
Sebelum membaca chapter ini author sarankan untuk mempersiapkan waktu yang cukup dan otak yang segar karena di chapter kali ini akan sangat panjang dan di dalamnya berisikan banyak sekali penjelasan tentang teknik sihir. Simak penjelasannya dengan baik, ok. Selamat membaca:)
"Kalian boleh beristirahat dulu. Sekarang biar aku yang melatih mereka." Zero berkata pada ketiga pelatih itu. Mereka dengan senang hati menuruti perkataannya.
Zero kini menggantikan tugas pelatih itu untuk melatih Sherria, Fluffy dan Rimuru. Mereka bertiga berlatih menggunakan senjata yang hampir sama, jadi menurut Zero lebih baik melatih semuanya secara langsung. Gladius yang sejak tadi turut melatih mereka selalu siap membantu tuannya jika diperintahkan.
"Kalian berdua bagaimana? Apa kalian sudah bisa menguasai teknik dasar penggunaan senjata itu? " tanya Zero kepada kedua bocah luar biasa yang selalu menempel dengannya itu.
"Sudah Tuan!" jawab mereka serempak.
"Berkat Oni-chan dan ketiga paman tadi, sekarang kita bisa menggunakan senjata itu," kata Fluffy tersenyum berseri.
"Kalian juga kerja bagus…" Zero tersenyum singkat lalu mengalihkan pandangannya ke Sherria.
"Sherria, apa kau sudah mempelajari buku yang kemarin aku berikan?" tanya Zero.
"Aku baru mempelajari halaman awalnya saja, Zero-sama," jawab Sherria.
"Tidak apa-apa, jangan terlalu terburu-buru. Lakukan secara perlahan." Zero memperingatkan. Sherria mengangguk paham.
"Sherria, Fluffy, sekarang coba perlihatkan padaku. Aku ingin melihat kalian berdua bertanding," pinta Zero yang segera dituruti oleh mereka.
Sherria dan Fluffy berjalan ke tengah-tengah tempat itu kemudian saling membungkuk sekali dan bersiap memulai pertandingan. Sherria menggunakan pedang anginnya sementara Fluffy menggunakan pedang pendeknya yang kekuatannya sama dengan pedang Sherria.
Zero, Gladius dan Rimuru mengamati aksi mereka dari kejauhan.
Sherria melakukan teknik Transmutation untuk memperkuat pedangnya. Meskipun pusaran angin yang terbentuk sangat kecil tapi itu cukup untuk meningkatkan persentase kemenangannya.
"Aku juga bisa melakukannya, Sherria." Fluffy tersenyum melihat pedang Sherria.
"Benarkah?"
"Emm! Coba lihat ini…" Fluffy ikut melakukan hal yang sama dengan Sherria. Bedanya pusaran angin yang terbentuk melalui pedangnya membuat semua mata yang menyaksikan tercengang.
"Flo… bagaimana cara membuatnya sampai sebesar itu?" Sherria tercengang melihat Fluffy dapat dengan mudahnya membuat pusaran angin yang sangat besar seperti Zero.
"Aku hanya mengalirkan sedikit kekuatanku pada pedang ini saja. Apa itu sulit menurut, Sherria?" tanya Fluffy dengan ekspresi polosnya.
"Tentu saja. Flo sama aku kan berbeda."
Di sisi lain, Zero dan Gladius terkekeh pelan, sementara Rimuru takjub melihat gadis mungil itu mampu membuat pusaran angin yang lebih besar dibanding Sherria. Begitupun dengan ketiga pelatih yang menyaksikan mereka dari kejauhan. Mereka tidak pernah berpikir jika gadis riang seperti Fluffy ternyata memiliki kekuatan yang menakutkan.
"Flo curang, jangan membuatnya terlalu besar. Aku bisa kalah kalau begini." Sherria mengeluh.
"Eh~ Kenapa begitu. Aku ingin menang, Sherria. Supaya bisa dipuji oleh, Tuan."
"Tapi ini tidak adil, Flo. Dalam sekali ayunan saja aku pasti kalah jika pedangmu seperti itu." Sherria cemberut.
"Menangnya kenapa? Apa Sherria ingin menang juga supaya bisa dipuji sama, Tuan?"
"Tidak, Flo. Aku hanya ingin bertarung dengan adil saja. Sudah tolong hilangkan pusaran angin itu dari pedangmu."
"Hmph… padahal Sherria yang memulainya duluan." Fluffy balas cemberut lalu melihat pedangnya, "Baik-baik...tapi Sherria juga harus menghilangkannya. " Fluffy menghilangkan pusaran angin yang menyelimuti pedangnya.
Sherria ikut menghilangkannya, "Sudah, sekarang kita bertanding seperti biasa saja." Sherria memposisikan diri bersiap bertanding.
"Baik, sekarang kita perlihatkan siapa yang lebih pantas mendapat pujian, Tuan. " Fluffy mengikuti.
"Mohon kerjasamanya."
Mereka berdua memulai pertandingan. Sherria dan Fluffy mempraktikkan hasil latihannya melalui pertandingan tersebut. Melalui gerakan-gerakan dasar yang telah diajarkan oleh ketiga pelatih itu mereka saling mengadukan kedua pedangnya.
Meski masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki tetapi menurut Zero mereka bisa dikatakan cukup hebat karena mampu mempelajari pedang itu dengan cepat.
Setelah beberapa waktu bertanding, Sherria dan Fluffy belum memperlihatkan tanda siapa diantara mereka yang akan menjadi pemenang sebelum sesaat berikutnya pertandingan berakhir dengan hasil imbang.
"Sudah cukup." Zero dan kedua orang laki-laki di sampingnya berjalan mendekati mereka.
"Kalian sudah menunjukkan hasil yang bagus. Aku bangga pada kalian." Zero tersenyum.
Sherria dan Fluffy saling melemparkan senyuman mendengar pujian Zero. Lalu keduanya memasukkan kembali pedang itu ke tempatnya.
"Terima kasih, Zero-sama/Tuan," jawab mereka serempak, masih diiringi senyuman.
"Baik, sekarang giliran, Rimuru. Perlihatkan hasil latihanmu padaku." Zero berjalan ke tempat kosong lalu merentangkan kedua tangannya, "Serang aku semampumu." katanya dengan senyuman menantang.
"Emm!" Rimuru mengangguk mantap kemudian mengeluarkan kedua belatinya dan bergerak menyerang Zero.
Rimuru mengerahkan segenap kemampuannya untuk memperlihatkan hasil terbaik yang dia dapat dari latihannya pada Zero.
Zero bisa melihat perkembangan Rimuru dalam menggunakan senjata itu. Biarpun baru berlatih selama dua hari, Rimuru sudah memperlihatkan perkembangan yang signifikan.
"Sudah cukup…" Zero menangkap kedua tangan Rimuru, menyudahi aksinya.
Zero melepaskan genggamannya lalu berkata, "Lumayan. Sesuai harapanku kau memang cocok menggunakan senjata itu, Rimuru." Sambil sejenak mengusap pucuk rambut Rimuru dan tersenyum.
"Terima kasih, Tuan." Rimuru tersenyum puas mendengarnya.
__ADS_1
Zero kemudian memutar visinya ke arah Charla yang masih fokus berlatih menyempurnakan anak panahnya.
"Charla sudah cukup! Kemarilah!" seru Zero.
Charla berhenti, menghela nafas, lalu menoleh dan berlari mendekati mereka. Semuanya berkumpul seperti biasa.
*~*
Selesai beristirahat dan mengisi perut, Zero menyuruh mereka semua untuk duduk rapi karena dia ingin mengajarkan sesuatu pada mereka.
Di samping Zero kini sudah berdiri sebuah papan tulis kecil dengan spidol di tangan kanannya. Zero menggunakan spidol itu untuk menggambar sesuatu di papan tulis.
"Sekarang aku akan mengajarkan beberapa hal tentang teknik sihir yang mungkin belum kalian pelajari," kata Zero setelah selesai menggambar bentuk manusia dewasa dengan garis yang terhubung di setiap tubuhnya, sedangkan di tengah-tengahnya terdapat bulatan besar.
Charla dan lainnya mulai memasang telinga bersiap menangkap pelajaran yang akan Zero sampaikan. Pandangan mereka lurus ke arah papan tulis yang di dalamnya terdapat contoh gambar manusia.
"Pertama Enhancement." Zero memulai pengajaran pertamanya.
"Enhancement merupakan teknik dimana seorang penyihir menggunakan energi sihir yang mengalir dalam dirinya untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan serta daya tahan," jelas Zero sambil menunjukkan spidolnya ke bagian gambar tubuh manusia yang meliputi penjelasannya tadi.
"Teknik ini biasa dilakukan oleh para penyihir tipe fisik, seperti penyihir yang memiliki class Warrior, Swordsman, Monk, Tank dan sebagainya. Semakin besar lingkaran/sirkuit sihir yang terbentuk dalam tiga aspek tadi, semakin besar pula peningkatan yang bisa dilakukan," lanjut Zero sambil menulis beberapa lingkaran di bagian-bagian yang dimaksud.
Selain Fluffy sendiri yang tidak mengerti dengan apa yang Zero katakan, semuanya memahami penjelasan Zero dengan baik.
"Apa ada yang ingin dipertanyakan?"
Charla mengancungkan tangannya dan bertanya, "Apa semua penyihir bisa menggunakan teknik itu, Zero-sama?"
Zero mengangguk, "Tentu. Tapi kebanyakan mereka yang menggunakan teknik tersebut adalah penyihir-penyihir yang hanya menggunakan energi sihirnya untuk menguatkan fisik," jelas Zero.
"Begitu…" Charla mengangguk-anggukan kepalanya paham.
"Tuan, aku sama sekali tidak mengerti apa yang Tuan katakan. En… En...Apa itu, terus Sword… Warior...terus… " Fluffy menjelaskan semua yang tidak dia mengerti.
Zero menggaruk kepalanya, tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya dengan baik agar Fluffy bisa mengerti, secara Zero tahu Fluffy masih belum bisa memahami kata-kata yang sulit.
Lain halnya dengan Rimuru yang mempunyai pemikiran bawaan dari orang yang sebelumnya dia konsumsi. Dia memiliki kecerdasan layaknya orang dewasa sehingga dapat memahami penjelasan Zero dengan cermat.
"Nanti biar Charla dan Sherria yang menjelaskannya. Untuk sekarang aku ingin menjelaskan teknik ini dulu. Soalnya akan sangat panjang jika dijelaskan sekarang."
"Hmm… baiklah kalau begitu…" Fluffy menuruti kemauan tuannya.
Zero kemudian menjelaskan secara rinci bagaimana cara seorang penyihir melakukan teknik Enhancement. Satu hal yang pasti prosesnya tidak jauh berbeda dengan teknik yang sebelumnya dia ajarkan.
"Pokoknya kalian harus bisa menguasai teknik ini."
"Oke, selanjutnya teknik Enfold. Teknik sihir ini masih sama seperti teknik Enhancement, bedanya kali ini yang ditingkatkan bukan bagian tubuh, melainkan benda," jelas Zero lalu mengambil satu lembar tisu dalam inventory-nya.
"Prosesnya hampir sama seperti teknik Transmutation, tapi kali ini bedanya seorang penyihir tidak perlu memiliki elemen sihir. Penyihir yang tidak memiliki elemen sihir pun bisa memperkuat senjatanya dengan menggunakan teknik ini," jelas Zero.
"Contohnya seperti ini…" Zero menggunakan teknik Enfold dengan menyalurkan energi sihirnya untuk memperkuat tisu biasa itu menjadi senjata yang mematikan. Saat tisu yang lembek itu tiba-tiba mengeras, Zero melemparkan tisu itu ke arah tembok hingga menancap layaknya benda tajam.
Selain Gladius, Charla dan lainnya tercengang menyisakan tisu biasa itu bisa menjadi senjata yang mematikan.
"Apa kalian mengerti?" Zero menyadarkan mereka dari ketercengangannya.
"Kami mengerti!" jawab mereka serempak. Fluffy yang tidak mengerti pun menjawab.
"Kalau begitu aku akan lanjut ke pembahasan selanjutnya." Zero kemudian meminta Gladius untuk maju ke depan. Gladius dengan sedia menurutinya.
"Selanjutnya teknik Temper. Teknik ini merupakan perluasan dari teknik Enhancement, tapi hanya dalam status pertahanan," jelas Zero yang masih belum dimengerti oleh mereka.
"Aku akan memperlihatkan contoh sederhananya pada kalian…" Zero bergeser sedikit lalu mengarahkan pandangannya pada Gladius yang tadi berdiri di sampingnya.
"Coba kau serang bagian lenganku dengan kekuatan penuhmu," titah Zero menunjuk bagian lengannya.
Gladius yang mengerti mengangguk dan melaksanakan perintah Zero. Charla dan lainnya menyaksikan secara seksama apa yang akan Zero lakukan.
"Aku akan memulainya, Tuan…" Gladius mengambil ancang-ancang dengan tangan tekepal. Sesaat kemudian tangannya mulai diselimuti oleh energi sihir, dari yang pelahan kecil sampai membesar.
Di waktu yang sama, Zero juga melakukan teknik yang barusan dia jelaskan
"Lakukan segera…" Zero sudah menggunakan teknik Temper untuk melindungi bagian yang akan Gladius pukul.
Gladius melangkah mendekati Zero dan mendaratkan satu pukulan penuh pada bagian lengan Zero hingga membuatnya bergeser cukup jauh ke belakang.
Charla dan lainnya yang menyaksikan itu membuka mulutnya. Mereka yakin barusan Gladius mendaratkan satu pukulan yang begitu mematikan, tetapi ketika melihat Zero, mereka terpana menemukan Zero tampak baik-baik saja.
Meski berhasil menahannya dengan baik tapi rasa nyeri dari pukulan itu masih Zero rasakan. Harus diakui pukulan Gladius barusan sangat kuat, jika saja yang mendapatkan pukulan itu orang biasa, kemungkinan orang itu akan tewas.
Zero kembali ke dekat Gladius dan berdiri di depan Charla dan lainnya yang masih duduk rapi.
"Ah maaf, aku terlalu berlebihan ya, Tuan." Gladius menggaruk belakang kepalanya.
"Tidak juga. Pukulanmu barusan sama sekali tidak berasa. Kau harus lebih kuat lagi jika ingin melukaiku." Zero mencoba bersikap santai, tidak ingin memperlihatkan kalau dirinya sedikit kesakitan menahan pukulan Gladius tadi.
Gladius terkekeh pelan, "Begitu, ya. Padahal barusan itu adalah pukulan terbaikku. Tuan memang hebat bisa menahannya dengan mudah," puji Gladius.
__ADS_1
Zero mengangkat satu tangannya menyuruh Gladius berhenti dan kembali ke tempatnya. Setelah itu dia berfokus mengajarkan Charla dan lainnya kembali.
"Kalian sudah melihatnya, kan? Dengan menggunakan teknik ini kalian bisa menahan atau mengurangi dampak serangan apapun," jelas Zero yang membuat mereka terkesan dan ingin mempelajarinya.
"Namun teknik ini juga sebenarnya cukup berbahaya…" Pernyataan Zero membuat senyuman mereka sedikit memudar, "Alasannya ketika sebagian energi sihirmu fokus untuk melindungi bagian yang ingin kalian lindungi, bagian tubuh lain yang sedikit terlindungi akan rentan terhadap serangan. Oleh karena itu kalian harus pintar-pintar menggunakan teknik ini," saran Zero.
"Oh, jadi begitu… " Mereka mengangguk-anggukan kepala mengerti dan berkata pada Zero akan melakukan sarannya dengan baik.
"Bagus kalau kalian mengerti." Zero tersenyum singkat pada mereka.
Selanjutnya di papan tulis itu, Zero menggambar sebuah lingkaran sedang di samping gambar manusia yang tadi dia buat. Di tengah lingkaran itu Zero juga menggambar manusia lain berukuran kecil.
"Sekarang aku akan menjelaskan teknik sihir yang lain, yaitu Circle Zone." Zero menjelaskan pada mereka yang tampak antusias mendengarnya.
"Teknik ini memungkinkan seorang penyihir untuk bisa menebak arah serangan dan mengetahui situasi lawan. Orang buta pun bisa mengetahui apa yang sedang orang lain lakukan jika menggunakan teknik ini, " jelas Zero.
Jika dicontohkan dengan kehidupan Zero sebelumnya, teknik ini mungkin bisa disamakan dengan konsep radar. Tentunya kalian tahu fungsi radar seperti apa bukan?
"Teknik ini sangat penting untuk kalian pelajari, karena dengan kalian mempelajari teknik ini, kalian bisa dengan cepat merespon arah serangan yang masuk ke dalam Circle Zone yang kalian dibuat, sehingga kalian bisa menghindar atau menangkisnya sebelum serangan itu berhasil melukai kalian. Aku sendiri hanya bisa menggunakan teknik ini dalam cakupan jarak sekitar 50-70 meter. Jika sedang sangat serius mungkin aku bisa membuat sampai seratus meter," ujar Zero sambil memberikan gambaran melalui gambar yang dia buat di papan tulis.
"Hebat…" Charla dan lainnya terkagum dan menjadi antusias ingin mempelajarinya.
Gladius sendiri berdecak kagum mendengar Zero mampu membuat Circle Zone dengan cakupan yang sangat luas.
"Bagaimana cara melakukannya, Zero-sama?" tanya Charla mewakili rasa penasaran yang lainnya.
"Pertama-tama kalian harus membuka semua titik aura dalam diri kalian," jelas Zero.
"Titik aura?" Mereka baru mendengar istilah itu.
"Ya. Setiap orang memiliki titik aura yang masih tertutup dalam dirinya. Untuk membukanya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Bisa terbuka dengan sendirinya, terbuka dengan paksaan, membukanya sendiri atau dibantu oleh orang yang ahli."
Selain Fluffy yang sudah tidak tahan lagi, mereka tampak memahami penjelasan Zero dengan baik.
"Kalian tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk membuka semua itu sendiri atau menunggu terbuka dengan sendirinya. Sekarang juga aku akan membantu kalian membuka semua titik aura dalam diri kalian," ujar Zero yang membuat mereka senang.
"Selain itu, dengan terbukanya titik aura kalian, kalian bisa lanjut teknik sihir selanjutnya, yaitu teknik Release."
"Teknik apalagi itu, Zero-sama?" Charla tersenyum hambar mendengar ada teknik yang lain lagi.
"Ini teknik pelepasan. Dengan melakukan teknik ini, kalian bisa memancarkan energi sihir dalam diri kalian melalui titik aura dan mengubahnya menjadi aura sihir. Kegunaannya sendiri untuk menekan lawan ketika kalian dihadapkan dengan pertarungan," jelas Zero sambil menggambarkan contohnya melalui gambar yang dia buat.
Mereka yang masih bertahan terdiam mencerna semua penjelasan Zero.
"Bagaimana, apa kalian mengerti? Apa ada yang ingin dipertanyakan dengan semua teknik itu?" tanya Zero.
"Kami mengerti, Zero-sama."
"Bagus… "
Berikut-berikutnya, Zero menjelaskan teknik-teknik sihir lainnya. Charla, Sherria dan Fluffy masih bertahan mendengarkan penjelasan Zero. Gladius yang sudah memahami semuanya hanya diam mengamati. Fluffy yang sudah tumbang sejak tadi tertidur pulas di pangkuan Gladius.
*~*
Karena akan panjang lebih baik author jelaskan secara sederhana semua teknik sihirnya.
-Enhancement—> Menggunakan energi sihir untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan dan daya tahan: Lebih sering dilakukan oleh penyihir tipe fisik.
-Temper—> Hampir sama dengan Enhancement tapi lebih ditekankan di bagian tertentu (pertahanan)
-Enfold —> Menyalurkan energi sihir untuk memperkuat benda/senjata, baik untuk menyerang maupun bertahan.
-Circle Zone—>Cara kerjanya sama seperti radar (Dengan catatan harus membuka semua titik aura yang ada dalam tubuh)
-Release—> Pelepasan energi sihir dan mengubahnya menjadi aura sihir.
-Sharpen—> Menggunakan energi sihir untuk mempertajam indera: Biasa dilakukan oleh penyihir dengan class Archer.
-Suppress—>Menggunakan energi sihir untuk menekan atau menghilangkan hawa keberadaan: Biasa dilakukan oleh seorang penyihir dengan class Assassins.
-Emission—> Melepas energi sihir yang sudah dibentuk, baik melalui perantara (senjata) maupun tidak: Biasa dilakukan oleh penyihir dengan class Archer.
-Transmutation—> Perubahan energi sihir menjadi suatu unsur elemen dengan mengandalkan elemen sihir. Elemen sihir sendiri terbagi menjadi dua, elemen alam dan elemen benda:
-Manipulation—> Menggunakan energi sihir untuk mengendalikan obyek/makhluk lain. Contoh sederhananya seperti mengendalikan boneka atau monster golem, atau bahkan makhluk hidup
-Ilusination—> Menggunakan energi sihir untuk menciptakan ilusi atau membuat seseorang terperangkap dalam ilusi yang dibuat.
-Specialization—> Menggunakan energi sihir untuk mewujudkan sesuatu yang luar biasa. Contohnya Zero mampu mengubah mayat menjadi undead, menghidupkan orang yang sudah mati, menciptakan benang sihir yang bisa menyatukan kembali tangan Sherria. Dan sesuatu luar biasa lainnya.
Hah… (menghela nafas)
Bagaimana? Sudah paham sampai sini? Atau sudah tumbang sejak tadi? Wkwkwk:)
Jika paham author beri applause deh buat kalian👏
Buat kalian yang ram otaknya 2gb dan masih belum paham tanyakan saja ok :))
__ADS_1