Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Bakat Sihir


__ADS_3

Keesokan harinya, Zero menyuruh keseratus orang yang dia pilih waktu itu untuk berkumpul. Dia ingin melihat perkembangan mereka dalam satu hari ini sekalian ingin mencari tahu tentang bakat-bakat mereka dalam bidang sihir.


Saat ini Zero bersama Rob dan Droy di sampingnya sedang berdiri di depan seratus orang yang sebelumnya sudah memiliki sihir. Dengan menggunakan skill Deep Eyes-nya, Zero mengamati satu persatu dari mereka untuk menentukan Class yang sesuai dengan bakat mereka kemudian memisahkannya satu persatu.


"Kalian kemarilah..." Zero menyuruh sepuluh orang perempuan dan tujuh laki-laki yang sebelumnya sudah dia pisahkan untuk maju ke depan. Mereka dengan patuh menuruti perkataan Zero.


"Mulai sekarang kalian akan mengurus bidang kesehatan dan pengobatan. Dengan bakat kalian sekarang aku yakin kalian akan menjadi dokter yang hebat di kerajaanku." Zero memberi arahan dan pujian pada ketujuh belas orang yang memiliki bakat penyihir class support.


Ketujuh belas orang itu terlihat senang mendengar kalau mereka memiliki bakat seperti itu. Para perempuan terutamanya akan sangat cocok dengan pekerjaan seperti ini.


Rob dan Droy di sampingnya takjub melihat Zero bisa menebak bakat mereka hanya dalam sekali lihat. Mereka berdua saja yang sebelumnya sudah mengajarkan tentang sihir pada mereka tidak bisa melakukan hal yang seperti yang Zero lakukan.


"Baik, Tuan. Kami akan berlatih lebih keras lagi untuk bisa berguna bagi kerajaan ini." Mereka memberi hormat pada Zero.


"Ya. Kalian bisa mempelajari banyak hal tentang pengobatan dan kesehatan di perpustakaan. Aku juga sudah menyiapkan berbagai hal yang diperlukan di rumah sakit. Mulai sekarang kalian harus belajar lebih giat untuk mengembangkan bakat kalian." Zero memberi pesan sebelum menyuruh mereka kembali.


"Selanjutnya kalian…" Zero menunjuk kesembilan orang pria paruh baya yang sudah dia pisahkan kemudian menyuruhnya mendekat.


"Kalian mempunyai bakat yang menarik. Kalian bisa menjadi orang yang sangat menguntungkan bagi kerajaanku." Zero tertarik dengan bakat kesembilan pria paruh baya itu.


"Kalian akan menjadi seorang Alchemist yang hebat. Mulai sekarang kalian harus mengembangkan bakat kalian di bagian itu." Zero memberitahukan bakat mereka.


"Baik, Tuan." Keenam paruh baya itu senang sekali mendengarnya. Bisa dibilang bidang ini memang sesuai dengan keahlian mereka yang suka meracik atau menciptakan sesuatu.


"Kalian bisa mengisi tempat penyulingan yang masih kosong. Aku akan memberikan bahan-bahan yang bagus untuk kalian teliti dan pelajari. Kuharap kalian bisa menciptakan sesuatu yang bisa memuaskanku." Zero memberi arahan lalu menyuruh mereka kembali.


"Lalu kalian…" Zero menunjuk empat puluh lebih laki-laki yang memiliki bakat untuk melindungi kerajaannya. Yang paling mencolok diantara mereka yaitu para ras demi-human yang memiliki postur tubuh yang kekar.


"Mulai sekarang kalian akan berlatih dengan mereka berdua. Kalian mempunyai bakat yang hebat sebagai pelindung kerajaan ini. Setelah kalian cukup kuat aku akan menugaskan kalian untuk melindungi kerajaan ini di beberapa titik." Zero menugaskan mereka untuk menjadi pasukan di kerajaannya.


"Kami dengan senang hati melakukannya, Tuan!" Semuanya tampak bersemangat sekali.


Zero merasa puas melihat semangat mereka, menandakan mereka sudah siap berkorban nyawa demi melindungi kerajaannya.


"Bagus, aku sudah menyiapkan semua senjata yang sesuai untuk kalian di gudang. Kalian bisa mengambilnya nanti disana." Zero menunjuk ke salah satu bangunan di belakangnya.


"Aku akan memberikan hadiah berupa senjata paling bagus bagi kalian yang mampu menampilkan bakatnya dengan baik." Zero mengiming-imingi senjata bagus guna memotivasi mereka semua. Semuanya menjadi termotivasi untuk hal itu.


"Bagi kalian yang masih kecil. Maaf, kalian masih harus belajar terlebih dahulu. Aku belum bisa menentukan bakat kalian untuk sekarang." Zero masih belum bisa menebak bakat mereka. Pondasi sihir dalam diri mereka belum banyak yang terbangun.

__ADS_1


"Baik, Tuan! Kami juga akan belajar lebih giat lagi dari yang lain." Anak-anak itu menuruti saran Zero. Mereka juga tidak ingin ketinggalan dengan para orang dewasa dan akan belajar lebih keras lagi agar suatu saat bisa menjadi orang yang hebat seperti sosok yang sedang berbicara di depannya saat ini.


"Untuk kalian…." Zero membagikan tugas bagi mereka yang belum mendapatkannya. Sebagian ada juga yang belum bisa memperlihatkan bakat sihirnya dan masih perlu belajar lagi.


Khasiat dari pil perombak sihir ini hanya bekerja untuk menyusun ulang tubuh mereka dari yang tidak memiliki sihir menjadi memilikinya. Sedangkan bakat sihir seseorang tidak mungkin selalu sama karena hal itu dipengaruhi oleh fondasi tubuh mereka yang berbeda-beda, itupun berpengaruh pada mereka-mereka yang belum bisa memperlihatkan bakat sihirnya


Setelah semuanya mendapatkan tugas, Zero membubarkan mereka semua kecuali Rob dan Droy. Mereka berdua dibawa ke ruangannya dan duduk di meja yang disediakan


"Kalian berdua cukup hebat juga karena sudah mencapai tingkat penyihir kelas satu, ditambah lagi sudah mampu menguasai dua Class." Zero melihat bakat sihir dalam diri mereka. Kedua kakak beradik itu sudah menguasai dua class yang sama yakni, Swordsman dan Magician.


"Sesuai dengan perkataan, Tuan." Mereka membenarkan dan terkesan Zero bisa menebaknya meskipun mereka hanya pernah memperlihatkan keahliannya sekali pada Zero.


"Oleh karena itu untuk mengembangkan bakat kalian, aku mempunyai sesuatu…" Zero bertujuan mengembangkan bakat orang-orang seperti mereka.


"Apa itu, Tuan?" Ekspresi mereka berdua tampak dipenuhi harap semoga sesuatu yang Zero berikan tidak mengecewakan.


Zero mengambil sesuatu berbentuk kotak dalam menu inventory-nya lalu mengambil dua butir mutiara emas di dalamnya.


"Kalian berdua belum bisa membuat Second Origin dalam diri kalian bukan?" Zero memastikan.


"Benar, Tuan. Sampai saat ini pun kita kesulitan membuatnya. Itulah alasan mengapa kita sampai saat ini masih menjadi seorang penyihir kelas satu," jelas Rob.


Sebelumnya Zero sudah mendapatkan informasi tentang item itu dari Sistem. Berdasarkan keterangan yang dia peroleh dari penjelasan Sistem, item ini mengandung esensi sihir yang kuat yang bisa membantu seseorang membuat Second Origin serta ratusan sirkuit sihir dalam dirinya.


Meski begitu untuk meresap khasiat dari item ini memerlukan kemahiran sihir yang tinggi, tidak sembarang orang yang mampu menyerap khasiat dari item ini dengan baik.


"Ini… dari mana tuan mendapatkannya?" Mereka berdua mengenali sesuatu yang Zero serahkan.


"Oh, kalian mengenalnya ternyata." Zero cukup terkejut mereka bisa mengenalnya.


"Kita hanya pernah melihat gambarnya di salah salah satu buku yang pernah kita baca saat sedang mencari tahu cara membuat wadah kedua/Second Origin. Berdasarkan dari buku yang kita lihat saat itu seharusnya item ini sudah tidak lagi ada sejak ratusan tahun yang lalu. Dari mana Tuan mendapatkannya?" Mereka berdua tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung.


"Aku tidak bisa menjelaskannya dan juga kalian tidak akan mengerti," ujar Zero tidak ingin menjelaskan panjang lebar.


"Apa ini untuk kita, Tuan?" Mereka berdua berharap Zero menjawab iya.


"Ya. Tapi sebelum itu aku ingin memastikan, apakah kalian ingin tinggal disini atau kembali menjadi seorang petualang?" Zero menilik keinginan mereka.


"Kita berdua sudah bersumpah kali ini tidak akan pernah lagi meninggalkan penduduk desa dan selamanya akan melindungi mereka. Kita tidak ingin kejadian yang seperti sebelumnya terulang," jelas Droy.

__ADS_1


Zero melihat mereka sungguh-sungguh dengan perkataannya.


"Kalau kalian sudah memutuskannya, kalian boleh menerimanya…" Zero menyerahkan dua pil itu pada mereka.


Kedua kakak beradik itu mencoba menahan rasa gembiranya karena bisa menerima item langka seperti ini. Dengan item ini mereka bisa menaiki tingkatan selanjutnya dan bisa bertambah lebih kuat lagi.


"Sebelum kalian membuat Second Origin, aku sarankan lebih baik kalian sempurnakan terlebih dahulu semua fondasi sihir kalian. Jika terjadi kesalahan sedikit saja, kalian bisa celaka." Zero memberi saran.


"Tentu, Tuan. Kita sudah pernah membacanya." Mereka menerima saran Zero.


"Bagus. Aku percaya pada kalian." Zero melihat mereka mampu melakukannya.


"Oh iya, kalian pernah bilang kalau beberapa rekan kalian juga merupakan seorang petualang." Zero memastikan.


"Benar, Tuan." Mereka berdua mengangguk.


"Mereka belum tahu tentang penduduk desa yang aku bangkitkan bukan?"


"Benar."


"Kalau begitu minggu depan kalian ajak mereka untuk bergabung disini. Mereka pasti bisa menjadi orang yang berguna seperti kalian." Zero memberi perintah.


"Kita juga tadinya ingin meminta hal ini, Tuan. Karena Tuan sudah mengijinkannya, minggu depan kita akan segera pergi mencari mereka. " Mereka menerima perintah Zero.


"Baiklah, karena sudah tidak ada yang dibahas lagi, kalian boleh pergi sekarang..."


Mereka berdua bangkit dari duduknya.


"Baik, Tuan. Dan terima kasih karena telah memberikan ini pada kita." Mereka membungkuk memperlihatkan rasa terima kasihnya pada Zero kemudian pergi keluar ruangan.


"Tunggu dulu."


Langkah mereka berdua terhenti tepat di pintu ruangan.


"Tolong suruh Charla dan Sherria untuk ke sini," titah Zero


Tanpa banyak tanya mereka mengangguk dan melanjutkan langkahnya keluar ruangan.


Like & Coment

__ADS_1


__ADS_2