Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Persiapan


__ADS_3

Keesokan harinya, Zero mengumpulkan beberapa orang yang akan diberi tugas lalu memberikan tugas pada mereka untuk mencari desa atau orang yang ingin ikut bergabung bersama kerajaannya.


Zero memberikan petunjuk pada mereka agar membawa orang-orang yang bisa dipercaya dan mau diajak bekerja sama saja. Tentu semua itu karena dia tidak ingin ada masalah yang terjadi jika membawa masuk orang-orang yang bermasalah ke dalam kerajaannya.


Satu minggu kemudian, mereka yang diberi tugas pun akhirnya kembali dengan membawa ratusan orang yang mau ikut bergabung dan mau ikut bekerja sama membantu membangun desa itu. Zero menemukan orang-orang yang dibawa oleh mereka tidak buruk dan yang pasti bisa diandalkan.


Berdasarkan yang dikatakan oleh perwakilan orang yang diberi tugas, orang-orang yang mereka bawa itu tidak lain adalah penduduk desa yang sudah tidak memiliki tempat mata pencaharian dan orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Mereka senang ketika mendengar ajakan itu dan siap bekerja sama dengan yang lainnya. Suasana di desa pun mendadak menjadi semakin ramai berkat kehadiran mereka


Hari-hari mereka jalani dengan kegiatan-kegiatan seperti biasa. Seperti membangun desa, berlatih, belajar, bertani, berternak dan lainnya. Semuanya saling bekerja sama membantu satu sama lain dalam hangatnya suka cita.


Zero sendiri setiap harinya sibuk mengatur berbagai hal untuk membangun desa ini menjadi kerajaan dan juga sibuk melatih Charla dan Sherria agar menjadi kuat sampai mereka bisa menjaga dirinya sendiri untuk nanti dibawa bersamanya menuju ibukota kerajaan.


Tujuan dirinya ke sana yaitu karena berdasarkan informasi dari Rob dan yang lainnya, ras Dwarf yang dia cari untuk bergabung ke kerajaannya ternyata tinggal di sana.


Mereka merupakan ras yang sangat bisa diandalkan, oleh karena itu kerajaan memperlakukan mereka dengan baik dan bahkan mereka mempunyai wilayahnya tersendiri.


"Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengan mereka?" tanya Zero kala itu waktu diskusi dengan yang lainnya.


"Tuan bisa memulainya dengan menjadi seorang petualang," usul Rob.


"Petualang?"


"Benar."


"Tapi sebelum itu, Tuan harus mempunyai reputasi yang tinggi terlebih dahulu sebagai seorang petualang agar bisa dengan mudah memasuki wilayah mereka," jelas Droy.


"Benar, Tuan. Karena hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan bertemu atau bekerja sama dengan mereka." Semuanya membenarkan penjelasan Rob.


Zero menerima penjelasan mereka sambil mengelus dagunya dan mengangguk-anggukan kepala. Sepertinya mengajak beberapa ras kerdil itu untuk bergabung dengan kerajaannya perlu membutuhkan banyak usaha, begitu pikirnya.


"Tuan bisa bertemu dengan mereka jika Tuan memiliki pangkat yang tinggi sebagai petualang Platinum ke atas," jelas yang lainnya.


Rob kemudian menambahkan jika petualang terbagi menjadi ke dalam beberapa pangkat, diantaranya:


-Copper Plate


-Iron Plate


-Silver Plate

__ADS_1


-Gold Plate


-Platinum Plate


-Diamond Plate


"Sedangkan diantara kami semua yang paling tinggi pangkatnya disini hanya Rob dan Droy saja yang berada di pangkat petualang Silver Plate."


"Begitu, ya." Zero paham apa yang mereka jelaskan.


"Memang benar. Di negara manapun kekuatan pada dasarnya memiliki suara yang paling kuat... Untuk itu tidak ada salahnya jika aku menjadi seorang petualang demi memudahkanku mencapai tujuan membawa beberapa dari mereka untuk bergabung ke tempat ini." Zero memutuskan akan menjadi seorang petualang.


"Dimana aku bisa mendaftarkan diri menjadi petualang?" Zero bertanya.


"Jika dilihat dari peta, tempat yang paling dekat dengan desa ini yaitu kota Belius. Di kota itu terdapat asosiasi guild petualang. Tuan bisa mendaftarkan diri disana, " jelas Droy. Zero mengangguk paham.


"Saya sarankan lebih baik Tuan meningkatkan reputasi Tuan menjadi petualang di sana, setelah itu Tuan bisa menuju ke ibukota kerajaan," saran Rob.


"Baik. Aku akan mengikuti saranmu."


*~*


"Charla, akhirnya kau sudah berhasil menguasai kedua pistol itu." Zero memuji.


"Emm! Semua ini berkat, Zero-sama." Charla senang bisa menguasainya.


"Sherria, kau juga semakin hari semakin hebat." Zero tersenyum melihat perkembangan Sherria.


"Semuanya berkat, Zero-sama. Jika bukan karena Zero-sama aku tidak akan pernah jadi seperti ini." Sherria merendah.


"Tidak, itu semua karena kerja kerasmu juga."


Zero dapat melihat jika mereka berdua saat ini sudah resmi menjadi seorang penyihir kelas satu. Perkembangan yang cukup pesat. Mereka bahkan tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai semua itu seperti yang seharusnya.


"Sekarang sepertinya kalian sudah cukup kuat untuk bisa melindungi diri kalian sendiri. Besok kita akan pergi keluar desa." Zero mengingatkan.


"Baik." Mereka mengangguk penuh semangat.


"Kalau begitu kalian bisa berlatih kembali. Aku ingin mengecek yang lain."

__ADS_1


Meninggalkan mereka berdua, Zero menuju ke tempat hasil tambang dikumpulkan. Di dalamnya dia menemukan gunungan harta yang sudah berbulan-bulan ini dikumpulkan. Dia memasukkan semuanya ke dalam inventory, berniat menjual semua itu sendiri tanpa ingin menyerahkannya pada orang lain.


Beralih ke tempat itu, Zero menuju ke tempat hasil panen dikumpulkan. Baru beberapa hari ini mereka memanen hasil tanaman itu dan semuanya tampak masih segar-segar.


"Aku akan menyuruh beberapa orang untuk memasarkan semua ini."


Setelah memutuskan hal itu, selanjutnya Zero mengecek tempat-tempat lainnya sampai terakhir dia mengecek semua tempat penambangan.


Beberapa orang yang tengah mendorong gerobak berisi hasil tambang keluar dari gua bersama mereka yang menjaga tempat itu.


"Ah, Tuan." Mereka segera memberi hormat saat melihat kehadiran Zero.


"Langsung saja. Aku ingin memberitahukan ke kalian kalau semua hasil tambang yang ada di dalam gudang sudah aku masukkan. Aku akan menjualnya sendiri," jelas Zero.


"Baik, Tuan."


"Besok aku akan keluar desa, kuharap kalian bisa mengelola dan menjaga tempat ini dengan baik," pesan Zero.


Mereka serempak mengangguk penuh semangat dan berkata akan siap melaksanakan tugas ini dengan baik.


Melihat semangat mereka, Zero memberikan beberapa hasil tambang itu sebagai upah kerja keras mereka selama ini. Mereka sangat bersyukur menerimanya.


Setelah semuanya sudah dicek, Zero kembali mengamati desa itu dari ketinggian. Desa yang semula tampak kecil kini sudah berubah seperti kota. Mungkin perlu beberapa tahun lagi sampai tempat itu berubah menjadi kerajaan.


Yang menjadi masalahnya sekarang yaitu, desa itu masih termasuk wilayah kerajaan Blue Diamond. Oleh karena itu tujuan lain Zero ke ibukota kerajaan yaitu supaya dia bisa mendapatkan sebagian dari wilayah ini. Bagaimanapun caranya.


Saat hari menjelang malam, Zero mengumpulkan semua orang di desanya. Jumlah mereka kini ada seribu orang lebih sampai memadati tempat di tengah-tengah desa itu.


"Aku ingin memberitahukan kepada kalian semua kalau besok aku akan pergi keluar desa untuk membawa beberapa orang hebat yang bisa membantu kalian mengembangkan desa yang akan menjadi kerajaan ini agar lebih maju," jelas Zero.


Semuanya sudah mendengar hal ini dari yang lain sejak awal. Mereka menjadi khawatir, karena jika tidak ada Zero di tempat ini, mereka takut akan terjadi sesuatu yang tidak-tidak.


"Kalian tidak perlu khawatir akan ancaman orang-orang luar. Karena sekarang ada mereka yang bisa melindungi kalian." Zero menunjuk pasukannya yang tampak sudah bisa dikatakan cukup kuat melawan berbagai ancaman dari luar. Rasa khawatir semuanya sedikit berkurang menyadari kehadiran mereka.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kita akan berpesta!" seru Zero.


"Haa!!" Mereka semua membalas seruannya.


"Ini akan menjadi pesta terakhir kalian! Oleh karena itu berpesta lah sepuasnya!"

__ADS_1


__ADS_2