Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Berlatih Sihir


__ADS_3

"Benar, hari ini aku sudah berjanji akan mengajarkan mereka berdua." Zero membangkitkan tubuhnya dan berjalan mendekati cermin.


"Sepertinya melatih mereka dengan tubuh seperti ini kurang efektif..." Zero melihat pantulan dirinya di sana.


"Bagaimana dengan ini…" Zero menggunakan sihir perubah wujud yang sebelumnya dia beli.


Penampilannya berubah dari yang semula hanyalah seorang anak kecil kini menjadi seorang pria tinggi yang gagah, tampan dan perkasa.


Sihir perubah wujud ini hanya merubah usia Zero saja. Atau dengan kata lain penampilannya saat ini tak lain merupakan penampilannya nanti setelah dirinya dewasa.


"Ho~ lumayan juga ternyata." Zero berpose narsis, melihat goresan matanya yang terlihat lebih keren jika dilihat dari penampilannya sekarang.


"Aku hanya perlu mencari pakaian yang sesuai ketika memakai sihir ini." Pakaian yang Zero pakai sebelumnya rusak seiring dengan wujudnya berubah. Artinya dia sekarang tidak memakai sehelai kain pun.


"Sayangnya aku hanya bisa menggunakan penampilan ini sampai setengah hari saja." Zero sedikit kecewa karena tidak bisa memakai sihir ini selamanya. Durasi menggunakan sihir ini akan berlangsung selama dua belas jam, begitupun dengan coldown-nya.


"Tapi tidak masalah, dengan tubuh ini sekarang aku tidak akan dianggap remeh lagi oleh orang lain dan sekarang aku bisa melakukan hal-hal seperti ini...itu…dan...ini..." Zero memikirkan berbagai hal yang bisa dilakukan dengan penampilan ini sampai dirinya tak sengaja memikirkan satu hal tak senonoh yang seketika membuat wajahnya memerah.


"Ah, tidak-tidak! Aku belum bisa melakukannya! Ini masih terlalu cepat bagiku!" Zero menampar pipinya berkali-kali tuk mencoba membuat dirinya sadar.


Ketika Zero masih mencoba menyadarkan dirinya kembali tanpa dia sadari ada dua orang gadis demi-human yang hendak memasuki ruangannya.


"Zero-sa…ma..."


Disaat Charla dan Sherria hendak masuk ke kamar Zero, mereka berdua terdiam karena tidak menemukan Zero di kamarnya. Namun ketika pandangannya berputar ke samping, mereka sontak menjerit saat menemukan seorang pria tampan tanpa busana tengah berdiri di depan cermin.


"Ahh!"


"Ahh!"


Zero yang ikut terkejut melihat kehadiran mereka saat itu juga langsung membungkus dirinya dalam balutan selimut.


"Kenapa kalian masuk tanpa izin!" teriak Zero.


"Siapa dirimu?! Kenapa kau bisa masuk ke dalam kamar ini?!" Charla balas teriak sambil menutupi matanya dengan kedua tangan. Sherria di sampingnya pun melakukan hal yang sama.


"Ini aku bodoh!" teriak Zero hanya memperlihatkan wajahnya saja.


"Zero-sama?" Sherria yang pertama kali menyadarinya. Dia mengintip Zero melalui sela-sela jarinya untuk memastikan kalau itu benar dirinya.


"Ya. Ini salah satu sihirku." Zero menjelaskan sambil mengatur nafasnya yang memburu karena terkejut.


"Jangan percaya, Sherria! Dia pasti sedang berusaha memanfaatkan kita dengan berpura-pura menjadi, Zero-sama." Charla menolak untuk percaya.


"Tidak! Ini memang benar aku!"


"Bukan! Kau pasti bukan, Zero-sama!"


"Ini aku, Charla!"

__ADS_1


"Bukan!"


"Aku menggunakan sihir ini untuk mengajarkan kalian! Aku tidak bisa mengajarkan kalian jika dengan tubuh kecil seperti itu!" Zero berusaha meyakinkan mereka.


Charla diam-diam mengintip Zero dengan sebelah mata, memastikan kalau pria tampan di depannya ini benar Zero.


"Zero-sama. Apa ini sungguh Zero-sama?" Charla dan Sherria perlahan membuka kedua matanya saat memastikan sosok di depannya memiliki ciri yang sama dengan Zero.


Zero menghela nafas panjang, menenangkan dirinya hingga tenang kemudian menjawab, "Sudah kubilang kalau ini sungguh aku. Jangan membuatku mengulangi perkataan yang sama lagi," jawabnya sambil membuang muka dengan tampang sebal.


"Zero-sama…" Mereka berdua meneliti wajah Zero lebih jauh sebelum Charla yang pertama kali beraksi langsung loncat masuk ke dalam balutan selimut yang menutupi tubuh Zero.


"Zero-sama!"


Sherria yang melihat aksi kakaknya membuka mulutnya terkejut.


"Ahh! Charla, apa yang kau lakukan!" Zero tidak kalah terkejutnya.


"Zero-sama ternyata memiliki tubuh seperti ini."


"Jangan tiba-tiba masuk seperti ini! Keluarlah!"


"Kenapa Zero-sama menyembunyikannya dariku."


"Ahh! Jangan sentuh bagian itu!"


"Keluarlah!"


Zero berusaha menjauhkan Charla dalam balutan selimutnya sampai Charla terjatuh dari atas kasurnya.


"SUDAH KELUAR DARI RUANGAN INI SEKARANG JUGA!!" jerit Zero keras sekali membuat mereka berdua yang tak tahan mendengarnya segera menutupi kedua telinganya dan bahkan semua orang yang sedang bekerja seketika berhenti saat mendengar jeritan itu.


"Baik!!" Mereka berdua segera kabur dari ruangan itu.


*~*


Charla dan Sherria saat ini sedang menunggu Zero di satu tempat terbuka yang sepi. Selama beberapa waktu menunggu mereka akhirnya melihat siluet seorang pria yang tampak tengah berjalan mendekat.


"Zero-sama!" Charla melambaikan tangan memanggil Zero.


"Apa Zero-sama sudah tenang?" tanya Sherria setelah Zero berdiri di depannya. Zero terlihat seperti enggan menatap mereka berdua.


"Tidak tahu." Zero memalingkan mukanya dengan wajah sebal.


Saat ini Zero masih kesal oleh dua hal. Yang pertama tentunya karena kejadian tadi. Dan yang kedua saat dirinya keluar dari ruangannya barusan. Dia mengalami beberapa masalah dengan orang-orang di desa yang menganggapnya sebagai orang asing serta para perempuan disana yang mengerumuninya karena takjub melihat ketampanannya.


"Hihih, Maaf, Zero-sama. Aku terlalu terbawa suasana tadi." Charla menunjukkan deretan giginya sambil mengusap-usap belakang kepalanya. Dia merasa gemas melihat sikap Zero yang seperti ini.


Zero menghela nafas panjang mencoba mengembalikan ketenangannya kembali kemudian fokus pada tujuannya sekarang.

__ADS_1


"Sudah jangan dipermasalahkan lagi. Aku akan mulai melatih kalian sekarang."


Mereka berdua serempak mengangguk dan mulai berfokus.


"Sebelum memulainya aku ingin melihat bakat sihir kalian terlebih dulu…" Dengan menggunakan skillnya, Zero mengamati fondasi sihir dalam diri mereka berdua untuk mencari tahu bakat yang mereka miliki.


"Mm...Charla, kau sepertinya memiliki bakat untuk menjadi seorang Archer." Zero menemukan beberapa lingkaran sihir sudah terbentuk di setiap indra milik Charla, menunjukkan kepekaannya terhadap lingkungan sudah mulai terasah.


"Benarkah?" Charla terperanjat, senang sekali mendengarnya. Zero hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Sementara Sherria…" Zero melebarkan matanya setelah melihat bakat Sherria, "Kau berbakat sekali, Sherria. Fondasi sihirmu dalam satu hari setelah mengkonsumsi pil itu sudah banyak yang terbentuk. Kau bisa menjadi seorang penyihir Magician atau Support. Kau juga berkemungkinan untuk menjadi seorang Swordsman atau Archer seperti kakakmu. Jika terus diasah kau bahkan bisa menjadi seorang Expert." Zero terkesan melihat seorang gadis polos seperti Sherria ternyata memiliki banyak bakat dalam bidang sihir.


"Benarkah, Zero-sama?" Sherria ikut takjub dan tidak percaya mendengarnya.


"Ya. Suatu saat kau bisa menjadi orang yang hebat, Sherria." Zero memuji Sherria.


"Nee-san..." Sherria memalingkan pandangan pada kakaknya dengan raut wajah terkejut, tidak percaya dirinya yang seperti ini ternyata bisa menjadi orang yang hebat.


"Sherria hebat…" Charla memeluk adiknya, "Ternyata adikku ini bisa menjadi orang hebat seperti itu." Charla ikut senang mendengarnya.


"Aku juga tidak menyangka, Nee-san." Meski begitu Sherria merasa sangat senang sekali.


Zero menepukkan tangannya menyuruh mereka berhenti, "Baik, sudah cukup. Kita akan mulai latihannya."


Mereka berdua melepas pelukannya dan fokus kembali pada Zero.


"Pertama, Charla. Apa kau pernah memegang senjata jarak jauh?" tanya Zero.


"Belum, Zero-sama." Charla menggeleng pelan.


"Kalau begitu…" Zero mengeluarkan salah satu pistol miliknya dari dalam inventory, "Mulai saat ini kau harus belajar menggunakannya." Lalu menyerahkannya pada Charla.


"Bagaimana cara menggunakan pistol seperti ini?" Charla tidak mengerti cara kerja pistol itu.


"Apa kau lupa? Aku disini untuk mengajarkanmu." Zero memegang pundak Charla sekali sambil tersenyum.


"Dan Sherria, meskipun kau berbakat, kau harus mempelajari semua itu satu persatu." Zero memberi saran. Sherria mengangguk paham.


"Lebih baik kau memulainya dengan class Magician dulu," kata Zero sambil melipat tangan dadanya. Dia merasa class itu akan cocok dengan Sherria saat ini.


"Aku akan mengikuti saran Zero-sama." Sherria hanya bisa menurut.


"Bagus. Kalau begitu kau bisa memulainya dengan membentuk lingkaran sihir dan meningkatkan kapasitas wadah sihirmu terlebih dahulu." Zero memberi arahan sambil melepas lipatan tangan di dadanya.


"Aku belum paham caranya, Zero-sama." Sherria menggeleng pelan.


"Aku akan memberitahukan kalian berdua caranya. Kalian bisa memulai latihannya dari sini." Zero tersenyum ringan menatap kedua muridnya.


Like & Coment

__ADS_1


__ADS_2