
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
"Permainan baru dimulai…"
{HP: 135300/150000}
Serangan yang Akira arahkan pada dada Naga Langit barusan berhasil memberikan damage yang cukup besar. Meski begitu, tidak ada sedikitpun darah yang berceceran saat anak panah itu berhasil menusuk dadanya, begitupun saat Akira berhasil mendaratkan satu tebasan pada punggung lehernya tadi.
Ini mungkin ada kaitannya dengan status HP yang menjadi parameter nyawa Naga Langit saat ini, begitu terka Akira.
"Mau kemana kau, hah?" Akira melihat Naga Langit menjauh setelah terkena serangan itu.
Dengan cepat Akira bergerak membelah langit mengikuti arus Naga Langit berpusing sambil melemparkan satu demi satu anak panah yang terbuat dari mana point-nya.
Satu demi satu pisau yang melayang di sekelilingnya ikut menyerang Naga Langit begitu anak panah yang dilontarkan berhasil mendarat di tubuhnya sebelum kembali lagi mengelilingi Akira.
Pisau yang ikut menyerang itu tidak lain merupakan skill pasif dari mode yang kini dia gunakan, Spriggan. Serangan dari satu pisau yang dihasilkan cukup untuk sekedar mengurangi beberapa ratus HP Naga Langit.
Merasa terus ditekan, Naga Langit mulai mengeluarkan kemampuannya. Dia tidak ingin terus didesak seperti ini oleh lawannya. Bergerak menembus awan, menuntun Akira ke tempat yang lebih tinggi. Namun kelihatannya Akira juga tidak ingin kalah dan terus mengikutinya kemanapun dia terbang.
Pada saat jarak Akira hanya belasan meter lagi, Naga Langit bergerak memutar ke atas dan berhasil mengecoh Akira yang saat itu tidak sempat bereaksi. Di waktu yang sama ketika berada di belakang Akira, Naga Langit mengepakkan kedua sayapnya hingga menghasilkan gelombang udara yang sangat kuat, membuat Akira terpukul jauh ke depan dan berhasil mengurangi HP miliknya meski tidak terlalu besar.
Dampak lain dari serangan itu membuat sayap Akira tidak dapat terbang dengan baik untuk beberapa saat hingga akhirnya dipaksa jatuh ke bawah.
"Squeakk!!"
Naga Langit ikut turun menyusul Akira. Sementara Akira berusaha mengambil keseimbangannya kembali.
"Kau lumayan pintar juga ternyata…" Harus Akira akui Naga Langit itu cukup pintar sampai berhasil menjebaknya.
"Menarik...tapi sayangnya kau harus menjadi lawanku…" Tersenyum lebar, Akira mengarahkan busurnya ke atas, segaris lurus dengan Naga Langit lalu menembakkan satu anak panahnya ke sana.
"Rain Arrow!"
Anak panah berjatuhan dari atas awan menimpa Naga Langit. Merasakan ada bahaya di atasnya, Naga Langit segera bergerak menghindar meskipun ada beberapa anak panah yang berhasil mengenai tubuhnya tetapi hal itu tidak terlalu berpengaruh baginya.
Akira mempersingkat jarak dengan Naga Langit. Sementara Naga Langit tidak lagi bergerak dan melayang di udara seperti sedang mencoba mengamati gerak-gerik serta serangan dari Akira. Dia terlihat penuh kewaspadaan.
Ketika jaraknya cukup dekat, Akira kembali melemparkan anak panahnya pada Naga Langit. Biarpun jaraknya tidak terlalu jauh tetapi Naga Langit mampu menghindari setiap anak panah yang Akira lepaskan.
"HP-nya masih sangat besar." Akira berdecak melihat HP Naga Langit masih berada di angka seratus ribu, serangannya sejak tadi ternyata masih belum cukup.
"Aku harus mencari cara lain." Akira memutar otaknya mencari ide selagi terus melemparkan anak panah pada Naga Langit. Hanya sebagian anak panah yang berhasil mendarat di tubuh Naga Langit, dan itupun sama sekali tidak memberikan damage yang berarti.
"Serangan seperti ini masih belum cukup untuk mengurangi HP-nya. Aku harus mendaratkan serangan yang lebih kuat lagi…" Akira berhenti memanahi Naga Langit, tidak ingin membuang-buang mana yang dia miliki. Saat pandangannya sesaat menengok ke atas awan tanpa diduga dia menemukan sebuah ide yang cemerlang. Dia lalu bergerak ke atas, ke tempat yang lebih tinggi.
"Squeakk!" Naga Langit yang melihat Akira melesat ke atas ikut menyusulnya terbang dengan kecepatan tinggi.
"Kelihatannya rencana kali ini tidak akan berjalan sempurna seperti saat menghadapi Binatang Jahanam waktu itu. " Akira melirik Naga Langit yang mampu bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatannya sampai berhasil menyusulnya yang bergerak lebih dulu.
"Meski begitu aku harus mencobanya." Tidak mau kalah, Akira memacu kecepatannya lagi sampai menembus awan. Setibanya di atas awan, Akira memandangi gumpalan awan tebal yang bertebaran di sekelilingnya.
"Baiklah, harus dimulai dari mana sekarang."
Akira memandangi satu demi satu gumpalan awan itu seperti sedang menganalisis langkah yang harus dia ambil. Pandangan Akira kemudian beralih ke Naga Langit yang tampak santai melayang tak jauh di depannya.
Akira tersenyum tipis lalu mengerakkan tangan yang memegang busur itu ke samping dan seketika busur di tangannya itu menghilang. Setelah itu Akira mengambil kedua pedang yang tersarung di punggungnya.
"Magic Boost." Akira menggunakan skill dopingannya, membuat tubuhnya kini diselimuti oleh cahaya merah. Tak ingin membuang-buang waktu, dia langsung bergerak maju mendekati Naga Langit, bertarung melawannya dari jarak dekat. Naga Langit menyambut serangan yang Akira lepaskan menggunakan tanduknya yang keras.
__ADS_1
"Squeakk!"
Kekuatan dan kecepatan Akira kini meningkat beberapa kali lipat, berkat itu Akira berhasil menyarangkan serangan demi serangan yang cukup kuat pada tubuh Naga Langit, menghasilkan damage yang cukup besar.
Efek dari skill yang Akira gunakan saat ini hanya bertahan 3 menit saja sedangkan cooldownnya selama 3 jam. Dalam waktu tiga menit ini Akira berhasil membuat HP Naga Langit berkurang lumayan banyak hingga kini HP-nya tinggal 90000 lagi.
Akira kemudian memilih mundur terlebih dahulu setelah merasa tidak diuntungkan berhadapan melawan Naga Langit dari jarak dekat tanpa menggunakan skill tadi.
Akira menyarungkan kedua pedangnya dan memanggil busur panahnya kembali. Tidak beruntung melakukan serangan jarak dekat, Akira memutuskan menggunakan serangan jarak jauh seperti biasa.
"Status HP-nya masih di angka sembilan puluh ribu. Masih belum cukup. Aku harus mengurangi setidaknya satu sampai dua puluh ribu lagi..."
Akira menyerang seperti biasa namun kali ini sambil bergerak, karena kali ini Naga Langit berusaha mengejarnya, berniat membalas serangannya.
"Arrow Squall!" Akira menembakan satu anak panah ke langit dan seketika badai besar muncul dari langit menghambat pergerakkan Naga Langit yang saat itu tengah mengejarnya. Ketika itu terjadi Akira bergerak ke atas.
'Benar, aku bisa menggabungkan seranganku dengan api ini.. ' Saat fokus Naga Langit terhalang oleh badai itu, Akira yang berada di atasnya sudah menarik tali busurnya bersiap menyerang.
"Target lock on — Hellfire shot!" Anak panah yang terbuat dari api neraka melesat menyerang Naga Langit.
Tapi sebelum api itu sampai, Naga langit sudah lebih dulu mengeluarkan angin kuat yang berasal dari mulutnya seperti tadi.
"Gwoarr!!" Angin itu mengalahkan badai sekaligus api neraka yang hendak menyerangnya.
"Mustahil. Serangan apiku lagi-lagi digagalkan?" Akira terkejut menyaksikan hal itu. Disaat yang sama dia ikut terkena dampak dari angin yang dikeluarkan.
"Tunggu dulu, apa dia takut dengan api itu?" Akira menyadari ini untuk kedua kalinya Naga Langit mengeluarkan angin sekuat ini, dan itu terjadi karena api neraka yang dia arahkan ke arahnya.
"Squeakk!"
Akira tidak ingin memikirkannya terlalu lama saat melihat Naga langit kini mempersingkat jarak dengan cepat mendekatinya. Gerakannya kali ini terlihat lebih cepat dari yang sebelumnya sampai membuat posisi Akira mulai terpojokan.
Akira dengan cepat mengganti busurnya lagi dengan pedang. Menggunakan kedua pedangnya, Akira menangkis setiap tabrakan maupun gigitan yang dilepaskan Naga Langit dan sesekali memilih bergerak menghindar sambil terus terbang menjauh.
"Agghh!" Akira terpental ke belakang dan HP-nya berkurang sangat besar. Dia memegangi bekas luka tabrakan pada perutnya bersamaan dengan darah segar keluar di tepian bibir.
"Ini tidak seperti perhitunganku..." Akira meringis kesakitan, nafasnya pun memburu.
"Tapi apa boleh buat... untuk sekarang aku tidak mempunyai banyak pilihan. Aku akan menggunakannya..." Akira mengambil kesadarannya kembali lalu memposisikan dirinya tegak kemudian memejamkan mata. Pusaran angin perlahan muncul mengelilingi tubuhnya, dan seiring berjalannya detik pusaran angin itu terus membesar sampai ketika pusaran itu memudar penampilannya kembali berubah.
Tubuh Akira diselimuti oleh kobaran api hitam, alisnya kini memanjang dengan ujungnya melengkung ke atas membentuk sebuah sayap yang indah, membuat sorot matanya menjadi terlihat lebih tajam.
Sedangkan sayap hitam transparan yang menempel di punggung Akira kini berubah menjadi sayap hitam sepenuhnya dengan kobaran api hitam yang berkobaran membuat ukuran sayap itu menjadi dua kali lebih besar dari yang sebelumnya.
Akira membentangkan kedua sayapnya yang gagah.Siluet seekor burung berwarna hitam terlihat muncul di belakangnya sedang membentangkan sayapnya juga, matanya terlihat mengeluarkan cahaya merah yang mengerikan.
"Dark Phoenix..."
Penampilan Akira saat ini menandakan bahwa dirinya kini telah masuk ke dalam mode Dark Phoenix. Mode ini masih termasuk kemampuan khusus dari class Archer, tapi bukan tahap lanjutan dari mode Spriggan seperti mode Berserker, melainkan mode lain dari class Archer.
Akira mengarahkan tangannya ke samping dan seketika busur panah muncul di genggamannya. Busur panahnya juga ikut terbakar oleh api hitam, begitupun dengan pisau-pisau yang melayang di sekelilingnya.
Akira menembakkan anak panahnya pada Naga Langit. Kali ini bukan hanya satu anak panah yang melesat dari tali busurnya melainkan tiga sekaligus. Tiga anak panah itu melesat cepat ke tubuh Naga Langit.
"Squeakk!"
Naga Langit berusaha menghindari tiga anak panah yang melesat ke arahnya itu sambil mempersingkat jaraknya kembali mendekati Akira.
Setelah menggunakan mode ini kecepatan Akira meningkat beberapa kali lipat. Dia kini bisa seimbang beradu kecepatan melawan Naga Langit.
"Benar, kejar terus aku…"
Selagi bergerak sambil sesekali menembaki, Akira memancing Naga Langit yang mulai mengamuk itu ke masing-masing gumpalan awan. Saat keluar dari gumpalan awan itu satu demi satu pisau yang mengelilingi Akira menghilang.
__ADS_1
Akira terus melakukan hal yang serupa sampai ketika pisau terakhir yang melayang di sekelilingnya menghilang, Akira memacu kecepatannya menembus awan terakhir.
"Stealth." Saat keluar dari awan itu, Akira secara misterius menghilang dari pandangan Naga Langit yang sontak membuatnya kebingungan.
Naga Langit berhenti bergerak dan melayang di posisinya mencari keberadaan Akira. Dia tidak bisa merasakan keberadaan Akira sedikitpun. Akira benar-benar menghilang secara misterius dari persepsinya.
Disaat Naga Langit kebingungan mencari-cari keberadaan Akira sebuah pisau milik Akira tiba-tiba melesat ke arahnya namun Naga Langit berhasil dengan cepat menghindar. Ternyata tidak hanya satu pisau saja, satu demi satu pisau yang ditanamkan oleh Akira di gumpalan awan yang lainnya ikut keluar menyerang Naga Langit.
Pada saat yang sama sewaktu Naga Langit disibukkan oleh pisau yang melesat ke arahnya itu, Akira ternyata sudah standby di tempat yang paling tinggi, bersiap menyerang Naga Langit.
Akira menarik tali busurnya kuat-kuat membentuk sebuah anak panah berwarna gelap yang panjang dengan mata pisaunya yang besar. Ketika dia berseru,
"The Shot of Judgment!"
Anak panah yang dilesatkan ke arah Naga Langit itu menjelma menjadi seekor phoenix hitam yang ganas sebelum akhirnya mendarat di tubuh Naga Langit.
"Squekk!!!" Tubuh Naga Langit melengkung ke atas saat anak panah itu menghujam punggungnya. Dampak dari hantaman anak panah itu menghasilkan gelombang angin yang sangat kuat, menyapu bersih semua awan di sekitarnya.
Tidak ingin membuang kesempatan, Akira dengan segera melanjutkan aksinya yang lain. Dia menggerakkan kedua jarinya, mengendalikan pisau yang saat itu tidak berhasil mengenai Naga Langit tuk membentuk sebuah formasi. Masing-masing pisau itu mengelilingi setiap celah posisi Naga Langit.
"Forming Formation — Prison Hell."
Selesai merapalkan kata-kata itu, pisau-pisau yang membentuk formasi mengeluarkan cahaya yang saling bertautan, menghasilkan sebuah proyeksi berbentuk penjara saat semua cahaya itu terhubung, mengurung Naga Langit.
Naga Langit yang saat itu meronta kesakitan tidak bisa keluar dari kurungan itu meski dia sudah melakukan berbagai usaha, bahkan angin kuat yang dikeluarkan dari mulutnya pun tidak bisa menghancurkan penjara tersebut.
Saat Naga Langit terkurung, Akira yang masih berada di ketinggian mengeluarkan sebuah tombak dari ruang kosong.
"Low Size…" Akira lalu mengecilkan tombak itu hingga seukuran anak panah.
Lanjut Akira mengaitkan tombak yang dibentuk seperti anak panah itu pada tali busurnya kemudian melesatkan satu tembakan gabungan dari kombinasi senjata panah dan tombak itu ke arah Naga Langit.
"Arrow-Spear Joint Attack - The conqueror!"
Tombak yang dilesatkan oleh busur panah itu melesat kencang, membawa kilatan berwarna merah serta angin hitam dan gemuruh yang menggetarkan langit.
"Full size!" Ketika jaraknya cukup dekat, Akira mengembalikan bentuk tombak itu seperti semula.
Tombak itu pun dengan ganasnya menghantam tubuh Naga Langit sampai membawanya ke dasar bumi.
BUM!!!!
Sebuah cekungan besar terbentuk saat Naga Langit mendarat ke tanah, menghasilkan angin dan kepulan debu yang sangat besar bahkan bumi pun sampai bergetar.
Akira melesat turun ke bawah untuk mencari tahu hasil dari serangan tersebut. Ketika dia sudah cukup dekat dengan Naga Langit dia langsung melihat ke bagian status HP yang dimiliki Naga Langit.
"Sesuai dugaanku, serangan tersebut ternyata masih belum cukup untuk membuatnya tumbang."
{HP: 28120/150000}
Disaat Akira berniat mengambil kesempatan menyerang Naga Langit kembali, tiba-tiba sebuah panel muncul di depannya dan seketika menghentikan aksinya.
"What?"
{Naga Langit berhasil dikalahkan}
{Selamat Anda telah menyelesaikan misi di lantai keempat puluh sembilan ini}
"Hah…?" Akira membuka mulut dan matanya lebar-lebar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Bukannya HP-nya masih banyak? Kenapa misinya sudah selesai?" Panel yang muncul di depannya sungguh membuatnya terheran-heran.
"Tunggu-tunggu, apa ini gara-gara sistem-nya yang eror atau aku yang lagi beruntung?" Akira tersenyum dengan cara yang sulit diartikan.
__ADS_1