Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Teknik Sihir


__ADS_3

Tebasan angin yang tercipta dari pedang itu sangat kuat sampai mampu merubah baja yang dikenal sulit dihancurkan menjadi serpihan kecil. 


Zero terkekeh pelan, "Ah, maaf, aku menghancurkan semuanya, ya. Tidak perlu bersedih seperti itu, aku akan mengganti semua yang sudah aku hancurkan. Jadi sebutkan saja berapa yang harus aku bayar, setelah ini aku akan langsung membayarnya." Zero menanggapi reaksi ketiga pelatih itu. Mereka yang semula muram menjadi senang begitu mendengar Zero akan menggantinya. 


Zero mengalihkan pandangannya pada Charla dan lainnya yang masih terpana menyaksikan serpihan boneka baja yang Zero hancurkan. 


"Kalian jangan hanya diam saja, fokuslah berlatih dengan mereka…" Zero menyadarkan Charla dan lainnya. 


Mereka mengambil kesadarannya dan melanjutkan latihannya dengan ketiga pelatih itu. Gladius ikut membantu yang lainnya berlatih. 


Zero menyerahkan kembali pedang yang di genggamnya pada Sherria lalu mengambil pedang yang tadi dia jatuhkan. 


"Kita akan berlatih lagi…" Zero tersenyum pada Sherria. 


"Zero-sama, bagaimana cara mengeluarkan kekuatan dari pedang ini?" Sherria penasaran, mengamati pedang di tangannya. 


"Mudah sekali. Kau hanya perlu menggunakan teknik Transmutation seperti biasa," jelas Zero. 


Teknik Transmutation merupakan salah satu teknik sihir dimana seorang penyihir bisa mengubah energi sihir dalam dirinya menjadi suatu unsur elemen, dengan catatan penyihir tersebut memiliki elemen sihir dalam dirinya. 


Contohnya Sherria menggunakan teknik Transmutation ketika hendak mengeluarkan sihir angin dalam dirinya. 


"Tapi kali ini sedikit berbeda. Biar aku berikan beberapa petunjuk…" Menjatuhkan pedangnya lagi, Zero mendekati Sherria, berdiri di belakangnya lalu memegang pedang yang Sherria genggam dengan dua tangan. 


'Dekat sekali…' Wajah Sherria memerah saat mendapati wajah Zero hanya berkisar beberapa senti saja dengannya. 


"Tenanglah, tidak perlu tegang seperti itu. Posisikan pedangmu dengan benar." Zero berbisik di telinga Sherria tapi pandangannya fokus pada pedang di genggamannya. 


Charla yang sejenak melihat ke arah Zero memanyunkan bibirnya sebelum mendengus geli ketika melihat adiknya menjadi gugup dalam posisi seperti itu. 


"Ah, iya." Sherria mencoba tenang meski jantungnya kini berpacu kencang. 


"Lakukan seperti biasa. Perrtama-tama kau bawa elemen sihir melalui energi sihir yang mengalir dalam tubuhmu…" Zero mengarahkan Sherria dan segera diikuti olehnya, "Ketika energi sihirmu sudah berada di titik lingkaran/sirkuit sihir di tanganmu, segera pusatkan pada pedang ini…" Zero membantu Sherria mengalirkan energi sihirnya hingga sampai di titik yang dimaksud. 

__ADS_1


Gelang sihir yang saat itu Zero berikan dan kini melekat di lengan Sherria membantu proses Transmutation itu berjalan dengan cepat. 


"Setelah kau berhasil melakukannya maka pedang ini akan merespon energi sihir yang telah diisi elemen sihir dan merubahnya menjadi unsur elemen yang sama denganmu… "Pedang yang Sherria genggam mulai memperlihatkan pusaran angin yang tercipta dari proses Transmutation, membuat Sherria tercengang melihatnya. 


Zero melepaskan tangannya dan menegakkan tubuhnya ketika pusaran angin itu sudah cukup besar keluar dari bilah pedang itu. 


"Sekarang kau bisa menggunakan kekuatan pedang itu, baik untuk menyerang maupun untuk bertahan, ataupun bisa kau lepaskan seperti yang aku lakukan tadi," jelas Zero. 


"Hebat..." Sherria memandangi pedang di tangannya dengan takjub. 


"Pedang itu sangat mendukung potensi elemen sihir dalam dirimu sehingga akan mempercepat dan memperkuat proses ketika kau melakukan teknik Transmutation," jelas Zero. 


"Sekarang kita coba buktikan… " Zero mengambil pedang yang tadi dijatuhkan lalu memposisikannya di depan Sherria. 


"Coba ayunkan pedang itu ke pedang ini."


Sherria mengangguk kemudian mengayunkan pedang di tangannya ke pedang di tangan Zero. Hanya dalam sekali ayunan, pedang di tangan Zero hancur berkeping-keping. 


"Pastinya…" Zero tersenyum tipis memandangi Sherria dan beralih ke pedangnya yang sudah hancur. 


Saat melihat pedang di tangan Sherria, pusaran angin yang sebelumnya terbentuk mulai hilang. 


"Kau harus bisa menahannya lebih lama lagi." Zero menunjuk pedang Sherria yang akhirnya kembali seperti semula. 


"Aku akan berusaha melakukannya, Zero-sama." Sherria tampak bersemangat sekali. 


"Baik, sekarang coba lakukan sekali lagi…" pinta Zero. 


Sherria mengangguk mantap kemudian melakukan teknik Transmutation yang Zero arahkan tadi, tapi bedanya kali ini Sherria hanya bisa membuat pusaran angin yang sangat kecil di sekitaran pedangnya. 


"Jangan berkecil hati, Sherria. Kau sudah melakukannya dengan baik. Kau hanya perlu terus berlatih sampai kau bisa membuat pusaran angin yang sangat besar seperti yang aku lakukan tadi." Zero memberi saran dan motivasi pada Sherria. 


Sherria mengangguk pelan mengiyakan perkataan Zero. 

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kau fokus membenarkan teknik berpedangmu terlebih dahulu."


Zero menyudahi latihan barusan dan kini fokus melatih Sherria untuk menggunakan pedang itu dengan benar. Dia mengeluarkan pedang biasa dalam inventory-nya lalu mulai melatih Sherria. 


Zero mengajarkan beberapa teknik dasar dan membenarkan cara Sherria memposisikan pedangnya termasuk cara memposisikan kuda-kudanya dengan benar. 


Sherria mencoba mendalami arahan serta penjelasan Zero dengan baik guna bisa menguasai pedang itu dengan cepat. 


Sherria tidak pernah mengeluh, malahan tampak bersemangat sekali ketika diarahkan oleh Zero. Tujuannya ingin menguasai pedang itu secepatnya hanya satu, dia ingin bertambah kuat agar bisa terus berjalan di samping Zero dan bisa menggunakan kekuatannya ini untuk membantunya. 


Tak jauh di tempat itu, Gladius yang sejak tadi mengamati mereka, tersenyum saat menyadari gadis pemalu seperti Sherria ternyata tidak seperti yang dia pikirkan. Gladius bisa menebak kelak Sherria akan menjadi sosok yang hebat jika terus dibimbing serta dilatih oleh Zero. 


Setelah beberapa waktu berlalu, Zero menyudahi latihannya meski Sherria masih tampak bersemangat. 


"Sudah cukup, Sherria. Tidak perlu terburu-buru. Sekarang istirahatkan dulu tubuhmu. Kita akan melanjutkan latihannya besok." Zero menghela nafas pelan kemudian memasukkan kembali pedangnya ke inventory. 


"Baik, Zero-sama. Terima kasih atas bimbingannya." Sherria membungkukkan setengah tubuhnya sekali lalu menyarungkan pedangnya itu ke pinggangnya yang sudah tersedia tempat penyimpanannya. 


Masih membuka menu inventory-nya, Zero mencari buku-buku teknik berpedang terbaik yang dulu dia serap lalu memberikan satu buku yang menurutnya terbaik untuk Sherria. 


"Sebenarnya aku mempunyai beberapa buku teknik berpedang yang bagus untukmu. Tapi untuk sekarang kau pelajari saja yang ini." Zero menyerahkan satu buku tebal pada Sherria. 


"Terima kasih, Zero-sama. Aku akan berusaha mempelajari semua ini," kata Sherria setelah mengambilnya. 


"Bagus, aku suka dengan semangatmu." Zero tersenyum sambil menyentuh pucuk kepala Sherria, "Aku suka orang sepertimu, Sherria," kata Zero lalu melenggang pergi ke tempat Charla dan lainnya yang kini masih sibuk berlatih, meninggalkan Sherria yang kini salah tingkah setelah mendengar perkataannya barusan. 


'Su-suka…' Wajah Sherria memerah saat mendengar satu kata itu diucapkan oleh Zero. 


Sherria berbalik menatap punggung Zero lalu tersenyum penuh kasih. 


"Terima kasih… "


Walaupun Zero mengatakan itu hanya sebatas untuk memujinya tapi dia sangat bahagia sekali mendengarnya. 

__ADS_1


__ADS_2