
Di sebuah tempat khusus yang digunakan untuk mengamati setiap detail fenomena gelombang monster yang terjadi, staf kerajaan yang bertanggung jawab di tempat itu sedang melihat-lihat hasil laporan yang didapat berdasarkan pengamatan para ahli nujum.
"Dari sebagian laporan yang sudah kubaca, tidak ada kerusakan besar yang terjadi di kota-kota besar. Sebaliknya, ada beberapa kota kecil yang hancur di gelombang monster kali ini," kata staf kerajaan itu setelah membaca hasil laporan tersebut. p
"Hal ini sudah biasa terjadi. Itu salah mereka juga karena tidak bisa memberikan kontribusi yang setimpal bagi kerajaan sehingga pasukan yang dikirim ke sana tidak cukup untuk melindungi mereka," timbal pemimpin ahli nujum tampak tidak peduli dengan kota-kota kecil yang telah hancur dan lebih mementingkan kota-kota besar.
"Bagaimana dengan perkembangan titik merah yang muncul di setiap kota besar di hari kedua ini? Apakah terlihat baik atau malah jadi memburuk?" Staf kerajaan itu menanyakan hal lain.
"Seperti yang terlihat di sini…" Pemimpin ahli nujum menunjuk bola berukuran besar di depannya yang memperlihatkan gambaran titik merah di setiap wilayah kerajaan itu.
Masing-masing kota besar yang memiliki peranan penting selalu diisi oleh titik merah yang ukurannya besar, meski ada juga yang ukurannya sedang. Akan tetapi kali ini ukuran titik merah yang muncul sedikit berbeda.
"Ukuran titik merah yang muncul di kota-kota besar hari ini sedikit bertambah dari yang kemarin. Kemungkinan besar ukuran titik merah ini juga akan bertambah lagi besok.
Itu artinya, di hari terakhir gelombang monster besok akan menjadi hari pertempuran yang besar," jelas pemimpin ahli nujum sambil mengamati titik merah yang tersebar di bola besar di depannya.
"Jika memang demikian, kita harus bersiap-siap menghadapinya. Terkhusus di kota Buldovia yang tampaknya mempunyai titik merah paling besar di antara semua titik merah yang tersebar di setiap wilayah kerajaan." Staf kerajaan itu bisa melihat beberapa titik merah yang ukurannya besar. Dan satu-satunya yang terbesar dari semua itu ada di kota Buldovia.
"Tidak perlu khawatir. Katanya salah satu petualang diamond di kota itu mampu menghadapi gelombang monster di tempat itu seorang diri. Buktinya dia yang telah menghabisi hampir delapan puluh persen monster yang muncul di sana."
Ahli nujum yang lain memberitahukan dengan optimis apa yang sudah dia dengar tentang gelombang monster yang terjadi di kota tersebut dan sosok Zero yang kini semakin dikenal oleh banyak orang.
"Tapi aku juga mendapatkan laporan bahwa ada banyak petualang di tempat itu yang ingin mundur karena kesal tidak bisa mendapatkan apa-apa. Hal itu mungkin bisa membuat pertahanan di kota itu menjadi lemah." Rekannya ikut memberitahukan informasi yang dia dapat.
"Benar, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Biarpun ada sosok yang begitu kuat di kota itu, kita tetap harus meminta pemerintah pusat untuk mengirimkan pasukan tambahan ke kota itu sebagai jaga-jaga jika sesuatu yang besar terjadi." Staf kerajaan itu memberikan keputusan.
__ADS_1
Sekedar informasi, pasukan militer kerajaan bergerak dalam pemerintahan. Tidak seperti petualang, mereka tidak diperbolehkan untuk mundur dengan alasan apapun setelah diberi tugas oleh pemerintah.
Mereka juga tidak boleh mengambil inti monster untuk dirinya sendiri sebelum pemerintah yang memutuskan apakah mereka pantas mendapatkannya atau tidak.
Kembali pada cerita. Di antara semua titik merah yang tersebar di setiap wilayah kerajaan, ada satu titik merah yang sejak kemarin menarik perhatian pemimpin ahli nujum.
"Hei, apa anda tidak penasaran dengan titik merah yang muncul di wilayah ini..." Pemimpin ahli nujum menunjuk salah satu titik merah. Titik merah yang dimaksud olehnya adalah wilayah yang menjadi lokasi kerajaan Zero.
"Berdasarkan pengamatanku selama bertahun-tahun, biasanya tempat di mana para monster akan muncul merupakan tempat yang dihuni oleh makhluk hidup. Energi sihir dan kehidupan menjadi pemicu utama monster-monster itu akan muncul," jelasnya berdasarkan pengalamannya menjadi ahli nujum di tempat itu.
"Tunggu, bukannya tidak ada orang yang tinggal di situ? Lalu kenapa titik merah itu bisa muncul di tempat seperti itu?" Staf kerajaan itu baru menyadarinya sekarang, padahal dia sejak tadi terus mengamati titik merah di setiap wilayah kerajaan itu.
"Benar, seharusnya memang tidak ada orang yang tinggal di hutan belantara itu. Saya juga merasa ada yang ganjil di sana.
Saat kemarin ketika saya melihat titik merah itu muncul untuk yang pertama kali ukurannya tidak terlalu besar. Namun hari ini ukuran titik merah itu tidak jauh berbeda dengan yang ada di kota-kota besar. Kemungkinan besok juga akan sama." Pemimpin ahli nujum memberitahukan apa yang dia ketahui.
Dia sedikit merasa khawatir karena dari yang dia dapat berdasarkan hasil pengamatannya kemarin dan saat ini, titik merah yang ada di wilayah itu hilang seperti ada yang menghancurkannya. Dia berasumsi mungkin ada sekelompok orang kuat yang bersembunyi di hutan belantara itu.
"Hemm, bisa jadi memang ada orang yang tinggal di sana. " Staf kerajaan itu sependapat dengan asumsinya karena yang dijelaskannya terdengar masuk akal.
"Sepertinya kita perlu mendiskusikan hal ini dengan orang yang mempunyai kewenangan yang lebih tinggi," katanya menanggapi persoalan itu dengan serius
"Benar, kurasa lebih baik begitu."
*~*
__ADS_1
Bulan sabit bersinar terang.
Gladius kini sedang bersantai di atap penginapan sambil memandangi keramaian kota yang ada di bawahnya.
Sementara Zero saat ini sedang berada di dalam penginapan, di dalam kamar, dan sedang menyerap inti monster yang sebelumnya dia dapatkan.
Walaupun Zero saat ini sudah sangat kuat, dia masih ingin terus bertambah kuat sampai dirinya bisa mencapai salah tujuannya, yaitu mencapai tahap akhir dari Magic Emperor.
Inti monster yang Zero dapatkan terlalu banyak sehingga dia tidak bisa menyerap semuanya sekaligus, apalagi di setiap penyerapannya itu cukup menghabiskan banyak waktu.
Setelah berjam-jam menyerap inti monster itu, Zero akhirnya memutuskan selesai saat merasa cukup.
"Kurasa untuk hari ini sampai di sini dulu." Zero memasukan kembali semua inti monster itu. Setelah itu Zero bangkit dan pergi ke tempat Gladius berada.
"Sudah selesai, Tuan?" tanya Gladius tersenyum melihat kedatangan Zero.
"Ya..." Zero menjawab singkat sambil duduk di sampingnya.
"Ahh~ Tadi itu cukup melelahkan juga, ya." Zero mengingat kejadian tadi ketika dia menguasai pertempuran itu seorang diri.
"Kira-kira apa besok aku masih bisa melakukan hal seperti tadi," gumam Zero sambil menatap kerumunan orang-orang di bawahnya dan menemukan petualang-petualang yang tadi ikut bertempur dengannya beriringan keluar dari kota itu.
"Memangnya kenapa, Tuan?" Gladius merajut sedikit alisnya, tidak mengerti dengan perkataan Zero.
Zero menghela nafas sejenak lalu menjawab,
__ADS_1
"Entahlah, aku merasa sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi besok."