Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Mengalahkan Iblis (Selesai)


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


Tidak seperti sebelumnya tubuh Scorpion kini diselimuti oleh kobaran api yang berbeda. Api berwarna kuning keemasan menyatu dengan aura merah kelam yang terpancar di tubuhnya. Hal itu memberikan firasat buruk bagi Akira.


'Mustahil... kenapa dia masih hidup? Kenapa? ' Akira menggelengkan kepalanya, sulit percaya dan mulai frustasi dengan keadaannya sekarang.


"Seperti perkataanku tadi, aku akan membunuhmu, bocah. Aku akan membawamu ke neraka dan menyiksamu disana! Bersiaplah!" Scorpion merapatkan giginya dan membuat wajahnya terlihat menjadi lebih menakutkan.


"Aspect of the Devil — Stouth Demon Gigantic Arm." Selesai merapalkan kata-kata itu, tangan kanan Scorpion perlahan berubah menjadi besar dan menakutkan dengan ujung sikunya membentuk seperti pisau yang tajam.


"Aspect of the Devil — Razor Sharp Claw." Kali ini tangan kiri Scorpion yang berubah bentuk menjadi sebuah cakar yang tajam dan menakutkan.


"Aspect of the Devil — One Tails of Death." Dan terakhir satu buntut kalajengking muncul di belakang Scorpion. Buntutnya terlihat panjang dengan ujungnya memperlihatkan bentuk yang tidak biasa dan sangat mengintimidasi.


Akira yang menyaksikan perubahan itu membuka mulutnya namun tidak ada kata-kata yang terucap. Untuk kesekian kalinya dia tidak percaya dengan apa yang kini terjadi.


Belum sempat Akira mencerna keadaannya saat ini,Scorpion sudah melesat kencang mendekatinya lalu mendaratkan satu tendangan ke atas yang membuatnya terbang ke udara. Scorpion ikut terbang ke udara kemudian melepaskan serangan beruntun menggunakan semua senjatanya pada tubuh kecil Akira.


"Argh!" Luka cakar, memar dan tusukan terbentuk dari serangan beruntun itu.


"Rasakan ini!" Dalam satu pukulan menggunakan tangan kanannya, Akira dikembalikan lagi oleh Scorpion ke bawah.


"Aghh!" Akira mengeluarkan seteguk darah segar saat tubuhnya menghantam tanah. Melihat ada bahaya di atasnya, Akira segera menyadarkan diri dan bangkit kemudian bergerak mundur ke belakang.


Scorpion tidak ingin melepaskan Akira begitu saja. Dia dengan cepat menyusul Akira dan kembali melepaskan serangan beruntun menggunakan semua senjata yang ada di tubuhnya, dan dalam satu pukulan, Akira dilempar ke belakang hingga merobohkan satu pilar lain.


{HP: 5071/30000} Serangan beruntun itu membuat HP milik Akira berkurang drastis


"Kekuatannya meningkat sebesar ini...sial...kalau begini terus aku bisa kalah...apa aku harus menggunakan itu...?" Suara Akira tertahan oleh erangan kesakitan sehingga hanya terdengar seperti gumaman.


Scorpion berjalan santai mendekati Akira, tersenyum lebar merasa puas membuat Akira babak belur seperti itu, "Inilah akibatnya karena kau sudah berani mempermainkanku, bocah..."


Pada saat jaraknya cukup dekat, Scorpion menggerakan buntutnya yang panjang ke arah Akira lalu menghujamkan sebuah tusukan pada perut Akira hingga menembusnya.


"Arghhhhh!!!!" Akira menjerit kesakitan yang dibalas tawaan lantang dari Scorpion.


"Hahahah!!"


{HP: 2046/30000}


Menggunakan buntutnya, Scorpion mengangkat tubuh Akira ke atas, "Bagaimana rasanya, sakit bukan? Sebelum membunuhmu, aku akan menyiksamu terlebih dulu, bocah. Aku akan mengajarkanmu suatu hal tentang rasa sakit yang lebih menyakitkan dari yang namanya kematian." Scorpion kembali tertawa lantang seperti orang yang kesurupan sebelum melemparkan Akira ke pilar lain.

__ADS_1


{HP: 1752/30000}


"Aghh..." Seteguk darah keluar lagi dari mulut Akira. Beberapa serangan lagi mungkin dia akan tewas.


Scorpion kembali berjalan mendekati Akira dengan senyuman kemenangan seolah sangat menikmati penderitaannya.


"Kematian, ya...?" Akira terkekeh mendengar istilah itu. Dia berusaha menggerakkan tubuhnya kembali untuk bangkit dengan berpegangan pada pilar, "Kau berbicara soal kematian seolah-olah kau pernah merasakan yang namanya kematian..." Akira tersenyum memandangi Scorpion, membuat senyuman kemenangan Scorpion luntur seketika.


"Sudah kubilang bukan, aku tidak takut lagi dengan yang namanya kematian... aku sudah beberapa kali merasakan itu....Tapi untuk sekarang aku tidak ingin merasakannya lagi....alasannya bukan karena aku takut...tapi aku hanya tidak ingin mengulang semua ini dari awal..." Akira berhasil menegakkan tubuhnya kembali dan menunjukkan senyumannya pada Scorpion.


"Omong kosong!" Scorpion menggerakan ekornya menyerang Akira namun kali ini dia tidak berhasil mengenainya karena Akira sudah lebih dulu menghindar.


"Kau bilang akan membuatku merasakan rasa sakit yang lebih menyakitkan dari yang namanya kematian? "Akira tertawa pelan sebelum tawanya berhenti dan diganti dengan senyuman sinis, "Kau salah... Seharusnya aku yang berkata seperti itu..."


Selesai Akira berkata demikian, aura yang begitu dahsyat terpancar di dalam tubuh Akira, melubangi tempat pijakannya serta menerbangkan bebatuan sekitar. Aura yang terpancar di tubuh Akira kali ini bukan lagi berwarna emas melainkan hitam bercampur merah yang pekat. Atmosfer sekitar pun tiba-tiba berubah menjadi berat diikuti wujud Akira yang perlahan kembali berubah.


Wujud Akira berubah seperti mode berserker sebelumnya tetapi kali ini sedikit berbeda. Sebelah tubuhnya kini diselimuti oleh aura hitam pekat diikuti tanduknya sedikit lebih memanjang dan sebelah matanya memancarkan warna merah menyala yang menakutkan.


"Berserker Second Mode..." Akira tersenyum dengan cara yang menakutkan menatap Scorpion.


"M-mustahil...kau masih mempunyai kekuatan sebesar ini? " Scorpion yang kini mematung di tempatnya merasa terguncang menyaksikan perubahan Akira. Wujudnya kali ini berhasil membuatnya bergetar ketakutan. Apalagi saat merasakan aura tersebut.


Akira menggerakan tangannya yang diselimuti aura hitam ke samping dan secara perlahan pedang berwarna hitam terbentuk dari aura yang menyelimutinya itu. Gagangnya yang pendek dan bilahnya yang tipis memperlihatkan seberapa tajam dan mengerikannya pedang tersebut.


"Biar kuperlihatkan rasa sakit sesungguhnya dari yang namanya kematian..." Akira menghunuskan pedang itu pada Scorpion.


Akira ikut terbang ke atas lebih dulu dan dalam sekali tarikan nafas, Akira sudah menyarangkan beberapa serangan pada tubuh Scorpion meski anehnya setiap serangannya itu sama sekali tidak menghasilkan darah sedikitpun.


"Arghhh!!!!" Scorpion menjerit kesakitan seiring dirinya dibalikan kembali ke bawah dan menghantam tanah.


Dalam beberapa serangan itu Scorpion langsung dibuat tidak berdaya. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya setelah menerima serangan dari pedang itu. Pada saat Scorpion berhasil membangkitkan diri, tubuhnya terasa sangat lemas seperti tidak memiliki tenaga sedikitpun.


"Ada apa ini? Kenapa sihirku terkuras? Apa ini gara-gara pedang itu? Sial, kalau begini aku akan mati." Scorpion terlihat frustasi dengan keadaannya sekarang.


"Waktunya merasakan rasa sakit itu..."


Di waktu yang sama, Scorpion melihat Akira yang berada tak jauh di depannya sudah memasang kuda-kuda memposisikan senjatanya dengan kedua tangan bersiap menyerang.


"Teknik Pedang Kegelapan — Keputusasaan." Akira mengayunkan pedangnya ke arah Scorpion dan menghasilkan tebasan angin berwarna hitam.


Scorpion yang tidak berdaya terkena tebasan itu.


"Arggghhhh!" Ketika tebasan itu sampai, Scorpion merasakan sakit yang begitu hebat biarpun tubuhnya tidak terluka maupun mengeluarkan darah. Tebasan tersebut seolah membawanya pada jurang keputusasaan yang sangat dalam.


"Teknik Pedang Kegelapan — Derita." Tebasan angin kembali terbentuk mengarah pada Scorpion.

__ADS_1


"Arggghhhh!" Kali ini Scorpion merasakan seluruh tubuhnya seperti dihujam oleh berbagai rasa sakit yang menyakitkan. Wajahnya terlihat sangat menderita.


"Teknik Pedang Kegelapan — Mimpi Buruk."


"Arghhh!"


Saat terkena tebasan angin hitam itu, Scorpion mulai berhalusinasi. Dia dibawa pada suatu kejadian-kejadian yang menakutkan yang seperti mimpi buruk baginya. Scorpion yang tidak tahan terjatuh ke bawah sambil memegangi kepalanya.


"Hentikan!!! Hentikan!! Hentikan!!" teriak Scorpion.


"Teknik Pedang Kegelapan — Ketakutan."


"Arghhh!!"


Tebasan selanjutnya membuat perasaan dan pikiran Scorpion dipenuhi ketakutan yang teramat sangat saat memandangi Akira yang kini tengah menatapnya dingin.


"Hentikan!!Maafkan aku! Tolong maafkan aku!!" Scorpion merangkak mundur sambik menutupi telinganya.


"Teknik Pedang Kegelapan — Kehampaan."


Saat terkena tebasan itu, Scorpion seolah sudah tidak mempunyai semangat lagi untuk hidup dan siap menjemput ajalnya kapanpun. Perasaannya terasa begitu hampa.


"Aku menyerah...aku menyerah...bunuh saja aku..." Scorpion menekukkan tubuhnya ke tanah memohon.


"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan mengakhiri penderitaanmu saat ini juga. Dengan ini kau telah mengerti arti rasa sakit dari yang namanya kematian."


Dengan kedua tangan, Akira mengangkat pedangnya secara lurus ke atas hingga ujung pedangnya menghasilkan gumpalan aura hitam yang sangat tebal.


"Teknik Pedang Kegelapan — Kematian."


Selesai berkata demikian, Scorpion mengayunkan pedangnya dan menghasilkan tebasan angin hitam yang sangat besar ke arah Scorpion. Kali ini tubuh Scorpion lenyap bersamaan dengan tebasan angin hitam melewati tubuhnya.


"Ah...Aku bukan tandingannya..." kata-kata terakhir Scorpion sebelum lenyap.


{Iblis telah berhasil dikalahkan}


{Selamat Anda berhasil menyelesaikan misi di lantai ini}


{Fatigue: 100}


Saat Akira kembali ke mode asalnya dan pedang di tangannya menghilang, dia langsung tumbang ke tanah.


"### Aku menang..."


 

__ADS_1


Karena besok ujian untuk beberapa hari ke depan gak update dulu ya:)


Episode selanjutnya masih bertema pertarungan. Karena agak kurang seru kalau up-nya satu-satu lebih baik nanti kalau update disekalikan saja biar kerasa epic fight-nya


__ADS_2