
Zero turun membantu yang lain menghadapi para undead miliknya untuk meredakan kekacauan yang terjadi di kota tersebut yang padahal diciptakan olehnya sendiri. Dia melakukan itu agar dirinya terlihat berjasa bagi yang lain dan membuat namanya dikenal baik oleh orang-orang.
Gladius yang mengerti apa yang Zero inginkan mencoba membantunya dan mencari tahu seperti apa respon orang-orang setelah menyaksikan Zero datang seperti pahlawan dan menyelamatkan kota itu dari kehancuran.
Zero memutar otaknya untuk membuat dirinya terlihat memiliki peranan besar dalam meredakan kekacauan tersebut. Dia menggiring para undead sebanyak yang dia bisa ke satu tempat yang bisa disaksikan oleh banyak orang kemudian menghabisinya sekaligus di sana.
Semua orang yang menyaksikan aksinya itu bersorak gembira mengetahui Zero telah datang menyelamatkan mereka. Bukan hanya mereka, kebanyakan orang di kota itu juga turut memuji-mujinya sebagai penyelamat.
Hari itu juga, Zero mulai dikagumi oleh banyak orang karena aksinya yang begitu memukau dalam menyelamatkan kota dari kehancuran.
Berkat aksinya itu beberapa hari kemudian pihak petualang setuju untuk menobatkannya sebagai petualang pangkat pahlawan karena kontribusinya yang begitu besar dalam menyelamatkan banyak orang.
Di mulai saat itu juga sosok Zero dikenal oleh banyak orang dengan nama pahlawannya yang terdengar tidak biasa, yaitu
Pahlawan dari Neraka…
*~*
Zero dan Gladius saat ini sedang berada di pemandian air panas terbaik di kerajaan itu untuk melepas penat dan menghibur diri setelah berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari ini.
"Tidak kusangka, dalam beberapa hari ini aku berhasil mendapatkan pencapaian yang begitu besar. Satu persatu tujuanku juga berhasil terlaksanakan..." kata Zero sambil menyenderkan tubuhnya ke pinggiran kolam, menikmati sensasi air hangat yang tercipta dari kolam tersebut.
"Pencapaian Tuan benar-benar sebuah prestasi yang mengagumkan. Saya turut senang mengetahuinya." Gladius memuji pencapaian Zero.
"Ya, ini juga berkatmu. Jadi kau harus bangga pada dirimu juga," kata Zero dengan mata terpejam dan kepala di ke belakangkan.
"Apa yang ingin Tuan lakukan selanjutnya?" tanya Gladius setelah beberapa saat terdiam.
__ADS_1
Zero menegakkan tubuhnya menatap Gladius dan menjawab, "Aku ingin menyelesaikan semua tujuanku di sini sebelum kembali ke kerajaanku."
Gladius mengangguk-angguk paham sambil memegang dagunya. Dia bertanya hal lain saat teringat sesuatu. "Oh iya, Tuan, kapan kita akan bermain-main dengan bangsawan di kota itu. Tuan bilang ingin melakukannya setelah gelombang monster." Gladius tersenyum, tampak bersemangat ingin melakukan itu.
"Tentu saja aku tidak akan melupakannya," kata Zero berhenti sejenak untuk menghela nafas. "Tapi setelah kupikir-pikir, lebih baik aku melakukannya nanti saat bersama mereka."
Isitilah mereka yang Zero maksud yaitu Charla dan yang lainnya. Zero berpikir, Charla dan lainnya juga perlu ikut melihat bagaimana sosok yang telah membuat Sherria menderita tersiksa.
"Begitu, ya…" Gladius memahami apa yang ingin Zero lakukan untuk mereka.
"Setelah ini aku ingin lanjut pada tujuan pertamaku, yaitu membawa ras dwarf di kerajaan ini untuk membantu membangun kerajaanku." Zero memberitahukan tujuan utamanya.
*~*
Setelah selesai menikmati pemandian air panas terbaik di kota itu, Zero langsung saja membawa Gladius untuk pergi ke tempat ras dwarf berada. Kebetulan tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh dengan ibukota kerajaan jadi Zero dan Gladius tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai ke sana.
Setibanya di lokasi yang dituju, Zero dan Gladius bisa melihat sebuah kota kecil yang menjadi tempat tinggal khusus bagi para ras dwarf.
"Bangunan di kota ini terlihat berbeda dengan yang ada di kota-kota pada umumnya."
Berbeda dengan kota-kota yang pernah Zero temui, bangunan-bangunan di kota itu seolah memang sengaja dibuat khusus oleh mereka untuk memperlihatkan kalau itu merupakan ciri khas tempat tinggal mereka.
Sejak awal memutuskan menjadi petualang, Zero sudah mendapatkan semua informasi tentang ras dwarf dan alasan mengapa mereka diperlakukan dengan sangat baik di kerajaan itu.
Ras dwarf diperlakukan dengan sangat baik tentu karena keahlian mereka sangat dibutuhkan oleh kerajaan sehingga kerajaan tidak segan memberi mereka wilayah khusus untuk tempat tinggal mereka sendiri. Saking istimewanya mereka diperlakukan, hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan datang ke wilayah mereka.
Beruntungnya sekarang Zero sudah mempunyai gelar terbaik yang bisa membuatnya keluar-masuk wilayah mereka dengan mudah.
__ADS_1
Zero bersama Gladius berjalan menuju pintu masuk kota itu dan disambut oleh dua orang penjaga yang berjaga di sana.
Tak ingin menunggu lama, Zero langsung mengeluarkan lisensi petualangnya dan kedua penjaga itu segera mempersilakan Zero dan Gladius untuk masuk setelah memberikan secarik kertas pada Zero.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di kota itu, Zero dan Gladius disapa oleh pemandangan orang-orang kerdil yang tampak tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Baik anak-anak sampai orang dewasa hampir semuanya terlihat sedang bekerja.
"Hebatnya mereka bisa terlihat seantusias itu ketika bekerja…" Zero berdecak kagum dengan semangat yang mereka tunjukkan saat bekerja seolah mereka sangat menikmati pekerjaannya tersebut.
"Seperti yang orang-orang ketahui, di balik tubuh mereka yang kerdil, ras dwarf merupakan ras pekerja keras. Itulah alasan utama mengapa kerajaan mau memperlakukan mereka dengan istimewa," jelas Gladius.
"Itu juga menjadi alasan mengapa aku ingin mengajak mereka untuk bergabung di kerajaanku," kata Zero tersenyum puas seolah sedang menemukan harta karun yang berharga dari tempat itu.
Zero dan Gladius lanjut melangkahkan kakinya menuju suatu tempat yang mirip seperti pos. Di sana Zero menunjukkan secarik kertas yang tadi diberikan oleh petugas itu pada petugas yang bertugas menerima pengunjung di sana.
"Coba sebutkan, apa tujuan kalian datang ke tempat ini?" tanya seorang perempuan ras dwarf tersenyum ramah setelah menerima secarik kertas tersebut.
"Kita berdua ingin bertemu dengan pemimpin di tempat ini, apa bisa?" Zero memberitahukan tujuannya.
Petugas itu terdiam sejenak mengamati kedua pria di depannya sebelum mengangguk dan menjawab, "Baik, kalau begitu saya akan menyampaikan keinginan kalian. Kalian bisa menunggu di sini sebentar."
Seperti yang dikatakan oleh petugas itu, Zero dan Gladius menunggu di tempat itu sampai akhirnya sosok yang mereka tunggu pun datang.
"Ada urusan apa kalian denganku?" tanya Nord, pemimpin ras dwarf itu. Ekspresinya saat pertama kali melihat Zero dan Gladius terlihat jutek dan seperti tidak suka.
Zero tersenyum tipis melihat sosok pemimpin ras dwarf itu. Dari penampilannya Zero bisa melihat kalau dia memang pantas menjadi pemimpin. Apalagi postur dan tinggi badannya menunjukkan kalau dirinya berbeda dari yang lain.
"Namaku Zero, seorang petualang di kerajaan ini. Aku mempunyai sebuah tempat yang perlu dibangun. Oleh karena itu aku menginginkan beberapa wargamu untuk bergabung denganku." Zero memberitahukan tujuannya berada di situ.
__ADS_1