Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Wajah Yang Sangat Tidak Asing


__ADS_3

"Terima kasih atas informasinya…" Zero mewakili yang lainnya berterima kasih.


Setelah menerima semua informasi itu, Zero baralih mengalihkan pandangannya pada Charla dan yang lainnya lalu menyuruh mereka ke tempat papan quest untuk pemula.


Di papan yang panjang itu tertempel puluhan lembaran kertas berisikan beraneka macam quest bagi para pemula. Di sana terlihat beberapa petualang pemula sedang sibuk mencari-cari quest yang cocok untuk diambil.


"Yosh, untuk debut pertama kita quest seperti apa yang harus kita ambil." Zero bersama party-nya ikut bergabung mencari quest yang bagus.


"Zero-sama yang ini saja..." Charla menunjuk ke salah satu quest yang menarik baginya.


Mereka bertiga segera melihat ke arah telunjuk Charla tertuju dan mencari tahu quest seperti apa itu.


Di lembar kertas itu tertulis dibutuhkan beberapa orang untuk menjadi pemeran dalam sebuah drama yang akan berlangsung di acara pesta.


"Tidak mau, imbalannya terlalu sedikit. Dan lagipula untuk apa kita menjadi pemeran drama. Kita disini ingin menjadi petualang," tolak Zero.


"Hmph...padahal quest ini bagus, Zero-sama. Ini bisa membuat kita terkenal, loh..." protes Charla sambil mencebikkan bibirnya.


"Tidak mau..." Zero tidak ingin menanggapinya lagi dan kembali fokus mencari quest yang lain.


"Tuan! Yang itu, yang itu!" Fluffy menunjuk ke salah satu lembar kertas yang di dalamnya terdapat gambar kue. Disana tertulis dibutuhkan beberapa orang yang bisa membuat kue atau menjadi pelayan toko.


"Flo, kalau kau ingin kue aku akan memberikannya nanti..." Zero menolak pilihan Fluffy.


"Sungguh?"


Zero mengangguk pelan sebagai jawaban.


'Ternyata banyak juga permintaan-permintaan aneh seperti ini...' Zero bertopang dagu sambil mengelus dagunya, 'Memang tidak salah, mengingat semua yang ada memang sudah dikhususkan bagi para pemula…' Zero menghela nafas pelan di ujung kalimatnya.


"Zero-sama…" Sherria menghampiri Zero lalu menyerahkan quest pilihannya, "Dari yang aku lihat sepertinya quest ini yang paling besar imbalannya," jelas Sherria. Charla dan Fluffy yang penasaran mendekat.


"Benarkah?" Zero melebarkan sedikit matanya dan mengambil quest di tangan Sherria.


Semua pemula yang berdiri di dekat Zero bereaksi saat melihat lembar kertas di tangan Zero sebab mereka mengenali isi dalam quest tersebut.


Isi dalam quest tersebut tertulis ciri-ciri hewan yang harus dicari dan diserahkan pada pemiliknya.


"Ada apa dengan quest ini?" Zero menyadari tatapan mereka yang seolah menyuruhnya untuk tidak mengambilnya.


"Kau tidak tahu, ya. Sudah satu bulan lebih quest itu ada di sana tapi masih belum ada yang berhasil menyelesaikannya," jelas salah satu petualang yang pernah mencoba quest itu namun gagal.


"Begitukah?" Zero menaikkan satu alisnya tertarik dengan quest yang memiliki imbalan yang cukup besar itu.


"Ya. Aku sarankan agar kau tidak mengambilnya kalau kau tidak ingin menyesal," saran petualang lain yang juga pernah gagal.


"Yosh, sudah kuputuskan. Kita akan ambil yang ini." Keputusan Zero mengejutkan para petualang pemula itu.


"Kau yakin?" tanya salah satu petualang sambil tersenyum kecut.


"Tentu saja." Zero membalas dengan senyuman angkuh. Para petualang pemula hanya menghela nafas sebelum tidak ingin memperdulikannya lagi.


"Ayo, Charla, Sherria, Flo, kita selesaikan quest ini sekarang juga," ajak Zero melangkah ke meja administrasi untuk memberitahukan pada admin kalau dia akan mengambil quest tersebut.

__ADS_1


*~*


Zero dan yang lainnya melangkah keluar gedung guild itu untuk menyelesaikan quest pertamanya.


Quest tersebut menyuruh mereka untuk mencari seekor kucing berwarna oren milik seorang bangsawan.


"Zero-sama, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Charla.


"Mm...Pertama-tama kita harus mencari petunjuk tentang kucing ini terlebih dahulu dengan cara pergi ke tempat pemiliknya," jelas Zero. Dia bisa mencari keberadaan siapapun dengan mudah hanya dengan jejak tubuhnya.


"Kesini…"


Setelah mendengar penjelasan Zero, pemilik kucing itu membawa Zero dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan khusus tempat kucingnya tinggal. Di dalamnya terdapat puluhan kucing dengan beraneka macam dan tampak tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


"Wah...lucu sekali…"


Mengabaikan mereka bertiga yang terbius oleh keimutan kucing-kucing itu, Zero menuju tempat tidur kucing yang dia cari untuk mencari jejak tubuhnya.


Zero menempelkan tangannya ke tempat tidur kucing itu kemudian menggunakan skill God's Perceptionnya untuk melacak keberadaan kucing itu.


Akan tetapi ketika Zero menggunakan skill itu dia bukan hanya menemukan satu kucing saja, melainkan tiga kucing dengan bentuk dan warna yang sama.


Ketika Zero menanyakan hal itu pada pemiliknya, dia berkata kalau mereka bertiga adalah saudara kembar dan tempat tidur itu merupakan tempat tidur mereka bersama.


Pemiliknya melanjutkan kalau ketiga kucing itu sebenarnya telah hilang selama berbulan-bulan dan dia berharap seseorang bisa menemukan salah satunya.


"Jika Anda bisa memberi kami imbalan lebih, kami bisa membawa semuanya sekarang juga."


"Benarkah?"


"Baik, aku bersedia membayarnya."


Setelah sepakat, Zero dan yang lainnya segera membagi tugas untuk mencari ketiga kucing itu.


"Mm...Charla, kau pergi lima ratus meter ke arah sana. Di sana kau akan menemukannya." Zero memberikan arahan setelah menggunakan skill God's Perceptionnya pada kain yang memiliki jejak kucing itu.


Zero lanjut memberi tugas pada yang lainnya. Setelah itu mereka pun berpencar untuk menangkap masing-masing kucing itu.


*~*


"Itu dia!"


Charla yang lebih dulu menemukan kucing itu segera berjalan mengendap-endap mendekatinya, dan ketika jaraknya sudah sangat dekat dia langsung melompat untuk menangkapnya.


Namun sayang usahanya tidak berhasil karena kucing itu bisa dengan cepat menghindar dan segera menjauh darinya.


"Ahh! Kucing nakal! Mau kemana kau!" Charla berlari mengejar kucing oren itu.


Di samping lain, Fluffy dan Sherria sedang bekerja sama untuk menangkap kucing itu. Mereka berjalan mengendap-endap di sisi yang berlawanan, dan ketika jaraknya dekat mereka berdua serempak melompat menangkapnya.


Bruk!


Sayangnya mereka berdua gagal menangkapnya dan berakhir saling bertubrukan.

__ADS_1


"Aduh…" Mereka berdua mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya yang barusan beradu.


Sedangkan di posisi Zero...


Zero sedang mengintai kucing oren yang tengah berlari kencang dari atas genting. Dia mencari momentum yang pas sebelum menangkapnya.


Setelah menemukannya dia pun segera menggunakan skill teleportnya untuk menangkap kucing itu.


Tanpa pernah Zero perkirakan, kucing itu rupanya bisa bergerak begitu cepat dan berhasil menghindari tangkapannya. Bukan hanya satu kali saja, ketika Zero menggunakan skill teleport-nya untuk menangkapnya lagi, kucing itu selalu berhasil menghindar tanpa sedikitpun tersentuh olehnya.


"Sialan, kucing apa itu sebenarnya…" Zero mengumpat kesal, tidak menyangka kucing itu bisa bergerak secepat dan selihai itu.


Zero menghela nafas lalu menghubungi mereka bertiga, 'Bagaimana? Apa kalian berhasil menangkapnya?' tanya nya.


'Belum, Zero-sama…'


'Susah sekali menangkapnya…'


'Benar, Tuan…'


Zero kembali menghela nafas mendengarnya sebelum menggeleng keras dan berfokus kembali pada tujuannya menangkap kucing itu.


"Setidaknya aku harus berhasil menangkap satu untuk menyelesaikan quest ini."


Zero mulai menggunakan otaknya, mengatur strategi bagaimana cara untuk menangkapnya. Setelah beberapa menit berpikir dia pun akhirnya mendapatkan ide yang cemerlang. Segera saja dia melancarkan idenya itu.


Zero memasang perangkap dengan menaruh sepiring ikan untuk memancing kucing itu sedangkan dia bersembunyi dari balik tembok.


"Yosh, sepertinya berhasil…" Zero melihat kucing itu mulai terpancing dan berjalan mendekati perangkapnya.


"Terus...terus...ayo terus kucing sialan…" Kucing itu semakin mendekati perangkapnya hingga akhirnya sampai.


"Bagus, makanlah…" Zero membiarkan kucing itu mengunyah ikan itu selama beberapa saat sebelum dia bergegas keluar dari persembunyiannya dan menangkap kucing sialan itu.


"Kena kau!" Zero berteriak saat tangannya akan menangkap kucing itu.


"Eh?" Namun ketika dia sedikit lagi berhasil menangkapnya tiba-tiba dia tersandung sesuatu hingga terjatuh.


"Aww! Sialan...! Padahal tinggal sedikit lagi...!" Zero mengumpat kesal memandangi kucing itu yang lagi-lagi berhasil lolos darinya.


"Anu~" Seorang gadis berambut pirang memecah perhatian Zero dari arah samping.


"Apa kau baik-baik saja?" Gadis berambut pirang itu membungkukkan sedikit tubuhnya, melihat Zero yang tengah terjatuh dalam posisi telungkup. Angin halus menerpa wajahnya menerbangkan rambutnya yang terurai indah diantara terik matahari di belakangnya.


Zero yang awalnya tertegun melihat rambut indahnya seketika membeku hingga tidak bisa berkedip ataupun bergerak saat melihat ke area wajah gadis berambut pirang itu.


Wajahnya sangat tidak asing dan hampir atau bahkan mirip sekali dengan sosok yang sangat dia kenali. Sosok yang coba dia lupakan namun tetap tidak bisa.


'Mustahil....ini bohong kan...ini bohong kan...' Zero tidak bisa percaya jika sosok yang berdiri di depannya ini adalah dia. Namun hati kecilnya berkata sebaliknya.


Sampai satu nama pun spontan keluar dari mulut Zero.


"Yui…"

__ADS_1


__ADS_2