Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Misi Bertahan Hidup


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


"Mau sampai kapan kau menutup matamu, Charla?" Akira menyarungkan senjatanya kembali.


"Apa semuanya sudah selesai?" Charla bertanya sambil perlahan melepas tangan yang menutup matanya hingga matanya menemukan kelima orang tadi telah tiada. Charla juga menemukan ada bercak darah yang masih segar di salah satu batang pohon yang membuatnya merasa mual.


"K-kau membunuhnya?" tanya Charla terbata-bata.


"Tidak. Aku hanya mengirim mereka ke tempat yang seharusnya," jawab Akira datar seakan tidak peduli, "Kita pergi dari sini. Aku masih membutuhkan banyak informasi darimu, "Dia kemudian berjalan santai ke satu arah.


Charla melihat sekali lagi bercak darah itu lalu menelan ludah sebelum mengikuti Akira dengan ragu,"T-Tunggu. Kita kau kemana?"


"Ikuti saja. Itupun jika kau masih mau hidup," kata Akira dingin.


Charla tidak lagi banyak bertanya dan hanya bisa menurut. Rasa takut pada Akira tentu ada setelah tahu kalau sosok anak kecil yang berjalan di depannya ini masih terlihat tenang meskipun sebelumnya dia telah membunuh seseorang.


Selama Charla hidup dia tidak pernah mendengar ada anak kecil seperti itu. Apalagi dengan kenyataan kalau anak kecil tersebut mampu membunuh mereka hanya dalam hitungan detik. Siapa dia sebenarnya?


Charla lebih memilih berjalan di belakang Akira dalam diam, tidak berani bersikap lancang dan memilih menunduk.


{81/100} {9 hari| 20 jam | 31 menit| 16 detik}


Akira melihat panel di sampingnya yang tidak bisa ditutup. Angkanya terus berkurang seiring berjalannya waktu.


"Misi kali ini sudah mirip seperti game battle royale…" gumam Akira pelan, menyadari angka 80 di panel itu tidak lain adalah jumlah mereka-mereka yang masih hidup.


{Message}


Sejurus kemudian sebuah panel pesan melayang di depan Akira. Tanpa banyak pikir, dia langsung membukanya.


Mata Akira menyipit saat membaca isi pesan tersebut yang menjelaskan berbagai keterangan misi di lantai ke 46 ini.


Selepas membaca isinya, panel lain yang membentuk sebuah map muncul. Dilihat dari map itu terdapat berbagai zona dengan warna yang berbeda-beda membentuk sebuah lingkaran kecil maupun besar dan mengisi setiap wilayah yang ada disana.


Berdasarkan keterangan yang selesai Akira baca, zona-zona tersebut menggambarkan situasi serta keadaan suatu wilayah. Diantaranya seperti,


-Zona merah/zona pembatas (sangat bahaya). Zona ini melingkupi setiap sisi map dan tampak seiring waktu terus mengecil. Jika seseorang berada di zona ini seketika dia akan langsung mati.


-Zona oren (bahaya) yang lingkupannya mengikuti zona merah. Yang berarti, jika seseorang yang berada di zona ini nyawanya perlahan akan terus berkurang hingga akhirnya mati.


-Zona putih (aman). Yang pasti zona ini adalah zona aman. Namun bukan berarti di zona ini sepenuhnya akan aman, karena banyak sekali mereka-mereka yang berlindung di zona ini.


-Dan terakhir zona kuning (hati-hati). Zona yang satu ini bermunculan di berbagai tempat. Di zona ini akan ada bahaya seperti berhadapan dengan monster maupun jebakan-jebakan yang mematikan.


Akira menghela nafas setelah mengetahui misinya kali ini akan sangat merepotkan.


'Tidak ada tempat yang aman…' gumam Akira dalam hati. Dari apa yang dia lihat di map, ada satu titik merah yang memberitahukan posisinya sekarang berada di zona kuning.


Akira kemudian memencet tanda minimize di pojokan panel map untuk membuatnya mengecil. Dia bisa memencet tanda minimize itu lagi untuk membukanya kembali.


"Charla, apa sebelumnya kau sempat bertemu seseorang?" tanya Akira memecah keheningan tanpa menoleh ke belakang.


"Belum," jawab Charla segera sambil menengadahkan kepala.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kau ada disini?"


"Um...Kira-kira tiga jam yang lalu."


'Tiga jam yang lalu, ya… ternyata waktunya sama,' pikir Akira sambil melihat panel waktu di sampingnya yang sama-sama berkurang tiga jam.


"Oh iya, sebelumnya kau sempat menolongku, kan?" tanya Akira lagi.


"Iya."


"Omong-omong, bagaimana caranya kau mengeluarkanku dari kabut itu?" tanya Akira penasaran.


"Kabut?"


"Kenapa?"


"Aku tidak melihat kabut saat menolongmu."


"Benarkah?"


"Benar."


Mendengar jawaban Charla, Akira berpikir, 'Mungkin itu salah satu jebakan di tempat ini.'


"Apa ada masalah?" Charla bertanya balik.


"Tidak. Seingatku sebelumnya aku tertidur disitu gara-gara menghirup sebuah kabut," jelas Akira sambil mengelus dagu


"Aku sungguh tidak melihatnya."


Akira mengibaskan tangannya,"Tidak usah dipikirkan. Dan terimakasih."


"Sudah kubilang jangan terlalu dipikirkan."


"Baik."


...


Gwoar!!!


Ketika percakapan itu selesai, sebuah suara yang memekakan telinga terdengar di salah satu arah. Jaraknya sangat dekat dengan mereka berdua.


Charla yang mendengar suara itu spontan bergerak merungkup di pundak Akira dan membuatnya berhenti melangkah.


"Oi, kenapa kau memegang pundakku?" Akira bertanya dingin.


"Ah, maaf." Charla segera melepaskannya.


"Tidak perlu takut, ada aku disini, " ucap Akira datar.


"B-Baik." Charla mengangguk.


"Ayo kita kesana." Akira melangkah kembali mengikuti sumber suara tersebut berasal. Charla sesaat terlihat ragu sebelum memilih berjalan di samping Akira. Akira tidak terlalu memperdulikannya.


Pada saat mereka sampai di sumber suara, disana terlihat ada empat orang yang tengah berhadapan dengan beruang yang ukurannya tiga kali dari beruang biasa dan mereka berempat satu persatu sedang dibantai olehnya.


"Ahh!!"

__ADS_1


"Tolong!!"


"Jangan mendekat!!"


Satu persatu dari mereka mati di tangan beruang itu.


Pemandangan yang mengerikan bagi Charla namun tidak bagi Akira.


"Jangan mendekat! Aku tidak ingin mati lagi! Menjauh!!" Satu orang yang tersisa merangkak mundur ketakutan dengan luka di sekujur tubuh saat melihat jarak beruang itu sangat dekat.


"Tidak!!" Satu orang yang tersisa itu berteriak histeris sebelum sebuah cakaran melayang di kepalanya.


Crat!


Charla spontan menutup matanya tidak berani melihat kepala orang itu hancur di depan matanya. Sementara Akira tidak mengedipkan matanya sekalipun melihat hal yang begitu mengerikan itu.


Semua orang itu berubah menjadi partikel cahaya hingga akhirnya menghilang.


Beruang yang telah menghabisi mereka berempat itu menoleh ke arah Akira saat menyadari ada seseorang yang mendekat. Dari matanya terlihat dia sedang marah, air liur yang membasahi bibirnya memperlihatkan dia sangat lapar.


Akira melihat Charla yang ketakutan di sampingnya dan berkata, "Benar, tutup terus matamu seperti itu."


Charla hanya mengangguk-anggukan kepalanya menurut.


"Aegis…" Akira menggunakan salah skill pelidungnya untuk melindungi Charla. Skill tersebut membuat sebuah pelindung astral yang melingkupi area sekitar Charla.


Meskipun Charla tidak melihat yang dilakukan Akira namun dia merasakan rasa tenang saat berada di dalam lingkupan skill pelindung tersebut.


Setelah itu, Akira berjalan mendekati beruang itu sambil mengeluarkan senjata kembar yang menyilang di punggungnya.


"Kelihatannya beruang ini berada di tingkat Highest-grade. " Akira mengukur kekuatan beruang itu.


Gwoar!!


Beruang itu terlihat menggila saat melihat Akira berjalan mendekatinya. Dia bergerak menyeruduk dan bersiap menerkam Akira.


Akira menunggu beruang itu mendekat. Dan pada saat jaraknya dekat, Akira melemparkan pedang yang dililit rantainya kuat-kuat hingga menancap dalam di lengan beruang itu. Lanjut Akira bergelantungan dan melayang tinggi di udara lalu mendaratkan satu tebasan mematikan di leher belakangnya.


Gwoar!!


Beruang itu semakin menggila karena kesakitan setelah tubuhnya dikoyak oleh Akira. Dia bergerak kesana kesini dan menghancurkan pepohonan di dekatnya. Akira masih mampu berdiri stabil menunggangi beruang itu di atas pundaknya meski beruang itu sedang meronta kesakitan.


Akira lalu mengeluarkan senapan Ivory-nya dan memuntahkan pelurunya tepat di kepala beruang itu, Dor!! Seketika beruang itu berhenti bergerak hingga akhirnya tumbang di tanah tidak bernafas. Beruang itu pun berubah menjadi partikel cahaya.


{Anda mendapatkan 5000 EXP}


{Anda mendapatkan 300 Orb}


{Anda mendapstkan 1000 BP}


Akira lalu turun dari beruang itu dan mendekati Charla.


Charla membuka matanya setelah merasakan Akira sudah selesai membunuh beruang itu dan kini berjalan mendekatinya.


"Sudah selesai?" tanya Charla. Dia memastikan dengan melihat beruang itu yang terlihat sudah mulai menghilang.


"Ya. Ayo kita pergi dari sini, " ajak Akira dan berjalan lebih dulu, "Ikuti saja terus aku jika kau masih ingin hidup, " kata Akira.

__ADS_1


"B-Baik! " Charla mengangguk mantap dan mulai mengikuti Akira.


__ADS_2