
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
Di hari kesepuluh. Tepatnya di lantai sembilan di dalam Menara Agung, Akira sudah kembali siap untuk melaju ke lantai selanjutnya setelah sebelumnya dia telah berlatih seharian penuh demi bisa menggunakan senjata barunya sampai benar-benar mahir.
Sekarang Akira berada di luar ruangan, tengah beristirahat dengan duduk dihamparan rumput yang halus sambil menikmati angin semilir serta pemandangan menakjubkan yang tidak henti-hentinya membuatnya terkagum.
"Sistem Call: buka menu upgrade. Aku ingin meng-upgrade senjataku," titah Akira.
[Baik]
Sebuah panel menu upgrade ditampilkan. Secara manual, Akira menggunakan jarinya untuk meng-upgrade senjata yang ingin ditingkatkan itu sendiri.
Level 1 —> level 2 — (-20000 BP)
Level 2 —> level 3 — ?
{Warning—You cannot upgrade the weapon again!}
{Warning—You cannot upgrade the weapon again!}
{Warning—You cannot upgrade the weapon again!}
Panel peringatan terus muncul begitu Akira menekan-nekan jarinya untuk meningkatkan senjata yang ingin diupgrade namun tidak berhasil-berhasil.
"Tunggu-tunggu...kenapa ini? Kenapa aku hanya bisa meng-upgrade senjata ini sampai level dua saja?" protes Akira kesal dengan kerutan di dahinya saat mengetahui dia tidak bisa meningkatkan senjata itu lagi.
"System Call: Apa yang membuat aku tidak bisa mengupgrade senjata ini kembali?" tanya Akira dengan nada kesal.
[Coba lihat lagi senjata yang ingin Anda upgrade. Di sana diberitahukan alasan mengapa Anda belum bisa mengupgrade senjata tersebut karena, Anda belum menemukan sumber daya yang lain berupa Orb sebagai bahan untuk meningkatkan senjata tersebut]
Mengikuti arahan Sistem, Akira melihat kembali senjata yang tidak bisa dia upgrade lagi itu. Memang benar, di sana dia menemukan sebuah pemberitahuan yang sesuai dengan penjelasan Sistem barusan.
"Terus, bagaimana cara aku mendapatkan sumber daya sejenis ini?" tanya Akira lagi.
__ADS_1
[Anda bisa mendapatkannya dengan cara membunuh monster, hewan buas, maupun makhluk hidup yang lain]
"Termasuk manusia?"
[Ya]
Akira terdiam, tidak lagi bertanya sambil manggut-manggut memahami penjelasan yang Sistem jelaskan.
"Kalau begitu apa boleh buat. Aku akan mengupgrade-nya nanti." Tidak ada pilihan, Akira lalu menutup panel menu upgrade dan beralih menyuruh Sistem untuk membuka menu store.
Ada sesuatu yang ingin Akira beli di sana setelah baru teringat kalau dia sekarang sudah mencapai level sepuluh.
Tentu saja Akira tidak akan lupa untuk membeli sesuatu yang tidak lain adalah skill yang bisa dia gunakan sebagai pertahanan diri maupun senjata lain untuk menyerang.
"Seharusnya banyak skill-skill bagus yang sudah terbuka di levelku sekarang."
Di sana Akira mencari gulungan skill yang menurutnya bagus. Menggulir dari atas sampai bawah sambil membaca deskripsinya satu persatu. Hingga beberapa menit berselang, Akira berhasil menemukan beberapa gulungan skill yang layak untuk dibeli, diantaranya:
Fireball (C), Watter Slicer (C) dan Wind Storm (C) yang akan dia gunakan sebagai senjata lain untuk menyerang. Safety Wall (C), untuk pertahanan. Dan yang terakhir Charge (C), untuk pemulihan.
Akira membeli semua gulungan skill tersebut dan secara langsung meng-upgrade skill-skill tersebut ke batas tertentunya di sana.
Merasa cukup dengan semua skill itu, Akira beralih ke opsi senjata. Di sana Akira mencari senjata yang sudah dia incar di jauh-jauh hari yang tentu saja akan berguna seperti senjata yang sudah dia dapatkan sebelumnya.
Senjata tersebut berjenis pistol yang akan sangat efektik untuk digunakan sebagai senjata jarak jauh maupun jarak dekat. Namanya 'Ebony & Ivory.
{Name: Ebony & Ivory
Type : Weapons (Gun)
Class: B
Level: 1
Harga: 150.000 BP
Deskripsi: Seperti namanya, sepasang pistol semi-otomatis Ebony & Ivory terbuat dari dua bahan yang berbeda. Pertama Ebony, yang berarti kayu hitam. Dan Ivory, yang berarti gading. Kedua senjata ini menggunakan 1 sampai 3 mana sebagai pelurunya.
Attack: +8
__ADS_1
-Ebony (Pistol dengan warna hitam) : Telah dimodifikasi untuk penargetan dan kenyamanan jarak jauh.
-Ivory (Senapan pendek berwarna putih) : Dibuat khusus untuk waktu tembak yang cepat dan waktu tarikan yang cepat (akan lebih efektif jika digunakan sebagai serangan jarak dekat) }
"Menarik…dengan levelku sekarang aku sudah bisa membelinya."
Akira menggunakan jarinya untuk melakukan transaksi membeli senjata tersebut sekalian dengan ikat pinggang khusus sebagai penempatannya dan segera dia mengeluarkan semua itu dari menu store-nya.
Akira tersenyum lebar saat memandangi kedua senjata berupa pistol & senapan yang kini berada di kedua tangannya. Masing-masing senjata tersebut di buat dari bahan yang tidak terlalu berat dan pastinya akan sangat cocok untuk digunakan.
Di tangan kiri Akira ada Ebony, pistol dengan didominasi warna hitam legam yang tampak sedikit berkilauan membuat senjata ini terkesan begitu elegan. Berdasarkan deskripsi, senjata yang satu ini sangat efektif untuk digunakan jarak jauh dengan radius sampai ratusan meter.
Sedangkan di tangan kanan Akira ada Ivory, senapan pendek berwarna putih lusuh yang didesain seukuran hampir sama dengan pistol Ebony. Berdasarkan deskripsi, senjata ini akan sangat efektif jika digunakan jarak dekat, namun bukan berarti senjata ini tidak bisa digunakan sebagai jarak jauh.
Dor! Dor! Dor! Dor!
Akira mengetes senjata tersebut dengan menembakan empat tembakan ke arah batang pohon besar nan tebal di depannya. Bisa dilihat olehnya, setiap tembakan tersebut mampu memberikan lubang yang cukup dalam, yang berarti hanya dalam satu tembakan saja akan sangat ampuh untuk mematikan lawan.
"Aku tidak butuh menggunakan jasa sistem untuk mempelajari senjata ini. Aku akan mempejarinya sendiri."
Setelah berkata demikian, Akira bangkit dari duduknya sambil meregangkan tubuhnya sesaat. Dia kemudian memanggil Sistem dan menyuruhnya untuk membuka menu upgrade kembali.
"Aku hanya perlu meng-upgradenya..." Menggunakan jarinya, Akira meng-upgrade senjata tersebut.
"Cih." Akira berdecih kesal, karena lagi-lagi dia tidak dapat meng-upgrade senjata tersebut sampai ke batas level maksimum dan hanya bisa dtingkatkan satu level saja dikarenakan harus menggunakan sumber daya berupa Orb seperti tadi.
Dengan helaan nafas kecewa, Akira menutup panel itu lagi.
Tidak ingin memikirkannya lebih jauh, Akira kemudian memasang ikat pinggang sebagai penempatan senjata tersebut lalu menempatkan kedua pistol itu ke masing-masing sakunya. Sementara dagger-nya dia simpan ke dalam menu inventory-nya.
Dengam segala persiapan yang sudah matang baik urusan perut, kebutuhan, perlengkapan serta yang lainnya, Akira sudah benar-benar siap untuk menaiki lantai selanjutnya, yakni lantai sepuluh.
Akira memuaskan diri sejenak dengan memandangi keindahan alam sekitar yang tidak pernah dia ketahui akankah nanti bisa melihatnya lagi atau tidak. Kenangan singkat bersama Kakek Ryu di tempat ini terlintas sesaat di benaknya. Akira berpikir apakah di lantai-lantai selanjutnya dia akan bertemu dengan orang seperti dia lagi?
Menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya, merasa puas Akira lantas bertitah, "Sistem Call: bawa aku ke lantai berikutnya"
[Baik. Anda akan dialokasikan ke lantai selanjutnya: Lantai sepuluh.]
—
__ADS_1