
Menyadari waktu sudah mulai gelap, Zero menyuruh mereka untuk pulang ke penginapan dan beristirahat. Mereka kembali ke ruangannya masing-masing.
"Sherria, buku apa itu?" tanya Charla sambil menjatuhkan diri di ranjang kasur. Dia penasaran dengan buku yang sejak tadi Sherria bawa.
"Oh, ini buku teknik berpedang yang Zero-sama berikan padaku." Sherria ikut duduk di samping kakaknya lalu membuka lembaran demi lembaran buku pemberian Zero.
"Wah… banyak sekali…" Charla tercengang melihat isi dalam buku tersebut berisikan banyak sekali petunjuk disertai gambar tentang cara menggunakan pedang dan teknik-teknik yang hebat.
"Apa Sherria yakin akan mempelajari semua ini?" tanya Charla mengetahui seberapa tebalnya buku tersebut.
"Iya, Nee-san. Aku ingin bertambah kuat agar kelak bisa membantu, Zero-sama. Meskipun hanya sedikit setidaknya aku ingin terlihat lebih berguna bagi, Zero-sama." Sherria memberitahukan tujuannya.
"Aku juga tidak mau kalah. Aku akan berlatih lebih keras lagi. Aku ingin terus bersama, Zero-sama. Oleh karena itu aku ingin bertambah kuat agar nanti tidak lagi merepotkannya," kata Charla penuh tekad.
Di sisi lain, Zero saat ini tengah berendam di pemandian air panas sendirian. Selagi berendam Zero memikirkan banyak hal, salah satunya yaitu soal The Magic of God yang sebelumnya Gladius katakan.
"Raja Extavia...Satu-satunya orang di dunia ini yang berhasil mencapai tingkat The Magic of God. Siapa dia sebenarnya. Bagaimana caranya dia mencapai tingkat tersebut. Jika kelak aku berhadapan dengannya apa aku bisa menang melawannya…" gumam Zero berpikir lalu menghela nafas saat tidak menemukan jawaban yang pasti, "Sepertinya aku terlalu membanggakan diri dengan kekuatanku sekarang sampai tidak berpikir kalau diatas langit ternyata masih ada langit." Zero sadar akan hal itu.
"The Magic of God. Apakah ada petunjuk agar aku bisa mendapatkan semua kunci untuk mencapai tingkatan tersebut.."
*~*
Keesokan harinya, Zero dan lainnya kembali ke tempat Menara Surga. Mereka segera menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlatih di lantai paling bawah tempat tersebut.
Semuanya menduga pasti Zero dan lainnya yang kemarin menyewa tempat VIP di lantai teratas Menara Surga. Semuanya tidak berani berbuat macam-macam dengan Zero dan lainnya atau sekedar mengkritik aksinya kemarin yang telah mengganggu latihan mereka.
Hanya melalui energi sihir serta aura pembunuh yang begitu pekat yang kemarin sempat mereka rasakan, mereka langsung menyadari seberapa mengerikannya kelompok tersebut.
Sementara petugas disana tersenyum kecut saat melihat kedatangan Zero dan rombongannya seolah mereka akan membawa petaka bagi tempat ini.
Beberapa petugas sebelumnya sudah melihatnya secara langsung, tempat yang menjadi sarana pertarungan antara Zero dan Gladius porak poranda serta boneka baja yang dibuat khusus hancur total oleh Zero. Beruntungnya Zero mau mengganti rugi tempat dan boneka yang sudah dihancurkan itu.
Sebelum membawa Zero dan lainnya ke lantai teratas, petugas yang menjadi pemandu memperingati agar Zero dan lainnya tidak merusak properti yang tersedia di tempat VIP yang telah mereka sewa.
__ADS_1
Zero hanya menanggapinya dengan kekehan dan berkata, "Tenang saja. Meskipun aku menghancurkannya lagi aku hanya perlu menggantinya seperti kemarin. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan kalian. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan."
Petugas yang memandu Zero hanya menggaruk kepalanya tanpa tahu harus bagaimana menanggapi sikap kearogansiannya Zero.
"Sudah cepat bawa kita ke sana," titah Zero.
Tak ingin berdebat, Zero dan lainnya pun dibawa oleh petugas itu ke tempat VIP yang telah disewa untuk beberapa minggu ke depan.
Setibanya disana mereka melihat tiga orang pelatih yang kemarin melatih mereka sudah menunggu disana sejak tadi dan langsung memberi hormat pada Zero dan lainnya. Mereka tampak bersemangat sekali mengingat Zero kemarin sudah memberi mereka tip yang besar.
"Sekarang kalian berlatih dulu dengan mereka, kali ini giliran Charla yang akan berlatih denganku." Zero memberikan arahan. Yang lainnya mengangguk paham dan melaksanakan apa yang Zero katakan.
Zero lalu membawa Charla ke tempat yang cocok untuk berlatih berdua. Jaraknya tidak terlalu jauh dengan Sherria dan lainnya sehingga Zero bisa memantau mereka. Disana juga sudah disediakan fasilitas untuk mengajarkan Charla busur panah.
"Sekarang keluarkan busur panahmu," titah Zero.
Charla mengambil busur panah perak yang menempel di belakangnya.
"Coba perlihatkan hasil latihanmu kemarin."
Selanjutnya Charla melepaskan anak panah itu ke arah target panahan, tapi sayangnya anak panah itu menghilang sebelum sampai di target yang dituju.
"Anak panah yang kau buat masih terlalu lemah, Charla," kata Zero.
Charla menghela nafas, "Aku tahu, Zero-sama. Tapi untuk sekarang aku hanya bisa membuatnya segitu saja," ujarnya terlihat tidak puas
"Tidak perlu berkecil hati. Melihatmu sudah bisa membentuk energi sihir menjadi anak panah, kau sudah memperlihatkan pencapaian yang bagus, Charla. Kau hanya perlu terus berlatih agar bisa membuat anak panah yang sempurna." Zero mencoba memotivasi Charla.
"Coba berikan busur panahmu padaku." Zero meminta busur panah yang Charla genggam.
Charla menyerahkannya dan melihat secara seksama apa yang akan Zero lakukan.
"Untuk bisa membuat anak panah yang sempurna dan menghasilkan kekuatan yang luar biasa kau perlu meningkatkan teknik Emission yang telah kau pelajari, " jelas Zero.
__ADS_1
Teknik Emission merupakan teknik sihir dimana seorang penyihir melepaskan energi sihir dalam dirinya, baik yang sudah dibentuk atau belum sebagai senjata untuk menyerang. Prosesnya hampir sama dengan teknik Transmutation tapi bedanya teknik Emission tidak membutuhkan elemen sihir.
Dengan melalui perantara seperti pistol sihir, seorang penyihir dengan class Archer bisa menggunakan teknik Emission untuk membuat peluru sihir yang kuat.
Zero memposisikan busur panah itu ke target panahan lalu mulai membuat satu anak panah sebelum kemudian melesatkannya. Anak panah yang terbuat dari energi sihir itu pun menancap tepat di tengah-tengah bulatan kecil berwarna merah sebelum menghilang dengan sendirinya.
"Dengan busur panah ini kau bisa membuat anak panah yang jauh lebih lebih kuat dan bahkan kekuatannya bisa menghancurkan satu desa hanya lewat sekali serangan. Kau pernah melihat aku melakukannya saat melawan monster tumbuhan waktu itu, kan?Jika kau sudah bisa menggunakan kekuatan sebenarnya dari busur panah ini, kau bisa menjadi seorang Archer yang hebat, Charla. " Zero memberitahukan kekuatan sebenarnya dari busur panah itu pada Charla .
"Hebat sekali, Zero-sama. Apa aku bisa melakukannya…"
"Tentu saja. Tidak ada yang tidak bisa jika kau ingin berlatih, Charla." Zero menyerahkan busur panah itu kembali.
"Benar juga…kalau begitu aku akan melakukannya sampai bisa, Zero-sama."
"Bagus, aku menantikannya. Sekarang coba kau buat lagi… "
Charla mengangguk dan mengangkat busur panahnya segaris lurus dengan target panahan, kemudian menarik talinya dan melakukan teknik Emission untuk membuat anak panah.
Satu sampai beberapa kali Charla masih gagal mendaratkan anak panah yang sudah dibentuk tersebut. Harus dia akui, mempelajari busur panah ini ternyata jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kedua pistol sihirnya.
Tapi berkat bantuan Zero yang turut memberikan arahan dan petunjuk bagaimana cara melakukan teknik Emission dengan benar, Charla mulai memperlihatkan perkembangan.
Charla terus melakukan itu berulang-ulang sampai dirinya berhasil mendaratkan satu anak panah tepat di bagian target panahan.
"Yatta! Aku berhasil melakukannya, Zero-sama!" Charla tampak senang sekali.
"Ya. Kau hanya perlu menyempurnakannya lagi. "Zero tersenyum puas atas keberhasilan Charla.
Di tempat yang sama, Sherria dan lainnya menghentikan latihannya saat mendengar teriakan Charla. Mereka senang melihat Charla akhirnya memperlihatkan perkembangan yang bagus.
Sementara tiga orang pelatih yang melatih mereka lebih terkesan pada pemuda di samping Charla yang mampu melatih Charla dengan cepat.
Begitupun dengan Gladius. Dia percaya kelak Charla juga akan menjadi sosok yang hebat jika terus dibimbing dan dilatih oleh Zero.
__ADS_1
"Kau lakukan terus seperti itu. Aku akan melatih yang lainnya juga," kata Zero.
"Siap, Zero-sama."