Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Penghancur Pemula


__ADS_3

Keesokan harinya, Zero kembali berekspresi seperti semula. Dia tidak ingin terus-terusan memikirkan gadis berambut pirang yang mirip dengan kekasihnya terdahulu itu dan memilih fokus pada tujuannya.


"Yo, sedang mencari quest yang bagus, ya?" Ketua party bersama anggotanya menghampiri Zero dan party-nya yang tengah berdiri di depan papan quest.


Para pemula yang ada di dekatnya segera hengkang dari tempat itu setelah melihat kedatangan sekelompok party tersebut. Mereka tidak ingin mencari masalah dengan party tersebut.


"Mmm…" Zero tidak memperdulikan kehadiran mereka dan pandangannya masih fokus mencari quest yang bagus untuk diambil.


Sedangkan anggota party-nya segera mengalihkan pandangannya saat melihat kehadiran mereka berlima. Dalam sekali lihat, Charla dan yang lainnya sudah bisa menebak mereka pasti bukan orang baik-baik. Apalagi saat melihat para pemula lain seperti berusaha menjauhinya.


Di tempat yang sama para petualang lain kini sedang memandangi party Zero dengan ekspresi kasihan karena mereka mengenali siapa sekelompok party tersebut.


"Haduh...sepertinya para pemula itu sedang sial karena berurusan dengan mereka."


"Benar... Aku turut prihatin dengan para pemula itu."


"Penghancur pemula...begitulah julukan party itu. Mereka biasa menghancurkan para petualang pemula yang menarik perhatian mereka..."


"Semoga mereka besok masih ada di sini."


Para petualang lain hanya bisa mendoakan semoga para pemula itu baik-baik saja setelah berurusan dengan sekelompok party tersebut.


Namun diantara semua petualang yang mengasihaninya itu hanya ada satu party saja yang menganggap kalau para penghancur pemula itu kali ini sedang tidak beruntung karena berani berhadapan dengan Zero. Termasuk pria berambut putih yang selalu mengamatinya. Dia menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.


"Namaku Rogue, aku mempunyai penawaran yang bagus dengan party-mu…"Ketua party itu memegangi pundak Zero membuat perhatiannya teralihkan padanya.


"Apa itu?" Zero menaikkan sedikit alisnya.


"Aku mempunyai quest dengan kategori profesional yang sangat bagus, dan hadiahnya juga tidak kalah bagus tentunya..." Rogue menunjukkan gulungan kertas quest yang dimaksud pada Zero.


"Aku ingin mengajak party-mu untuk ikut bekerja sama dengan party-ku dalam menyelesaikan quest ini." Rogue dan anggotanya tersenyum lebar. Lirikan matanya sedikit nakal saat mengarah pada Charla dan yang lainnya.


Zero bisa melihat maksud jahat party mereka meskipun tanpa menggunakan mata bijaknya. Apalagi dia mendengar petualang lain menyebut-nyebut mereka sebagai para penghancur pemula yang menjadi alasan kenapa para pemula lain segera menjauhi mereka.


"Zero-sama…" Charla di sampingnya menarik-narik baju Zero seakan ingin memberi kode untuk menolaknya namun Zero hanya menyuruh mereka untuk diam dan turuti perkataannya melalui kode senyuman tipis.


"Apa menjalankan quest dengan cara seperti ini diperbolehkan? Bukankah seorang pemula tidak diperbolehkan mengambil quest dengan kategori profesional seperti ini?" tanya Zero.

__ADS_1


"Tentu bisa. Selama ada petualang Platinum di party itu kau bisa menjalankan quest ini dengan siapapun," jelas Rogue


"Jadi kau seorang petualang platinum, ya." Zero melihat tag platinum tertempel di dadanya. Sementara anggotanya memiliki tag antara silver dan gold memperlihatkan kalau mereka bukanlah party biasa.


"Ya. Jadi tenang saja, keselamatanmu dan anggota party-mu akan terjamin." Rogue mencoba meyakinkan Zero.


Dari fondasi sihir ketua party itu, Zero menemukan kalau tingkat sihirnya berada di tingkat Magic Warrior tahap menengah. Jelas sekali dia bukanlah orang biasa.


"Bagaimana dengan bayarannya?" tanya Zero berniat menerima tawaran tersebut.


"Aku tujuh puluh kau sisanya, bagaimana?"


"Tidak mau. Lima puluh, lima puluh, aku akan menerimanya," tegas Zero


"Baiklah…" Rogue mengulurkan tangannya yang kemudian disambut oleh Zero.


'Lima puluh, lima puluh? Salah, bodoh...yang benar itu seratus untukku dan sisanya untukmu…' Rogue dan anggotanya tersenyum licik di sisi yang tidak bisa mereka lihat.


*~*


"Apa monster ini kuat sampai kalian membutuhkan bantuan kita?" tanya Zero bermaksud menyindir mereka.


"Tidak juga. Kami hanya ingin menyelesaikan quest ini dengan mudah jika dilakukan secara bersama." Penjelasan Rogue dibenarkan oleh anggotanya.


"Begitu, ya…" Zero bisa melihat dengan jelas kebohongan mereka dan siasat liciknya.


'Aneh, kenapa dia sejak tadi terlihat tenang sekali? Padahal tingkat sihirnya hanya berada di penyihir kelas dua saja, ' pikir Rogue melihat Zero yang berjalan santai di depannya tanpa ada rasa takut sama sekali.


'Kedua gadis demi-human itu hanya berada di tingkat penyihir kelas satu. Mereka jauh lebih kuat dibanding ketua party-nya, tapi kenapa mereka seperti hormat sekali padanya…' Rogue mengamati Charla dan Sherria.


'Begitupun dengan gadis cilik itu…' Rogue beralih memandangi Fluffy yang berjalan di samping Zero, 'Dia bukan gadis biasa…dan dia menyebut pria itu sebagai tuannya...' pikirnya melihat Fluffy memiliki sihir yang cukup besar di usianya yang masih belia.


'Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia bisa dikelilingi gadis-gadis seperti mereka.' Pandangan Rogue kembali lagi pada Zero yang terlihat aneh di matanya.


Dia tidak yakin kalau ketiga gadis itu menghormatinya karena pria itu kuat, pasti ada faktor lain yang membuat mereka bersikap seperti itu padanya.


"Apa masih jauh?" Zero menoleh sedikit ke belakang.

__ADS_1


"Sepertinya sudah dekat," jawab anggota party Rogue.


Tak lama mereka berjalan akhirnya mereka menemukan sebuah gua kecil di kejauhan.


"Kau lihat gua itu…" Rogue menunjuk gua kecil tersebut.


"Ya. Aku melihatnya…"Zero dan anggotanya mengangguk pelan.


"Tugas kalian hanya memancing monster di dalamnya keluar dan bawa kesini, setelah itu biar kami yang urus sisanya." Rogue memberikan arahan.


"Hanya itu saja?" Zero menyunggingkan senyuman tipis.


"Ya. Mudah bukan?" Rogue membalas dengan senyuman yang sama.


"Hahaha, ya, ini mudah sekali…" Zero tertawa santai selagi berjalan mendekati gua itu. Dia mengerti siasat seperti apa yang akan mereka lakukan padanya.


"Ayo, Charla, Sherria, Flo," ajak Zero.


"Baik." Charla dan yang lainnya mengikutinya dari belakang.


"Sepertinya dia terlalu percaya diri." Rogue terkekeh pelan melihat kepercayaan diri Zero.


"Benar...dan kepercayaan dirinya itu sebentar lagi akan hilang, diganti dengan ketakutan…" timbal salah satu anggotanya yang dibalas tawaan pelan yang lainnya.


"Apa kau sudah memasang rune-nya?" tanya Rogue.


Rune yang dimaksud oleh Rogue yaitu sejenis sihir penghalang yang sulit ditembus dan bisa membuat seseorang terperangkap di dalamnya.


"Tentu. Aku sudah memasangnya sebelum kita sampai disini. Sekarang aku hanya tinggal mengaktifkannya," jawab anggotanya kemudian mengaktifkan rune yang sudah dipasang.


Secara bertahap sebuah dinding transparan melingkupi tempat tersebut, membentuk sebuah bangunan kubus yang besar.


"Kita hanya tunggu mereka keluar membawa monster itu, setelah itu kita biarkan dia menghabisi pria itu sementara sisanya kita tangkap untuk dijadikan mainan kita," jelas Rogue menunjukkan ekspresi licik pada anggotanya yang juga menunjukkan ekspresi yang sama.


"Hahaha, ini akan menjadi tangkapan yang bagus…"


Aku jadi tidak sabar menunggunya...

__ADS_1


__ADS_2