Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Membangun Desa III


__ADS_3

Selesai membangun sumber daya dan menyerahkan tugas pada mereka, Zero kembali ke desa sendirian. Dia melihat mereka semuanya masih sibuk bekerja membangun tempat-tempat baru, contohnya seperti membangun tempat tinggal untuk para ras demi-human yang belum memiliki tempat.


Selain membangun tempat, Zero juga melihat mereka-mereka yang tampak sedang sibuk mencakuli tanah dan menanami benih tanaman yang tadi dia serahkan pada mereka, anak-anak juga terlihat ikut andil membantu disana


Tidak sedikit ada juga yang beristirahat untuk melepas penat atau mengisi perut yang sudah lapar. Para perempuan dan lansia tak kalah sibuk membantu menyiapkan makanan untuk mereka semua.


Sebenarnya bisa saja Zero membeli makanan langsung untuk mereka tapi dia tidak mau, karena takut kesannya mereka jadi menganggap dirinya tidak berguna.


Zero ingin semuanya ikut andil dalam pembangunan desa ini. Dan yang pasti semua yang ada di desa ini sekarang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


"Zero-sama…" Charla dan Sherria dari arah yang berlawanan menghampiri Zero yang tengah berdiri di depan pintu masuk.


"Nih…" Mereka berdua serempak menyerahkan botol minuman pada Zero.


"Eh~ Sherria kenapa ikut-ikutan." Charla memperlihatkan wajah sebal.


"Nee-san juga sama." Begitupun Sherria.


Zero menghela nafas. Tak ingin ada perdebatan, dia mengambil dua botol air minum itu lalu meminumnya sampai habis.


Charla dan Sherria yang semula sebal tersenyum melihatnya.


"Apa saja yang kalian lakukan?" tanya Zero.


"Aku ikut membantu menyiapkan makanan untuk yang lain," Charla menunjuk para wanita yang sedang sibuk mengolah makanan.


"Aku membantu menanami benih tanaman bersama mereka. Flo dan teman-temannya juga tadi ikut membantu." Sherria menunjuk ke arah tadi dia muncul.


"Begitu, ya." Zero tersenyum, senang mereka ikut andil dalam membangun desa ini.


"Kalau Zero-sama. Apa yang Zero-sama lakukan tadi?" tanya Charla.


Zero menjelaskan semua yang dia lakukan tadi pada Charla dan Sherria, membuat mereka takjub mendengarnya.


"Zero-sama memang yang terbaik." Charla memuji. Sherria pun ikut memuji.


Di tengah percakapan itu kedua orang tua Levy menghampiri mereka seperti hendak melaporkan sesuatu.


"Maaf mengganggu, Tuan," sapa ayah Levy.

__ADS_1


"Ya. Ada apa?" Zero menanggapi.


"Kami sudah membuat beberapa lahan serta menanami semua benih tanaman yang Tuan berikan. Dan sekarang kami ingin menanyakan tentang pasokan air yang dibutuhkan," jelas Ayah Levy.


"Oh itu, ya. Tenang saja, aku dan yang lain nanti akan membangun beberapa sumur dan pompa air di beberapa titik. Kalian bisa menggunakannya sesuka kalian," jawab Zero.


"Dan ini…" Zero mengeluarkan sesuatu dari menu Inventory-nya, "Ini pupuk untuk menyuburkan tanaman yang kalian tanam." Zero menunjukkan beberapa karung pupuk pada mereka, "Suruh yang lain untuk membawa semua ini," titahnya


"Baik, Tuan. Kalau begitu kami izin pergi." Mereka mengangguk, memberi hormat lalu pergi dari hadapan Zero.


Selepas mereka pergi Zero mengalihkan fokusnya kembali pada Charla dan Sherria.


"Apa kalian masih ingin berdiri disini?" Zero menaikkan sedikit alisnya.


"Ah, iya. Kalau begitu kami juga ingin melanjutkan tugas kami, Zero-sama."


Charla dan Sherria pamit diri dari hadapan Zero dan melanjutkan tugasnya membantu yang lain.


"Semangat, Zero-sama!" Charla melambaikan tangan memberi semangat. Zero hanya tersenyum menanggapinya.


Zero mengamati sekali lagi keadaan desa itu kemudian melangkahkan kakinya untuk membangun beberapa sumur dan pompa air. Selain sumber daya, air juga merupakan kebutuhan yang paling penting untuk membangun desa ini.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Zero untuk membangun beberapa titik pompa air dan sumur karena dia hanya tinggal mengeluarkan beberapa puluh ribu battle poin dan membelinya di menu store.


"Hmm...masih banyak kekurangan dalam bangunan tempat tinggal di desa ini. Sepertinya aku harus menyuruh mereka merombak ulang semuanya." Zero mengamati setiap rumah di desa ini.


Sebagai orang yang dulunya pernah kuliah di jurusan arsitektur, Zero bisa melihat setiap kekurang dari struktur bangunan yang penduduk desa buat tersebut.


"Apa mereka bisa membangun struktur bangunan yang semalam aku perlihatkan." gumam Zero berpikir apakah mereka mempunyai keahlian untuk itu.


"Aku bertaruh banyak pada kalian…" Zero berharap mereka bisa membuatnya.


Zero menyelesaikan makanannya kemudian bangkit dan keluar dari posisinya. Dia beralih mengamati tembok kayu yang mengelilingi desa tersebut. Dia berpikir lebih baik menghancurkannya untuk memperluas wilayah.


Zero menghampiri August dan memberitahukan padanya kalau dia akan menghancurkan semua tembok kayu yang mengelilingi desa ini. August menuruti kemauan Zero karena dia juga berpikiran sama seperti Zero.


Segera saja Zero menghancurkan semua tembok tersebut, dan kayu-kayu itu dia serahkan pada mereka untuk pindahkan ke suatu tempat.


Selepas menghancurkan semuanya, Zero juga berniat menghancurkan semua tebing yang mengelilingi desa ini.

__ADS_1


'Suatu saat aku akan membutuhkan wilayah yang lebih luas lagi, oleh karena itu tebing-tebing ini perlu dihancurkan,' pikir Zero


Zero saat ini tengah berdiri di depan tebing dengan di belakangnya terdapat beberapa orang yang penasaran ingin melihat tebing yang tampak kokoh itu hancur.


Mengabaikan mereka yang ada di belakangnya, Zero membuka menu store-nya dan mengambil pedang Sword of Rupture-nya di sana.


Mereka yang ada di belakangnya bereaksi melihat pedang yang tampak biasa-biasa saja itu. Namun mereka semua berpikir pasti pedang itu mampu menghancurkan tebing yang kokoh itu.


Dan itu terbukti benar adanya. Dalam sekali ayunan menggunakan pedang itu, Zero berhasil menghancurkan salah satu sisi tebing dan merubahnya menjadi hamparan lahan kosong dan hanya menyisakan bebatuan kasar hasil dari hancurnya tebing itu saja.


Semua orang yang menyaksikan tercengang, mereka yang ada di dalam menghentikan aktivitasnya untuk sesaat ketika mendengar suara keras yang dihasilkan dari hancurnya tebing itu.


"Tinggal tiga lagi."


Tak memperdulikan reaksi mereka, Zero lanjut menghancurkan tiga sisi tebing yang tersisa. Suara keras dari hancurnya tebing itu terdengar nyaring di telinga mereka semua.


Para penduduk desa yang mengikutinya di belakang terpana menyaksikan tebing yang selama ini menutupi desa mereka dari dunia luar telah tiada. Mereka mulai saat ini akan membuka diri dengan dunia luar.


"Sudah selesai, kalian bisa melanjutkan tugas kalian." Zero menyuruh mereka yang masih terpana di belakangnya kembali.


Semuanya menuruti perintah Zero dan kembali ke desa. Sepanjangang perjalanan mereka membicarakan tentang aksi Zero yang sungguh menakjubkan. Selama ada Zero mereka merasa tidak perlu takut lagi jika suatu saat tempat tinggal mereka diserang.


Zero melihat semua tebing yang sudah dia bersihkan secara rata. Tampaknya dia berhasil menghancurkan semua tebing itu tanpa perlu menghancurkan pepohonan sekitar. Pepohonan yang mengelilingi desa itu akan menjadi pembatas antara desa itu dengan dunia luar.


Untuk memastikannya lebih jauh, Zero terbang menggunakan skillnya ke tinggian.


"Kurasa untuk sekarang sudah cukup…" Zero merasa cukup dengan luas wilayah desa itu.


"Mungkin butuh beberapa waktu untuk mengisi semua wilayah yang ada disini." Zero mengamati lahan kosong yang berasal dari tebing yang hancur itu.


Di saat Zero memutari semua yang ada di hutan itu lebih jauh, Zero menemukan ada beberapa mata yang tengah mengintainya.


"Hmm...Sepertinya ada beberapa lalat yang sedang mengamati kerajaanku."


Beberapa orang yang tengah mengintainya terkejut saat pandangannya bersinggungan dengan Zero. Merasakan hal buruk, saat itu juga mereka serempak melarikan diri dan pergi dari hutan itu.


"Siapa kalian?"


Semuanya seketika berhenti melangkah dan terkejut menyaksikan Zero yang tadi melayang di udara kini tiba-tiba muncul di depannya.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru sekali. Apa kalian tidak ingin mampir dulu di kerajaanku?" Zero menyunggingkan sudut bibirnya ke arah mereka.


Like & coment


__ADS_2