
Tiga minggu telah berlalu. Hari-hari Zero dan lainnya jalani dengan melatih dan berlatih. Setiap harinya Charla dan lainnya selalu memperlihatkan perkembangan yang memuaskan.
Mereka kini sudah memahami semua teknik sihir yang Zero jelaskan tetapi tidak bisa menguasai semuanya lantaran tidak cocok dengan class mereka.
Charla sudah bisa menguasai teknik Emission, Sharpen, Circle Zone, Suppress dan Enhancement. Dikarenakan Charla hanya berfokus pada serangan jarak jauh jadi dia hanya mengembangkan kelima teknik tersebut.
Sementara Sherria, Fluffy dan Rimuru sudah bisa menguasai teknik Transmutation, Enhancement, Temper, Sharpen, Circle Zone, dan Release. Sebagai pengguna senjata jarak dekat semua teknik tersebut perlu mereka kembangkan.
Hari ini semuanya kembali lagi ke tempat Menara Surga untuk berlatih. Zero kali ini menyuruh satu persatu dari mereka untuk berlatih tanding dengannya, dengan tujuan ingin mengetahui seberapa baik perkembangan mereka dalam tiga minggu ini.
"Dimulai dari Rimuru." Zero berjalan ke arena pertandingan. Rimuru yang mendapat giliran pertama maju memasuki arena. Yang lain bersorak sorai menyemangatinya.
Zero yang hanya menggunakan tangan kosong kini saling berhadap-hadapan dengan Rimuru yang menggunakan kedua belati pemberiannya. Setelah memberi hormat, Rimuru bergerak lebih dulu menyerang Zero.
Rimuru bergerak dengan lincah setelah tubuhnya dia tingkatkan dengan teknik Enhancement. Kedua belati di tangannya pun dia perkuat dengan teknik Enfold. Dia tidak menggunakan teknik Transmutation karena senjatanya tidak mendukung teknik tersebut.
Bukan hanya itu, Rimuru juga mengeluarkan aura sihirnya setelah sebelumnya Zero membantu mereka untuk membuka titik aura di dalam tubuhnya. Meski begitu, aura sihir itu sama sekali tidak berefek pada Zero.
Ketika Zero hendak mendaratkan satu tendangan yang berbahaya, Rimuru dengan cepat menggunakan teknik Temper untuk melindungi titik yang akan diserang.
"Hebat...Kau sudah cukup mahir menggunakan teknik itu. Tapi perlu diingat kembali, kau harus hati-hati ketika ingin menggunakannya, karena ketika kau memusatkan pertahananmu di satu titik, titik lain yang tidak terlindungi akan menjadi sasaran yang empuk bagi lawanmu," ujar Zero selagi mendaratkan pukulan dan tendangan pada tubuh kecil Rimuru tetapi Rimuru selalu bisa dengan cepat melindungi titik yang akan diserang.
Selain menggunakan senjatanya, Rimuru juga menggunakan kemampuannya yang lain, yaitu ciri khasnya sebagai Slime.
Rimuru melemparkan cairan-cairan lengket untuk memperlambat gerakan Zero dan cairan asam untuk menyerangnya. Harus diakui Zero cukup dibuat kerepotan oleh cairan-cairan tersebut.
'Mengesankan...dia bisa memanfaatkan elemen sihir dalam dirinya dan mengubahnya menjadi senjata yang merepotkan seperti ini…' batin Zero terkesan. Dia puas dengan hasil yang Rimuru tunjukan dalam pertandingan ini.
Merasa puas dengan perkembangan Rimuru, Zero menyudahi pertandingan itu dengan mengunci pergerakannya.
"Ah, sudah selesai, ya…" Rimuru tersenyum hambar, tampak masih ingin melanjutkan pertandingan melawan Zero tapi tangan dan kakinya tidak bisa melakukan apa-apa.
"Ya. Kau sudah cukup hebat, Rimuru…" Zero memuji sambil melepas kunciannya.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan. Selanjutnya aku akan berjuang lebih keras lagi." Rimuru tersenyum puas, senang mendengar pujian Zero.
"Bagus, aku suka dengan semangatmu." Zero mengacak-acak rambut Rimuru.
Setelah Rimuru, selanjutnya giliran Fluffy yang akan bertanding dengan Zero. Rimuru kembali ke tempatnya, Fluffy berjalan memasuki arena pertandingan.
"Sudah lama ya Flo sejak pertarungan waktu itu. Akhirnya kita sekarang bisa bertanding kembali. Tapi kali ini kau harus bertanding melawanku dalam wujud seperti itu." Zero teringat pengalaman sewaktu dirinya bertarung dengan Fluffy di dalam Menara Agung.
"Tidak apa-apa. Meski dalam wujud seperti ini kali ini aku akan mengalahkan, Tuan." Fluffy yang bersemangat langsung mengeluarkan teknik terbaiknya. Tubuhnya diselimuti oleh aura miliknya, begitupun dengan pusaran angin di pedangnya yang segera membesar, membuat Charla dan lainnya yang menyaksikan tercengang.
Zero tertawa pelan, "Hahaha, kalau kau bisa mendaratkan satu serangan di tubuhku, aku akan mengabulkan satu permintaanmu, Flo. " Zero yang menjadi bersemangat mencoba menyemangati Fluffy.
"Aku akan berjuang keras, Tuan!" Fluffy semakin bersemangat.
"Majulah…" Zero tersenyum menantang.
Fluffy bergerak menyerang Zero menggunakan pedang pendeknya. Zero selalu menghindar setiap kali Fluffy mengayunkan pedangnya ke tubuhnya.
Meskipun teknik berpedang Fluffy masih bisa dikatakan amatiran tetapi jika sekali saja pedang itu berhasil mendarat di tubuh seseorang kemungkinan orang itu akan mendapatkan luka yang cukup serius.
Zero tersenyum setiap kali Fluffy berusaha mendaratkan satu serangan pada tubuhnya.
'Kau sudah semakin besar, Flo…' batin Zero.
Fluffy yang dulu hanyalah gadis kecil yang belum bisa berbicara atau mengerti bahasa kini sudah tumbuh dewasa.
Tanpa sadar ketika Zero larut dalam kenangan itu, Fluffy dengan cepat menggunakan tebasan angin tak terlihat hingga berhasil menorehkan sedikit luka di pipi Zero.
"Uppa! Aku berhasil melakukannya, Tuan! Aku berhasil mendaratkan satu serangan di pipimu." Fluffy berhenti menyerang dan menjadi girang.
"Aku lengah sampai tidak menyadarinya…" Zero menyentuh segaris luka di pipinya.
"Kau hebat, Flo." Zero tersenyum pada Fluffy. Charla dan lainnya kagum melihat Fluffy berhasil melakukan itu.
__ADS_1
"Tuan janji akan mengabulkan satu permintaanku, kan?" Fluffy tersenyum riang sambil menampilkan deretan giginya.
"Ya. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Kau bebas meminta apapun itu. " Zero balas tersenyum.
"Yatta! Dengan yang sebelumnya jadi sekarang aku bisa meminta dua permintaan pada, Tuan!" Fluffy melompat-lompat kegirangan.
"Tapi setelah ini selesai, ok."
"Emm!" Fluffy mengangguk mantap.
Beralih dari Fluffy, selanjutnya Zero memanggil Sherria untuk berlatih tanding dengannya. Sherria dengan patuh menurut dan mulai memposisikan diri bersiap menampilkan hasil terbaiknya pada Zero.
"Aku akan berusaha menampilkan yang terbaik, Zero-sama." Sherria melakukan teknik Transmutation untuk memperkuat pedangnya. Setelah tiga minggu berlatih, Sherria mampu membuat pusaran angin yang cukup besar di pedangnya.
Berikutnya Sherria juga mengeluarkan aura sihir miliknya meski sadar itu tidak akan berpengaruh pada Zero.
"Ya. Tunjukkan semuanya padaku." Zero tersenyum penuh antusias.
Sherria menangguk kemudian mempersingkat jarak menyerang Zero menggunakan kemampuan terbaiknya.
Dari pertama memulai pertandingan, Zero sudah bisa melihat perkembangan Sherria melalui pola gerakan yang ditunjukkan olehnya. Sherria mampu menghubungkan satu gerakan ke gerakan lain dengan cermat sehingga menciptakan gerakan yang indah dan berkualitas.
Zero mengenali semua gerakan itu, karena semuanya tercantum dalam buku yang saat itu dia berikan pada Sherria.
"Kau sudah mempelajari banyak gerakan di dalam buku itu, ya," kata Zero tersenyum selagi mengamati setiap gerakan yang Sherria tunjukkan.
"Iya, Zero-sama. Aku setiap hari selalu membaca dan mencoba mempraktekkannya. Bagaimana? Apa gerakanku sudah bagus."
"Ya. Kau sudah bisa menyempurnakan semua gerakan itu. Kau memang berbakat, Sherria."
"Terima kasih. Semua ini berkat, Zero-sama."
Zero melanjutkan pertandingannya. Sampai dirinya puas melihat semua gerakan yang Sherria tunjukkan, Zero menyudahi pertandingan itu dan selanjutnya giliran Charla yang akan berlatih tanding dengannya.
__ADS_1
Zero membawa Charla ke suatu tempat yang cocok untuk menjadi tempat latih tanding dengannya.