Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Tumbuhan Parasit


__ADS_3

Zero bersama yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan menyusuri jalur jalan menuju kota Belius. Selama beberapa kilometer berjalan, Zero merasa seperti pernah melewati jalan yang kini sedang dia susuri. Selain Zero, Sherria yang juga ikut mengenalinya sudah menyadarinya lebih dulu.


'Jalan ini kalau tidak salah…' Dugaan Zero semakin kuat.


"Benar, desa itu." Zero akhirnya menemukan sebuah desa yang dia kenali.


"Ada apa dengan desa itu, Zero-sama?" tanya Charla melihat desa yang tak jauh di depannya. Sejurus kemudian dia melebarkan sedikit matanya saat melihat ada seorang anak laki-laki keluar dari desa itu dan kini berlari terburu-buru menghampiri mereka.


Zero dan Sherria bereaksi saat mengenali siapa anak laki-laki yang berlari menghampirinya itu. Sementara Fluffy masih asik bermain dengan teman barunya.


"Ada apa?" tanya Charla saat anak laki-laki itu berhenti di depannya.


Anak laki-laki itu terlihat panik dan belum bisa menjawab pertanyaan Charla lantaran nafasnya masih tidak beraturan. Setelah nafasnya stabil dia pun langsung memberitahukan alasan mengapa dia menghampiri Zero dan lainnya.


"Kakak, apa kakak bisa menolongku?! Tolong selamatkan kakakku dan juga semua orang di desa kami!" Anak laki-laki itu memegangi tangan Charla sambil menangis meminta pertolongan.


Charla yang tidak tahu harus menjawab apa mengalihkan pandangannya menatap Zero. Anak laki-laki itu ikut melihat ke arah Zero dan terkejut saat baru menyadari kalau bocah yang sepantaran dengannya itu dia kenali, termasuk dengan gadis rubah di sampingnya.


"Ah benar, kau yang waktu itu! Kumohon tolong kami! Tolong selamatkan desaku!" Anak laki-laki itu beralih memegang tangan Zero sambil memohon-mohon.


Zero melepaskan tangannya lalu menyilangkan kedua tangannya di dada,"Coba jelaskan dulu, apa yang terjadi?" tanya nya.


Anak laki-laki itu mengangguk lalu buru-buru menjelaskan secara singkat bahwa desa mereka kini sedang diserang oleh penyakit aneh yang tidak bisa mereka obati dan keadaan mereka sekarang semakin kritis.


Selepas anak laki-laki itu menjelaskan,sebuah panel quest muncul di depan Zero.


—Quest for Hero—


Kategori: Utama


Misi: Bantulah desa itu dan hancurkan akar masalah yang mereka alami


Tingkat kesulitan: A


Reward : Magic Chest + 150000 BP


Kegagalan: -100000 BP


—————————


'Apa boleh buat…' Zero mengusap-usap belakang kepalanya.

__ADS_1


"Baik, baik, aku akan menolong kalian." Zero menerima permintaan anak laki-laki itu. Tanpa disuruh olehnya pun dia akan membantu desanya mengingat ini quest wajib dengan hadiah yang lumayan besar.


Zero dan lainnya segera dibawa masuk oleh anak laki-laki itu ke dalam desanya. Mereka dibawa ke suatu tempat dimana para penduduk desanya yang sedang sakit berkumpul, yakni di lapangan desa itu.


Di sana mereka menemukan para penduduk desa yang sedang sakit tengah berjajar, terbaring kesakitan di tanah dan hanya beralaskan bantal dan kain.


Penduduk desa lainnya yang sehat tampak kebingungan memikirkan bagaimana menyembuhkan mereka semua.


Anak laki-laki itu menghampiri salah satu penduduk desa.


"Paman, aku sudah menemukannya. Dia bisa membantu kita menyembuhkan mereka." Anak laki-laki itu menunjuk ke tempat Zero dan lainnya berkumpul.


Semua penduduk desa yang tidak sakit segera menolehkan pandangannya melihat Zero dan yang lainnya lalu bergegas menghampirinya. Semua penduduk desa menemukan mereka sepertinya bukan orang-orang biasa.


"Nona, apa benar kalian bisa membantu kami?" tanya kepala desa itu.


"Bukan mereka, tapi dia…" Anak laki-laki itu menunjuk Zero, "Kalian semua, percayalah padaku, dia sungguh bisa membantu kita." Dia berusaha membuat mereka percaya.


Para penduduk desa saling berpandangan sambil mengerutkan dahinya saat mendengar bocah di depannya ini ternyata yang akan menolong mereka.


Tapi setelah dilihat lebih jauh lagi bocah itu tampaknya bukan bocah sembarangan, buktinya ada di sebelah matanya yang tergores dan sorot matanya yang tampak seperti orang yang sudah dewasa.


Tanpa ingin ada perdebatan, Zero bersama yang lainnya mendekati para penduduk desa yang terbaring di tanah. Mereka menemukan di tubuh mereka yang sedang sakit ditumbuhi oleh tumbuhan parasit yang menjadi alasan mengapa mereka menjadi seperti ini.


Dengan nada bersalah, kepala desa itu kemudian mulai menjelaskan alasan mengapa mereka bisa jadi seperti itu.


"Semua ini salahku…"


Kepala desa menceritakan sebelum kejadian ini dia mendapatkan sebuah benih tanaman dari bangsawan sebagai hadiah karena dia dan desanya sudah mau bekerja sama dengannya. Bangsawan itu berkata padanya kalau benih itu akan membantu memakmurkan seluruh penduduk desanya.


Mereka awalnya percaya saat melihat tanaman itu mampu tumbuh dengan cepat hingga akhirnya menghasilkan buah yang tampak segar.


Namun ketika mereka mencicipi buah itu gejala aneh tiba-tiba terjadi. Tumbuhan parasit tiba-tiba muncul dalam dirinya hingga menyebabkan dirinya jatuh sakit. Saat itu terjadi semuanya segera menyadari kalau buah dari tumbuhan itu tidak layak untuk dikonsumsi.


Mereka sampai saat ini kelimpungan mencari obat dan dokter untuk menyembuhkan mereka namun tidak ada satupun yang berhasil.


Sialnya lagi ketika kepala desa meminta pertanggung jawaban, bangsawan itu tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi dan malah menertawainya.


"Begitu, ya... Kasihan sekali...Dan juga bodoh..." Zero terkekeh pelan, mengejek kesialan mereka. Para penduduk desa merasa geram mendengarnya namun mereka mencoba menahan emosinya dan melihat apakah bocah tersebut mampu mengobati mereka.


Zero memandangi mereka semua yang sudah semakin kritis kemudian menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Flo, kemarilah…" Zero melambaikan tangannya. Fluffy menuruti perkataan Zero.


"Apa kau bisa menyembuhkan mereka?" tanya Zero yang membuat penduduk desa berkerut dahi.


"Emm!" Fluffy mengangguk mantap.


"Bagus, tolong, ya." Zero membangkitkan dirinya kembali.


Fluffy melepaskan slime yang dipeluknya ke bawah lalu berjongkok di depan pasien yang sedang sakit. Semua orang di situ mengalihkan pandangannya sekali pada slime yang penampilannya tidak biasa sebelum fokus mengamati apa yang akan Fluffy lakukan.


Fluffy menempelkan kedua tangannya ke area wajah pasien itu. Sampai seberkas cahaya hijau keluar dari tangannya, tumbuhan parasit yang menempel di tubuh pasien itu mulai layu hingga akhirnya terlepas dari tempatnya. Rona wajah pasien itu yang semula pucat kini kembali berwarna menandakan penyakitnya sudah sembuh.


Semua penduduk desa jelas sekali terkejut menyaksikan gadis cilik itu mampu mengobati salah satu rekan mereka. Di saat yang sama mereka senang karena akhirnya ada seseorang yang bisa membantu mereka semua.


"Flo, kau sembuhkan mereka semua, aku akan urus yang lain," titah Zero.


"Emm!" Fluffy menuruti perintah tuannya.


"Dimana tumbuhan itu sekarang?" tanya Zero menyadarkan lamunan mereka.


"Segera bawa aku ke sana. Aku ingin melihatnya," titah Zero.


Kepala desa dan yang lainnya tanpa banyak tanya segera membawa Zero bersama Charla dan Sherria ke tempat tumbuhan itu berada.


"Jadi ini penyebabnya…"


Sesampainya disana mereka menemukan sebuah pohon yang sangat besar berdiri kokoh di tengah lapangan terbuka dengan akar menjalar ke segala rumah di sekitarnya. Mereka juga menemukan buah kecil seperti ceri dengan warna merah menyala tumbuh diantara daun dan ranting pohon itu.


"Hati-hati Tuan, itu bukan tumbuhan biasa. Tumbuhan itu hidup." Kepala desa memperingatkan.


"Hidup, ya…" Zero mengamati pohon besar itu.


"Charla, Sherria, waktunya menunjukkan hasil latihan kalian." Zero tersenyum ke arah mereka.


"Baik, Zero-sama." Mereka mengangguk penuh semangat karena akhirnya ada sesuatu yang bisa mereka lakukan.


"Ikuti aku..." Zero bersama Charla dan Sherria berjalan menghampiri pohon itu.


Kepala desa dan penduduknya mengamati apa yang akan mereka lakukan. Mereka tidak berani berdiri dekat-dekat dengan pohon itu karena pohon itu jauh lebih berbahaya dari monster sekalipun.


Saat berdiri beberapa meter dari pohon itu, Zero dan dua gadis demi-human di belakangnya dikejutkan oleh kemunculan belasan monster tumbuhan berukuran besar dan tinggi yang tiba-tiba muncul keluar dari dalam tanah.

__ADS_1


Zero membunyikan jari-jarinya sambil melemaskan otot lehernya kemudian tersenyum.


"Waktunya bersenang-senang…"


__ADS_2