
Gladius kini masuk ke dalam mode miliknya, Serpent Awakened (Serpent Terbangun). Mode ini merupakan kemampuan khususnya sebagai seorang penyihir yang mempunyai class Warrior.
Gladius menggerakkan tangan kirinya ke samping dan sebuah pedang pendek yang didominasi warna biru gelap muncul digenggamannya. Sedangkan tangan kanannya masih menggenggam rantai yang tercipta dari Harta Sucinya.
Zero terkesan mengetahui Gladius mempunyai mode seperti itu. Dia bisa merasakan dengan jelas kekuatan fisik dan energi sihir milik Gladius kini meningkat seperti dirinya. Apalagi pedang pendek berwarna biru gelap itu, Zero merasakan energi kuat yang menakutkan di dalamnya.
"Bagus...dengan begini pertarungan ini akan menjadi semakin menarik. Aku jadi bersemangat ingin menguji kekuatanmu, Gladius…" Zero menyeringai sambil memposisikan kedua pedangnya bersiap bertarung.
"Aku akan berjuang semampuku untuk mengalahkan, Tuan." Gladius tersenyum ramah, ikut memposisikan kedua senjatanya juga.
"Jika kau bisa mengalahkanku, aku akan sedikit memberikan kepercayaanku padamu." Zero berniat menyemangati Gladius.
"Kalau begitu aku akan bersungguh-sungguh bertarung melawanmu." Gladius tersenyum menantang.
Keduanya saling melemparkan senyuman sebelum melesat secara bersamaan, menyerang menggunakan senjatanya masing-masing.
Tring!
Pedang milik Zero dan Gladius saling beradu, menciptakan gelombang kecil dan percikan api. Sementara rantai di sebelah tangan Gladius ikut menyerang tapi hanya sebatas pengalihan.
Meski cukup direpotkan, Zero masih bisa menyamai tempo serangan kombinasi senjata tersebut. Dirinya akan bergerak mundur jika rantai itu berusaha menangkapnya sebelum kembali menyerang Gladius dengan kedua pedangnya.
Pertarungan sengit terjadi di dalam ruangan terisolasi tersebut. Keduanya mulai bergerak kesana-kesini dan menghancurkan tembok dan lantai yang padahal terlindungi oleh rune. Suara dentingan dan benturan nya bahkan sampai terdengar ke tempat Charla lainnya yang sedang berlatih.
Mereka sekali lagi berharap semoga Zero dan Gladius tidak berbuat sesuatu yang bisa mencelakakan dirinya, sedangkan para pelatih dan petugas disitu berharap semoga tempat itu tidak benar-benar hancur oleh mereka.
Kekuatan dan kecepatan Mode Serpent Awakened milik Gladius ternyata mampu mengimbangi mode Berserker milik Zero. Walaupun Gladius tidak menggunakan teleportasi tetapi dirinya mampu bergerak seperti itu dan berhasil menyamai ritme gerakan Zero yang sebelumnya tidak bisa dia ikuti.
Begitupun dengan kemampuan berpedangnya. Biarpun Gladius hanya menggunakan pedang pendeknya dengan sebelah tangan terlebih itu tangan kiri, dirinya ternyata mampu sedikit mengimbangi teknik berpedang milik Zero.
Namun setelah menyadari dirinya kalah teknik, Gladius segera bergerak mundur dan menggerakkan tangan kanannya untuk memanggil pedangnya yang lain. Meski bentuk dan ukurannya sama persis tetapi warna pedangnya berbeda. Kali ini pedang berwarna merah gelap muncul di tangan kanannya.
"Sudah kubilang untuk mengerahkan seluruh kemampuanmu," ejek Zero lalu melesat menyerang Gladius.
Zero bisa melihat kualitas pedang pendek berwarna merah gelap itu memiliki kualitas yang sama dengan pedang di tangan kiri Gladius. Zero menebak pasti masing-masing dari senjata itu memiliki kemampuan khusus yang merepotkan.
Gladius segera memposisikan kedua senjatanya menyambut serangan Zero. Kali ini dia tidak menggunakan rantainya dan lebih fokus pada kedua pedang di tangannya.
__ADS_1
"Tuan, dari mana Tuan mempelajari teknik berpedang seperti ini?" Gladius mengakui teknik berpedang yang Zero tunjukkan terlihat unik.
"Aku mempelajarinya sendiri." Zero berkata tanpa mengurangi tempo serangannya.
"Sendiri?" Gladius berkerut dahi sebelum kedua pedangnya berbenturan keras dengan milik Zero.
Tring!
Mereka terpental mundur namun masih bisa berdiri tegak.
"Luar biasa… Tuan bisa mempelajari teknik berpedang sehebat itu seorang diri. Itu sungguh luar biasa, Tuan." Gladius berdecak kagum mengetahuinya.
"Apa kau percaya kalau aku mempelajari semua teknik senjata yang aku punya seorang diri?" Zero tersenyum angkuh dari balik wujud berserkernya.
"Tentu, Tuan. Aku percaya Tuan pasti bisa melakukan hal seperti itu." Gladius percaya dengan perkataan Zero.
"Kalau kau, dari mana belajar kau belajar teknik berpedang seperti itu. Harus aku akui kau cukup hebat menggunakan kedua pedang itu, sampai berhasil menyamai tempo seranganku," kata Zero mengakui.
"Aku mempelajari semua ini dari ayah angkatku. Dia dulu dikenal sebagai seorang pengguna pedang ganda terbaik," jelas Gladius sambil memposisikan kedua pedangnya kembali.
"Oh, begitu… " Zero ikut memposisikan dirinya lalu melanjutkan pertarungannya.
Saat Gladius mengayunkan pedang biru gelapnya, tebasan air tercipta dan melesat ke arah Zero. Disaat yang hampir sama ketika dia mengayunkan pedang merahnya tebasan api melesat menyusul tebasan air.
Zero dengan segera mengangkat pedangnya untuk menahan tebasan air. "Minyak?" Dirinya terkejut saat menyadari air itu ternyata minyak, sebelum ketika menahan tebasan api yang melesat selanjutnya, tubuhnya yang basah oleh minyak seketika terbakar.
Api berkobaran di tubuh Zero tetapi dia tidak merasakan rasa sakit sedikitpun. Gladius yang belum mengetahui kemampuan lain dari mode Berserker milik Zero menebak pasti Zero kini sedang kesakitan.
"Ahh… aku tidak menyangka itu ternyata kekuatan dari kedua pedangmu." Zero berjalan mendekati Gladius tanpa peduli dengan api yang menggerogoti tubuhnya.
Selain mempunyai kegunaan untuk menyamakan bentuk tubuhnya, pakaian yang Zero kenakan juga mempunyai fungsi lain untuk menahan segala jenis api, sehingga api yang berkobar di tubuhnya tidak membuat pakaiannya terbakar.
Gladius mengerutkan dahinya melihat Zero masih bisa tenang meski dalam kondisi seperti itu. Padahal api yang dilepaskan itu bukanlah api biasa dan mampu memberikan rasa sakit lima kali lebih sakit dari api biasa.
"Tuan, apa api itu tidak memberikan rasa sakit sedikitpun padamu?" Gladius menebaknya seperti itu.
"Ya. Api neraka pun tidak akan pernah bisa memberikanku rasa sakit saat aku dalam mode ini." Zero tersenyum sinis lalu menghilang api yang berkobaran di tubuhnya kemudian mempersingkat jarak menyerang Gladius.
__ADS_1
"Jika seperti ini aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu, Tuan." Gladius tersenyum hambar sambil menangkis serangan Zero.
"Jangan berpikiran seperti itu. Lawan lah aku dengan segenap kemampuanmu."
"Aku akan mengusahakannya."
Pertarungan masih terus berlanjut sampai belasan menit kemudian. Meski Gladius sadar tidak bisa mengalahkan Zero tetapi dia masih berusaha melawannya.
"Tuan, apa aku boleh menanyakan sesuatu?"
Zero berhenti menyerang dan bergerak mundur, "Apa itu?"
"Apa Tuan seorang The Magic of God?" tanya Gladius tanpa senyuman.
Dirinya menebak hanya ada satu orang yang bisa melakukan banyak hal yang menakjubkan seperti Zero, yaitu The Magic of God yang kekuatannya hampir setara dengan seorang dewa.
"Kenapa kau bisa menebak begitu?" Zero balik bertanya.
"Ini hanya sekedar hipotesis berdasarkan dari apa yang aku lihat, secara Tuan telah menunjukkan banyak hal yang menakjubkan. Dan yang membuat aku yakin kalau Tuan adalah seorang The Magic of God yaitu aksi Tuan sebelumnya ketika membangkitkan seseorang yang jelas-jelas sudah mati," ujar Gladius.
"Entahlah… kau akan mendapatkan jawabannya jika berhasil mendaratkan satu serangan penuh padaku." Tidak menjawab pertanyaan Gladius, Zero melanjutkan baku hantamnya.
"Jika Tuan memang seorang The Magic of God, itu berarti Tuan adalah orang kedua di dunia ini yang berhasil mencapai tingkatan tersebut," jelas Gladius yang membuat Zero terkejut dan berhenti menyerang.
"Orang kedua? Apa maksudmu? Apa kau ingin bilang jika ada seseorang yang berhasil mencapai tingkatan tersebut?" Zero dipenuhi tanya dengan pernyataan Gladius.
"Benar. Ada satu orang yang berhasil mencapai tingkatkan tersebut," ujar Gladius dengan senyuman.
"Siapa dia? Apa kau mengenalnya?" Zero sangat penasaran.
"Aku bahkan pernah bertarung melawannya." Senyuman Gladius sedikit melebar melihat ekspresi Zero. Dia penasaran siapa yang akan menang andaikan Zero bertarung dengan sosok yang kini dia bicarakan.
"Katakan padaku siapa dia." Zero semakin dibuat penasaran.
"Aku tidak mengetahui namanya, tapi yang aku ketahui dia adalah seorang raja yang memimpin kerajaan terbesar dari tiga kerajaan yang ada di benua ini," jelas Gladius.
"Kerajaan terbesar…" Zero mengingat-ingat kerajaan tersebut sampai berhasil mengingatnya.
__ADS_1
"Jadi dia seorang raja dari kerajaan Extavia…" gumam Zero lalu tersenyum lebar.
"Menarik...jika benar dia adalah seorang The Magic of God setelah urusanku disini selesai aku ingin bertemu dengannya… "