Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Meminta Penjelasan


__ADS_3

Merasa cukup bermain-main dengan para budak itu, Zero kembali pada tujuan awalnya untuk membeli mereka semua sebagai budaknya. Setidaknya setelah menanamkan rasa takut pada para budak itu, Zero berharap mereka bisa menjadi budak yang patuh dan tidak akan berani macam-macam dengannya. 


Selain mereka, Zero juga membeli budak-budak lain di tempat itu yang menurutnya bisa berguna bagi dirinya maupun kerajaannya. 


Penjual budak yang mengetahui Zero memborong banyak sekali budaknya jelas senang karena bisa mendapat pendapatan yang besar. Namun di saat yang sama dirinya gelisah karena takut memberikan harga yang tidak sesuai dengan harapan Zero. Oleh karena itu untuk menjaga dirinya tetap selamat dia hanya menjual budak yang Zero beli dengan harga setengahnya. 


Para budak yang Zero beli kemudian dipasangkan kalung budak yang diikatkan kontrak dengan darah miliknya sebagai tanda jika mulai sekarang mereka semua resmi menjadi budaknya. 


Kalung budak itu berfungsi agar para budak itu tidak melawan perintah majikannya. Jika sekali saja mereka berniat melakukan itu maka kalung budak itu akan menyerangnya terlebih dahulu.


Dengan kalung budak itu Zero merasa tidak perlu risau jika suatu saat budak-budaknya itu berkhianat meskipun dia tahu itu tidak mungkin. 


Setelah semuanya selesai, Zero memasukkan mereka semua ke dalam cincin ruangnya. Di sana Zero menyuruh mereka untuk belajar lebih keras agar ketika berada di kerajaannya nanti mereka bisa menjadi budak yang bisa diandalkan. Jika tidak, Zero mengancam akan membuat kehidupan mereka menjadi jauh lebih buruk dari menjadi seorang budak. 


Meskipun mereka takut terhadap majikannya, para budak itu terlihat tidak menyesal menjadi budaknya setelah mengetahui mereka ditempatkan di tempat yang begitu menakjubkan yang ada di dalam cincin ruangnya. 


Tidak seperti tempat tinggal sebelumnya yang kotor, sempit, dan tidak terurus, mereka sekarang bisa melihat pemandangan sejuk setiap hari dan bergerak sesuka hati mereka. 


Dengan begitu, tujuan Zero untuk membeli banyak budak yang akan dipekerjakan di kerajaannya berhasil terlaksana. Tinggal satu tujuannya lagi yang tersisa sebelum dia kembali ke tempat Charla dan yang lainnya berada. 


Tidak ingin menunggu waktu yang lama, keesokan harinya Zero segera saja menyelesaikan tujuan terakhirnya. 


"Kalau boleh saya tahu, apa tujuan terakhir Tuan?" tanya Gladius yang penasaran. Dia berpikir Zero menempatkan tujuannya ini di akhir mungkin merupakan sesuatu yang besar. 


"Aku tidak bisa memberitahukannya. Biar aku saja yang menyelesaikan tujuan terakhirku ini sendiri. Kau tidak perlu mengikutiku atau diam-diam membuntutiku untuk mencari tahunya. Jika kau melakukannya, aku akan memecatmu sebagai bawahan," kata Zero yang tidak ingin memberitahukan tujuannya. 

__ADS_1


"Baiklah, saya akan tetap di sini dan tidak akan mengganggu, Tuan." Gladius mencoba patuh pada perkataan Tuannya meskipun sebenarnya dia penasaran ingin mencaritahunya. 


"Ya, kau tunggu saja di sini sampai semua urusanku selesai."


Setelah percakapan singkat itu berakhir, Zero keluar dari penginapan untuk menyelesaikan urusannya yang terakhir. 


Tadinya Zero memang berniat melakukan itu, tetapi setelah berada di luar, dia harus menunda tujuannya itu terlebih dahulu begitu mendapati ksatria suci perempuan yang dia kenali datang menghampirinya bersama dua orang ksatria suci yang lain. 


"Ada apa? Aku sedang sibuk, jangan menggangguku." Zero seperti malas berhadapan dengan mereka, terkhusus ksatria suci perempuan yang dia ketahui sudah lama mengintainya.


"Maaf kalau kita sudah mengganggumu, tetapi sekarang kau harus ikut dengan kita. Ada hal penting yang ingin kita bicarakan denganmu. Bukan hanya kita, tetapi ksatria suci yang lain juga ingin bertemu denganmu," kata ksatria suci perempuan yang tidak lain adalah Rin. 


"Apa yang akan kalian lakukan jika aku tidak mau." Zero bersikap menolak ajakan mereka.


Zero terdiam sejenak memikirkan keputusannya sebelum menghela nafas dan menjawab, "Baiklah, aku akan ikut dengan kalian."


Zero berpikir tidak ada salahnya mengikuti mereka, kebetulan dia sudah lama penasaran ingin bertemu dengan ksatria-ksatria suci lain yang ada di kerajaan itu. Setidaknya di sana dia bisa mendapatkan informasi yang berharga tentang mereka yang mungkin suatu saat akan berguna baginya. Dia juga ingin mengetahui seberapa hebat ksatria suci yang ada di kerajaan ini.


Rin dan ksatria suci lainnya membawa Zero ke tempat di mana mereka biasa mengadakan rapat yang lokasinya berada tak jauh dengan pusat kerajaan. 


Saat tiba di sana, Zero segera dibawa masuk oleh Rin ke dalam ruang rapat yang tampak sudah diisi oleh ksatria suci lain yang sudah menunggu di tempat itu sejak tadi. 


"Pahlawan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga," celetuk salah satu ksatria suci di ruangan itu terkesan mengolok-olok gelar pahlawan yang disandang olehnya. 


Saat mendengar celetukan itu seketika semua ksatria suci di ruangan itu mengalihkan perhatiannya pada Zero yang baru masuk ke dalam ruangan bersama Rin dan dua ksatria suci lainnya. 

__ADS_1


Zero tersenyum penuh ketertarikan saat melihat hampir semua ksatria suci di kerajaan itu kini berkumpul di sana. Dia mendapati semua ksatria suci yang ada di ruangan itu memang sesuai seperti yang dia harapkan.


Pandangan Zero kemudian tertuju pada salah satu ksatria suci yang duduk di pojokan dan tengah tiduran di meja. 


'Dia juga hadir, ya…' batin Zero melihat ksatria suci itu.


Ksatria suci yang dimaksud adalah Michael. Ksatria suci terkuat nomor dua di kerajaan itu. Dia satu-satunya ksatria suci yang pernah berhasil membuatnya takjub oleh aksinya waktu itu saat menghabisi binatang jahanam. 


"Yo, pahlawan. Kita bertemu lagi…" Michael mengangkat tangannya menyapa Zero tanpa mengubah posisinya yang tengah tiduran di meja. 


Zero hanya menanggapinya dengan senyuman tipis lalu memusatkan perhatiannya pada ruangan itu yang kelihatannya merupakan tempat yang biasa digunakan untuk para ksatria suci berkumpul. 


Salah satu ksatria suci pria menghampiri Zero dan memintanya untuk duduk di kursi yang telah disediakan yang berada di barisan tengah. 


Semua orang di ruangan itu kini sudah duduk di kursinya masing-masing dan bersiap memulai pembahasan. 


"Baik, karena sosok yang kita tunggu sudah datang, kita bisa memulai pembahasannya sekarang," kata Daniel, ksatria suci yang biasa memimpin rapat di ruangan itu. 


Daniel meminta yang lain untuk fokus karena dia akan mulai membahas sesuatu yang penting.


"Kau tahu alasan kita memintamu untuk datang ke sini?" tanya Daniel pada Zero selaku orang yang menjadi topik utama dalam pembahasan kali ini.


Zero mendengus pelan sambil tersenyum, jelas dia mengerti alasan mengapa dirinya diminta untuk datang ke ruangan ini.


"Ya, kalian pasti ingin membahas kejadian waktu itu, kan?"

__ADS_1


__ADS_2