Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Gelombang Monster XII


__ADS_3

Di suatu pagi yang cerah, semua orang yang siap bertempur menghadapi gelombang monster di hari kedua ini sudah tiba di lokasi pertempuran. Rune sudah terpasang dengan sempurna di setiap sisi tempat yang akan dilindungi oleh para petarung dari serangan para monster. 


Para petugas yang berperan dalam gelombang monster sudah menyiapkan semua hal yang dibutuhkan, termasuk para staf medis yang tampak sudah berada di perbatasan rune dan siap mengobati para petarung yang membutuhkan pertolongan. 


Semuanya sudah siap, kini hanya tinggal menunggu kemunculan para monster yang akan menjadi tanda dimulainya pertempuran. 


"Aku cukup terkejut, kupikir dengan kehadiranku di sini akan membuat mereka yang sebelumnya bertempur berkurang. Namun kelihatannya tidak demikian." Zero tersenyum tipis mengamati para petarung di tempat itu dari atas benteng kota. 


Jumlah petarung di kota itu kali ini sedikit bertambah dari yang kemarin. Jika dihitung secara kasar, kurang lebih jumlah petarung yang ada di tempat itu ada sekitar dua sampai tiga ribu orang dan kebanyakan didominasi oleh pasukan militer kerajaan. 


"Tidak peduli mau seberapa banyak pun mereka, aku yakin Tuan pasti bisa memonopoli perburuan ini," kata Gladius yang berdiri di samping Zero. 


"Ya, aku akan memonopoli perburuan kali ini dan meraup keuntungan sebesar-besarnya. Mungkin aku hanya akan memberikan mereka dua puluh persen sisanya. Segitu saja aku sudah terlalu baik bukan?" Zero tampak yakin mampu melakukan itu. 


"Baiklah, ayo kita ikut bergabung dengan mereka." Puas mengamati situasi pertempuran yang sebentar lagi akan terjadi di kota itu, Zero dan Gladius turun dari benteng kota dan bergabung bersama yang lain. 


Kedatangan Zero dan Gladius menarik perhatian para pertarung di tempat itu, termasuk ketiga petualang pangkat diamond yang kemarin sempat berurusan dengan Zero.  Beberapa petarung yang berada di jalur langkah Zero dan Gladius segera menepi untuk memberi mereka jalan karena tidak ingin mencari masalah dengannya. 


Semua orang yang ada di sana tentu saja masih mengingat aksi Zero kemarin yang mampu menghabisi monster tingkat tinggi dengan begitu mudah. Di perburuan kali ini, mereka tidak terlalu yakin akan bisa mendapatkan keuntungan yang cukup karena pasti Zero akan mengambil beberapa buruan mereka. Akan tetapi, mereka akan tetap berjuang semampu yang mereka bisa agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. 


"Akhirnya dimulai juga," kata Zero yang berdiri di barisan paling depan sambil pandangannya menatap langit. 


Semua orang di tempat itu dapat menyaksikan dengan jelas sesuatu yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga.  Fenomena di langit yang menandakan dimulainya gelombang monster terlihat. Suara terompet dari segala penjuru dunia berkumandang dan monster buruan yang sejak tadi dinanti-nanti kemunculannya akhirnya keluar ke permukaan.

__ADS_1


Semua petarung mengangkat senjatanya dan siap untuk bertempur. Sambil berteriak, mereka bergerak ke arah monster yang bermunculan yang tersebar di segala tempat.


"Waktunya leveling dan bersenang-senang." Zero tersenyum lebar kemudian melesat dengan cepat dan melompat ke tengah-tengah tempat pertempuran. 


Mereka yang menyaksikan Zero kini berada di tengah lapangan tempat itu segera berhenti dan melihat apa yang ingin Zero lakukan. Gladius yang masih berada di belakang sama-sama penasaran ingin mengetahui apa yang akan dilakukan tuannya untuk memonopoli perburuan ini. 


"Hate reaction." 


Setelah Zero melafalkan salah satu skillnya, cahaya merah keluar sekali dalam diri Zero selama beberapa detik. Sesaat berikutnya semua monster yang bermunculan di tempat itu tiba-tiba serempak berlarian ke arahnya. Mata mereka tampak memerah seolah sedang marah dan ingin menghabisi sosok yang telah memancingnya.


Zero tertawa menyaksikan skill trigger-nya berpengaruh pada monster-monster itu. Skill barusan berguna untuk memancing monster yang ingin dia habisi dalam waktu yang bersamaan.


"Bagus, dengan begini aku bisa menghemat waktuku untuk menghabisi kalian," kata Zero terdengar begitu meyakinkan. 


Zero mulai melancarkan aksinya untuk menghabisi monster-monster yang berdatangan ke arahnya. Hanya dengan menggerak-gerakkan tangannya, Zero mampu menghabisi monster-monster itu dengan menggunakan sihir petir dan api neraka miliknya. 


"Sialan, dia curang sekali." Sean tampak begitu geram dengan Zero yang telah mencuri monster buruannya. Di saat yang sama dia juga takjub melihat aksinya.


Sekarang dia dan dua petualang diamond lainnya percaya kalau Zero memang mampu menghadapi gelombang monster ini seorang diri.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Para petarung yang sebelumnya sudah siap untuk bertempur kini tidak tahu harus berbuat apa dengan situasinya sekarang.


"Aku tidak ingin mati terkena serangannya." Tidak ada yang berani bergerak untuk memburu monster yang sedang berlarian ke arah Zero karena takut ikut dihabisi olehnya. 

__ADS_1


Pada akhirnya mereka hanya bisa diam menyaksikan buruan mereka satu demi satu diambil alih oleh Zero yang tampak sangat menikmati perburuannya.


"Ini benar-benar tidak adil."


"Kenapa juga dia datang ke tempat ini."


"Kehadirannya benar-benar mengacaukan perburuan kita."


Mereka mengeluhkan keberadaan Zero yang bertempur di tempat itu. Andai saja tidak ada dirinya mereka tentunya bisa memperoleh hasil yang memuaskan di perburuan yang selalu mereka tunggu-tunggu setiap tahunnya ini.


"Kenapa kalian takut dan mengeluh seperti ini? Kita hanya tinggal memburu monster itu sebelum sampai ke tempatnya. Dia tidak akan berani membunuh kalian di tempat terbuka seperti ini. Aku bisa menjamin itu." Bobby tampak begitu yakin dengan perkataannya.


Untuk membuktikannya, Bobby bergerak lebih dulu ke tempat di mana para monster itu berkumpul. Dia mencoba memburu monster-monster yang belum sampai di tempat Zero atau monster-monster yang berada di luar jangkauannya.


Aksi dan perkataan Bobby ternyata berhasil membuat yang lain ikut melakukan hal yang sama seperti dirinya. Yang dia katakan memang benar, Zero tidak akan berani membunuh seseorang di tempat terbuka seperti ini karena ada hukum yang mengikatnya.


Meskipun demikian, monster-monster yang terpengaruh oleh skill milik Zero tidak ada yang mau berhadapan dengan petarung lain sehingga masih ada beberapa monster yang lolos dari mereka dan bergerak ke arah Zero. Sebisa mungkin mereka berusaha membunuh monster-monster itu langsung agar tidak lepas ke arah Zero.


"Hebat juga mereka. Padahal tadinya aku ingin menikmati semua monster buruan ini seorang diri." Zero tersenyum remeh melihat mereka berani merebut monster yang berada di luar wilayah serangannya.


Namun karena dia tidak bisa membunuh mereka akhirnya dia melepaskan monster-monster itu pada mereka dan fokus ke monster yang berada di jangkauannya. Lagi pula monster-monster itu hanya sebagian kecil dari monster yang berdatangan ke arahnya.


Pertempuran di tempat itu berlangsung selama tiga jam. Dan selama tiga jam itu, Zero berhasil mendapatkan delapan puluh persen hasil buruan, sedangkan sisanya diambil oleh yang lainnya. Hasil tersebut sama persis seperti yang Zero katakan sebelumnya.

__ADS_1


Ini merupakan hari yang sangat menguntungkan bagi Zero.


__ADS_2