Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Kemunculan Pahlawan


__ADS_3

Dua hari sebelum gelombang monster dimulai, Zero disuruh untuk mendatangi guild petualang yang ada di ibukota kerajaan itu untuk memberikan laporan mengenai kesiapannya dalam menghadapi gelombang monster nanti. Dengan didampingi Gladius, dia pun pergi ke sana. 


"Inikah tempatnya?"


Zero tertegun saat berdiri di depan sebuah bangunan megah dengan gaya arsitektur kelas atas yang tak lain merupakan pusat guild petualang di kerajaan itu. 


Pusat guild petualang merupakan guild utama di antara semua guild petualang yang tersebar di segala penjuru kerajaan. Setiap guild petualang yang ada di kerajaan akan melaporkan hasil kegiatannya di tempat ini.


"Apa ini pertama kalinya Tuan datang ke sini?" tanya Gladius saat memperhatikan reaksi Zero. Gladius terlihat biasa saja karena dia sudah pernah mengunjungi tempat ini.


"Ya, ini kali pertamaku datang ke tempat ini. Aku tak menyangka tempatnya ternyata akan semegah ini." 


Zero tidak menutupi kekagumannya saat mengetahui pusat guild petualang ini sangatlah besar, bahkan tiga kali lebih besar dari guild petualang yang sebelumnya Zero temui. Di pintu masuknya pun dijaga oleh dua orang penjaga yang tampaknya cukup kuat. 


Puas mengamati setiap segi bangunan itu, Zero dan Gladius mulai melangkah masuk. Penjaga di sana menghentikan langkah Zero dan Gladius karena baru pertama kali melihat mereka. Namun ketika Zero menunjukkan lisensi petualangnya, penjaga itu segera mengubah sikap dan mempersilakan Zero dan Gladius untuk masuk. 


Saat pertama kali memasuki bangunan itu, Zero kembali tertegun oleh apa yang ada di dalamnya. Dimulai dari fasilitas yang disediakan yang begitu lengkap serta orang-orang di dalamnya yang memadati hampir setiap penjuru tempat itu. 


"Gila, ramai sekali…" Zero menemukan para petualang sedang ramai-ramai mengantri di depan meja administrasi. Ada juga yang sibuk bersantai di depan tempat bar sambil bercanda ria dengan rekan semejanya. 


Gladius tersenyum melihat reaksi tuannya yang baru pertama kali ini melihat pemandangan yang seperti ini.


"Pemandangan seperti ini sudah biasa terlihat disaat-saat seperti ini, Tuan. Mereka yang ada di sini bukan hanya petualang dari kota ini saja. Dari berbagai penjuru kota pun banyak yang berdatangan ke pusat guild ini untuk mencari peruntungan yang lebih besar," jelas Gladius. 


"Begitu, ya." Zero sudah menduganya. 


Kehadiran Zero dan Gladius di guild itu kini menarik perhatian sebagian petualang yang mengenalinya. Ditambah lagi belakangan ini namanya sedang menjadi buah bibir di kalangan para petualang.


"Coba lihat, bukannya dia petualang yang belakangan ini sedang naik daun di kota sebelah."


"Benar, aku mengenalnya. Aku juga sudah mendengar sepak terjangnya. Dia mampu menjadi seorang petualang pangkat diamond hanya dalam beberapa minggu. Orang sepertinya jelas bukan orang biasa."


"Ya, dia bukan orang biasa. Temanku yang ada di kota yang sama dengannya mengingatkan padaku agar jangan sekalipun berurusan dengannya. Terutama dengan pria yang ada di sampingnya."


Mengabaikan celotahan mereka, Zero dan Gladius berjalan ke lantai atas yang merupakan tempat bagi petualang kelas atas sepertinya. 

__ADS_1


Tepat di ujung tangga, Zero dihentikan oleh salah satu petugas. Petugas itu memintanya untuk memperlihatkan sesuatu yang bisa menunjukkan kalau dirinya pantas memasuki wilayah itu. Zero kemudian memperlihatkan lisensi petualangnya dan petugas itu pun tanpa menunggu lagi langsung memperbolehkannya untuk masuk. 


Zero mendapati fasilitas yang disediakan di lantai atas kali ini berbeda, tentunya jauh lebih bagus dari yang ada di bawah. Begitupun dengan para penghuninya.


Merasa cukup mengamati tempat itu, Zero melangkah ke suatu tempat sedangkan Gladius disuruh untuk menunggunya.


Para petualang di lantai atas yang melihat kedatangan Zero penasaran dengannya karena mereka baru pertama kali ini melihatnya. 


"Apa kau barusan melihatnya? Dia mempunyai lisensi petualang pangkat diamond. Siapa dia?"


"Ya, aku melihatnya, tapi aku tidak kenal siapa dia."


"Tidak banyak petualang yang memiliki pangkat diamond di sini. Kemungkinan dia petualang yang belakangan ini sedang dibicarakan oleh orang-orang."


"Hmm... benar, ciri-cirinya sama seperti yang orang-orang katakan. Tapi anehnya kenapa aku tidak merasakan kalau dia kuat. Padahal kudengar dari orang-orang dia mempunyai energi sihir yang tidak masuk akal."


"Dasar bodoh, sudah pasti dia menyembunyikan kekuatannya dengan rapi agar tidak terlihat oleh orang lain. Yang pasti, jangan sekalipun mencari gara-gara dengan orang sepertinya jika kau tidak ingin celaka."


"Aku setuju. Mereka yang tampak biasa-biasa saja belum tentu lemah, berlaku sebaliknya."


Para petualang di lantai atas mulai sibuk mengomentari sosok Zero yang begitu misterius. Namun Zero berusaha mengabaikannya dan berjalan menuju meja administrasi untuk memberikan laporan mengenai kesiapannya dalam menghadapi gelombang monster nanti.


"Ya."


"Sekarang apa yang ingin Tuan lakukan?"


"Tidak ada. Lebih baik kita pulang dan beristirahat. Aku tidak ingin berlama-lama di tempat ini. Telingaku sudah mulai sedikit risih mendengarkan ocehan-ocehan tidak penting tentangku dari mereka," jawab Zero dengan nada terdengar malas.


"Baik, Tuan." Gladius mengikuti kemauan Zero. Lagian dia juga tidak melihat ada sesuatu yang menarik di tempat itu.


Akan tetapi, sesaat sebelum mereka hendak pergi, terdengar suara heboh dari orang-orang yang ada di bawah. Para petualang di lantai atas yang penasaran segera menuju pembatas untuk mencari tahu apa yang terjadi. Zero dan Gladius pun mengikuti.


Ternyata sumber dari kehebohan tersebut yaitu karena kemunculan tiga dari lima petualang pangkat pahlawan yang terkenal di kerajaan Blue Diamond.


Zero dan Gladius yang semula tidak tertarik berada di tempat itu kini malah sebaliknya saat melihat kehadiran mereka bertiga.

__ADS_1


"Mereka muncul juga ternyata." Zero tersenyum penuh ketertarikan pada ketiga pahlawan itu.


Ketiga pahlawan itu nyatanya tidak sendiri. Mereka didampingi oleh anggotanya masing-masing yang nampaknya memiliki kemampuan yang patut diakui.


"Wahh! Itu dia pahlawan Topeng Emas! Salah satu pahlawan terkuat di kota ini."


"Seperti biasa, dia terlihat elegan sekali ya dengan topeng itu."


"Kya! Aku selalu penasaran ingin melihat seperti apa wajah dibalik topengnya yang indah itu!"


Hampir setiap wanita yang ada di guild itu terpesona oleh kemunculan pria gagah yang mengenakan topeng emas. Mereka melontarkan beribu-ribu pujian padanya dengan harapan pemuda gagah nan elegan itu membalas pujiannya.


"Cantiknya..."


Sementara para petualang pria malah lebih tertarik pada pahlawan wanita yang mengenakan pakaian serba oren dengan syal kecil melilit lehernya dan katana pendek tersemat di pinggangnya.


Sekilas dia terlihat seperti wanita cantik biasa pada umumnya, tetapi sorot matanya yang tajam tidak memperlihatkan demikian. Sorot matanya seolah mampu menyihir siapa saja yang melihatnya. Mereka mengenal wanita tersebut sebagai pahlawan Musim Gugur.


Kemudian pahlawan terakhir yang muncul di tempat itu yaitu pahlawan Pedang Iblis. Dari namanya saja sudah bisa ditebak seberapa menakutkan dirinya. Dia merupakan pahlawan misterius yang selalu menggunakan pakaian tertutup layaknya ninja untuk menutupi identitasnya. Bahkan anggotanya yang hanya ada dua orang pun mengenakan pakaian yang sama.


"Gladius, Coba jelaskan padaku seberapa kuat mereka." Zero semakin tertarik dengan ketiga pahlawan itu.


"Tidak diragukan lagi, mereka sangat kuat, Tuan. Contohnya pahlawan yang menggunakan topeng emas itu. Dia memiliki kemampuan yang menarik yang mampu membuat lawannya terkejut," jelas Gladius berdasarkan pengetahuannya.


"Aku penasaran, kemampuan seperti apa yang kau maksud? Coba jelaskan lebih detil lagi." Zero meminta penjelasan.


"Sayangnya aku belum pernah bertarung sekalipun dengannya. Namun dari yang pernah kudengar, dia mampunyai kemampuan membelah diri yang merepotkan. Lalu kemampuannya yang selalu membuat lawannya terkejut..." Gladius sejenak tersenyum pada Zero sebelum melanjutkan," Yaitu dia tidak bisa mati..." jelasnya sambil menatap petualang yang menggunakan topeng emas itu.


"Hah? Tidak bisa mati katamu?" Zero jelas terkejut mendengarnya.


"Tunggu, maksudmu dia abadi?" tanya nya.


"Aku tahu itu sulit untuk dipercaya. Tapi itulah yang kudengar dari orang yang pernah bertarung dengannya."


Zero tidak menemukan Gladius mencoba membohonginya. Dia jelas terlihat berkata dengan sungguh-sungguh. Hal itu membuat Zero sulit menerima kenyataan kalau memang ada makhluk lain yang abadi selain dirinya.

__ADS_1


"Hanya itu saja yang bisa aku beritahukan, Tuan. Aku juga tidak terlalu mengetahui bagaimana dia bisa mempunyai kemampuan seperti itu. Kalau Tuan penasaran, Tuan bisa mencaritahunya langsung," jelas Gladius.


"Ya, kurasa aku akan mencaritahunya sendiri nanti," kata Zero tertarik untuk mencari tahu lebih jauh tentang pahlawan topeng emas tersebut.


__ADS_2