
Tidak bisa. Kau tidak boleh membawa siapapun dari tempat ini karena di sinilah rumah mereka. Kau tidak berhak memaksa mereka untuk bergabung denganmu." Nord menolak mentah-mentah permintaan Zero.
"Bahkan jika kerajaan yang memintanya?"
Zero tersenyum sambil menunjukkan surat resmi yang sebelumnya dia dapat dari raja yang berisikan persyaratan kalau dia boleh membawa berapapun ras dwarf yang dia inginkan untuk bergabung dengannya.
Nord melihat surat itu dan terkejut saat mendapati surat itu ternyata memang asli dari raja. Ekspresi Nord tampak semakin jutek dari yang sebelumnya setelah mengetahui raja memintanya untuk melakukan hal yang jelas telah melanggar peraturan yang dibuat dengannya. Apalagi raja membuat persyaratan itu tanpa seizin dirinya.
"Lebih baik kita bicarakan ini di tempatku." Nord mengajak Zero dan Gladius untuk pergi ke tempatnya karena tidak ingin memancing keributan orang-orang di sana yang bisa terjadi setelah mengetahui isi surat tersebut.
Nord menyuruh Zero dan Gladius untuk duduk di tempat yang dia sediakan untuk membahas hal yang perlu dia tanggapi dengan serius.
"Coba jelaskan, kenapa raja memberikan surat itu padamu?" Nord langsung pada intinya.
Zero tersenyum singkat dan menjawab, "Singkatnya aku sudah menyelamatkan nyawanya dan sebagai hadiah karena aku sudah menolongnya, raja memperbolehkan aku untuk meminta apapun. Aku meminta pada raja sebuah wilayah serta beberapa dari kalian untuk bergabung denganku karena aku membutuhkan keahlian kalian untuk membangun tempat-tempat di wilayah tersebut." Zero mengarang cerita yang bisa dicerna oleh akal Nord dan terkesan tidak dibuat-buat.
Nord terdiam sambil sesekali menghela nafas gusar setelah mendengar penjelasan Zero. Dia tampak tidak setuju dengan permintaan raja, terlebih raja memutuskan hal itu tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.
"Bagaimana, apa kau mau menyerahkan beberapa wargamu untuk bergabung denganku. Kau tidak perlu khawatir soal mereka tidak akan bahagia. Aku bisa menjamin kalau mereka akan betah setelah bergabung denganku. Bahkan jauh lebih betah dari tinggal di tempat ini." Zero berusaha meyakinkan Nord agar mau menyerahkan beberapa warganya.
Di tengah keraguannya memutuskan hal itu, Nord dan dua pemuda yang tengah bernegosiasi dengannya dikejutkan oleh kemunculan seorang wanita yang tiba-tiba mendobrak pintu masuk ruangan. Wajahnya tampak panik saat melihat Nord seolah ingin menjelaskan sesuatu.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat panik seperti itu?" tanya Nord pada sosok wanita yang tidak lain istrinya.
"Anak kita… anak kita kondisinya semakin kritis...Jika tidak segera ditolong dia tidak akan selamat." Wanita itu menangis menjelaskan kondisi anaknya yang tengah dirawat.
Nord tanpa pikir panjang segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi menemui anaknya yang tengah dirawat itu. Istrinya menyusulnya dari belakang.
Zero yang ditinggalkan di ruangan itu bersama Gladius menghela nafas panjang karena tahu untuk meyakinkan Nord agar mau menerima keinginannya itu tidak mudah.
__ADS_1
Awalnya memang begitu, tetapi sekarang Zero mempunyai cara lain untuk meyakinkan Nord agar mau menyerahkan beberapa warganya untuk bergabung dengannya.
"Mau melakukannya, Tuan?" tanya Gladius seolah mengerti apa yang akan Zero lakukan.
"Ya, aku yakin setelah ini dia pasti akan menerima permintaanku," kata Zero sambil berdiri dari tempat duduknya.
Zero dan Gladius kemudian menyusul sepasang suami-istri ras dwarf itu yang tengah terburu-buru menuju ke suatu tempat yang menjadi tempat di mana anaknya dirawat.
Setibanya di sana, Zero dan Gladius melihat sosok anaknya Nord yang dirawat kini dalam kondisi yang menyedihkan. Tubuh kecilnya tampak begitu kurus seolah tidak mendapatkan asupan makanan serta wajahnya pucat pasi seperti telah kehilangan banyak darah.
Namun penyakit yang diderita oleh anak itu bukan disebabkan karena dirinya kurang makan ataupun kehabisan darah. Tidak ada yang tahu penyakit apa yang diderita oleh anak itu. Sampai satu bulan dirawat pun dia tetap tidak kunjung sembuh juga, bahkan kondisinya malah semakin memburuk.
"Sebenarnya saya tidak ingin mengatakan ini, tetapi saya harus mengatakannya," kata petugas medis yang ada di sana berniat memberitahukan sesuatu pada Nord selaku ayah dari anak yang dirawat.
"Sebutkan saja, apa yang terjadi pada anakku dan bagaimana caraku menyembuhkannya?" Nord meminta penjelasan dengan ekspresi gelisah.
"Maaf, kondisi anak anda sudah sangat buruk dan tidak bisa diselamatkan lagi," jelas petugas medis yang merawat anaknya itu. m
"Boleh aku mengeceknya, siapa tahu aku bisa menyelamatkannya." Zero dengan santai berjalan mendekati anak itu.
"Kau… apa kau yakin bisa menyelamatkannya." Nord ragu dengan Zero karena petugas medis terbaik di tempat itu juga tidak bisa menyelamatkannya.
"Serahkan padaku…" Zero terlihat meyakinkan.
Nord yang tadinya ragu membiarkan Zero untuk mengecek kondisi anaknya. Siapa tahu ada kemungkinan untuk anaknya selamat, setidaknya itu yang dia dan istrinya harapkan.
Zero berdiri di depan anaknya Nord yang terbaring lemas di ranjang lalu menempelkan satu jarinya di kening anak itu untuk mengecek kondisinya.
"Sesuai dugaanku, penyakit yang dialami oleh anakmu bukanlah penyakit biasa. Kemungkinan ada seseorang yang sengaja membuatnya seperti ini." Zero memberitahukan apa yang dia dapat setelah mengecek kondisi anak itu.
__ADS_1
Petugas medis di situ terkejut mengetahui Zero mampu mengetahui apa yang dialami oleh anak itu padahal mereka sudah berusaha mencaritahunya tapi tidak bisa.
"Siapa yang sudah berani berbuat seperti itu pada anakku?" Nord terlihat emosi, memandangi semua orang di situ satu persatu seolah ingin mencari tahu siapa pelakunya.
"Coba ingat-ingat, apa kau pernah mempunyai musuh atau kau pernah melukai seseorang. Yang jelas orang yang telah melakukan ini pasti mempunyai niat jahat padamu dan juga keluargamu," jelas Zero memberi arahan.
Nord akan mengikuti arahan yang Zero berikan nanti. Untuk sekarang dia ingin melihat apa Zero bisa menyelamatkan anaknya.
"Kau bisa menyelamatkannya, kan. Kau pasti bisa menyelamatkannya, kan. Tolong selamatkan anakku." Nord dan istrinya sangat berharap pada Zero.
"Jika aku bisa menyelamatkannya, apa kau mau menyetujui permintaanku tadi?" Zero berniat mengambil keuntungan dari ini.
"Ya, aku akan melakukannya. Tapi sebelum itu selamatkan dulu anakku," jawab Nord tampak tergesa-gesa ingin segera melihat anaknya sembuh.
Zero tersenyum singkat dan mulai melakukan aksinya untuk menyembuhkan anak itu agar dirinya bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Singkat cerita, Zero berhasil menyembuhkan putranya itu menggunakan obat yang terbuat dari Daun Suci Para Dewa yang sebelumnya pernah berhasil menyembuhkan ibunya Clarise dari penyakit kutukan seperti yang dialami oleh anak Nord.
Nord dan istrinya bahagia melihat anaknya akhirnya bisa selamat dari maut. Petugas medis yang selama ini merawatnya juga turut senang. Di saat yang sama mereka tidak menyangka jika sosok manusia yang dibawa oleh Nord mempunyai keahlian yang tinggi dalam bidang medis padahal dari penampilannya dia tidak terlihat seperti itu.
Setelah itu, Zero dan Gladius dibawa kembali ke ruangan sebelumnya oleh Nord untuk membicarakan permintaan yang Zero inginkan.
"Jadi bagaimana, apa kau bisa menyerahkan wargamu untuk bergabung denganku sekarang?" tanya Zero tanpa ingin basa-basi.
Nord sudah berjanji akan menyetujui permintaan Zero. Dia yang tidak bisa lepas dengan janji itu kini mau tidak mau harus menuruti kemauan Zero.
"Berapa banyak yang kau inginkan?" tanya Nord.
"Karena raja memperbolehkanku untuk meminta sebanyak yang aku mau, jadi aku meminta…" Zero memegang dagunya sambil menghadap ke atas memikirkan jumlah ras dwarf yang dia inginkan untuk bergabung dengannya.
__ADS_1
"Aku meminta kalian semua yang ada di sini termasuk kau untuk bergabung ke kerajaanku," jawab Zero dengan senyuman lebar dan seketika membuat Nord membuka mulutnya tidak percaya. Sementara Gladius terkekeh mendengar betapa beraninya Zero meminta hal seperti itu.
"Bagaimana, kau tadi sudah berjanji kan, akan mengabulkan permintaanku..."