Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Ujian Menjadi Petualang Kelas Atas


__ADS_3

Zero dan yang lainnya akhirnya sampai di penginapan. Mereka kini tengah berkumpul di ruangan Zero.


"Charla, Sherria, ambilah…Kalian gunakan inti monster ini untuk membuat lingkaran sihir dalam tubuh kalian agar kalian semakin bertambah kuat." Zero menyerahkan sekantong inti monster yang sebelumnya mereka dapatkan pada Charla dan Sherria.


"Kalian bisa melakukannya sendiri, kan?" tanya Zero setelah mereka mengambilnya.


"Tentu, Zero-sama." Mereka berdua mengangguk serempak.


Sebelumnya mereka sudah diajarkan oleh Zero cara untuk membuat lingkaran sihir menggunakan inti monster itu.


"Bagus, kalian boleh kembali ke ruangan kalian." Zero menjatuhkan dirinya di ranjang kasur.


Charla dan Sherria mengangguk kemudian kembali ke ruangannya untuk membuat lingkaran sihir menggunakan inti monster itu.


Di dalam ruangan itu kini hanya ada Zero, Fluffy dan Rimuru.


"Rimuru." Zero memanggil.


"Iya, Tuan." Rimuru mendekat.


"Coba beritahukan padaku apa saja yang bisa kau lakukan setelah mendapatkan tubuh itu." Zero penasaran akan kemampuan Rimuru.


Rimuru mengangguk lalu menjelaskan apa-apa saja kemampuan yang dimilikinya pada tuannya.


Zero yang mendengarkan cukup terkesan dengan kemampuan Rimuru dan menurutnya Rimuru bisa menjadi orang yang dapat diandalkan.


"Rimuru-chan hebat kan, Tuan?" Fluffy ikut terkesan mendengarnya.


"Ya. Kalian berdua memang hebat. Aku senang bisa memiliki kalian." Zero mengelus kepala kedua bocah itu yang dibalas senyuman berseri oleh mereka berdua.


Gladius yang telah menyelesaikan tugasnya muncul dari balkon dan berjalan menghadap Zero.


"Apa kau sudah membereskannya?" tanya Zero.


"Sudah, Tuan," jawab Gladius disertai senyuman khasnya.


'Dia tidak berbohong, dan rantai itu masih mengikat jantungnya. Kurasa untuk sekarang aku masih bisa mempercayainya,' pikir Zero saat mengamati Gladius.


"Bagus, sekarang apa kau bisa menemani mereka bermain sebentar?" Zero menunjuk Fluffy dan Rimuru.


"Tentu, Tuan. Saya akan melaksanakan apapun yang Tuan perintahkan." Gladius memegang sebelah dadanya, menunjukkan sikap patuh dan hormat pada tuannya.


"Flo, Rimuru, ambilah ini. Sekarang kalian berdua bermainlah dulu dengannya." Zero menyerahkan masing-masing dua keping emas pada mereka.


"Eh, apa Tuan tidak ikut?" tanya Fluffy berharap Zero ikut.


"Tidak, aku ingin melakukan sesuatu. Selama aku melakukannya kalian tidak boleh masuk ke ruanganku," ujar Zero.


"Kalau begitu apa aku boleh mengajak Charla dan Sherria?" izin Fluffy.


"Untuk kali ini jangan. Mereka saat ini sedang berkonsentrasi, jadi jangan diganggu dulu, mengerti?"


Fluffy dan Rimuru mengangguk, patuh akan perkataan tuannya.


"Bagus… kalian bermainlah sepuasnya."


"Emm!"

__ADS_1


Setelah berpamitan pada Zero, Gladius membawa Fluffy dan Rimuru keluar ruangan untuk menemani mereka bermain.


"Apa aku boleh memanggilmu Flo juga?" tanya Gladius selagi berjalan keluar penginapan.


"Boleh." Fluffy menunjukkan senyuman berseri.


"Kalau begitu Flo-chan dan Rimuru-chan kalian boleh memanggilku Oni-chan." Gladius membalas dengan senyuman hangat


"Oni-chan," kata mereka serempak.


Setelah mereka pergi, Zero yang masih ada di dalam ruangan mengeluarkan inti monster terbesar untuk membuat sirkuit sihir dalam dirinya.


"Demi melindungi mereka semua aku juga masih perlu bertambah kuat…"


Zero memposisikan dirinya dan bersiap menyerap inti monster itu untuk dijadikan sirkuit sihir agar dirinya semakin kuat.


*~*


Keesokan harinya…


Zero bersama yang lainnya saat ini sedang menuju ke tempat guild, karena hari ini Zero akan memulai ujiannya untuk menjadi seorang petualang kelas atas.


Charla dan Sherria berjalan di samping kanan Zero sementara Fluffy dan Rimuru di samping kirinya.


"Gladius, kau tidak memiliki party, kan?" tanya Zero pada Gladius yang seperti biasa mengikutinya dari belakang.


"Benar. Selama ini saya selalu menjadi petualang solo." Gladius membenarkan.


"Apa kau ingin tetap menjadi petualang solo atau ikut bergabung denganku?" Zero memastikan.


Zero mengelus dagunya memikirkan pilihan terbaik untuk posisi Gladius saat ini.


"Lebih baik kau tetap menjadi petualang solo saja." Zero memutuskan pilihan tersebut.


"Baik, kalau itu mau, Tuan. " Gladius menuruti kemauan Zero.


"Saat berada di guild kau jangan terlalu dekat-dekat denganku. Dan ingat, jangan pernah memanggil dengan sebutan Tuan di depan orang lain." Zero memberikan peraturan yang harus Gladius taati.


"Dimengerti, Tuan." Gladius mengangguk paham.


"Charla, Sherria, apa kalian sudah berhasil menggunakan inti monster itu untuk membuat lingkaran sihir dalam diri kalian?" Zero beralih bertanya pada mereka.


"Kita berhasil melakukannya, Zero-sama," jawab Charla.


"Bagus… dengan begini kalian bisa sedikit bertambah kuat." Zero melihat lingkaran sihir yang baru kini terbentuk dalam tubuh mereka berdua.


Zero bersama yang lainnya akhirnya sampai di depan guild. Baru di depan pintu masuknya saja Zero sudah bisa mendengar dengan jelas semua orang di dalam kini sedang membicarakannya.


Sepertinya aksinya kemarin telah menjadi buah bibir orang-orang di kota ini dan menjadi suatu pembahasan yang menarik bagi para petualang.


Zero membuka pintu guild lalu melangkah masuk ke dalamya, mengejutkan mereka semua yang seketika tercengang melihat siapa yang kini berdiri di depan pintu itu.


Suasana guild sejenak menjadi senyap setelah kedatangan Zero dan party-nya sebelum beberapa detik kemudian mereka kembali beraktivitas seperti biasa.


Mereka yang tadi membicarakannya segera mengalihkan pembicaraannya pada hal lain. Tidak ada lagi yang berani membicarakan tentang Zero karena mereka tahu sedikit saja mereka salah ucap, nyawa bisa menjadi taruhannya.


Di lantai atas para petualang profesional lebih fokus memandangi Gladius yang tampak semakin dekat dengan Zero.

__ADS_1


Mengabaikan mereka, Zero dan yang lainnya menuju ke tempat administrasi. Clarise segera saja menyambut Zero serta anggotanya dan menyuruh mereka untuk ke ruangan seperti biasa.


"Kami sudah mendapatkan persetujuan dari leader guild…" Clarise membuka percakapan. Dia lalu menunjuk lembaran kertas di atas meja di depannya, "Ini semua quest yang harus anda selesaikan untuk bisa menjadi petualang kelas atas. Waktu untuk menyelesaikan quest ini yaitu satu bulan, " jelas Clarise.


Zero tidak peduli seberapa banyak maupun sedikit waktu yang ditetapkan karena dia yakin bisa menyelesaikan semua ini secepatnya.


"Apa aku akan mendapatkan imbalan jika berhasil menyelesaikan quest ini?" tanya Zero mengambil salah satu kertas.


"Tentu. Anda akan mendapatkan imbalan jika berhasil menyelesaikan masing-masing quest tersebut," jelas Clarise


"Aku jadi tambah semangat." Zero melihat imbalan yang tertera di lembar kertas itu cukup memuaskan.


"Anu, Zero-san." Clarise seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Ada apa?" Zero melihat ada kegelisahan di wajah Clarise.


"Apa anda bisa menyelesaikan quest yang ini terlebih dahulu?" Clarise memperlihatkan salah satu lembar quest.


"Kenapa memangnya?" Zero dan yang lainnya penasaran.


"Quest ini sebenarnya aku yang mengajukannya," ujar Clarise.


Zero mengambil quest berkategori profesional tersebut lalu membaca misi yang tertera di sana. Isi di dalam quest itu meminta seseorang untuk mendapatkan satu tanaman obat langka yang hanya bisa didapatkan di puncak gunung kematian.


"Ibuku selama ini menderita suatu penyakit yang sangat langka dan kata dokter obat itu merupakan satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibuku," kata Clarise terlihat sedih.


Charla dan Sherria bisa melihat seberapa besar Clarise menyayangi ibunya. Mereka berharap Zero mau membantunya.


Sejurus kemudian sebuah panel muncul di depan Zero


—Quest for Hero—


Kategori: Bebas


Misi: Dapatkan tanaman obat untuk menyembuhkan penyakit ibu Clarise


Tingkat kesulitan: A


Reward : Crown Chest + 200000 BP


Kegagalan: -95000 BP


Apa Anda ingin menerimanya (yes/no)


—————————


'Kategori bebas, ya….Sayang sekali jika menolaknya.' Zero yang tergiur dengan hadiahnya langsung menggerakkan jarinya untuk memencet pilihan yes.


Gladius berkerut dahi saat melihat Zero menyentuh ruang kosong meski hanya sekali, tidak mengerti apa yang dia lakukan.


"Baik. Aku akan menyelesaikan quest ini terlebih dahulu," kata Zero menerima permintaan Clarise. Charla dan yang lainnya senang mendengarnya.


"Tolong, Zero-san. Aku akan memberikan uang lebih jika anda bisa mendapatkannya." Clarise menundukkan wajahnya memohon.


"Ya. Serahkan pada kami." Zero tersenyum percaya diri kemudian membangkitkan diri.


"Ayo kalian semua. Kita selesaikan quest ini sekarang juga," ajaknya penuh semangat

__ADS_1


__ADS_2