makan…" Fluffy tampak bersemangat sekali melihat semua makanan itu.
"Selamat makan…" kata mereka semua selepas mendapatkan makanannya masing-masing.
Semuanya mulai mengisi perutnya hingga selesai.
"Ahh...aku kenyang sekali…" Fluffy mengelus-elus perutnya yang membuncit.
"Flo, kau makan terlalu banyak." Sherria yang duduk di sampingnya tersenyum geli, terkesan melihat Fluffy mampu menghabiskan sepuluh mangkuk sup seorang diri. Zero dan Charla pun ikut tersenyum sambil menggeleng pelan melihatnya.
"Zero-sama..." Charla menoleh ke Zero yang duduk di sampingnya.
"Mm? Apa?" Zero menanggapi.
"Aku senang sekali bisa merasakan kembali momen seperti ini. " Charla tersenyum penuh kasih menatap Zero. Dia teringat kembali akan pengalaman yang menyenangkan saat dirinya dan Zero masih berada di dalam Menara Agung.
"Ya. Aku juga..." Zero membalas senyumannya. Dia juga sangat senang bisa merasakan momen seperti ini lagi bersama Charla dan yang lainnya.
Zero kemudian bangkit mendekati Fluffy dan berdiri di depannya.
"Ada apa, Tuan?" Fluffy menaikkan kedua alisnya.
"Hm…" Zero mengamati tanduk Fluffy, memikirkan sesuatu.
"Flo, sepertinya tandukmu akan membawa banyak masalah," ujar Zero.
"Hmph...Apa tanduk ini terlihat jelek untukku?" Fluffy menggembungkan pipinya sambil memegangi tanduknya.
"Tidak, bukan begitu." Zero menggeleng pelan,"Kau terlihat semakin cantik dengan tanduk ini, untuk itu suatu saat akan ada banyak orang yang mengincarmu," jelas Zero.
"Kalau begitu aku tinggal menghabisi mereka saja kalau mereka berani menggangguku. Akan kubuat mereka seperti orang-orang tadi." Fluffy mengepal tangannya ke atas penuh tekad membuat Sherria di sampingnya mendengus geli seperti ingin tertawa.
"Tidak boleh. Kau hanya akan mengundang banyak masalah jika melakukannya." Zero terkekeh pelan.
"Benarkah?"
Zero mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Apa kau bisa menghilangkannya saat bertemu orang lain?" tanya Zero.
__ADS_1
"Mmm…" Fluffy memejamkan mata, menghilangkan tanduk kecil di kedua sisi dahinya.
"Seperti ini?"
"Bagus, kalau kau sudah mengerti." Zero mengusap-usap rambut Fluffy sebentar dan kembali lagi ke tempat Charla terduduk.
"Ada apa?" Zero melihat Charla sejak tadi terus tersenyum menatapnya.
"Tidak…" Charla menggeleng pelan lalu berdiri menghampiri Fluffy dan bermain bersamanya.
Mengabaikan mereka bertiga, Zero membuka hadiah yang sebelumnya dia dapatkan dari menolong semua orang di desa itu.
{Crown Chest—Selamat Anda mendapatkan:
-10000 BP
-25 SP
-5500 EXP
-Misteryous Egg}
"Telur misterius?" Zero spontan bergumam saat melihat hadiah terakhir dalam peti itu. Dia belum pernah mendapatkan hadiah seperti ini sebelumnya.
Merasa penasaran, Zero pun mengeluarkan telur itu dan menelitinya. Ukuran telur itu terlihat cukup besar meliputi bintik-bintik hitam menyelimuti setiap sisinya.
'Sistem, telur apa ini sebenarnya?' Zero yang penasaran pun bertanya.
[Seperti namanya, itu telur misterius. Setelah telur itu menetas, makhluk yang ada di dalamnya akan menjadi pet Anda]
'Pet?'
"Hm... " Zero memutar telur itu, menebak-nebak apa yang ada di dalamnya.
"Zero-sama, telur apa itu?" Mereka bertiga menghampiri Zero, penasaran saat melihat telur itu.
"Entahlah, aku pun tidak tahu. Kita tunggu saja sampai telur ini menetas."
*~*
Keesokan harinya…
"Coba lihat…" Pandangan mereka semua kini tertuju pada telur yang tampak bergerak-gerak dan mulai memperlihatkan kretakkan seperti ingin menetas.
Sampai pucuk telur itu terbuka, mereka semua akhirnya bisa melihat makhluk seperti apa yang ada di dalam telur itu.
"Slime?" Semuanya terkejut melihat isi dalam telur itu ternyata hanya seekor slime.
"Ternyata hanya slime." Zero terkekeh. Padahal sebelumnya dia berharap banyak pada makhluk yang ada di dalam telur itu.
"Aku akan membunuhnya." Zero mengepal tangannya bersiap menghabisi slime itu.
"Jangan!" Sebelum Zero bisa melakukannya, mereka bertiga segera berdiri di depan slime itu sambil merentangkan kedua tangannya menyuruh Zero agar tidak membunuhnya.
"Kenapa?" Zero menaikkan satu alisnya.
"Jangan dibunuh. Coba lihat. Dia bukan slime biasa." Charla menunjuk slime berwarna putih susu yang masih bersembunyi dalam telur itu.
__ADS_1
Slime itu pun melompat keluar dari dalam telur lalu memunculkan bola mata dan mulutnya menatap mereka semua.
"Cuit, cuit…" Slime itu melengkungkan garis mulutnya membentuk senyuman.
"Benar juga…" Zero baru pertama kali ini bertemu dengan slime yang memiliki mata dan mulut, memperlihatkan bahwa slime itu bukanlah slime biasa.
"Baik, baik, aku tidak akan membunuhnya."
Mereka bertiga tersenyum, senang mendengarnya.
{Beri nama pet Anda}
Panel kecil muncul di depan Zero menyuruhnya untuk memberi nama slime itu.
"Sekarang kalian beri nama untuknya," titah Zero.
"Nama…" Mereka bertiga saling berpandangan memikirkan nama yang cocok untuk slime itu.
"Biar aku saja, biar aku saja." Fluffy mengangkat tangannya setelah berhasil menemukan nama yang bagus.
"Baiklah, coba sebutkan siapa namanya?" tanya Zero.
"Rimuru, nama slime ini Rimuru," kata Fluffy tersenyum berseri-seri.
"Rimuru?"
"Emm!"
Zero memikirkan nama itu sejenak sebelum setuju. Charla dan Sherria pun merasa cocok dengan nama tersebut.
Zero menghampiri slime itu lalu berjongkok di depannya, "Yosh, namamu sekarang adalah Rimuru."
{Nama sudah diberikan. Mulai sekarang slime itu akan menjadi pet Anda}
Slime itu melompat-lompat seperti senang dengan nama itu. Dia lalu melompat tinggi dan mendarat di kepala Fluffy sebagai orang yang telah memberinya nama.
"Sepertinya dia menyukaimu, Flo." Charla dan Sherria tersenyum melihat slime yang ada di kepala Fluffy.
"Mulai sekarang slime itu milikmu." Zero melihat mereka berdua sangat cocok.
"Benarkah?" Fluffy senang sekali mendengarnya.
"Ya." Zero mengangguk pelan.
"Terima kasih, Tuan."
"Cuit, cuit…" Rimuru tersenyum sambil melompat-lompat ikut senang. Dia lalu memejamkan matanya dan memunculkan dua tanduk di dahinya, mengejutkan mereka semua.
"Wah...hebat, dia bisa membuat tanduk yang sama sepertimu, Flo." Charla dan Sherria terkesan melihatnya.
Fluffy yang penasaran membawa Rimuru yang ada di atas kepalanya ke dalam pelukannya. Dia melihat apa yang dikatakan Charla dan Sherria ternyata benar.
"Rimuru, hebat." Fluffy memeluk erat Rimuru sambil mengelus-elusnya dengan pipinya.
'Sepertinya dia memang bukan slime biasa.' Zero sedikit terkejut melihat slime itu memiliki kemampuan seperti itu. Dia berpikir kemungkinan slime itu memiliki kemampuan yang lain. Dia berharap suatu saat slime itu bisa dia andalkan.
"Yosh, karena semuanya sudah selesai sekarang kita berangkat," ajak Zero setelah memasukkan semua kapsul itu ke dalam inventory-nya. Dia melangkah lebih dulu meninggalkan mereka bertiga yang masih asik bermain dengan Rimuru.
__ADS_1
"Tunggu, Zero-sama." Mereka bertiga segera mengikuti Zero dari belakang.